00:00Dibatuk ngangguk caci maki kayak gitu kadang-kadang saja.
00:05Ulus dadah, lamun sirop pinter, ojo minteri.
00:11Sekarang ini, yang belum pinter saja sudah rumung sop pinter yang banyak.
00:19Binyan Pirsani, Teng TV-TV Nuar, asal waktu debat itu.
00:24Wah katanya pinter-pinteran ngendikan.
00:30Ya meskipun pinter enggak usah diketoke-ketoke.
00:33Gimana pinter menang, kita kan malah medeni.
00:42Gimana pinter aja durung, ngendikani kayak gitu kayak pinternya sanduk, wong sandunya di pek dewe.
00:52Kadang-kadang saya nonton TV itu kok ya seperti itu.
00:57Adab Ketimuran, Sopan Santun, Totokromo kok dilihat jutaan orang kok.
01:14Jadi mestinya kalau kita dilihat orang banyak itu menyampaikan hal yang baik.
01:19Supaya orang mengikuti kita menjadi baik.
01:28Dibatuk caci maki kayak gitu, kadang-kadang saja.
01:33Ulus dadah, adat ketimuran kita ada di mana, Sopan Santun kita ada di mana, Totokromo kita ada di mana.
01:49Yang ketiga tadi disampaikan, lamun siro banter ojo di si'i.
01:59Meskipun kamu bisa cepat, jangan suka mendahului, kadang-kadang seperti itu apa? Menyakitkan yang didahului.
02:08Di si'i itu yura seneng.
02:12Apa sih? Kita itu ngerti, kita itu banter, tapi kita alon kan yura popo.
02:18Orang malah diketok-ketok kekali jreng, jreng, jreng, jreng, jreng.
02:40Yang ini serba sulit, banyak tantangan. Jadi kalau kita nambahi urusan dengan hal-hal yang tidak perlu itu rugi semua
02:51kita.
02:56Cara baru nonton di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
03:05Cara installnya, buka Google Playstore di Smart TV kamu. Cari Kompas TV melalui pencarian. Pilih aplikasi, lalu install.
03:15Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV. Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga.
Komentar