00:00Progres pembicaraan dengan dana nantara gimana Pak soal yang wacana pengembalian sebagian dividen sebagai cadangan APBN?
00:08Tuan kata Bapak lagi dibahas sama dana nantara sama Pak Rosan, itu mungkin sampai saat ini bisa dibahas?
00:13Enggak dibahas, sudah dipastikan, tinggal ditentuin kapan dia mengirim, itu aja.
00:18Itu kalau boleh tahu porsinya berapa sepatu dari dividen?
00:24Boleh, biar aja. Sekitar 120 triliun.
00:27Itu tahun ini Pak?
00:28Tahun ini.
00:28Itu yang diputuskan oleh Presiden.
00:33Kalau yang untuk tahun depan sudah ada pembicaraan?
00:36Belum, nanti tergantung kebijakan Pak Presiden.
00:40Tapi yang jelas itu kan bagus, nantarnya keuntungannya meningkat, fiskal juga secara gak langsung diuntungkan.
00:49Kalau tahun-tahun sebelumnya saya cuma dapat 90 triliun dari dividen, kalau di kasus 20 kan bagus, meningkat.
00:55Malah jadi saya gak rugi, pemerintah gak rugi, sama juga istimewa muntah.
00:59Kalau pendapatan gak rugi, malah nambah.
01:02Saya harapin ke depan untungnya lebih besar lagi.
01:04Kalau yang 120 triliun tahun ini, berarti akan kembali ke pos PNBP kekayaan negara dipisahkan atau gimana?
01:11PNBP ya? PNBP yang lain-lain kayaknya.
01:20Kalau masih kita diskusikan, nanti masih kita diskusikan.
01:23Itu tanggal 15, yang jelas akan diserahkan ke kita kira-kira September.
01:27September, ya. Ini kalau kita masih godok bentuknya yang paling pas seperti apa.
01:36Melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan.
01:41Tapi belum bisa saya umumkan karena belum terlalu masih dalam proses diskusi.
01:46SMV-nya berapa, Pak?
01:47Tidak ada satu atau dua?
01:49Dua mungkin.
01:50PNI ini ya?
01:52Belum.
01:53Bisa juga kita pakai yang SMV yang kecil, bisa juga yang besar.
01:57Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa, masih diolah.
02:07Keuntungan ya? Bukan definian, dia keuntungan.
02:10Ya.
02:11Untuk tahun ini aja ya, Pak?
02:13Tahun ini.
02:14Sudah masuk, Pak?
02:16Belum.
02:18Saya mau nanya, Pak.
02:19Pak Ruslan juga, kapan mengirim uangnya?
02:21Itu tujuannya kalau dari sisi Kementerian Keuangan?
02:25Untuk cadangan dulu, supaya anggaran kita semakin kuat.
02:29Untuk supaya menjaga defisi tetap 285?
02:32Antara itu, juga untuk cadangan kalau kita perlu pengeluaran lebih yang tak terduga.
02:46PNBP lain-lain ya?
02:49Kira-kira itu masuknya ke situ.
02:50Pak itu asumsinya, dividen totalnya berapa, Pak?
02:53Masa 120T itu adalah berapa persen?
02:56Boleh nggak?
02:57Itu ditentu ini dari mana sih, Pak?
02:58Setelah bisa.
02:59Itu saya mungkin nggak boleh bicara itu, karena punya Pak Ruslan.
03:14BNBP.
03:16Oh, nggak apa.
03:24Nggak apa-apa, ini kan dicadangin ya, Pak Gus.
03:40Saya mesti menunggu masukan dari Pak.
03:45Proposal dari Kementerian Perindustrian.
03:49Tapi kan jumlahnya sama.
03:50Jumlahnya itu dulunya 6 juta untuk 500 ribu, sekarang 3 juta untuk 1 juta motor.
03:57Total kosnya 3 triliun sama.
04:00Nanti saya lihat apakah ada perubahan apa nggak.
04:03Sampai sekarang kami belum menerima proposal dari Kementerian Perindustrian.
04:07Surah gue kecil ya?
04:09Apar kayaknya nih.
04:23Kalau 6 kan kira-kira kalau kita lihat, ini angka yang diperdebatkan sebetulnya nih.
04:27Di BPS itu, kalau kita lihat input-output table, ada namanya kooposien teknik tenaga kerja.
04:341% PDB maksudnya berapa?
04:37Kalau 1% yang sekarang itu kita 400 ribu angkanya,
04:41kalau 6, 6 x 4 berarti 2,4 juta lapangan kerja akan tercipta dari pertumbuhan 6% lapangan kerja baru
04:47ya.
04:48Belum cukup untuk menyerap semua tenaga kerja yang masih ke usia kerja.
04:52Kita perlu tumbuh kalau nggak salah dengan hitung itu 6,5-6,7%.
04:57Makanya kita ingin ekonominya pelan-pelan, makin tumbuhnya makin cepat, makin cepat, makin cepat.
05:02Sehingga orang yang masih usia kerja terserap dan pengangguran-pengangguran ada yang juga terserap juga.
05:09Kalau pertumbuhnya 5, nggak cukup.
05:13Makanya kita gini-gini aja, kita baru menuju 6% kan semester kedua ini.
05:19Tahun depan 6%, tahun depannya kita desain akan lebih cepat lagi.
05:28Nggak ada.
05:30Nggak ada.
05:33Saya ekstretifikasi dalam pengertian penguatan komplains di wajib pajak maupun di petugas pajak.
05:46Untung.
05:55Saya nggak tahu itu.
05:56Dari antara yang jelas di lapor ke Presiden, untungnya tumbuh besar.
06:02Angka 120 itu penting dari estimasi.
06:05Ini mancing guru.
06:07Dijangi nih mancing.
06:09Kan Anda mau tanya ke Pak Rosan.
06:10Tapi itu berarti angkanya dari Pak Rosan gitu ya?
06:12Bisa dikasihnya sekian gitu?
06:13Enggak.
06:14Pak Rosan bilang untungnya sekian.
06:17Pak Presiden yang bilang,
06:18sebagian tahu dong di pemerintah.
06:20Pak Rosan setuju.
06:21Ya keluarnya 120.
06:24Tapi itu sudah masuk ke asumsi, ke outlook APBN 2006 ini nggak Pak?
06:30Belum.
06:32Jadi itu artinya akan menjadi tambahan penerimaan?
06:33Tambahan penerimaan kalau masuk.
06:36Kan selalu hati-hati kan saya jangan sampai masuk dihitung.
06:38Baru plan dihitung masuk.
06:40Karena yang lain udah perempuan uangnya nanti.
06:42Kalau uangnya nggak jadi masuk, jeblok lah saya.
06:45Saya pastikan dulu.
07:15Yang kelas 20 semuanya.
07:18Tapi dari keuntungan BMN,
07:20ada pesantannya Pak Rosang.
07:22Gue ada,
07:23kok dia tanya itu terus?
Komentar