Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 jam yang lalu
Link Terkait:
https://www.suara.com/news/2026/09/01/130546/info-intelijen-ri-wni-jadi-tentara-bayaran-rusia-direkrut-negara-pihak-ketiga-diimingi-gaji-besar

Info Intelijen RI: WNI Diimingi Gaji Besar Jadi Tentara Bayaran Rusia Direkrut Negara Pihak Ketiga

IIntelijen dan Kemlu RI bergerak cepat mengusut modus TPPO lintas negara yang menimpa 8 WNI.

Para korban dikelabui pihak ketiga lewat info staf keamanan/admin bergaji tinggi, namun justru dikirim ke garda depan pertempuran tanpa pelatihan militer.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco mengonfirmasi pemerintah telah mengirim utusan ke negara terkait untuk aksi penanganan.

Selengkapnya dalam video di atas.

#WNIjaditentarabayaranRusia #moduspenipuanlokerluarnegeri

Creative/Video Editor: Icha/Rizal
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Info Intelligent RI, WNI diimingi gaji besar jadi tentara bayaran Rusia di rekrut negara pihak ketiga.
00:078 WNI dilaporkan terjerat skema penipuan lowongan kerja fiktif yang berujung pada rekrutnya mereka sebagai tentara bayaran di Rusia.
00:16Praktik tindak pidana perdagangan orang lintas negara ini dijalankan oleh pihak ketiga yang mengelabui para korban
00:22melalui iming-iming gaji fantastis untuk posisi non-kombatan,
00:26seperti staff administrasi dan petugas keamanan.
00:30Tanpa menyadari ancaman fatal yang menanti saat penanda tanganan berkas,
00:34para WNI yang mendaftar secara legal tersebut pada akhirnya dikirim langsung ke garis depan peperangan.
00:40Informasi mengenai kasus ini pertama kali terungkap ke publik melalui rilis resmi Dinas Intelligent Luar Negeri Ukraina pada 27 Agustus
00:472026
00:48yang mengeklaim telah memperoleh salinan dokumen komunikasi kementerian luar negeri Rusia
00:54terkait pemrosesan visa bagi ke-8 WNI tersebut untuk masuk ke barisan tentara.
00:59Berdasarkan data intelijen, para korban yang terseret berada dalam rentang usia produktif,
01:04yakni 29 hingga 47 tahun.
01:08Praktik manipulasi lowongan kerja ini bukanlah hal baru,
01:11melainkan sebuah pola kejahatan berulang yang sebelumnya telah menelan banyak korban dari berbagai negara berkembang.
01:17Visu mencatat bahwa taktik rekrutmen serupa pernah menjerat warga negara dari Nepal, Kuba, Kenya, dan India.
01:25Nasib tragis kerap menimpa para korban penipuan ini karena mereka umumnya diterjunkan ke area pertempuran
01:31tanpa dibekali pelatihan militer dasar yang memadai.
01:35Sehingga beberapa diantaranya dilaporkan tewas hanya dalam kurun waktu beberapa minggu pertama.
01:40Lembaga Intelijen Nasional bersinergi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
01:45segera melakukan aksi diplomasi dan langkah antisipasi ketat terkait migrasi ilegal berkedok lowongan kerja.
01:52Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasko Ahmad,
01:56dalam keterangannya di Komplek Parlemen Senayan pada Selasa 1 September 2026,
02:01mengonfirmasi kebenaran informasi dari otoritas intelijen terkait perekrutan oleh pihak ketiga tersebut.
02:07Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah berkoordinasi secara aktif terkait guna menangani masalah ini.
02:18Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan