Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, berlangsung meriah. Ribuan warga memadati jalur kirab, berebut berkah mulai dari kantong sedekah hingga tumpeng hasil bumi.

Puncak peringatan Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, diawali kirab pusaka serta prajurit tani tradisional.

Suasana semakin meriah ketika Bupati dan Wakil Bupati, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah, membagikan kantong sedekah atau disebut udhik-udhik, kepada warga di sepanjang jalur.

Sekitar 11 ribu kantong sedekah dibagikan kepada warga sepanjang jalur kirab hingga finish di Pendopo Manggala Praja Nugraha. Bupati, OPD hingga staf turut berjalan tanpa alas kaki, mengenakan pakaian tradisional sejauh lima kilometer.

Di tengah resepsi Hari Jadi ke-832 Kabupaten Trenggalek, warga berebut tumpeng berisi aneka hasil bumi dan makanan. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyebut, tahun ini mengusung tema "Hambeking Bumi", yang dimaknai sebagai ajakan untuk kembali membumi dan meneladani sifat bumi sebagai tempat berpijak bagi semua.

Dalam prosesi hari jadi, Bupati juga menyampaikan gagasan untuk menjadikan lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagai "sawah abadi".

Konsep ini diusulkan seiring rencana penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan lahan sawah dilindungi, agar tidak mudah dialihfungsikan.

#trenggalek #bupati #hut

Baca Juga Puan Paparkan Kinerja DPR: 16 RUU Jadi UU sepanjang 2025-2026 di https://www.kompas.tv/nasional/688411/puan-paparkan-kinerja-dpr-16-ruu-jadi-uu-sepanjang-2025-2026



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/688413/kemeriahan-puncak-peringatan-hari-jadi-ke-832-kabupaten-trenggalek-warga-ikuti-kirab-sapa-pagi
Transkrip
00:01Saudara kita beralih ke informasi lain, puncak peringatan hari jadi ke 832 Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur berlangsung meriah.
00:10Ribuan warga memadati jalur kirap berebut berkah mulai dari kantong sedekah sampai dengan tumpeng hasil bumi.
00:21Puncak peringatan hari jadi ke 832 Kabupaten Trenggalek diawali kirap pusaka serta prajurit tani tradisional.
00:30Suasana semakin meriah ketika bupati dan wakil bupati serta seluruh organisasi perangkat daerah membagikan kantong sedekah atau disebut udik-udik
00:38kepada warga di sepanjang jalur.
00:41Sekitar 11.000 kantong sedekah dibagikan kepada warga sepanjang jalur kirap hingga finis di pendopo Manggala Praja Nugraha.
00:49Bupati, OPD hingga staff turut berjalan tanpa alas kaki mengenakan pakaian tradisional sejauh 5 km.
00:56Di tengah resepsi hari jadi ke 832 Kabupaten Trenggalek, warga berebut tumpeng berisi aneka hasil bumi dan makanan.
01:06Bupati Trenggalek, Muhammad Nur Arifin menyebut,
01:09tahun ini mengusung tema humbucking bumi yang dimaknai sebagai ajakan untuk kembali membumi dan meneladani sifat bumi sebagai tempat berpijak
01:17bagi semua.
01:18Dalam proses hari jadi, Bupati juga menyampaikan gagasan untuk menjadikan lahan pertanian pangan berkelanjutan sebagai sawah abadi.
01:27Konsep ini diusulkan seiring rencana penetapan lahan pertanian pangan berkelanjutan dan lahan sawah dilindungi agar tidak mudah dialih fungsikan.
01:36Oke, secara prinsip sama, tidak ada yang berbeda, tapi karena bulan ini bertepatan dengan bulan maulid ya,
01:44jadi kita tadi juga mengharapkan kehadiran Rasulullah di hati kita ya, di setiap keseharian kita.
01:55Makanya kita tadi membaca mahalul kiam di tengah prosesi hari jadi, kemudian disunahkan, bersedekah, maka kita tadi juga menyebar ude
02:04-ude,
02:05terus temanya humbucking bumi, kita berusaha menyifati seperti sifatnya bumi, kembali ke bumi.
02:13Sementara itu, rangkaian hari jadi ke-832 Trenggalek tahun ini disebut lebih terbuka bagi masyarakat.
02:44Teranggalek kota ini jadikan bumi yang syukur makmur,
02:49masyarakatnya hidup makmur, tenteran, damai.
02:53Setelah prosesi kirap, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan hiburan
02:59dan kunjungan ke sejumlah titik di masyarakat, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk.
03:05Selamat Widodo, Kompas TV, Trenggalek, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan