Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Menteri Luar Negeri Sugiono merespons informasi Ukraina yang menyebut delapan warga negara Indonesia atau WNI direkrut untuk bergabung dengan militer Rusia. Kementerian Luar Negeri masih mendalami informasi mengenai delapan WNI yang diduga bergabung dengan tentara bayaran Rusia tersebut.

Sugiono menegaskan tugas Kemlu adalah memberikan perlindungan kepada WNI. Setiap hak konsuler akan dipenuhi sepanjang tidak ditemukan unsur yang menyebabkan kedelapan WNI tersebut kehilangan kewarganegaraan.

Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia menyebut tuduhan Ukraina mengenai delapan WNI yang bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia merupakan kampanye disinformasi. Kedubes Rusia menilai dokumen yang dipublikasikan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta tidak membuktikan keterlibatan delapan WNI tersebut dalam militer Rusia.

Kedubes Rusia juga mengaitkan informasi yang dipublikasikan Ukraina dengan kunjungan Presiden Prabowo ke Vladivostok, Rusia.

Untuk membahas langkah pemerintah dalam memverifikasi informasi dan video yang beredar, KompasTV menghadirkan Guru Besar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin sekaligus mantan Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Profesor Hamid Awaluddin, serta pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho Widodo, PhD.

#wni #rusia #ukraina #kemlu #militerrusia #geopolitik

Baca Juga [FULL] 8 WNI Disebut Gabung Militer Rusia, DPR & Surya Wiranto Bahas Langkah Pemerintah | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/689217/full-8-wni-disebut-gabung-militer-rusia-dpr-surya-wiranto-bahas-langkah-pemerintah-sapa-malam

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/689234/full-8-wni-disebut-gabung-militer-rusia-pemerintah-harus-apa-pakar-hukum-bicara-kompas-petang
Transkrip
00:01Kompas petang kembali saudara, Menteri Luar Negeri Sugiyono merespons Ukraina yang menyebut ada 8 warga negara Indonesia yang direkrut militer
00:11Rusia.
00:16Sugiyono mengatakan Kementerian Luar Negeri masih terus mendalami informasi mengenai 8 WNI yang diduga bergabung dengan tentara bayaran Rusia itu.
00:25Sugiyono menekankan tugas Kemlu memberi perlindungan terhadap warga negara Indonesia sehingga setiap hak-hak konsuler akan dipenuhi Kemlu sepanjang tidak
00:36ditemukan unsur-unsur yang menyebabkan ke-8 WNI itu kehilangan kewarga negaraan.
00:49Kami kutip dari Kompas.com, Menlu Sugiyono bilang, Kementerian Luar Negeri bersama instansi terkait terus mendalami informasi yang kami terima
00:59beberapa hari lalu terkait keterlibatan 8 warga negara Indonesia yang diduga direkrut.
01:07Sementara hak-hak konsuler yang kami harus penuhi sepanjang tidak ditemukan unsur-unsur yang menyebabkan mereka kehilangan kewarga negaraan.
01:27Sementara itu Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia menyebut, tuduhan Ukraina soal ada 8 warga negara Indonesia yang bergabung dengan Angkatan
01:37Bersenjata Rusia merupakan kampanye desinformasi.
01:40Kedubes Rusia menilai, dokumen yang dipublikasikan Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta tidak membuktikan bahwa 8 WNI tersebut bergabung dengan militer
01:51Rusia.
01:52Kedubes Rusia pun mengaitkan informasi yang dipublikasikan Ukraina dengan kunjungan Presiden Pramu Subianto ke Vladivostok, Rusia.
02:08Dikutip dari akun Instagram resmi Russian Embassy in Indonesia, Kedubes Rusia menyatakan,
02:14Kedutaan Besar Ukraina di Jakarta baru-baru ini menyebarkan komentar yang mengklaim,
02:19setidaknya 8 WNI yang mengunjungi Rusia diduga bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia adalah kampanye desinformasi untuk propaganda.
02:30Salinan E-Visa dan kartu imigrasi yang diterbitkan Kedubes Ukraina untuk perjalanan wisata jelas bukan merupakan bukti bergabung dengan dinas
02:41militer.
02:45Kedubes Rusia juga menilai kampanye desinformasi anti-Rusia yang dibuat Kedubes Ukraina
02:51bertempatan dengan partisipasi Presiden Pramu Subianto dalam Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok
02:59dan bertujuan merusak hubungan Rusia-Indonesia.
03:08Terima kasih, karena kami tidak mau jadi kegaraan Rusia.
03:12Kemarin pas terjadi di klinik servis, kami diambil, kami di paksa.
03:20Dan saat ini Rusia aktif sebenarnya bukan hanya di Asia Tenggara,
03:25tapi di Asia Selatan mereka juga melakukan rekrutmen-rekrutmen yang memang di luarnya itu tidak kelihatan.
03:39Di tengah hangatnya informasi soal delapan WNI bergabung menjadi tentara Rusia,
03:45muncul rekaman video yang memperlihatkan seorang warga negara Indonesia berseragam militer Rusia
03:51ditangkap pasukan militer Ukraina.
03:53Pria asal Indonesia ini mengaku tidak ingin jadi prajurit Rusia
03:57karena dia sebelumnya mendaftar sebagai klinik servis.
04:01Terima kasih, karena kami tidak mau jadi klinik servis.
04:06Karena aku kemarin pas terjadi di klinik servis, kami diambil, kami dipaksa.
04:14Jadi pandu ibuku, Indonesia kebangsaanku
04:24Praktisi hubungan internasional menilai,
04:26pemerintah Indonesia harus menyelesaikan persoalan ini secara serius dengan pemerintah Rusia.
04:33Selain itu, ada temuan maraknya perekrutan warga sipil oleh agen-agen
04:37yang bekerja sama dengan Rusia untuk menambah logistik manusia demi kebutuhan perang.
04:44Sangat terjen untuk dilakukan cepat ya,
04:47karena situasi ketegangan geopolitik itu memang harus dijadikan satu landasan
04:53bahwa yang dihadapi ini bukan masalah individual.
04:55Bahwa berkembangnya perang Rusia yang sampai sekarang juga belum ada ujungnya
05:00itu menunjukkan ada rekrutmen secara sistematis
05:05yang sebenarnya sifatnya itu state sponsored ya,
05:08dikerjakan oleh state.
05:10Instansi yang merekrut itu kerjasama dengan swasta.
05:14Swasta dari Rusia dan juga dari negara-negara yang lain.
05:17Ini seperti jaringan yang mencoba mencari logistik gitu.
05:23Logistiknya dalam bentuk orang yang kemudian nanti bisa menunjang
05:26kegiatan ke wilayah-wilayah yang memang nggak mau dijangkau oleh orang Rusia.
05:31Adapun yang menjadi daya tarik warga sipil negara asing
05:34maupun pensiunan militer menjadi tentara Rusia
05:37adalah nilai bayarannya yang fantastis,
05:40meski resikonya sangat besar.
05:44Biasanya Amerika itu adalah faktornya itu
05:46desakan ekonomi, kerentanan psikologis,
05:48ada masalah psikologis lah, atau keluarga.
05:50Dan taktik rekrutmen, ada taktik clandestine lah,
05:53taktik cara benar-benar rekrut.
05:54Jadi kalau TNI biasanya itu yang dipertikan dengan tidak hormat
05:57karena ada masalah, pensiun dini,
05:59atau kesulitan beradaptasi dengan kehidupan sipil.
06:02Nah, dia punya kehilangan kesehatan dan kehilangan senar purpus.
06:06Karena memang sekarang private military contract atau PMC itu memang gajinya besar ya.
06:10Kalau bagian yang seperti bagian rendah saja,
06:13Rp2.000 sampai Rp3.500 per bulan,
06:15termasuk nanti dia didiayai juga untuk transportasinya,
06:19dan itu bersih ya, kalau makan segala saja sudah ditanggung.
06:23Belakangan diketahui,
06:25Wahyu Oktavia Iskandar yang bertempat tinggal di kawasan rangkapan
06:28Jaya Baru Pancoran Mas, Kota Depok,
06:30merupakan satu dari delapan WNI yang menjadi tentara Rusia
06:34dan ditangkap tentara Ukraina.
06:37Wahyu tercatat pada 6 April 2026,
06:40mengajukan pergantian paspor untuk tujuan wisata
06:42di kantor imigrasi Depok.
06:46Dalam wawancaranya dengan pihak imigrasi,
06:49Wahyu mengaku hendak ke Malaysia untuk keperluan bisnis sepatu dan tas bermerek
06:53yang ia kelola di Depok.
06:56Tim Liputan, Kompas TV
07:02Hingga kini pihak Kamlu belum memberikan keterangan resmi
07:06mengenai polemik delapan WNI yang direkrut jadi tentara Rusia,
07:10padahal kedubes Rusia sudah mengeluarkan rilis
07:13jika informasi tersebut tidak benar.
07:16Lalu langkah apa yang harus diambil pemerintah Indonesia
07:19untuk memverifikasi informasi dan video yang beredar secara serius?
07:24Kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional
07:27Fakultas Hukum Universitas Sasanuddin
07:29yang juga mantan Duta Besar Indonesia untuk Rusia,
07:32Prof. Hamid Awaluddin
07:33dan ada juga Pakar Geopolitik dan Keamanan Nasional
07:36Wibawanto Nugroho Widodo PhD.
07:39Selamat petang semuanya.
07:40Selamat petang.
07:42Prof. Hamid, Rusia kan memang sudah membantah,
07:45tapi apakah ketika kita mau mendalami,
07:47mengecek informasi kebenaran keterlibatan
07:49dugaan delapan WNI kita jadi prajurit Rusia,
07:52apakah memang rumit dan butuh waktu yang lama?
07:55Sebenarnya tidak.
07:57Karena kan kita bisa lihat dari seragam emblemnya,
08:03kalau pihak Rusia ya tentu akan mengatakan tidak.
08:08Yang persoalan menurut saya,
08:09kenapa bisa terjadi ini?
08:11Saya dari awal tidak pernah meyakini
08:14bahwa kedelapan orang itu secara sukarela
08:18dengan niat ingin menjadi tentara Rusia.
08:22Ini karena keterdesakan,
08:25keterpaksaan,
08:26mungkin ekonomi,
08:28atau hal-hal lain.
08:30Tapi kalau melihat proses keberangkatan mereka,
08:34mereka ini tidak tinggal di Rusia.
08:36Mereka dari Indonesia dibawa.
08:38Jadi pasti ada broker atau mediator
08:44yang membawa mereka ke sana.
08:46Kalau memang demikian halnya,
08:48maka orang yang membawa
08:50atau pihak yang membawanya ini
08:51masuk kategori undang-undang tahun 2007,
08:57yaitu undang-undang nomor 21,
08:59TPPO.
09:01Tindak pidana perdagangan orang.
09:05Kalau memang motifnya seperti yang saya yakin tadi,
09:09bahwa mereka tidak bermaksud itu.
09:11Ini orang yang ditipu ini.
09:13Oke, Prof.
09:14Prof Amit,
09:14tapi kalau misalnya sebenarnya tidak sulit
09:16untuk menggali informasi ini,
09:17pintu-pintu yang bisa kita manfaatkan
09:19untuk mencari brokernya,
09:21sumbernya, dan lain-lain itu dari mana?
09:24Ya, sebenarnya kita melihat
09:26ketika dia keluar,
09:28kan semua datanya ada di imigrasi kan,
09:30dia keluar ke mana dulu?
09:32Ada yang mengatakan mungkin ke Malaysia?
09:35Dari Malaysia ke mana?
09:37Dan sebagainya dan seterusnya.
09:39Kita lihat lagi,
09:41setelah kita mengetahui pintu-pintu mana,
09:43setelah dia keluar dari Indonesia,
09:45dia ke negara mana dulu?
09:47Baru ke Rusia.
09:48Itu semua bisa ditelusuri
09:50dengan kerjasama ke imigrasian.
09:54Kalau formatnya adalah format
10:02grouping,
10:03maka dengan mudah kita lacak itu.
10:06Tapi biasanya orang yang melakukan ini,
10:09dia tidak grouping,
10:10individu dulu.
10:11Jadi misalnya si A keluar dari cengkaran,
10:14dia kirim dulu ke Filipina.
10:16Dari Filipina baru masuk ke negara yang ditujukan,
10:19ke Malaysia,
10:19supaya tidak ketahuan.
10:22Canggih modus operasinya ini,
10:25canggih sekali.
10:27Ini adalah korban.
10:29Oke, itu harus di garis bawah ini adalah korban.
10:32Oke, ke Mas Wibawa,
10:34Mas Wibawa,
10:34kalau misalnya Rusia menuding,
10:36ini adalah kampanye disinformasi,
10:37ini propaganda.
10:38Memang ada kepentingan apa
10:39sampai harus menarik WN Indonesia?
10:42Kita harus melihat dari perspektif
10:45kepentingan nasional Indonesia.
10:46Jadi posisi utamanya harus jelas,
10:48bahwa negara tidak boleh
10:50membiarkan 8 WNI tersebut.
10:52Tapi juga tidak boleh membenarkan
10:55keterlibatan mereka di dalam perang asing.
10:58Makanya yang harus dilakukan sekarang adalah
10:59melakukan verifikasi secara independen,
11:02tidak mempercaya begitu saja
11:03yang disampaikan oleh Ukraine,
11:05dan tidak percaya begitu saja
11:06terhadap denial dari Rusia.
11:09Jadi independensi di dalam verifikasi
11:11sangat penting dan harus komprehensif
11:13dan harus melibatkan pada intelijen negara.
11:15Pak Herindra harus bertanggung jawab
11:17mengenai hal ini.
11:18Apakah benar mereka itu terlibat
11:20sebagai personal militer Rusia?
11:22Bagaimana mereka direkrut?
11:23Apakah mereka ada di medan perang?
11:25Jadi identitas, lokasi mereka saat ini,
11:29kondisi mereka, mati, sehat,
11:31normal, cacat, terluka,
11:33itu semua detail.
11:35Apakah mereka ada di medan peperangan
11:37sebagai keombatan atau bukan?
11:38Yang berikutnya,
11:40pemerintah hadir untuk memprotek,
11:42bukan untuk memberikan endorsement.
11:43Kalau mereka WNI,
11:45berarti kita harus memberikan
11:47perlindungan dari jalur diplomasi konsuler
11:50dan juga justifikasi penggunaan hukum kumaniter.
11:54Tapi perlindungan itu bukan berarti
11:56kita memberikan dukungan
11:57terhadap perang yang mereka ikuti.
11:58Yang ketiga,
11:59kita harus bedakan,
12:00tadi Prof sudah bilang,
12:01bedakan antara mereka adalah
12:03orang yang menjadi sukarelawan,
12:06fighters,
12:06atau korban,
12:08yang tertipu,
12:10terkena eksploitasi,
12:11dan bahkan dipaksa
12:13untuk terlibat
12:13di dalam kondisi seperti ini.
12:15Jika ini yang menjadi kondisi,
12:16kita harus siapkan
12:17rencana strategis
12:18dan operasional yang jelas
12:20bagaimana berusaha
12:21memulangkan mereka
12:22karena alasan humanitarian.
12:24Yang berikutnya,
12:25ini adalah tugas
12:26dari Deputi Kontra Intelligence di BIN,
12:28yaitu
12:28mengepagasi
12:29jaringan
12:30rekrutmen global,
12:32tamu jawabnya Pak Herindra lagi nih.
12:34Siapa yang merekrut mereka?
12:35Jaringannya seperti apa?
12:36Karena ini adalah jaringan global
12:38yang menyasar siapapun
12:40dan bukannya lapan warga negara itu
12:41dan bukan hanya warga Indonesia.
12:44Yang kelima,
12:45untuk TNI,
12:46tidak ada yang namanya
12:47justifikasi apapun
12:48untuk melakukan intervensi militer
12:50melalui operasi militer.
12:51Maksudnya itu.
12:52Tidak boleh.
12:53Kita harus melakukan
12:54dengan upaya
12:55quiet diplomacy,
12:57diplomasi konsuler,
12:58dan juga pelindungan humanitarian.
13:00Jadi kita harus
13:01menghormati
13:02hukum humanitarian di sini.
13:03katakanlah orang Indonesia
13:05yang tertangkap oleh Ukraine,
13:06kita harus memastikan
13:08hak-hak mereka
13:10tanpa menuntut
13:11perlakuan khusus
13:12mata-mata
13:12karena mereka WNI.
13:14Jadi kita tetap harus
13:14memulangkan mereka.
13:16Jadi ini harus
13:16diambil secara sistematis
13:18dan cepat oleh
13:19pemerintah Indonesia.
13:20Itu dulu ya saya.
13:21Nah Mas Fibawa,
13:21yang juga jadi pertanyaan adalah
13:22apakah betul
13:23tudingan Rusia
13:24kalau ini adalah
13:24kampanye disinformasi,
13:25ini adalah propaganda
13:26dan dikaitkan kemudian
13:28dengan pertemuan
13:28Presiden Prabu Subiatur
13:29dengan Presiden Putin di Rusia.
13:31Tapi jangan dijawab dulu,
13:32nanti kita akan lanjut lagi
13:33usah jidat tetap bersama kami
13:35di Kompas Petang.
13:42Melanjutkan dialog yang tadi,
13:44Prof. Hamid,
13:44kalau tudingan Rusia adalah,
13:46ini adalah kampanye
13:47disinformasi,
13:48propaganda yang sengaja
13:49di-upload,
13:51di-publish ketika
13:52waktunya berdekatan
13:53ketika Presiden Prabu Subianto
13:54ke Rusia.
13:55Anda melihat ada korelasi
13:56sebenarnya?
13:56Sebenarnya terlampau dini
13:59untuk menginginkannya.
14:01Karena saya kira
14:03asumsi itu
14:04terlampau prematur.
14:06Karena tidak
14:07senaif itu
14:08Presiden kita
14:10membicarakan
14:11hal ini
14:12ketika berkunjung
14:13ke Rusia.
14:15Saya kira begini,
14:16ini kan perang
14:17antara dua kekuatan.
14:19Semua melakukan
14:21perang urat syarab.
14:22Semua melakukan media
14:24untuk saling memujukkan.
14:27Yang mana benar?
14:28Kita belum tahu
14:29pasti ini.
14:30Yang mana yang benar?
14:31Apakah
14:32benar itu dengan
14:33Ukraina?
14:35Apakah benar
14:36penyangkalan Rusia?
14:37We don't know yet.
14:38Kita butuh waktu.
14:39Saya setuju
14:40dengan Mas tadi
14:41bahwa
14:42langkah pertama
14:43yang harus dilakukan
14:45segera
14:46yang melakukan
14:47diplomasi
14:49menentukan
14:50tingkat keselamatan
14:51kedelapan
14:52warga negara kita.
14:53Karena itu
14:54kewajiban bagi negara
14:55melindungi tiap warganya.
14:57Satu.
14:58Yang kedua
14:59menggunakan
15:00semua saluran
15:01mengeluarkan
15:03kedelapan
15:04orang itu
15:05dari wilayah perang.
15:07Jadi setelah
15:08ditemukan
15:09tempatnya
15:10di mana?
15:10Melalui saluran
15:12diplomasi
15:12ke Rusia
15:14cari tahu
15:15orang itu
15:16di mana adanya.
15:17Kemudian
15:18keluarkan segera
15:19dari
15:19dari
15:21apa
15:22wilayah perang itu.
15:23itu langkah
15:24yang harus
15:25dilakukan
15:25sesegera mungkin.
15:26Oke.
15:27Prof Amit
15:28tapi kan Anda juga
15:28terlaku terpancing dulu
15:30dengan
15:31perang urat
15:32syarab
15:32yang dilakukan
15:33oleh kedua negara
15:35yang sedang berperang ini.
15:36Oke.
15:36Prof Amit
15:37sebagai mantan
15:38duta besar
15:38di Rusia juga
15:39tapi sebenarnya
15:40apakah ada langkah-langkah
15:41yang mungkin bisa dilakukan
15:42duluan
15:43oleh perwakilan kita
15:45di sana
15:45lewat kedutaan
15:46Indonesia di Rusia?
15:47Bisa.
15:48Begini.
15:49Hubungan kita
15:49dengan Rusia
15:50hubungan diplomasi kita
15:51dengan Rusia itu baik.
15:52kita bukan
15:54negara
15:55yang
15:56apa
15:57memiliki hubungan
15:58yang tidak harmonis
16:00dengan Rusia.
16:00Hubungan kita
16:01dengan Rusia
16:01hubungan diplomasi kita
16:03hubungan diplomati kita
16:05dengan Rusia
16:06sangat baik.
16:07Sehingga
16:07langkah diplomasi
16:09yang kita
16:09bisa lakukan
16:10untuk
16:11kedalapan warga negara ini
16:13bisa dengan mudah
16:14kita lakukan.
16:15Bisa.
16:17kalau sebenarnya
16:19tadi kan Prof Amit
16:19sudah bilang
16:20sebenarnya ada pintu-pintu
16:21juga untuk
16:21membongkar
16:22atau melakukan verifikasi
16:23Mas Wibawa
16:24menurut Anda
16:24kalau begitu
16:25yang bikin lama
16:26dan belum ada kejelasan
16:28apa sih kendalanya?
16:30Gini
16:30kita melihat ya
16:31ada instrumen
16:32national power
16:33diplomasi
16:33itu yang putih
16:35ada instrumen
16:36national power
16:37intelligence
16:38itu yang abu-abu
16:39yang kita harus
16:40mainkan sekarang
16:40adalah yang abu-abu
16:41yang intelligence
16:41jadi kita
16:43tidak perlu terganggu
16:45dengan denial
16:46dari Rusia
16:46dan klaim dari
16:48Ukraina
16:48tetapi kita
16:49Indonesia
16:50pemerintah Indonesia
16:51mempunyai kepentingan
16:52dan kewajiban
16:53untuk melakukan
16:54verifikasi
16:55secara independen
16:56jadi kembali lagi
16:56tanggung jawabnya
16:57adalah tanggung jawab
16:58kepala BINT
16:59jadi dalam bahasa
17:00intelijen
17:00kita itu
17:01tidak mendenai
17:03tidak mendenai
17:04apa yang klaim
17:05Rusia tadi
17:06dan tidak
17:06mengiakan juga
17:07nah kita harus
17:09beri di atas kaki
17:09kita sendiri
17:10BINT harus melakukan
17:11verifikasi
17:12secara independen
17:13dengan jaringan global
17:14yang ada
17:15menggunakan
17:16instrument of national power
17:18diplomasi
17:20jaringan global
17:21jaringan intelligent global
17:23jaringan militer
17:23untuk mendapatkan
17:25informasi yang akurat
17:26yang bisa dipercaya oleh
17:27negara kita sendiri
17:27itu yang penting
17:28nah karena
17:30kalau mereka
17:31terlibat di dalam
17:32peperangan asing
17:32atas keputusan mereka sendiri
17:34ya itu adalah
17:35tanggung jawab mereka
17:36tetapi tetap
17:37mereka selagi masih
17:38warga negara Indonesia
17:39kita melihatnya
17:40dari perspektif
17:41konsuler
17:42dan perspektif
17:43hukum humaniter
17:44oke mas
17:44korban
17:46kalau mereka korban
17:47mereka kita harus
17:48melakukan yang terbaik
17:49yang kita bisa lakukan
17:50untuk menarik mereka
17:51kembali
17:51tanpa melibatkan
17:52TNI
17:53dalam konteks
17:54operasi militer
17:55menyelamatkan mereka
17:55dari medan pertempuran
17:56itu konteksnya
17:57jadi kembalikan ke BIN
17:59sekarang
18:00kembalikan ke Pak Herindra
18:01untuk mendapatkan informasi
18:03yang paling akurat
18:03yang kita percaya
18:05itu poinnya
18:06dengan kontra intelijen
18:07tapi sejauh mana
18:10informasi ini
18:11akan bisa berpengaruh
18:12pada hubungan
18:13baik kita
18:14dengan Rusia
18:15ataupun juga dengan Ukraina
18:16nah begini
18:18karena ini intelijen
18:19ini intelijen itu
18:21begini
18:21diplomasi itu
18:22atau aktor
18:23di dalam keamanan internasional
18:25itu bukan hanya negara
18:26ada aktor non-negara
18:28ada aktor yang semi-negara
18:30yang namanya negara itu
18:32tidak akan mempertaruhkan
18:33hubungannya
18:34hanya karena
18:34kelakuan
18:35seratus, dua ratus
18:37atau seribu
18:37warga negaranya
18:38jadi kalaupun
18:40ada state actor
18:41yang terlibat
18:42untuk merekrut orang Indonesia
18:44terlibat perang
18:45katakanlah benar
18:45hipotesis ini
18:46itu tidak akan
18:47mengganggu hubungan
18:48diplomatik formal
18:49antara Indonesia
18:50antara Jakarta
18:51dan Moskow
18:52gitu loh
18:53ya poinnya disitu
18:54nah tetapi
18:55intelijen harus bekerja
18:56mengetahui
18:57sehingga tidak surprise
18:58apa yang sebenarnya terjadi
19:00behind the layers
19:01of the layers
19:02gitu
19:03itu poinnya
19:04sehingga kita
19:04sebagai negara
19:05berusaha semaksimal mungkin
19:07tidak terjadi lagi
19:09adanya recruitment
19:10orang Indonesia
19:11yang tanda putih
19:13ditipu
19:13untuk berperang
19:14negara lain
19:14oke
19:15nah soal recruitment itu
19:17saya mau ke Prof Amit
19:18Prof Amit
19:18ada informasi
19:19dari pakar hubungan internasional
19:20kalau sekarang
19:21marah juga
19:22perekrutan
19:23via agen-agen swasta
19:24untuk jadi tentara
19:24di Rusia
19:25kebutuhannya
19:26adalah karena
19:27logistik manusia
19:27untuk perang
19:28apakah memang
19:29Rusia punya karakter
19:30atau kebutuhan
19:30seperti itu juga Prof
19:31ya pernah ada
19:33beberapa kali
19:34di masa lalu
19:36terjadi itu
19:38apa
19:39rekrut
19:39tentara bayaran ya
19:41yang sangat
19:42menghebohkan itu
19:44waktu peristiwa
19:45kalau saya gak salah
19:462014 ya
19:48perang dengan
19:49apa
19:51Ukraina juga
19:52waktu itu
19:53jadi saya juga
19:54jadi saya juga
19:54tidak heran
19:55kalau isu itu muncul
19:56saya tidak heran
19:57nah sekarang
19:59perang Ukraina
20:00dengan
20:01Rusia
20:02lebih mempertebal
20:04keyakinan kita
20:04bahwa
20:05itu tidak tertutup
20:07kemungkinan
20:07karena ini perang
20:08sudah tiga tahun
20:09sudah
20:10perang berlarut
20:12kemungkinan saja
20:13bahwa
20:15pihak Rusia
20:16Rusia memang
20:18membutuhkan
20:19bantuan
20:21tenaga
20:22tenaga asing
20:24untuk melanjutkan
20:25perang
20:25itu tidak tertutup
20:27kemungkinan itu
20:28karena
20:28ini bukan perang singkat
20:30sudah
20:30memasuki tahun keempat
20:32kalau saya gak salah
20:33ini
20:33perang ini
20:34oke Prof Amit
20:34artinya tapi kalau dari
20:35sorry saya potong dulu
20:36tapi berarti kalau dari
20:37militer Rusia sendiri
20:38cukup terbuka
20:39untuk menampung
20:40orang asing
20:42sebagai prajuritnya
20:42terutama juga sipil
20:43tidak ada pilihan sekarang
20:46dalam berperang
20:48untuk mengalahkan lawan
20:49semua kemungkinan
20:51terjadi
20:52namanya perang
20:54perang itu kan
20:55zero sum game
20:56tit for tat
20:58ya
20:59jadi semua cara
21:00dipakai
21:01ya
21:02kita harus
21:03apa
21:04berpikir realistis
21:06mengenai hal ini
21:07dalam perang itu
21:09semua pihak terlibat perang
21:12akan menggunakan
21:12cara untuk
21:14tidak dikalahkan
21:15akan menggunakan
21:16semua cara
21:17untuk mengalahkan lawan
21:18oke
21:19dan Mas Bilbawa
21:20apakah Anda juga melihat
21:21ini adalah modus yang sama
21:23yang juga bisa jadi
21:23dilakukan oleh negara lain
21:24termasuk juga Ukraina
21:25oh iya
21:27jadi ini tidak terlepas
21:28dari
21:29kondisi geopolitik
21:30sistemik gitu
21:31yang
21:32dimana
21:33tensi geopolitik yang tinggi
21:34yang menimbulkan
21:35konflik bersenjata
21:37itu pasti akan
21:38melibatkan
21:39aktor-aktor non-negara
21:40dari
21:41negara
21:41dengan juridiksi
21:43yang berbeda
21:44itu poinnya
21:44dengan motif yang
21:45bermacam-macam
21:46yang makanya
21:47yang diperlukan disini
21:48adalah
21:49pemerintah itu
21:50mengamankan
21:50wilanya sendiri
21:51mengamankan
21:53informasi
21:54yang mereka dapatkan
21:55tentang aktivitas
21:56keluar masuk
21:57warga negaranya
21:58itu yang paling penting
21:58gitu
21:59dan akhirnya
22:00kita harus mengukur
22:01BIN harus mengukur ini
22:02dan Dewan Pertahanan Nasional
22:03saya kirim pesan juga ini
22:04apakah ini sudah menjadi
22:06ancaman
22:07kameran nasional
22:08jika ini sudah menjadi
22:10ancaman kameran nasional
22:11berarti upaya lebih
22:12harus dilakukan
22:13bukan hanya untuk
22:14delapan warga negara
22:15Indonesia saja
22:16yang sekarang
22:17dicurigai akan
22:18ada di Rusia
22:19berpelang-pelang
22:20Ukraina
22:21tetapi juga
22:22kemungkinan-kemungkinan
22:23lain ke depan
22:24yang jauh akan lebih banyak
22:25mungkin saja nanti
22:26akan di timur tengah
22:27dan yang lain-lain
22:28itu poinnya
22:28jadi kesiapan kita
22:30dengan memastikan
22:31kita tahu
22:32apa yang
22:33pemegang paspor
22:34Indonesia
22:35lakukan
22:36dalam konteks
22:38kekerasan
22:39dan persaingan
22:40geopolitik saat ini
22:41itu yang paling penting
22:42sehingga kita bisa
22:43melakukan apa yang disebut
22:44dengan kontrol eskalasi
22:46kita bisa mengendalikan
22:47jangan sampai
22:48pemerintah kita sendiri
22:48tidak tahu
22:49itu yang paling penting
22:51jadi jaringan itu ada
22:52dan itu bukan
22:53pertama kali di dunia ini
22:54bukan pertama kali
22:55di abad ini
22:56itu dalam sejarah
22:57umat manusia
22:57sejarah peperangan
22:58selalu melibatkan
23:00warga negara asing
23:01untuk berperang
23:01bagi negara lain
23:02itu zaman
23:03Machiavelli
23:04juga sudah seperti itu
23:06kalau misalnya ini kan
23:07memang sudah pernah
23:08terjadi juga sebelumnya
23:09kalau dan ternyata
23:10masih berulang
23:11masih terjadi sampai hari ini
23:12apakah bisa dibilang
23:13bin kebobolan
23:16tidak bisa dibilang
23:17itu bin kebobolan
23:18jika bin tidak
23:19mengetahui apa yang terjadi
23:20dan bin tidak bisa
23:22mengantisipasi
23:23resikonya kemudian hari
23:24contoh
23:25banyak tentara
23:26banyak warga negara Amerika
23:28yang dengan sukarela
23:29dengan berbagai alasan
23:30mereka berperang
23:31untuk Ukraina
23:32dan berarti informasi ini
23:34bin juga sudah tahu ya
23:35verifikasi hasilnya
23:36harus tahu
23:37harus tahu
23:38itu poin saya
23:39harus tahu
23:40dan harus bisa
23:41memanage
23:42kondisi ini
23:43kalau memang mereka itu
23:44seperti Prof Hamid
23:45tadi katakan korban
23:46harus bisa diselamatkan
23:47kalau mereka memang
23:49korban eksploitasi
23:50dan kita pemerintah
23:51juga introspeksi
23:51kenapa warga negara kita
23:53pergi ke sana
23:54dibodoh-bodohin
23:55bukan pengen perang
23:56pengen jadi cleaning service
23:58kok tiba-tiba disuruh perang
23:59berarti kan motifnya
23:59karena kekurangan uang disini
24:00atau kekurangan apa
24:01ekonomi
24:02faktor gitu
24:03nah ini
24:03yang harus dilihat
24:04secara overall
24:05karena Indonesia ini
24:06warga negara yang banyak
24:07kekerasan politik global
24:09sedang berlangsung
24:09dan sudah jelas
24:11bahwa
24:12kita adalah target
24:13dari recruitment
24:14machinery
24:15di tingkat global
24:16itu poinnya
24:16jadi harus tahu
24:17harus tahu
24:18dan menguasai informasi
24:19sehingga bisa melakukan
24:20kontrol eskalasi
24:21Prof Hamid
24:23kalau yang dari Anda tahu
24:24informasinya apakah memang
24:25bayarannya
24:26sebegitu tinggi
24:27sampai WNI
24:28tergiur untuk jadi prajurit
24:29Rusia
24:30saya kira
24:31ukuran
24:33besar
24:34kecilnya bayaran
24:35tidak masalah disini
24:37kalau orang butuh
24:39berapapun bayarannya
24:41dia akan terima
24:42jadi sangat relatif
24:44itu angka
24:45sekali lagi
24:46berapapun bayarannya
24:48pada saat orang butuh
24:50dia tidak melihat
24:52jumlah
24:52yang dia lihat
24:54yang dia pikir
24:55adalah bagaimana
24:57saya mendapatkan
24:58bayaran itu
24:59oke
25:00baik
25:01jadi bukan soal besar
25:02kecil disini
25:03oke baik
25:04kalau gitu
25:04Prof Hamid dan
25:05Mas Yubawanto
25:06terima kasih
25:07kita tunggu verifikasinya
25:09kalau memang
25:10menjadi korban
25:11scamming
25:11harus segera diselamatkan
25:13terima kasih
25:13sudah berbagi pandangan
25:14di kompas petang
25:14saya selalu semuanya
25:16terima kasih
25:17ya
25:17terima kasih
25:17sampai jumpa
Komentar

Dianjurkan