Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Presiden ke-7 RI, Joko Widodo mengaku kerap menonton perdebatan yang diwarnai caci maki.

"Kadang-kadang saya nonton TV itu kok seperti itu. Adab ketimuran, sopan santun, tata krama kok dilihat jutaan orang kok tidak ngerti," ujar Jokowi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah di Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (29/8/2026).

"Mestinya kalau kita dilihat orang banyak itu menyampaikan hal yang baik supaya orang mengikuti kita menjadi baik. Debat kok caci maki kayak gitu. Kadang-kadang elus dada," lanjutnya.

Baca Juga Jokowi Bicara Tiga Tantangan Besar Dunia! Soroti Banjir Bandang Dahsyat Nepal-China di https://www.kompas.tv/nasional/688138/jokowi-bicara-tiga-tantangan-besar-dunia-soroti-banjir-bandang-dahsyat-nepal-china

#jokowi #jokowidodo #debat

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688139/elus-dada-jokowi-heran-tonton-debat-caci-maki-dilihat-jutaan-orang-kok-tidak-ngerti
Transkrip
00:00Dibatuk ngangguk caci maki kayak gitu kadang-kadang saja.
00:05Ulus dadah, lamun sirop pinter, ojo minteri.
00:11Sekarang ini, yang belum pinter saja sudah rumung sop pinter yang banyak.
00:19Binyan Pirsani, Teng TV-TV Nuar, asal waktu debat itu.
00:24Wah katanya pinter-pinteran ngendikan.
00:30Ya meskipun pinter enggak usah diketoke-ketoke.
00:33Gimana pinter menang, kita kan malah medeni.
00:42Gimana pinter aja durung, ngendikani kayak gitu kayak pinternya sanduk, wong sandunya di pek dewe.
00:52Kadang-kadang saya nonton TV itu kok ya seperti itu.
00:57Adab Ketimuran, Sopan Santun, Totokromo kok dilihat jutaan orang kok.
01:14Jadi mestinya kalau kita dilihat orang banyak itu menyampaikan hal yang baik.
01:19Supaya orang mengikuti kita menjadi baik.
01:28Dibatuk caci maki kayak gitu, kadang-kadang saja.
01:33Ulus dadah, adat ketimuran kita ada di mana, Sopan Santun kita ada di mana, Totokromo kita ada di mana.
01:49Yang ketiga tadi disampaikan, lamun siro banter ojo di si'i.
01:59Meskipun kamu bisa cepat, jangan suka mendahului, kadang-kadang seperti itu apa? Menyakitkan yang didahului.
02:08Di si'i itu yura seneng.
02:12Apa sih? Kita itu ngerti, kita itu banter, tapi kita alon kan yura popo.
02:18Orang malah diketok-ketok kekali jreng, jreng, jreng, jreng, jreng.
02:40Yang ini serba sulit, banyak tantangan. Jadi kalau kita nambahi urusan dengan hal-hal yang tidak perlu itu rugi semua
02:51kita.
02:56Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
03:05Cara installnya, buka Google Playstore di Smart TV kamu. Cari Kompas TV melalui pencarian. Pilih aplikasi, lalu install.
03:15Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV. Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar

Dianjurkan