Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Saat menghadiri kegiatan di Pondok Pesantren Al Falah, mantan Presiden Joko Widodo menyampaikan refleksi mendalam mengenai dinamika politik, esensi kekuasaan, dan kehidupan kemasyarakatan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan kembali jati dirinya sebagai rakyat biasa yang tumbuh dari lingkungan sederhana.

Jokowi juga menekankan bahwa perbedaan pandangan politik, baik berupa dukungan maupun kritik, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, seraya mengingatkan pentingnya mengelola kekuasaan secara bijaksana.

#PidatoJokoWidodo #PonpesAlFalah #JokowiOrangKampung

Creative/Video Editor: Icha/Daffa
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Bapak, Ibu, Hadirin, Hadirot, yang saya muliakan, yang saya hormati.
00:15Aku masih seperti yang dulu.
00:25Orang kampung, saking kampung, saking dusun, harus disampaikan ini, nanti kalau tidak disampaikan, dipikir saya ini orang ibu kota, padahal
00:46saya pianton dusun, pianton kampung.
00:49Jadi perlu saya ingatkan terlebih dahulu.
00:55Yang kedua, yang namanya dalam dunia politik itu yang pro dan kontra itu biasa.
01:06Ada yang setuju, ada yang tidak.
01:10Ada yang senang, ada yang tidak.
01:15Biasa.
01:19Jadi yang disampaikan Gus Zulfanteri betul, Pak Giai betul, bahwa banyak fitnah, banyak hinaan, banyak cacian yang sampai ke saya.
01:39Ya karena ada yang senang, ada yang tidak senang tadi.
01:43Biasa, Pak Tuan.
01:46Dan biasa dalam politik.
01:49Tapi, Pak, yuk jangkono.
01:55Biasa, Pak Tuan.
01:57Biasa, kenapa sih, nanti kau hasil ngelak?
01:59Biasa, Pak Tuan.
02:01Kalau bisa berbuat yang baik, kenapa kita harus berbuat yang jelek?
02:09Biasa, Pak Tuan.
02:13Terima kasih.
02:13Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan