00:00Info Intelligent RI, WNI diimingi gaji besar jadi tentara bayaran Rusia di rekrut negara pihak ketiga.
00:078 WNI dilaporkan terjerat skema penipuan lowongan kerja fiktif yang berujung pada rekrutnya mereka sebagai tentara bayaran di Rusia.
00:16Praktik tindak pidana perdagangan orang lintas negara ini dijalankan oleh pihak ketiga yang mengelabui para korban
00:22melalui iming-iming gaji fantastis untuk posisi non-kombatan,
00:26seperti staff administrasi dan petugas keamanan.
00:30Tanpa menyadari ancaman fatal yang menanti saat penanda tanganan berkas,
00:34para WNI yang mendaftar secara legal tersebut pada akhirnya dikirim langsung ke garis depan peperangan.
00:40Informasi mengenai kasus ini pertama kali terungkap ke publik melalui rilis resmi Dinas Intelligent Luar Negeri Ukraina pada 27 Agustus
00:472026
00:48yang mengeklaim telah memperoleh salinan dokumen komunikasi kementerian luar negeri Rusia
00:54terkait pemrosesan visa bagi ke-8 WNI tersebut untuk masuk ke barisan tentara.
00:59Berdasarkan data intelijen, para korban yang terseret berada dalam rentang usia produktif,
01:04yakni 29 hingga 47 tahun.
01:08Praktik manipulasi lowongan kerja ini bukanlah hal baru,
01:11melainkan sebuah pola kejahatan berulang yang sebelumnya telah menelan banyak korban dari berbagai negara berkembang.
01:17Visu mencatat bahwa taktik rekrutmen serupa pernah menjerat warga negara dari Nepal, Kuba, Kenya, dan India.
01:25Nasib tragis kerap menimpa para korban penipuan ini karena mereka umumnya diterjunkan ke area pertempuran
01:31tanpa dibekali pelatihan militer dasar yang memadai.
01:35Sehingga beberapa diantaranya dilaporkan tewas hanya dalam kurun waktu beberapa minggu pertama.
01:40Lembaga Intelijen Nasional bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
01:45segera melakukan aksi diplomasi dan langkah antisipasi ketat terkait migrasi ilegal berkedok lowongan kerja.
01:52Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasko Ahmad,
01:56dalam keterangannya di Komplek Parlemen Senayan pada Selasa 1 September 2026,
02:01mengonfirmasi kebenaran informasi dari otoritas intelijen terkait perekrutan oleh pihak ketiga tersebut.
02:07Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi secara aktif terkait guna menangani masalah ini.
02:18Terima kasih.
Komentar