Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Penyelamatan dramatis seekor orangutan betina bersama anaknya yang berusia satu tahun dari kawasan hutan yang hangus terbakar di Sampit, Kalimantan Tengah, Indonesia, terekam kamera pada Rabu (2/9/2026).

Dilansir dari Viory, keduanya ditemukan terjebak di atas sebuah pohon yang dikelilingi lahan terbakar, sementara asap masih terlihat setelah kebakaran hutan.

Orangutan Foundation International (OFI) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah segera dikerahkan untuk membantu menyelamatkan keduanya.

Awalnya, para penyelamat mengira hanya ada satu orangutan.

Namun, mereka segera menemukan anak orangutan tersebut ketika sedang mempersiapkan evakuasi induk betina.

Keduanya dibawa ke kantor konservasi BKSDA di Pangkalan Bun untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan selanjutnya akan direlokasi ke kawasan hutan yang sesuai.

Petugas pemadam kebakaran dan relawan berjibaku memadamkan kebakaran lahan gambut di Kalimantan Tengah, Indonesia, pada Selasa (1/9/2026), ketika krisis kebakaran hutan yang parah masih melanda wilayah sekitar Sampit.

Administrator lingkungan setempat, Doni Mahendra, mengatakan kebakaran berulang kali menjalar ke area yang berdekatan dengan permukiman dalam beberapa pekan terakhir, sementara asap sudah berdampak kepada warga.

Video Editor: Rizaldi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688903/penyelamatan-dramatis-induk-dan-bayi-orangutan-dari-kebakaran-di-sampit-kalimantan-tengah
Transkrip
00:00Hai awas
00:04Hai anaknya anaknya anaknya mana kupingan
00:09dia ada depan tuh
00:14awas-awas anak-anak siapnya
00:15sini sini sini
00:17naik om
00:20ini
00:20canggota
00:27awas lah
00:37Oh bangun
00:44ngambil itu dulu
00:46kalau kedekatan
00:49enggak tinggi
00:51banyak yang kecewa
00:5316
00:57berat
00:5845
01:01eh 14
01:03cumpet tadi
01:09berat tuh
01:12itu hidup
01:14yang besar hidup
01:15ini aja
01:16di mobil
01:17kenapa pak
01:18di korea
01:18oh iya
01:19nanti foto sini aja lah
01:21oh giginya yang
01:22di atas
01:23oh
01:25kebijian
01:26nah nene
01:27nah nene
01:27nah nene
01:28oke
01:29ini
01:31nah dulu
01:321
01:322
01:34dibantakan begitlah
01:371
01:372
01:383
01:393
01:453
01:464
01:484
01:484
01:494
01:495
01:515
01:555
02:066
02:076
02:086
02:085
02:095
02:206
02:236
02:237
02:237
02:238
02:238
02:249
02:249
02:249
02:249
02:3310
02:3411
02:3411
02:3411
02:3411
02:3712
02:4012
02:4212
02:4413
02:4614
02:4613
02:4712
02:5515
02:5715
02:5915
02:5916
02:5918
03:0119
03:06jadi di minggu-minggu ini
03:09kemarin kita ada kebakaran
03:11di daerah Masakti
03:13perumahan Masakti ini
03:14di daerah ke arah barat
03:16baratnya perumahan kita
03:18jadi di sana itu tembus ke
03:20perumahan Pendawa
03:22jadi asal-usulnya itu
03:24sepertinya di daerah Pendawa
03:26dengan daerah Sudirman
03:27angin bertiap ke sini
03:29jadi sehingga kemarin 3 hari yang lalu
03:32itu ada di perumahan Masakti
03:34nah setelah itu kemarin
03:35sempat kita padamkan
03:37cuman tiba-tiba api itu
03:40ada juga di daerah perumahan
03:43daerah selatannya Burneo
03:44nah itu yang sedang kita padamkan
03:46jadi sekarang itu efeknya
03:48kebanyakan masyarakat
03:50terkena ISPA
03:51jadi kebanyakan batu, pilek
03:53kemudian
03:55ada terkena juga yang
03:58biasanya panas
03:59badannya panas
04:00kemudian batu, pilek
04:02kebetulan saya juga punya anak
04:03di bawah 5 tahun
04:05itu juga udah terkena efek
04:07batu, pilek
04:08nah itu ya semoga
04:09dengan adanya
04:13musibah ini
04:14nanti ke depannya
04:16kita sama-sama menjaga
04:17api yang ada di wilayah kita
04:19semoga tidak bertambah
04:25cara baru nonton di Smart TV
04:27nonton live streaming
04:29dan ribuan tayangan
04:30Kompas Grammedia
04:31langsung dari Smart TV kamu
04:33cara installnya
04:35buka Google Play Store
04:36di Smart TV kamu
04:38cari Kompas TV
04:39melalui pencarian
04:41pilih aplikasi
04:42lalu install
04:43selesai
04:44kamu bisa menonton
04:46video pilihan editorial
04:47Kompas TV
04:48download Kompas TV apps
04:51di TV kamu
04:51sekarang juga
04:52Terima kasih telah menonton
Komentar

Dianjurkan