00:01Saudara kita akan langsung ke Pekanbaru Riau untuk mengetahui bagaimana situasi terkini di sana.
00:07Sudah ada jurnalis Kompos TV, ada Rifka Zulmurta dan juru kamera Sawino Ardi.
00:13Rifka, sampai dengan saat ini bagaimana situasi di sana?
00:18Apakah masih ada titik hotspot, kemudian juga terkait dengan cuaca?
00:22Apakah ini cukup membantu proses pemadaman yang saat ini terjadi di sana terkait dengan Karhut?
00:32Baik, saudara.
00:34Pemerintah Kompos TV sebelumnya telah menentangkan status tanggap darurat di kerajaan Kompos TV pada tanggal 26 Agustus 2026 lalu.
00:45Hal ini menimbang karena setempat terjadi 100 lupas kejadian kebanyakan rakyat waktunya kepalitah.
00:51Bahkan ekstasi para kitaran sempat berada pada kategori, karena tidak sehat, tidak berbahaya.
00:57Namun perkembangan terjadi, kalau kita lihat dari hot spot, di seluruh provinsi real,
01:06saat ini terdapat 10 cutik hotspot yang tersebar di beberapa kabupaten.
01:10Yakni kabupaten di Raijiru, kabupaten di Raijiru, kabupaten kelelawan, dan juga kabupaten berkabat.
01:16Dan selalu kontakkan baru sendiri sudah video fosfat.
01:20Dan kalau kita lihat dari kondisi cuaca,
01:23memang dua hari terakhir kontakkan baru sudah digunjuk hujan dengan intensitas,
01:29sedang juga lembek dengan adikasi yang cukup ramah,
01:31bahkan akhir sebalaman ini.
01:32Dan ini juga yang membuat kondisi kabupaten yang di kontakkan baru sudah menurun.
01:37Dan kalau kita lihat dari indeks kualitas udara,
01:39berdasarkan pemantauan yang telah kami lakukan pada hari ini
01:43pukul 9 pagi tadi, Indeks Kualitas Udara dikotapkan baru
01:47menunjukkan algika yang masih tidak sehat
01:50namun sejujurnya juga berbeda
01:52dan harus sejujurnya
01:58berbahaya
01:59Anda tadi menyampaikan bahwa kondisi cuaca di sana cukup membantu
02:05adanya titik hotspot ataupun juga titik api di lokasi Anda
02:11tapi sampai dengan saat ini cuacanya
02:13kualitas udaranya masih belum cukup baik
02:15artinya sampai dengan saat ini apakah jumlah pasien yang kemudian
02:19mengidap ispa atau masyarakat yang mengeluhkan
02:23gangguan pernafasan ini bertambah di sana?
02:27Dan saudara, data pasien ispa ini tercatat
02:31dan sejak sejujurnya
02:35itu ada selifat tanpa
02:36dan jumlah tersebut itu
02:48dan jumlah terdiri
02:48dan tentu jumlah ini
02:51angkanya itu masih selalu
02:53ini dapat terdampal
02:54karena membuat dampak orang-orang masak ini
02:56terus dirasakan
02:57masyarakat terdiri
03:02Kalau terkait dengan jarak pandang di sana seperti apa?
03:06Mengingat beberapa waktu lalu sempat terjadi kasus kecelakaan juga
03:10karena jarak pandang yang tidak cukup baik.
03:14Baik Ibu dan Saudara, kalau kita lihat hari ini
03:17kondisi cuaca tanpa cerah dan juga takut asap segar tanpa kintus
03:22dan itu membuat jarak pandang di jarak berbeda sebalik normal
03:25dan dalam imbawan khusus dari pemerintah daerah atau kebijakan khusus terkait dengan ini
03:35mengingat kualitas udara yang juga masih belum cukup baik
03:39masih ada beberapa titik yang kemudian ada hotspot begitu.
03:43Apa imbauan dari pemerintah setempat?
03:47Imbauan dari pemerintah setempat tetap menjagakan waktu satu kisias bas
03:52sebagai posko utama penanganan takut asap.
03:55Dan juga masyarakat didibau untuk tetap menggunakan masker
04:00dalam beraktifitas sehari-hari
04:01sehingga kondisi kualitas utara
04:06tergantung dengan kondisi perkembangan kasiplah,
04:10kondisi cuaca, dan juga kondisi setelah kiriman dari mulai-mulai
04:13seperti dari campur pantai klasik,
04:16dan juga dari provinsi klasik dan selatan-selatan
04:21sehingga para angin dari selatan menuju ke utara.
04:26Kalau terkait dengan kebijakan untuk siswa-siswa yang bersekolah,
04:31kemudian juga masyarakat yang berkantor,
04:33apakah diizinkan untuk WFH atau juga sekolah dari rumah, PJJ?
05:05Sementara untuk aktivitas perkembangan,
05:07ataupun dari pemerintahan sejak sebelumnya memang tidak diperlakukan WFH
05:14ataupun berkantor di rumah.
05:19Karena sampai sejauh ini aktivitas perkantoran masih berjalan normal.
05:24Kalau bicara soal kendala,
05:26Rifka, apakah di sana ada kendala yang dihadapi oleh petugas
05:32saat memadamkan titik-titik api
05:35atau misalnya ada sumber air yang cukup jauh,
05:39sehingga ini juga menjadi hambatan bagi petugas
05:43untuk memadamkan atau mempercepat proses pemadaman api di sana?
05:46Betul-betul kemudian sejauh ini memang ada kendala yang dihadapi petugas lapangan.
05:54Betul-betul kemudian sejauh ini juga berkantor kejauh
05:57karena itu taknya ada dan juga setor air yang minim.
06:00Namun dari kendala tersebut,
06:02pihak petugas dan indahpunan telah melakukan beberapa upaya.
06:07Beberapa upaya dipercaya tanah kebijakan
06:09melakukan kompas mumpul dan juga membuang kanal
06:13saya juga dapat menikmati sumber air lebih banyak lagi
06:18untuk memadamkan sumber air.
06:21Dan juga untuk operasi modifikasi sebuah saja ini juga berkontak
06:24karena sudah 2 hari terakhir
06:28dampaknya dirasakan oleh masyarakat
06:29sudah terlihat sedang hingga 4 2 hari terakhir.
06:35Baik, terima kasih laporan Anda,
06:38Jurnalis Kompas TV Rifka Zulmurta
06:40dan juga Jurukamera Sarwino Ardi
06:42dari Pekanbaru Riau
06:44masih ada sejumlah kendala yang dihadapi
06:46termasuk soal sumber air
06:47namun titik hotspot mulai berkurang
06:49karena adanya hujan yang cukup deras
06:54intensitasnya selama beberapa hari kebelakang.
06:56Terima kasih, selamat bertugas kembali.
06:58Terima kasih, selamat menikmati.
06:59Terima kasih.
06:59Terima kasih.
Komentar