Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Gunung Anak Krakatau kembali erupsi sejak Jumat malam (4/9/2026). Aktivitas vulkanik gunung ditandai empat kali letusan sebelum erupsi terus berlangsung hingga Sabtu siang.

Fenomena erupsi menerus Gunung Anak Krakatau disebut PVMBG telah terjadi sejak Juli 2026. Saat ini, status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga.

Aktivitas erupsi menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah pesisir Lampung dan Banten, hingga perairan Selat Sunda dan Samudera Hindia. Debu dan abu vulkanik juga mulai menghujani sejumlah wilayah yang dihuni warga, mulai dari Banten hingga Lampung.

Dentuman dan suara gemuruh akibat erupsi juga terdengar hingga Pandeglang, Banten, dan Bandung, Jawa Barat. Kondisi tersebut memicu kepanikan, terutama di kalangan warga Pandeglang yang pernah mengalami tsunami Selat Sunda pada 2018. Sejumlah warga bahkan memilih mengungsi.

Warga, termasuk nelayan dan wisatawan, dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer. Warga juga diimbau menggunakan masker dan pelindung mata saat berada di luar rumah.

#anakkrakatau #erupsi #pandeglang #banten #lampung #pvmbg

Baca Juga MENCEKAM! Rekaman Amatir dari Tengah Laut, Anak Krakatau Semburkan Api Panas | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/689228/mencekam-rekaman-amatir-dari-tengah-laut-anak-krakatau-semburkan-api-panas-berut

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/689236/breaking-news-terkini-abu-vulkanik-anak-krakatau-mulai-hujani-warga-malam-ini-5-9-2026
Transkrip
00:00Saudara, sekarang kita akan beralih ke Jurnalis Kompas TV, Yudha Dwi Taruna di Pandegelang, Banten.
00:07Dan sekarang kita akan kembali menanyakan, Yudha bagaimana kondisi di sana pasca erupsi Gunung Krakatau?
00:17Baik Edwin dan Saudara, hujan Abu Pulkarnik dan aktivitas anak Gunung Krakatau di Selat Sunda
00:28hingga saat ini sudah dirasakan warga di Kabupaten Pandegelang.
00:36Hal itu dapat terlihat dari aktivitas para pengendara sepeda motor yang mengeluhkan pandangan pengendara matanya
00:50akibat terkena Abu Pulkarnik serta kendaraan mereka kotor demikian.
00:58Baik Yudha, ini berarti ada keluhan dari para pengendara sepeda motor dan lantas apakah sudah ada petugas yang berjaga di
01:07wilayah terdampak yang mungkin
01:08di sana ketika mereka berlewat, diingatkan untuk menggunakan masker, kira-kira imbauan apa saja juga yang harus menjadi perhatian dari
01:17para pengendara?
01:17Baik, berdasarkan informasi yang saya terima bahwa BPBD Kabupaten Pandegelang sendiri sudah memberikan imbauan kepada para warga
01:27ataupun para pengendara yang beraktifitas di luar rumah untuk menggunakan masker ataupun pelindung kepala ataupun helm.
01:38Hal ini mengingat sampai saat ini debu Abu Pulkarnik ini masih dirasakan oleh warga Pandegelang.
01:50Berarti Yudha belum ada aktivitas signifikan yang terganggu akibat dari Abu Pulkarnik tersebut di sana?
01:59Atau sebenarnya sudah mulai berkurang secara signifikan atau secara berproses?
02:04Hingga saat ini Abu Pulkarnik masih bisa dirasakan oleh sejumlah warga di Kabupaten Pandegelang,
02:14namun hal ini belum terlalu signifikan karena warga sendiri masih menunggu informasi dari petugas terkait untuk informasi lebih lanjut.
02:27Namun hal ini tentu menjadi pengingat ataupun menjadi pengingat untuk kita semua agar tetap berhati-hati dan mengikuti aturan yang
02:37telah ditetapkan oleh pemerintah daerah demikian.
02:40Baik Yudha, berarti memang informasi resmi itu yang menjadi hal yang ditunggu oleh warga,
02:46begitu pula tadi imbauannya menggunakan masker dan penutup kepala jika beraktifitas di luar.
02:51Terima kasih banyak atas laporan Anda, Jonas Kompas TV Yuda Duitaruna melaporkan langsung di Pandegelang.
02:56Saudara, kita beralih untuk mengetahui informasi terkini di Anyer, Banten.
03:01Kini sudah terhubung dengan Jonas Kompas TV Suherdi.
03:05Selamat dini hari, Suherdi.
03:08Boleh dijelaskan bagaimana dampak Abu Pulkarnik Gunung Anak Rakatau di wilayah Anyer?
03:37Terima kasih.
03:59Selamat dini hari, Suherdi.
04:12Pantai Anyer Gacinaka ini,
04:15dari jam 8 malam hingga jam 10 tadi malam.
04:21Nah, ini aktivitas agar berganggu.
04:25Ini aktivitas agar berganggu.
04:27Ini macam ini, Pantai Anyer.
04:31Seperti yang terpaktir di pinggir jalan ini,
04:35terlihat Abu yang menempel di Jogosok dan
04:38sepeda-jalan di Jogosok.
04:41di Jogosok dan aktivitas ini juga
04:44yang menempel di tempat
04:46dari Abu Pulkarnik Gunung Anak Rakatau ini,
04:50arah angin ke Pelabuhan Perang.
04:52Ini, Pak, saya rasa masih yang bergabung.
04:56Pas keadaan di prokarnik Gunung Anak Rakatau ini,
05:00arah angin ke Pelabuhan Perang.
05:03Nah, ini turun dari Pelabuhan Perang ini,
05:09itu mengganggu untuk aktivitas warga
05:12yang akan menyebrang.
05:14Namun, penyebrangan Pelabuhan Perang ini
05:17tetap normal untuk aktivitas penyebrangan
05:21Marang Rakatau ini.
05:22Tapi, ya, SDP akan untuk penumpang
05:25membawa Marang Rakatau
05:28dan kata-kata
05:28dari
05:31dari Abu Pulkarnik
05:33tadi malam.
05:36Baik, ya, Erdi.
05:37Ini berarti penyebrangan Pelabuhan tadi
05:39masih terpantau normal,
05:40namun ada imbauan bagi para
05:42pengguna jasa seperti itu, ya.
05:44Tadi disebutkan ada pandangan
05:46dan debu itu terasa
05:47jika memang dilihat
05:48secara kasat mata seperti itu, ya.
05:51ada di motor atau di permukaan datar.
05:53Nah, ini, Erdi, apakah sudah ada
05:55informasi resmi, imbauan resmi
05:57dari pemerintah daerah di sana?
05:58Karena kita mengetahui ini
05:59mungkin hari Minggu,
06:00mau masuk hari Minggu,
06:01tapi jika di hari Senin ini
06:02aktivitas akan kembali,
06:03tentunya akan berbahaya
06:04untuk siswa sekolah,
06:06lalu juga para pekerja di sana.
06:07Apakah sudah ada informasi resmi?
06:11Ya, ini juga dari
06:13pemerintah Provinsi Banten,
06:14dari Gubernur Banten,
06:15dan mengimbau untuk warga
06:18agar untuk aktivitas besok
06:21jika terjadi ada
06:23abu vulkanik
06:24untuk
06:25dari Gunung Anak Ratao.
06:28Ini melihat
06:29apakah nasi arah
06:31angin
06:32ke
06:34daerah pemukiman warga
06:36sepanjang
06:36anjar dan
06:38sekitarnya,
06:39ini mengimbau
06:40agar
06:41memakai
06:42masker dan
06:43kacamata
06:45supaya tidak
06:46terkena
06:46abu vulkanik
06:49namun
06:49kondisi saat ini
06:50abu vulkanik
06:52di Gunung Anak Ratao
06:53sudah
06:54mulai
06:55turun
06:57tidak
06:58seperti tadi malam
07:00yang lapat
07:03laporan dari
07:05pos pemantau
07:06Gunung Anak Ratao
07:07di Pasau
07:07Jika terjadi
07:10letusan
07:11terjadi
07:13ini akan
07:14melaporkan pihak
07:15pemerintah provinsi
07:16agar
07:16melakukan jarak
07:17tidak
07:19mendekati
07:20jarak
07:203 km
07:22yang di Gunung Anak Ratao
07:23Ini bagi
07:25nelayan
07:25dan
07:26wisatawan
07:27juga mengimbau
07:28untuk
07:31memantau
07:32informasi
07:33yang
07:33akurat
07:34dari
07:34sumber berita
07:36yang
07:37jadi
07:37informasi
07:38media
07:39ini untuk
07:40agar
07:41tidak
07:42terjadi
07:43informasi
07:44yang
07:45di luar
07:47gun
07:48Baik
07:49Soherdi
07:50berarti
07:50memang
07:51informasi
07:52kecepat
07:53dan juga
07:53akurat
07:54tadi dari
07:54pos pantau
07:55ke
07:56pemprov
07:56begitu pula
07:57dengan
07:57masuk
07:58nantinya
07:59ke
07:59pemkot
08:00dan
08:00pemkap
08:01sekitar
08:01itu dapat
08:02berjalan
08:03mulus
08:04supaya
08:04masyarakat
08:05juga dapat
08:05kemudian
08:06mengetahui
08:07update terkini
08:07dari
08:08perkembangan
08:09erupsi
08:09di Gunung Anak Rakatau
08:10Terima kasih banyak
08:11atas laporan Anda
08:12Jonas Kompas TV
Komentar

Dianjurkan