00:00Wacana Percepatan Pemilu Memanas, GCP berencana laporkan Budi Ari ke kepolisian.
00:06Suhu politik nasional kembali memanas menyusul beredarnya rekaman video
00:10yang memperlihatkan Budi Ari Setiadi berada di samping Presiden Ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo.
00:17Video tersebut tular lantaran memuat pembahasan mengenai wacana pergeseran momentum politik
00:22serta percepatan jadwal pemilu, yang dinilai banyak pihak berpotensi memicu kegaduhan publik.
00:29Kelompok Relawan Gerakan Cinta Prabowo atau GCP segera tegas menyatakan sikap
00:35untuk membentengi kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dari berbagai isu.
00:40Ketua Umum GCP, Hakurniawan, menilai serangkaian wacana yang muncul dalam beberapa bulan terakhir bukanlah sebuah kebetulan.
00:49Saat ditemui di Cibinong pada minggu 30 Agustus 2026,
00:53ia menduga adanya gerakan terstruktur yang sengaja dirancang oleh pihak-pihak tertentu
00:58untuk membangun narasi negatif serta mendegradasi citra Presiden Prabowo.
01:03Oleh karena itu, Kurniawan mengimbau seluruh jajaran relawan di tingkat pusat hingga daerah
01:09untuk merapatkan barisan guna mengawal program kerja pemerintah agar tidak terganggu.
01:14Sebagai garda terdepan, GCP menegaskan komitmennya untuk membela integritas Presiden Prabowo dalam jangka panjang,
01:20termasuk siap pasang badan mengawal pemerintahan hingga 2029 maupun mendukung kelanjutan di periode kedua.
01:28Tidak sekedar memberikan pertanyaan lisan, GCP berencana menempuh jalur hukum untuk memberikan efek jeren.
01:34Tim hukum GCP telah melakukan kajian mendalam terhadap konten video yang beredar
01:38guna mengidentifikasi unsur pelanggaran hukum di dalamnya.
01:42Hasil diskusi dengan tim hukum GCP, Bapak Doni, menyepakati bahwa mereka akan resmi melaporkan pernyataan Budi Ari ke Bares Krim
01:51Mabes Polri dalam waktu dekat.
01:53Langkah konstitusional ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab relawan dalam mencegah informasi menyesatkan.
02:00Di tengah situasi politik yang dinamis, GCP mengimbau masyarakat untuk tetap tenang,
02:05tidak mudah terprovokasi oleh potongan video tanpa konteks utuh,
02:09serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Komentar