00:00Bapak perkenalkan, saya Cecilia dari Media NHK Jepang.
00:03Bapak mau bertanya terkait dengan rencana pihak pemerintah Jepang
00:08yang saat ini sudah mengirimkan bantuan untuk membantu penanganan karhutlah
00:13sejauh ini koordinasi dengan pemerintah Indonesia,
00:15termasuk BNPB seperti apa dan nanti akan difokuskan di daerah mana.
00:20Kemudian tadi Bapak juga menyebut di awal bahwa terjadi peningkatan signifikan
00:24terkait dengan jumlah titik panas, khususnya di Kalimantan Barat,
00:29itu boleh disampaikan seberapa besar signifikansinya Pak.
00:33Kemudian yang terakhir terkait dengan api yang di Papua Barat,
00:37Pak sejauh ini sudah ditemukan apakah ini memang disengaja atau seperti apa?
00:43Terima kasih.
00:44Nanti mungkin Pak saya dibantu untuk ada satu part di situ yang mungkin dari lingkungan hidup.
00:52Baik, terkait dengan kerjasama antara Indonesia dengan Jepang
00:57atas bantuan helikopter, tiga helikopter akan segera datang.
01:02Kami mendapat informasinya tanggal 10 baru akan tiba di sini
01:06dan tentu ini adalah kami menyambut baik tentu kerjasama ini.
01:11Dan pembicaraan awal sudah dilakukan tentu
01:13dan ini akan tetap kita konsolidasikan hingga akhirnya nanti
01:19pesawat tersebut tiba di Indonesia dan beroperasi.
01:22Berapa lama?
01:24Di mana tentu ini kami juga akan mendapatkan informasi lebih lanjut
01:27sehingga data yang akuratnya nanti kita update.
01:33Untuk saat ini kami belum dapat informasi lebih jelas.
01:37Terkait dengan masalah karhutlah yang signifikan di titik api,
01:43apa titik panas dan titik api yang ada di Kalimantan Barat
01:48bertambah 3.553 titik panas di Kalimantan Barat
01:56sehingga jumlahnya menjadi, catatan kami dari sebelumnya,
01:59menjadi 7.377 titik panas.
02:03Sedangkan titik api bertambah 88
02:06sehingga jumlahnya menjadi 104 titik api.
02:11Dan ini tentu berpengaruh juga terhadap jarak pandang
02:16yang hanya di bawah 1 kilometer.
02:18Sedangkan di Kalimantan Tengah
02:20titik panasnya berkurang 147 titik
02:26dari yang kemarin kita laporkan
02:28sehingga sekarang ini ada 5.244
02:34namun demikian titik api bertambah sebesar 16 titik api
02:39sehingga saat ini kami laporkan
02:42ada 72 titik api di Kalimantan Tengah.
02:45Di Kalimantan Selatan
02:46titik hotspot atau titik panasnya
02:49berkurang 405 ini signifikan
02:52sehingga sekarang ini menjadi 504 titik panas.
02:56Sedangkan titik apinya sebesar 55
02:59atau naik 3 titik.
03:02Ini yang di Kalimantan memang relatif
03:05sangat apa namanya
03:09titik api maupun titik panas itu
03:12sangat banyak kita ditemukan
03:14dan bertambah maupun berkurang itu
03:16relatif karena bisa besok juga bertambah lagi
03:20yang berkurang.
03:21Jadi ini kami tetap melakukan upaya-upaya
03:23yang maksimum baik melalui
03:25saat gas udara maupun saat gas darat.
03:29terkait dengan yang di Papua Barat
03:32mungkin Bapak bisa menyampaikan tadi
03:34terkait masalah hukum ya?
03:35di lugar penyebabnya apa Pak Pak Pak?
03:38Oh belum ada ke sana Pak Pak.
03:43Terima kasih jadi mohon ujin
03:45untuk yang di Papua Barat
03:47kami memang kami belum sempat
03:49mengirimkan personel di sana
03:50karena personel kami ada di Sorong
03:54jadi karena keterbatasan
03:57transportasi di wilayah Papua
03:59jadi baru tadi pagi kami ke sana berangkat
04:03jadi sampai saat ini belum ada kabar
04:04apalagi pendalaman.
04:06Jadi memang ada keterbatasan
04:09personel maupun juga transportasi
04:11untuk mendalami
04:14untuk mendalami penyebab api tersebut.
04:18Kemudian terkait tadi dengan banyaknya
04:20hotspot maupun firespot
04:23di Kalimantan
04:24kebetulan saya dua minggu ini
04:26baru selesai dari kabar Kalteng dan Kalsel
04:31untuk informasi kabar dan Kalteng
04:34itu terutama kabar
04:37itu untuk mencari potensi OMC
04:44itu sangat kecil
04:46sangat kecil ketika kami berangkat ke sana
04:49jadi sama sekali tidak ada awan
04:51yang berpotensi untuk melakukan OMC
04:53karena kemudian memang
04:56kemungkinan terjadi
04:58perluasan sangat mungkin
05:01karena yang saya sampaikan tadi
05:04bahwa digambut itu
05:06dalam pencegahan
05:09maupun pemadaman
05:10perlu ekstra
05:12effort yang luar biasa
05:14karena memerlukan
05:17jumlah air yang tidak kecil
05:19ketika kita memadamkan api
05:23di tanah mineral
05:24mungkin cukup permukaannya saja
05:26api langsung mati
05:28tapi ketika
05:29di tanah gambut
05:31meskipun area itu sudah
05:33kami buat menjadi bubur tanah
05:36karena basah
05:37ditinggal satu menit saja
05:39itu yang tadi bubur itu sudah
05:41berasap pembali
05:42karena kedalamannya luar biasa
05:44selamat menikmati
05:44selamat menikmati
05:44selamat menikmati
Komentar