00:00Maraknya kasus keracunan program MBG di berbagai daerah memicu kekhawatiran.
00:05Bagaimana sebenarnya standar keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa?
00:09Namun, sebuah solusi brilian justru lahir dari tangan pelajar.
00:14Berawal dari keresahan itu, dua siswa cerdas dari SMP Negeri 1 Turi punya inovasi yang luar biasa.
00:21Abian dan Pradipta, siswa kelas 9, menciptakan alat detektor pintar yang mampu mendeteksi makanan MBG yang sudah basi.
00:29Ya, perkenalkan nama saya Abian Jalevi dari kelas 9B SMP Negeri 1 Turi.
00:35Ya, awal mula kami membuat alat ini adalah kita melihat banyak kasus keracunan MBG di Indonesia.
00:40Sehingga kami berdua berdiskusi untuk membuat alat ini supaya angka keracunan MBG di Indonesia bisa turun dan bisa diminimalisir.
00:49Ini untuk membuat alat ini sekitar 5 bulan karena kita harus mendesain alatnya, merancang sistemnya, dan memprogram.
00:54Kalau awal mendesainnya itu awalnya kita bokehnya agak lebih panjang sama sencornya ada lebih sedikit.
01:00Kemudian itu kita desain sebanyak 3 kali dan hasil finalnya seperti ini.
01:04Sencornya lebih sedikit, sencornya lebih banyak dan bokehnya lebih minimalis.
01:07Ya, perkenalkan nama saya Pradipta Widi Nugroho dari kelas 9B.
01:11Kami melihat banyaknya kasus keracunan MBG di Indonesia.
01:16Jadi kami inisiatif untuk bisa mengurangi angka keracunan itu.
01:23Ya, kita bareng-bareng sama bagi tugas.
01:24Ada yang beli komponen, ada yang beli baterai, beli box gitu.
01:29Kalau dana dari buat ini sekitar 500 ribu.
01:32Ini nggak, kita berdua patungan.
01:34Ya, patungan, kita berdua patungan.
01:36Dari sekolah cuma bantuan dari buani membimbing.
01:38Dari pembimbing aja, ya membantu program gitu, membantu.
01:41Dari sekolah membantu sama buani.
01:43Dari awal, dikit dari bersama-sama dari desain box-nya, dari komponen-nya, memprogramnya bersama sama buani.
01:49Kalau banyak-banyak yang kami gunakan itu ada 4 buah baterai, 1 saklar, 2 buah layar,
01:54sencor MQ3, sencor MQ135, TCS3200, DHT11, dan sebuah kipas buat menjaga sebuah ruangan box yang tetap stabil.
02:03Ya, semuanya kami ada keinginan untuk membuat alat, mengembangkan alat ini,
02:07supaya bisa digunakan di seluruh sekolah Indonesia, supaya angka keraguan MBG bisa turun.
02:12Ya, kita, kami, saya juga suka elektronik.
02:15Ya, saya-sari-sari-sari suka merangkai-rangkai elektronik gini, suka.
02:18Ada pernah kita membuat penyiram tanaman otomatis itu berbasis suatu timer.
02:22Kalau lebih, saya membaca buku.
02:23Macam-macam, membaca buku.
02:25Ya, macam-macam elektro ada, bicara bahasa ada.
02:29Tau, sebangga juga.
02:31Bagaimana reaksi mereka?
02:33Ya, bangga karena punya anak yang bisa buat kayak gini, terus terkenal, gitu.
02:39Bisa dilihat oleh banyak orang, bermanfaat.
02:43Belum sih, masih fokus buat ngembangin detektor MBG ini.
02:48Kira kurang deteksi apa, gitu, yang buat deteksi makanan gitu, detektornya kurang apa.
02:55Selamat menikmati.
02:57Selamat menikmati.
02:57Selamat menikmati.
Komentar