Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 7 jam yang lalu
Presiden Prabowo Subianto kembali merespons adanya pihak yang menyebut Kabinet Merah Putih sebagai kabinet gemuk.

Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia hampir mencapai 300 juta jiwa, sehingga diperlukan koalisi besar demi menciptakan pemerintahan yang stabil dan tenang.

[Antara/Cahya Sari/Satrio Giri Marwanto/Winanto]
Transkrip
00:04Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi,
00:08pemerintahan membutuhkan koalisi untuk memimpin dan mengelola Indonesia
00:12yang jumlah penduduknya hampir mencapai 300 juta jiwa.
00:17Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada penutupan muktamar ke-35NU
00:23di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Senin 31 Agustus,
00:28merespons adanya ke-35NU.
00:29Ada banyak pihak yang menyebut bahwa kabinet merah putih yang dipimpinnya
00:33sebagai kabinet gemuk dan tidak efisien.
00:36Prabowo mengatakan sebagai negara besar, pemerintahan yang dipimpinnya saat ini
00:41didukung oleh tujuh dari delapan partai di parlemen.
00:44Menurutnya koalisi besar tersebut justru diperlukan untuk menciptakan pemerintahan yang stabil dan tenang.
00:51Delapan partai sudah luar biasa efisiennya.
00:57Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai.
01:02Kita lihat di Jepang walaupun hanya dua partai besar,
01:06tapi dalam 5-6 tahun berapa kali ganti Perdana Menteri?
01:10Di Inggris dalam lima tahun mungkin tujuh-delapan kali Perdana Menteri.
01:20Jadi bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan.
01:31Prabowo turut membandingkan jumlah kabinet Indonesia dengan Timur Leste.
01:35Menurutnya jumlah penduduk Timur Leste hanya 1,4 juta jiwa,
01:39atau jauh lebih kecil dibandingkan jumlah penduduk di sejumlah provinsi di tanah air.
01:45Namun negara tersebut memiliki 28 anggota kabinet.
01:49Tim kantor berita antara mewartakan.
01:51Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan