00:00Kita melihat kembali bagaimana dengan sidang pleno yang digelar dari pagi tadi hingga siang yang sempat diskur untuk istirahat dan
00:08makan sholat.
00:09Begitu ya Putra dan juga Saudara sedikit alot karena terjadi perdebatan dan juga perbitan dari Muktamirin terkait dengan Masa Idah
00:17Calon Ketua Umum PBNU.
00:19Dan melalui peraturan perkumpulan Pasal 7 bahwa Masa Idah Calon Ketua harus di minimal 1 tahun.
00:24Tapi Muktamirin ini dalam sidang masih berdebat dan mengusulkan terkait dengan diskon Masa Idah menjadi 6 bulan dan menghapus aturan
00:31tersebut karena dinilai mengambil hak para calon Rais Am dan juga Ketua Umum.
00:36Tentunya inilah yang masih dibahas begitu ya Putra dan juga Saudara bagaimana terkait dengan pengesahan tata tertib pemilihan Rais Am
00:43dan juga Ketua Umum ini.
00:44Untuk Muktamirin atau dari para pendukung ini mereka ingin memasuki ruang sidang pleno dan ingin meminta terkait dengan Masa Idah
00:55ini tidak pada 1 tahun.
00:58Dan ingin didiskon hingga 6 bulan atau dibatalkan atau dihapuskan aturan tersebut.
01:04Dan juga sebenarnya untuk acara ini atau untuk sidang pleno lanjut tadi ini yang sempat disperse tadi seharusnya ini dimulai
01:12pada pukul 13.30 tapi hingga saat ini hingga pukul 14.36 masih belum dimulai karena aksi masa masih berada
01:20di depan tepat sekali depan gedung serbaguna di ruang sidang pleno ini.
01:26Dan kalau kita gambarkan juga Putra dan juga Saudara Aksi Masa ini sudah melakukan penyampaian pendapat dan juga demonya di
01:34luar dari gedung serbaguna ini sekitar pukul 1.
01:39Dimulai dari sekitar pukul 1 mereka masih berada di luar barikade atau di luar penjagaan begitu ya tapi berangsur-angsur
01:47maju ke dalam, maju ke depan dan akhirnya bisa masuk ke dalam kawasan gedung serbaguna.
01:52Dan saat ini berada tepat di depan gedung serbaguna atau di depan gedung untuk ruang sidang pleno keempat terkait dengan
02:01pengesahan tata tertib pemilihan Rais Am dan juga Ketua Umum 2026-2031.
02:06Tentunya dari para pihak panitia ini ingin sekali dan juga ingin menghentikan aksi masa ini begitu dan menunggu bagaimana nantinya
02:17untuk mulainya jalan sidang pleno ini hingga saat ini dari aksi masa masih bertahan di depan gedung serbaguna dan juga
02:24dari penjagaan tentunya masih menjaga di depan gedung serbaguna.
02:28Nah ini menahan untuk aksi masa tidak masuk ke dalam karena aksi masa ini dari masa ini masih tetap ingin
02:33masuk ke dalam bertemu dengan para panitia dan juga bertemu dengan para ketua dan juga pimpinan sidang pleno keempat yang
02:40diputuh.
02:42Apakah tadi juga Anda mendengarkan gitu ya Rahman ketika kemudian masa ini tidak masuk apa yang akan mereka lakukan di
02:50sana apakah akan terus bertahan di sana atau seperti apa tuntutan dari masa pendukung yang saat ini tengah protes di
02:59area depan ruang sidang pleno?
03:05Ya tentunya dari masa ini menginingkan bertemu dengan para panitia begitu ya tadi disebutkan ada menyebutkan nama Gus Ipul begitu
03:14ikibat bertemu dengan Gus Ipul karena tentunya Gus Ipul merupakan ketua dari ketua panitia muktamar ketiga puluh libanan datul ulama
03:21mereka ingin bertemu begitu dan ingin masuk ke dalam ruang sidang pleno.
03:24Tadi sempat hampir memasuki di pintunya putus dan juga saudara dan juga ingin memasuki begitu ya ruang sidang dan mereka
03:37menunggu sebentar dan apakah dari para penjagaan ini mengizinkan untuk masuk tapi tentunya tidak begitu dan akhirnya dari para peserta
03:50muktamar ini akhirnya terjadi saling dorong-mendorong gitu
03:53dan mereka ingin bertahan di depan ini dan tentunya untuk tujuannya adalah bisa langsung bertemu dengan panitia dan juga para
04:00pimpinan sidang pleno terkait bagaimana dengan disekam mereka dan juga perebatan mereka yang mengesulkan terkait dengan pengurangan masa idah calon
04:09ketua umum PBNU yang mereka inginkan ini di bawah satu tahun
04:15yang ini pada enam bulan atau menghapus aturan tersebut putus dan juga saudara hingga saat ini dapat digambarkan lagi dan
04:23juga dapat dilihat melalui juru kamera Kopos TV Riki Sultana ini para peserta muktamar ini mereka masih bertahan di depan
04:30dan juga masih terjadi perdebatan begitu ya antara peserta muktamar dengan para
04:45penjagaan di depan gedung serbaguna ini penjagaan berlapis-lapis begitu tentunya putus dan juga saudara saya posisinya berada tepat di
04:54belakang penjagaan dan ini sangat
05:01berada di tepat di depan gedung serbaguna dan kalau kami melihat putus dan juga saudara ini tadi sempat untuk dari
05:14aksi masa ini aksi masa ini sempat sampai ke depan sini atau depan
05:19dan pintu ya putus dan juga saudara tapi tentunya didorong oleh penjagaan menuju ke halaman luar begitu dan saat ini
05:28untuk kasih masa atau dari peserta muktamar ini berada di depan
05:34berada di depan halaman gedung serbaguna ini dan pengamanan tentunya masih dilakukan putus dan juga saudara dan juga kami melihat
05:46ini adanya pergerakan putus dan juga saudara
05:48dari pengamanan dan tapi untuk dari depan saya ini masih ada pengamanannya dan untuk ruang sidang masih kosong belum ada
05:58dari peniti ataupun dari peserta muktamar yang memasuki ruang sidangnya dan kita masih menunggu
06:03kapan dari sidang pleno keempat ini akan segera dimulai usai dari askors yang dilakukan sejak tadi siang dan seharusnya ini
06:13dimulai pada pukul 13.30 waktu Indonesia Barat
06:18putus dan dikasih ini masih bertahan pada peserta muktamar ini masih berada di dalam dan menunggu bagaimana mereka ini bisa
06:28masuk tapi tentunya kamu melihat ada beberapa dari
06:33peserta muktamar ini mulai memasuki ruang sidang satu persatu dan ini dibukakan jalan oleh para
06:45dan dibukakan jalan begitu ya untuk para peserta muktamar bisa masuk ke dalam ruang sidang dan kalau kita melihat kalau
06:52peserta muktamar sudah mulai satu persatu masuk ke dalam ruang sidang ini artinya tidak lama lagi
06:57dari sidang pleno ini skornya dicabut atau akan dimulai sidang pleno keempat ini dan dapat dilihat ini peserta muktamarnya sudah
07:07mulai satu persatu masuk dan artinya sudah memasuki ruang sidang dan ruang sidang ini sudah mulai diisi oleh peserta muktamar
07:15tapi tentunya aksi masa masih berada di depan
07:19kawasan gedung serbaguna
07:21kompas bahrol ulum ini putuh
07:25kalau kita lihat kan sebetulnya tuntutannya hanya satu ya rahma yang disampaikan atau dari protes yang disampaikan oleh terkait dengan
07:33masa ida
07:34nah kalau dari bacaan anda ketika melihat situasinya di lokasi artinya
07:39masa yang saat ini masih bertahan di area ruang pleno ini hanya masa pendukung Gus Yusuf saja atau juga ada
07:47dari masa pendukung yang lain
07:50karena kalau kita lihat masa ida ini kan berbicara soal bagaimana ketua PBNU ini setidaknya harus satu tahun dulu begitu
07:58ya berhenti tidak melakukan aktivitas atau terlibat dalam aktivitas politik
08:03apakah ada nama-nama lain yang kemudian juga bisa terdampak selain Gus Yusuf atau disana hanya masa pendukung Gus Yusuf
08:10saja
08:15kalau kami mendengar juga informasi yang kami ketahui hingga saat ini hingga saat melaporkan ini putih dan juga saudara saja
08:21pendukung dari Gus Yusuf saja
08:22karena kalau kita melihat bagaimana dengan Gus Yusuf ini hanya baru delapan bulan tidak sampai satu tahun begitu ya untuk
08:32masa ida
08:33dan itulah kenapa dari pendukung Gus Yusuf ini menginginkan untuk masa ida ini didiskon hingga enam bulan begitu ya hingga
08:41enam bulan atau dihapuskan
08:42karena ini tidak bisa dari Gus Yusufnya maju sebagai calon ketua umum PBNU jika adanya peraturan perpupulan ini terkait dengan
08:55masa ida
08:56partai politik ini minimal ini satu tahun dan ini ada pergerakan lagi putih dan juga saudara kami melihat ini di
09:05depan kawasan gedung
09:08serbaguna ponves baru ulum terjadi kembali dorong-dorongan begitu ya baik dari peserta buktama dari pendukung begitu dengan para penjagaan
09:17di depan gedung serbaguna ini kalau kami melihat memang bagaimana panasnya disini tentunya ini sempat berhenti sebentar
09:28dorong-dorong aja nanti kembali ada protes lagi yang disampaikan juga mereka dorong-dorongan kembali dan berhenti sebentar
09:36dan hingga saat ini masih terjadi dorong-dorongan begitu ya dimana maka para peserta buktama atau para pendukung ini
09:43menginginkan masuk ke dalam ruang sidang pleno ini yang sebentar lagi kalau kita melihat kalau sudah ada beberapa
09:51dari peserta muktamar ya memasuki ruang sidang pleno itu artinya akan dimulai sidang plenonya dan juga skornya akan
09:58dicabut apa syaratnya kemudian sidang ataupun juga skor sini dicabut rahmat karya terkait dengan jumlah
10:06peserta pleno untuk kemudian bisa memulai skor yang sebelumnya ini diberikan
10:17iya puter dan juga saudara tentunya harusnya lebih kondusif terlebih dahulu begitu ya puter dan juga
10:24saudara bagaimana untuk sidang pleno ini skornya disabut dan juga dilanjutkan untuk pembahasan
10:31terkait adegan tata tertib pemilihan ketua umum dan juga tata tertib pemilihan raisam yang dilaksanakan
10:38pada sidang pleno keempat ini tingkat saat ini tentunya masih belum dimulai puter dan juga saudara
10:44skornya belum dicabut dan juga kami melihat belum juga terlihat para pimpinan sidang dan juga para
10:50partitia yang masuk ke dalam ruang sidang pleno ini tapi tentunya kami belum bisa melihat secara langsung
10:56ke dalam puter dan juga saudara karena kalau untuk akses sendiri untuk masuk ke dalam ruang sidang pleno ini
11:02ada beberapa akses ada di tempat saya melaporkan ini juga ada di pintu di dekat
11:08panggung begitu atau di depan ruang sidang tentunya kami masih memantau di sekitar lokasi atau di depan
11:17ruang sidang ini kami belum bisa memantau ke dalamnya dan dikasih kami memantau karena belum adanya para
11:24pimpinan sidang yang masuk begitu dan para peserta muktamar ini baru bisa terlihat sedikit begitu ya
11:32saya masuk ke dalam ruang sidang artinya ini belum bisa dimulai sidang plenonya dan juga aksi masa-masa
11:39ini masih bertahan di depan ruang sidang ini putuh baik terima kasih laporan anda jurnalis Kompas TV Ramah
11:45pilihan dan juru kamera Riki Sultan melaporkan dari Jawa Timur
11:50dan jurnalis Kompas TV Ramah
11:50terima kasih
11:50selamat menikmati
11:50selamat menikmati
Komentar