Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menyerahkan dana sekitar Rp120 triliun kepada pemerintah.

"Yang jelas dilapor ke Presiden, untungnya tumbuh besar. Anda mesti tanya ke Pak Rosan," ungkap Menkeu Purbaya pada Jumat (28/8/2026).

"Pak Rosan bilang untungnya sekian. Pak Presiden bilang, sebagian taruh dong di pemerintah. Pak Rosan setuju, yang keluarnya Rp120 triliun," lanjutnya.

Baca Juga Keuntungan Danantara Rp120 T Masuk ke Pemerintah, Purbaya: Defisit APBN Bisa Turun di https://www.kompas.tv/ekonomi/688011/keuntungan-danantara-rp120-t-masuk-ke-pemerintah-purbaya-defisit-apbn-bisa-turun

#menkeu #purbaya #prabowo #danantara

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688146/bocoran-menkeu-purbaya-soal-perintah-presiden-prabowo-terkait-dividen-danantara-capai-rp120-t
Transkrip
00:00Progres pembicaraan dengan dana nantara gimana Pak soal yang wacana pengembalian sebagian dividen sebagai cadangan APBN?
00:08Tuan kata Bapak lagi dibahas sama dana nantara sama Pak Rosan, itu mungkin sampai saat ini bisa dibahas?
00:13Enggak dibahas, sudah dipastikan, tinggal ditentuin kapan dia mengirim, itu aja.
00:18Itu kalau boleh tahu porsinya berapa sepatu dari dividen?
00:24Boleh, biar aja. Sekitar 120 triliun.
00:27Itu tahun ini Pak?
00:28Tahun ini.
00:28Itu yang diputuskan oleh Presiden.
00:33Kalau yang untuk tahun depan sudah ada pembicaraan?
00:36Belum, nanti tergantung kebijakan Pak Presiden.
00:40Tapi yang jelas itu kan bagus, nantarnya keuntungannya meningkat, fiskal juga secara gak langsung diuntungkan.
00:49Kalau tahun-tahun sebelumnya saya cuma dapat 90 triliun dari dividen, kalau di kasus 20 kan bagus, meningkat.
00:55Malah jadi saya gak rugi, pemerintah gak rugi, sama juga istimewa muntah.
00:59Kalau pendapatan gak rugi, malah nambah.
01:02Saya harapin ke depan untungnya lebih besar lagi.
01:04Kalau yang 120 triliun tahun ini, berarti akan kembali ke pos PNBP kekayaan negara dipisahkan atau gimana?
01:11PNBP ya? PNBP yang lain-lain kayaknya.
01:20Kalau masih kita diskusikan, nanti masih kita diskusikan.
01:23Itu tanggal 15, yang jelas akan diserahkan ke kita kira-kira September.
01:27September, ya. Ini kalau kita masih godok bentuknya yang paling pas seperti apa.
01:36Melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan.
01:41Tapi belum bisa saya umumkan karena belum terlalu masih dalam proses diskusi.
01:46SMV-nya berapa, Pak?
01:47Tidak ada satu atau dua?
01:49Dua mungkin.
01:50PNI ini ya?
01:52Belum.
01:53Bisa juga kita pakai yang SMV yang kecil, bisa juga yang besar.
01:57Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa, masih diolah.
02:07Keuntungan ya? Bukan definian, dia keuntungan.
02:10Ya.
02:11Untuk tahun ini aja ya, Pak?
02:13Tahun ini.
02:14Sudah masuk, Pak?
02:16Belum.
02:18Saya mau nanya, Pak.
02:19Pak Ruslan juga, kapan mengirim uangnya?
02:21Itu tujuannya kalau dari sisi Kementerian Keuangan?
02:25Untuk cadangan dulu, supaya anggaran kita semakin kuat.
02:29Untuk supaya menjaga defisi tetap 285?
02:32Antara itu, juga untuk cadangan kalau kita perlu pengeluaran lebih yang tak terduga.
02:46PNBP lain-lain ya?
02:49Kira-kira itu masuknya ke situ.
02:50Pak itu asumsinya, dividen totalnya berapa, Pak?
02:53Masa 120T itu adalah berapa persen?
02:56Boleh nggak?
02:57Itu ditentu ini dari mana sih, Pak?
02:58Setelah bisa.
02:59Itu saya mungkin nggak boleh bicara itu, karena punya Pak Ruslan.
03:14BNBP.
03:16Oh, nggak apa.
03:24Nggak apa-apa, ini kan dicadangin ya, Pak Gus.
03:40Saya mesti menunggu masukan dari Pak.
03:45Proposal dari Kementerian Perindustrian.
03:49Tapi kan jumlahnya sama.
03:50Jumlahnya itu dulunya 6 juta untuk 500 ribu, sekarang 3 juta untuk 1 juta motor.
03:57Total kosnya 3 triliun sama.
04:00Nanti saya lihat apakah ada perubahan apa nggak.
04:03Sampai sekarang kami belum menerima proposal dari Kementerian Perindustrian.
04:07Surah gue kecil ya?
04:09Apar kayaknya nih.
04:23Kalau 6 kan kira-kira kalau kita lihat, ini angka yang diperdebatkan sebetulnya nih.
04:27Di BPS itu, kalau kita lihat input-output table, ada namanya kooposien teknik tenaga kerja.
04:341% PDB maksudnya berapa?
04:37Kalau 1% yang sekarang itu kita 400 ribu angkanya,
04:41kalau 6, 6 x 4 berarti 2,4 juta lapangan kerja akan tercipta dari pertumbuhan 6% lapangan kerja baru
04:47ya.
04:48Belum cukup untuk menyerap semua tenaga kerja yang masih ke usia kerja.
04:52Kita perlu tumbuh kalau nggak salah dengan hitung itu 6,5-6,7%.
04:57Makanya kita ingin ekonominya pelan-pelan, makin tumbuhnya makin cepat, makin cepat, makin cepat.
05:02Sehingga orang yang masih usia kerja terserap dan pengangguran-pengangguran ada yang juga terserap juga.
05:09Kalau pertumbuhnya 5, nggak cukup.
05:13Makanya kita gini-gini aja, kita baru menuju 6% kan semester kedua ini.
05:19Tahun depan 6%, tahun depannya kita desain akan lebih cepat lagi.
05:28Nggak ada.
05:30Nggak ada.
05:33Saya ekstretifikasi dalam pengertian penguatan komplains di wajib pajak maupun di petugas pajak.
05:46Untung.
05:55Saya nggak tahu itu.
05:56Dari antara yang jelas di lapor ke Presiden, untungnya tumbuh besar.
06:02Angka 120 itu penting dari estimasi.
06:05Ini mancing guru.
06:07Dijangi nih mancing.
06:09Kan Anda mau tanya ke Pak Rosan.
06:10Tapi itu berarti angkanya dari Pak Rosan gitu ya?
06:12Bisa dikasihnya sekian gitu?
06:13Enggak.
06:14Pak Rosan bilang untungnya sekian.
06:17Pak Presiden yang bilang,
06:18sebagian tahu dong di pemerintah.
06:20Pak Rosan setuju.
06:21Ya keluarnya 120.
06:24Tapi itu sudah masuk ke asumsi, ke outlook APBN 2006 ini nggak Pak?
06:30Belum.
06:32Jadi itu artinya akan menjadi tambahan penerimaan?
06:33Tambahan penerimaan kalau masuk.
06:36Kan selalu hati-hati kan saya jangan sampai masuk dihitung.
06:38Baru plan dihitung masuk.
06:40Karena yang lain udah perempuan uangnya nanti.
06:42Kalau uangnya nggak jadi masuk, jeblok lah saya.
06:45Saya pastikan dulu.
07:15Yang kelas 20 semuanya.
07:18Tapi dari keuntungan BMN,
07:20ada pesantannya Pak Rosang.
07:22Gue ada,
07:23kok dia tanya itu terus?
Komentar

Dianjurkan