Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 4 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - IHSG diproyeksikan bergerak sideways dengan kecenderungan melemah pada pekan ini.

Kepala Riset Panin Sekuritas Nico Laurens menilai investor masih perlu mencermati sejumlah faktor global, mulai dari meningkatnya tensi geopolitik, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat, hingga kondisi likuiditas global yang berpotensi menjadi katalis negatif bagi pasar saham.

Di sisi domestik, penguatan rupiah dan sentimen positif dari penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia menjadi faktor yang menopang pasar.

Namun, investor tetap disarankan wait and see sembari mencermati perkembangan harga minyak, rebalancing MSCI, arus dana asing, serta dinamika ekonomi global yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Produser: Prayogi Haro

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/688260/full-ihsg-diproyeksi-sideways-melemah-ini-sentimen-yang-perlu-diwaspadai-investor-kompas-pagi
Transkrip
00:06Intro
00:09Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya Yan Rahman
00:12dan diangkat oleh Kompas Bisnis hari ini adalah yang satu ini
00:15yaitu DPR Sepakat Destri Damayanti jadi Gubernur Bank Indonesia
00:19lalu pasar merespon positif terkait kabar ini
00:22Setelah menjalani uji kelayakan dan juga kepatutan pada Rabu pekan lalu
00:26Destri Damayanti disepakati oleh Komisi 11 DPR RI sebagai Gubernur Bank Indonesia
00:32periode 2026-2031
00:34Keputusan ini diambil berdasarkan musyawarah mufakat melalui keputusan rapat internal komisi
00:41Menurut jadwal saudara besok, ini besok 1 September 2026
00:46DPR akan meresmikan kesepakatan pemilihan Dewan Gubernur Baru BI dalam rapat paripurna
00:52Lalu seperti apa pernyataan dari DPR? Kita lihat
00:56Nah ini dia Saudara
00:58Pernyataan dari Muhammad Misbakun, Ketua Komisi 11 DPR RI
01:02Kepada wartawan, dimana Misbakun menyebutkan
01:05Kita melalui keputusan internal dan musyawarah mufakat
01:08telah menetapkan Ibu Destri Damayanti
01:12ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia
01:14periode 2026-2031
01:16Kita memilih secara musyawarah mufakat dan nanti kita akan mengagendakan mereka ditetapkan di rapat paripurna tanggal 1 September 2026
01:27Kemudian Saudara, apa sih strategi dari Destri Damayanti nanti setelah disepakati menjadi Gubernur Bank Indonesia?
01:35Kita lihat data
01:36Nah ini dia strategi ataupun lebih tepatnya 5 strategi yang memang diungkapkan oleh Destri Damayanti
01:45yang dipaparkan saat uji kelayakan dan juga kepatutan pada pekan lalu
01:50Yang pertama Saudara kita lihat ini adalah memperkuat bauran kebijakan dari Bank Indonesia
01:57Artinya ini lebih proaktif dan forward looking
02:00terutama untuk menjaga stabilitas rupiah
02:03serta memperkuat smart intervention sesuai kondisi market
02:07Kedua yaitu memperkuat pengawasan lalu lintas devisa
02:12Caranya Saudara ini dengan memperkuat sistem pengawasan digital
02:16dan juga memanfaatkan supervisory technology
02:19Kemudian yang ketiga adalah mendorong inklusif ekonomi dan juga keuangan syariah
02:25Disini Destri memaparkan agar masyarakat dapat mengakses layanan keuangan
02:31Yang keempat yaitu memperkuat tata kelola dan juga inovasi
02:35dimana Destri juga memaparkan bahwa semakin besar mandat Bank Indonesia
02:39maka semakin kuat pula kelembagaannya
02:43Yang kelima ataupun yang terakhir yaitu memperkuat sinergi merah putih
02:47Disini artinya membutuhkan kerjasama dengan pemerintah dan juga pihak lain
02:51untuk memaksimalkan kinerja program yang ada
02:54Lalu bagaimana Saudara respons pasar setelah Destri disepakati sebagai Gubernur Bank Indonesia
02:59Kita lihat kinerja IHSG di data selanjutnya
03:07Kita lihat Saudara bagaimana data IHSG
03:09Nah ini dia pada pengumuman Destri Damayanti disepakati DPR sebagai Gubernur Bank Indonesia
03:13Pada 27 Agustus 2026 IHSG ini naik 1,81% atau 116 poin ke level 6521
03:22Tepatnya disini Saudara
03:23Dari 26 Agustus ke 27 Agustus ini ada kenaikan yang cukup signifikan
03:30Dari 6.405 ke 6.521
03:35Kemudian kalau kita tarik lebih jauh lagi pada pekan lalu
03:39Di awal pekan Saudara ini IHSG berada di 6.500an
03:436.501 tepatnya turun di 26 Agustus menjadi 6.405
03:49Naik Saudara di 27 Agustus di 6.521
03:52Dan turun tipis pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu
03:56Yaitu di 6.518
03:59Pada perdagangan Jumat pekan lalu
04:01IHSG terkoreksi tipis dengan nilai transaksi
04:03Ini mencapai 14,86 triliun rupiah
04:07Dengan volume transaksi sebanyak 33,3 miliar saham
04:12Serta frekuensi perdagangan tercatat 1,87 juta kali
04:16Lalu saham apa yang jadi penopang IHSG pekan lalu
04:20Kita lihat data
04:23Nah lagi-lagi Saudara ini
04:25Big Banks jadi penggerak utama IHSG
04:28Di tanggal 28 Agustus 2026
04:31Ataupun pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu
04:33Kita lihat ada BBCA ataupun Bank BCA
04:37Ada juga Bank Mandiri
04:38Ada juga BRI dan juga ada BNI begitu
04:42Dimana Bank Sentral Asia atau BCA
04:45Dengan kode emiten BBCA
04:46Ini berkinerja 1
04:49Ataupun naik 1,17%
04:52Dimana pada pekan lalu memberikan kontribusi positif sebesar 7,05 poin
04:57Sementara Bank Mandiri ini naik pada perdagangan
05:02Ataupun penutupan perdagangan Jumat pekan lalu
05:04Sebesar 0,95%
05:06Dimana ini Bank Mandiri berkontribusi terhadap IHSG di 3,48 poin
05:13Sementara Bank Rakyat Indonesia dengan kode emiten BBRI
05:16Ini naik sahamnya 1,27% pada Jumat pekan lalu
05:21Dimana ini BBRI berkontribusi terhadap IHSG sebesar 6,22 poin
05:27Sementara terakhir ada BNI
05:30Ini juga kinerjanya naik pada pekan lalu
05:32Di 1,89% dengan kontribusi terhadap IHSG sebesar 2,46 poin
05:39Kemudian saudara sisi sektoral ada 4 sektor yang ditutup di zona hijau
05:44Sektor keuangan jadi penguat terbesar dengan kenaikan 0,83%
05:49Di susu sektor teknologi, sektor konsumen non-primer hingga sektor industri
05:54Lalu bagaimana dengan dana asing kita lihat ke data berikutnya
05:57Nah ini ada arus dana asing yang kita pantau
06:01Keluar saudara di penutupan perdagangan Jumat pekan lalu
06:05Ada sebesar 482 miliar rupiah
06:09Namun kalau kita lihat juga bahwa seiring dengan koreksi TPCISG
06:14Ternyata memang asing tercatat keluar begitu
06:17Namun kalau kita tarik lagi selama sepekan
06:19Justru asing naik cukup signifikan
06:22Yaitu di angka 2,42 triliun rupiah
06:26Ini kalau kita lihat dari asing yang pada pekan lalu keluar
06:34Ataupun tepatnya pada penutupan perdagangan lalu keluar
06:37Namun selama sepekan ada masuk atau inflow sebesar 2,42 triliun rupiah
06:41Artinya masih ada harapan begitu untuk proyeksi di pekan ini
06:47Kemudian kita lihat juga ada sentimen lain saudara selain IHSG yaitu rupiah
06:51Kita lihat data
06:55Data dari Jisdor Bank Indonesia tercatat saudara
06:58Rupiah ini menguat 59 poin ke level 17.703
07:03Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu
07:06Ini perdolar Amerika Serikat
07:07Dimana kalau kita tarik lagi saudara pada awal pekan
07:11Tempatnya di 24 Agustus
07:13Yaitu rupiah masih berada di 17.703
07:16Melemah di hari berikutnya
07:21Tepatnya di 26 Agustus ke 17.717
07:24Kemudian melemah lagi di 27 Agustus
07:28Tepatnya ke level 17.762
07:31Dan ditutup manis begitu di perdagangan pekan lalu
07:34Tepatnya hari Jumat di 17.703 per dolar Amerika Serikat
07:40Saudara penguatan rupiah juga tentu jadi sentimen positif
07:43Bagi pergerakan IHSG
07:46Selain disepakatinya Desri Damayanti sebagai gubernur Bank Indonesia oleh DPR
07:51Ada sentimen apa lagi yang mempengaruhi kinerja IHSG selama sepekan terakhir
07:56Dan apa yang harus diwaspadai pada pekan ini
07:59Usah jeda kami kembali saudara dengan pembahasan lengkapnya untuk Anda
08:02Jadi tetaplah bersama kami di Kompas Bisnis
08:19Saudara Komisi 11 DPR RI menyempakati Desri Damayanti sebagai gubernur Bank Indonesia
08:24Dan pengesahannya akan dilakukan besok dalam rapat paripurna
08:27Hal ini pun di respons positif oleh pasar lalu ada sentimen apa lagi yang mempengaruhi kinerja IHSG selama sepekan terakhir
08:33Dan bagaimana proyeksi untuk pekan ini
08:35Kita berbincang bersama Niko Lorenz, Kepala Riset Panin Sekuritas
08:38Mas Niko selamat pagi, apa kabar?
08:41Pagi Mas Yan, kabar baik, apa kabar Mas?
08:44Kabar baik juga, Alhamdulillah
08:45Mas Niko ini menurut Anda seberapa besar sih kesepakatan DPR yang menetapkan Desri Damayanti sebagai gubernur BI
08:51Pada pekan lalu mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan kemarin
08:56Saya tadi sempat membawakan bagaimana pergerakan ataupun kinerja IHSG
09:00Pada saat pengumuman di hari Rabu kemarin itu ada peningkatan IHSG begitu
09:06Lebih dari 1%
09:07Analisis Anda seperti apa?
09:10Iya, jadi kalau kita lihat dari sisi investor sih sebenarnya kemarin penunjukan dari Bu Destri itu
09:17In overall itu positif ya
09:18Karena kan sebenarnya dilematiknya investor itu kan adalah
09:22Apakah kandidat buat yang gubernur BI ini adalah dari kalangan politis atau teknokrat
09:28Dan positifnya ini adalah dari internal bank Indonesia
09:31Dan kita tahu track recordnya Bu Destri sudah lama ya di market ya
09:35So ini sebenarnya ngasih message terkait dengan bahwa kebijakan BI ini akan terus continue ya
09:41Akan terus berlanjut
09:41Kalau kita lihat itu juga ekspektasinya adalah independensi BI-nya bakal dijaga
09:46Stabilitas keuangan itu terjalan
09:48Nah, cuman sebenarnya kalau kita lihat dari yang investor juga akan coba cermati
09:54Sebenarnya akan seperti apa kebijakan yang diambil oleh Bu Destri gitu ya
09:58Karena kan di satu sisi sebenarnya kalau kita lihat tadi statementnya itu kan adalah
10:01Pernyataan terkait dengan productivity
10:04Kalau productivity mungkin agak sedikit kontras dengan kayak ibaratnya pro growth gitu ya
10:10Karena kan kalau kita lihat itu kan kalau pengen dorong pertumbuhan kan mungkin kebijakannya nggak akan terlalu stable
10:16Artinya dia kita kan kebijakannya itu lebih longgar gitu ya
10:19Nah, jadi ini agak sedikit ya
10:20Nah, jadi sebenarnya investor akan coba lihat nih
10:23Apakah dari Bu Destri itu bisa maintain dari sisi stability-nya itu tadi
10:28Itu yang lebih penting
10:28Karena stability berarti artinya BI bisa lebih independen ya
10:33Jadi market akan lebih suka sebenarnya itu mas Yan
10:35Nah, cuman kalau kita melihat dari posisi sekarang
10:37Obralnya itu sebenarnya masih positif gitu ya
10:40Karena apa sih proxinya sebenarnya Bu Destri itu dilihatnya positif
10:43Mungkin yang jadi proxinya paling utama kelihatan itu adalah dari sisi inflow
10:48Inflownya itu dari obligasi ya
10:51Khususnya dari surat berharga
10:53SRBI-nya agak sedikit outflow di minggu lalu
10:55Cuman SRBI-nya masuk
10:56Dan kalau kita lihat dalam berapa hari, berapa minggu terakhir itu
10:59Uang yang masuk ke obligasinya itu lumayan positif gitu
11:03Jadi itu yang juga sebenarnya inflownya jalan
11:05Rupiahnya juga lumayan bagus ya mas Yan
11:08Walaupun rupiah ini kombinasi ya
11:11Kombinasi bahwa ada kayak dari makro, ada dari domestiknya
11:15Karena kalau dari makronya ini kan sebenarnya
11:17Kalau kita ngeliatin tren dari yang indeks dolar
11:20Itu udah mengalami penurunan, pelemahan
11:22Kenapa DXY-nya mengalami pelemahan?
11:26Karena ada beberapa concern gitu ya
11:27Pertama adalah kalau kita lihat di Amerika
11:29Itu kan risiko gagal bayarnya kan meningkat
11:31Kelihatan obligasi Amerika tuh yang tenornya panjang
11:34Yang 30 tahun tuh yieldnya naik terus gitu
11:37Bahkan si Amerika udah bilang
11:38Kita udah double nih angka kita pengen buyback
11:41Itu dari 2 miliar sampai ke 4 miliar
11:43Nah dia, cuman dananya tuh diambil dari yang tenor-tenor pendek
11:47Jadi dia isuin tenor pendek, dia beli yang tenor panjang
11:50Nah cuman itu somehow ya
11:51Investor jadi waduh, ini yield obligasinya trennya naik terus
11:54Bahkan yield obligasi di Amerika tuh
11:56Tinggi sejak tahun 2007
11:58Nah ini yang sebenarnya juga ketrigger
12:01Berarti artinya kalau yieldnya naik
12:02Berarti kan artinya harganya turun ya
12:04Berarti kan orang lagi pada keluar
12:05Nah kalau kita lihat data terakhir
12:08Juga defisit fiskal di Amerika tuh
12:10Nggak terlalu bagus ya
12:11Bahkan kalau kita bandingin sama negara-negara yang maju
12:14Itu dia tinggi mas Ian
12:16Itu dia 3,5%
12:17Kalau kita bandingin sama UK aja cuman 3,1%
12:20Euro mungkin sekitar 1% gitu
12:22Jadi itu ada beberapa kekhawatiran sih
12:25Sebenarnya terkait dengan US
12:28Makanya rupiahnya juga bisa bagus ya
12:30Oke itu sejumlah sentimen positif justru untuk HSG
12:33Tadi ada sebutkan soal keputusan untuk Destri Damayanti
12:37Dan juga soal penguatan rupiah
12:38Namun kita juga tidak bisa menyampingkan
12:40Ada juga katalis ataupun sentimen-sentimen negatif
12:42Sepanjang pekan lalu
12:43Ini Mas Niko ada sejumlah sentimen seperti kasusnya Bank Mandiri
12:47Hingga ada aksi di 27 Agustus
12:50Namun ternyata ini Big Banks termasuk Bank Mandiri
12:54Justru jadi penopang HSG
12:56Apakah Anda melihat sentimen-sentimen yang saya sebutkan tadi
12:59Justru tidak mempengaruhi kinerja saham dari Big Banks?
13:03Iya, dan overall sebenarnya gini sih
13:05Ini kasus terkait dengan Bank Mandiri itu kan
13:08Menurut kita itu adalah faktor spesifik
13:10Jadi kalau kita melihat market itu ada dua sebenarnya
13:13Faktor spesifik sama faktor yang ibaratnya sistematik
13:17Sistematik itu ibaratnya kalau banknya itu jelek
13:20Mandiri kena, semua bank itu pasti bakal negatif
13:23Nah itu keisnya biasanya apa?
13:25Kalau kayak contohnya kemarin laporan keuangan Bank Mandiri
13:27Dia aksi statement bahwa
13:29Oh kayaknya dari sisi profitabilitas kita bisa makin tertekan
13:32Khususnya di kuartal ketiga
13:33Berarti artinya oh Mandiri kena
13:36Berarti sektor lain kena
13:37Itu adalah sistematik
13:38Itu pasti badat turun semua
13:39Cuma kalau kita melihat kasusnya Bank Mandiri
13:41Itu adalah faktor spesifik
13:43Nah, jadi dan itu udah ke-price in ya
13:46Karena kalau kita lihat kan juga Bank Mandiri itu cepat ya
13:48Ini mereka melakukan komunikasi
13:50Mereka meminta maaf
13:51Dan ini yang sebenarnya market juga gak ngeliat ini
13:54Menjadi kayak isu governance ya
13:56Corporate governance
13:57Jadi relatifnya kita lihatnya udah price in ya
14:00Nah, yang kedua kalau kita lihat dari sisi demo ya
14:03Demo itu sebenarnya kan ada sedikit concern, kekhawatiran
14:07Dan market itu juga udah gak terlalu suka
14:10Itu di hari Rabu sebenarnya
14:12Cuma kalau kita melihat yang
14:13Eh sorry, di hari Kamis gitu
14:15Marketnya kan sempat negatif ya
14:17Cuma kalau kita lihat yang ketika hari demonya
14:19Itu marketnya malah rebound gitu kan
14:22Karena di posisi itu sebenarnya
14:24Demonya itu relatifnya terkendali tuh
14:26Mas Yan
14:27Rupiah itu gak terlalu ada pressure
14:29Asing juga gak kayak outflow yang agresif gitu ya
14:32Nah, jadi kita lihat sih sebenarnya
14:34Dampak dari demo dan Bank Mandiri itu tuh
14:36Relatifnya lumayan kejaga sih ya
14:39In overall ya
14:40Oke, kalau kita melihat
14:42Bagaimana proyeksi untuk pekan ini
14:43Saya juga melihat tadi membaca
14:45Ada juga di mod di harian kompas
14:46Terkait juga dengan Bank Rakyat Indonesia atau BRI
14:49Yang merilis laporan keuangannya di satu semester
14:51Tampaknya ini juga kabar gembira
14:53Begitu bagi holder BBRI
14:55Karena ada kenaikan laba bersih
14:57Sekitar 17,5 persenan
14:59Apakah ini juga menurut Anda
15:00Akan mendonggerak IHSG pada pekan ini
15:02Karena memang
15:03Ataupun melanjutkan tren di 6.500an
15:06Apakah Anda melihat
15:07Apakah ini IHSG masih akan berada di track yang sama
15:10Atau justru ada yang perlu diantisipasi juga
15:14Iya, in overall sih laporan keuangan tuh
15:16Soalnya jadi katalis positif ya
15:18BRI kemarin tadi labanya udah di pose
15:20Itu naiknya sekitar 17 persen
15:22Walaupun kita coba cermatin apakah ini sustain atau enggak
15:25Karena kan kalau kita lihat itu kan growth itu
15:28Kalau kita lihat di beberapa bank itu
15:29Banyak ketolong dari segmen korporasi
15:31Khususnya misalnya kayak kredit-kredit yang related
15:33Partis ya
15:34Contohnya kayak pemerintah
15:36Koperasi desa merah putih
15:38MBG related gitu ya
15:39Porsinya naik
15:40Jadi korporasi loannya itu naik
15:41Labanya tumbuh
15:42Cuman yang jadi pressure itu kan pasti
15:45Profitabilitas itu
15:46Atau spread profitabilitas itu
15:48Sebenarnya makin kecil
15:49Nah jadi relatively mix sih sebenarnya kita lihat mas
15:52Cuman yang jadi paling penting
15:55Buat yang di minggu ini
15:56Sebenarnya paling masalah itu adalah makro
15:58Oke
15:59Nah jadi kalau kita lihat makro ini kan
16:01Tensi geopolitiknya kan belakangan lagi enggak terlalu bagus ya
16:04Kemarin Iran udah ada serangan ke US base yang di Jordan
16:07Kemarin ada tanker-tanker itu juga kena serang juga
16:11US itu juga balas ya
16:12Walaupun US udah kasih argumen bahwa
16:14Tujuan kita nyerang tuh sebenarnya bukan buat memberi serangan
16:17Cuman untuk mengatasi terkait dengan deployment dari yang
16:21Ranjau lautnya itu tadi
16:22Nah cuman tensi ini enggak terlalu bagus
16:23Nah sama yang kedua
16:25Yang market juga enggak terlalu suka adalah
16:27Kemarin pidatonya
16:28Bosnya The Fed
16:30Kevin Wars
16:31Jadi
16:31Luang bunga ya
16:32Chairman
16:32Betul
16:34Jadi kalau kita lihat chairmannya The Fed itu
16:35Bilang sebenarnya bahwa
16:37Kok kayaknya inflasi di US itu tuh
16:39Kayaknya lumayan struktural dan lumayan tinggi gitu ya
16:41Jadi apa sih proksinya
16:42Itu kalau kita lihat kayak contohnya namanya
16:44Personal Consumption Expenditure
16:46Namanya PCE
16:47Inflasi
16:48Yang inti sama yang ini tuh tinggi mas
16:50Bisa di atas 3 persenan
16:513,1 kalau masalah
16:53Nah jadi itu yang sebenarnya menunjukin
16:55Oh inflasi yang jadi acuannya The Fed aja nih
16:57Enggak turun-turun gitu
16:58Berarti artinya
16:59Kita masih ada ruang loh
17:00Buat menaikkan suku bunga
17:01Nah kalau dulu marketnya rebound ini kan ekspektasinya nanti yang di meeting September
17:06Kemungkinan suku bunganya gak dinaikin
17:08Inflasinya lebih stabil
17:10Obligasinya lebih stabil
17:11Cuman kalau kita lihat fase yang sekarang
17:13Sebenarnya ada tone
17:15The Fed itu bakal naikin suku bunga
17:17At least 1 kali
17:17Sampai akhir tahun ini
17:19Dan selalu ingat bahwa
17:21Ketika liquidity ini makin ketat
17:23Itu sebenarnya market gak terlalu suka gitu ya
17:25Karena kan equity ini kan butuh growth kan
17:27Nah jadi itu sih
17:28Emang ke capture-nya dari mana lagi Pak?
17:30Biasanya
17:30Nah ini kalau kita melihat kayak contohnya
17:32Data-data Central Bank yang ada di dunia ya
17:34Mas Yian ya
17:35Jadi yang salah satu proksinya itu adalah
17:37Total asetnya Bank Central
17:39Dibagi sama size perekonomian
17:42Nah ini kita lihat tuh angkanya makin turun
17:45Sentasinya
17:45Bahkan itu kalau kita tuh terendah dalam
17:47Sejak kita bandingkan sama zaman-zaman COVID
17:50Tahun 2021 misalnya
17:52Artinya apa sebenarnya?
17:54Kalau total asetnya Central Banknya naik
17:56Itu kan artinya mereka tuh banyak beliin barang yang ada di pasar
17:59Jadi aset mereka naik
18:01Uang di pasarnya makin banyak
18:02Nah itu kan berarti aset GDP-nya naik
18:06Nah cuman posisi sekarang aset GDP-nya turun
18:08Berarti artinya mereka mulai kayak ngejualin barang mereka
18:11Mereka himpun liquidity di pasar
18:13Berarti artinya
18:14Liquidity ini mulai bakal kering nih
18:16Nah ini yang sebenarnya kalau kita melihat ya
18:18At least di minggu ini
18:19Short term ini akan jadi katalis negatif ya
18:22Mas Yian ya
18:23Buat overall global market
18:25Dan juga buat ISG-nya
18:26Karena kalau kita lihat market Asia kan
18:28Nikkei-nya lumayan
18:29Turunnya lumayan
18:30Cospi-nya juga turunnya lumayan
18:32US-nya juga turun lumayan
18:33Jadi itu sih
18:34Kautirannya Mas Yian
18:35Oke kalau kita lihat
18:36Pantau pada hari ini
18:38Mas Niko
18:39Tampaknya
18:39IHSG ini masih sideways
18:40Naik turun-naik turun
18:42Merah hijau
18:43Merah hijau begitu
18:43Kemudian kalau kita melihat tadi
18:45Seperti membahas terkait dengan inflow
18:46Dan juga netsell
18:47Pada perdagangan Jumat
18:48Pekan lalu
18:49Sempat disinggung juga oleh
18:50Mas Niko tadi
18:51Asing ini keluar 400 miliaran
18:54Namun dalam sepekan
18:54Kalau kita tarik lebih jauh
18:56Ini ada 2 triliun yang masuk
18:58Ini
18:58Kalau kita dari kacamata investor
19:01Ini artinya apa?
19:02Apakah masih wait and see juga
19:03Untuk masuk
19:04Atau
19:04Seperti apa?
19:06Iya
19:07Kalau di posisi sekarang sih
19:09Sebenarnya investor
19:10Harusnya masih wait and see dulu ya
19:11Mas Niko
19:12Karena globalnya
19:14Itu lagi gak terlalu bagus
19:16Nah
19:16Karena ini juga dampak
19:18Ke harga minyak sebenarnya
19:19Walaupun positifnya
19:21Kalau harga minyak sekarang
19:22Karena gini sih
19:23Harga minyak
19:24Kalau misalnya dia naik
19:25Pasti kan gak bagus
19:26Buat Indonesia kan
19:27Karena kita adalah
19:28Net importer minyak
19:29Jadi dari kebutuhan
19:31Konsumsi minyak kita
19:32Yang 1,5 juta barrels
19:34Per satu hari itu
19:35Itu yang makan
19:36Domestik cuma 600 ribu
19:38900 ribunya kan kita import
19:39Jadi kalau harga minyaknya
19:40Makin mahal
19:41Pasti PR gitu ya
19:42Karena artinya
19:44Yang orang khawatir ini kan
19:46Adalah
19:46Defisit fiskal kita tuh
19:47Bisa makin lebar
19:48Karena kan ada komponen
19:49Subsidi disitu
19:50Nah
19:51Cuman
19:51Kalau kita ngeliat data
19:52Minyak yang terakhir loh
19:53Kok harga minyaknya malah turun
19:54Padahal harusnya kan
19:55Tensi geopolitik
19:56Karena minyaknya kan
19:57Harusnya bakal naik
19:58Nah
19:58Karena kemarin dari Trump
20:00Itu udah ada kasih
20:01Announcement bahwa
20:03Dia bilang bahwa
20:04Minyak yang dari Venezuela
20:05Nanti itu akan menjadi
20:09Support
20:09Buat ke cadangan
20:11Minyak strategisnya
20:12US
20:12Jadi itu akan ada
20:13Kontribusi tambahan
20:14Dari minyaknya Venezuela
20:15Karena kan kalau kita
20:16Lihat minyaknya
20:17US ini
20:17Itu atau istilahnya
20:18Namanya adalah
20:19US strategic reserve
20:21Cadangan strategisnya
20:22Itu tuh udah terendah tuh
20:24Mas Yan
20:24Itu sejak tahun 1980-an
20:27Karena kan
20:28Ini minyak gak keluar kan
20:29Dari slot Hormuz kan
20:30Tensinya kan
20:31Kalau kita lihat kan masih tinggi
20:32Hormuz kan bisa kontribusi
20:33Sekitar 15 juta barrels
20:35Ada potensi juga
20:36Serangan
20:36Kalau kita lihat yang di
20:37Selat
20:38Bak Elmandep ini
20:39Bisa sekitar 5 juta
20:40Jadi hilang tuh
20:4120% dari supply-nya
20:43Jadi
20:43US
20:44Keluarin terus
20:44Nah ini
20:45Kalau gak di
20:46Deploy
20:47Itu minyak dari Venezuela
20:48Ini minyak tuh
20:49Bakal naik terus
20:50Bahkan bisa tembus
20:51Di atas 100
20:52Jadi
20:52Itu bisa jadi katalis positif ya
20:54Cuman
20:55Investor masih wait and see
20:56Sebenernya arah
20:57Dari sisi geopolitik ini
20:59Akan
20:59Seperti apa
21:00Ketiga
21:02Dari makronya udah ya
21:03Ketiga adalah MSCI ya
21:05Karena kan hari ini kan
21:06Adalah hari terakhir
21:07Rebalancing MSCI
21:08Tanggal 31 Agustus
21:10Cuman selalu ingat bahwa
21:11Pengumuman MSCI itu
21:13Udah dilakukan
21:14Dari tanggal 13 Agustus
21:16Artinya adalah
21:17Biasanya fund manager itu
21:18Cepat-cepat langsung
21:19Melakukan rebalancing
21:20Nah jadi kan mereka kan
21:21Langsung beresin posisi
21:23Gitu ya
21:23Nah
21:23Paling kalau yang di ujung-ujung
21:25Cuman masalah perubahan harganya aja
21:27Jadi harusnya
21:28Kalau kita ngeliat
21:29Dampak dari rebalancing MSCI ini
21:31Gak signifikan ya
21:32Buat ESG ya
21:33Cuman kalau kita sih
21:35Yang overall dari posisi sekarang ini
21:36Market akan sideways
21:38Posisinya
21:39Kecenderungannya
21:39Tonnya dengan
21:40Melamah ya
21:42Mas Yana
21:42Cuman sangat tergantung
21:43Dinamika dari
21:44Tensi geopolitik di global
21:46Gitu sih
21:47Proyeksinya market akan sideways
21:49Pendapatkan ini
21:49Kita lihat juga
21:50Yang perlu diperhatikan oleh investor
21:51Yang masih wet NC juga
21:53Ada faktor domestik
21:54Dan juga
21:54Global
21:55Begitu tadi ada
21:56Tensi geopolitik
21:57Termasuk
21:57Bagaimana selat hormus
21:59Dan juga
21:59Kebijakan-kebijakan
22:01Dari The Fed
22:01Begitu yang menjadi perhatian
22:03Termasuk juga
22:04Penguatan
22:05Rupiah
22:06Yang juga menjadi katalis
22:07Tentunya yang perlu diperhatikan oleh
22:09Investor
22:10Termasuk retail
22:11Terima kasih
22:11Niko Lorenz
22:12Kepala Riset Panin Sekuritas
22:14Atas waktunya
22:15Dan juga penjelasannya
22:16Bersama kami
22:16Di Kompas Bisnis
22:17Sehat Selalu
Komentar

Dianjurkan