Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Kebakaran hutan dan lahan kembali melanda sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir. Karhutla terjadi di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi Selatan, hingga Yogyakarta, dengan ribuan titik panas terdeteksi dan luas area terbakar mencapai ribuan hektare.

Kondisi ini terjadi di tengah puncak musim kemarau yang diprediksi BMKG berlangsung pada Juli hingga September 2026. Cuaca panas dan kering turut meningkatkan risiko kebakaran, sementara asap di sejumlah wilayah mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Namun, faktor alam bukan satu-satunya sorotan. Polisi menemukan dugaan pembakaran sengaja untuk membuka lahan perkebunan dan telah menetapkan 72 tersangka. Lebih dari 30 perusahaan juga sedang diproses terkait karhutla sepanjang 2026, dengan potensi kerugian negara dan pemulihan lingkungan mencapai sekitar Rp15 triliun.

Selengkapnya dalam video di atas.

#KarhutlaBerbagaiDaerah #KemarauEkstrem #PembakaranHutan

Creative/Video Editor: Lia/Daffa
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Kebakaran menjadi ancaman di sejumlah wilayah di Indonesia.
00:03Dalam beberapa pekan terakhir, laporan kebakaran muncul di berbagai daerah,
00:07mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga permukuman warga.
00:11Kondisi cuaca yang kering turut meningkatkan resiko meluasnya api.
00:15Sementara di sejumlah daerah, kumpulan asap bahkan mulai mengganggu aktivitas persyarakat.
00:20Fenomena ini tidak terjadi di satu wilayah saja.
00:24Jumlah titik kebakaran tercatat di berbagai daerah dengan luas dan dampak yang berbeda-beda.
00:29Kita mulai dari Kalimantan.
00:31Karhutlah di Kalimantan terus meluas dan berdampak pada aktivitas masyarakat.
00:36Di Kalimantan tengah saja tercatat 1795 titik panas dengan sejumlah wilayah terdampak
00:42termasuk Palangkaraya, Pulang Pisau, dan Pangkalan Bun.
00:46Kebut asap bahkan membuat kualitas udara di Palangkaraya masuk kategori berbahaya
00:51dan mengganggu aktivitas sekolah hingga penerbangan.
00:54Beranjak ke Sumatera, sebanyak 1104 titik panas terdeteksi.
00:58Sabtu 22 Agustus 2026.
01:01Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak,
01:05mencapai 528 titik di susul Bangka Belitung 221 titik dan Lampung 98 titik.
01:12Kebakaran juga terjadi di Pulau Jawa, tepatnya di Sukabumi.
01:16Kebakaran hutan dan lahan melandang kawasan Gunung Gelis Kabupaten Sukabumi
01:20pada selasa malam 25 Agustus 2026.
01:24Api membakar ladang warga dan hutan bambu hingga meluas sekitar 4 hektare.
01:29Sementara di Sulawesi Selatan, BBBD mencatat 112 kejadian karhutlah sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
01:37Dengan total area terbakar mencapai 1.613,67 hektare yang tersebar di 15 wilayah.
01:45Nrekang menjadi daerah terdampak terluas mencapai 1.044,55 hektare.
01:51Inensitas kebakaran meningkat pada Juli hingga Agustus akibat kondisi panas dan angin kencang.
01:57Kondisi serupa juga terjadi di Yogyakarta.
01:59Kebakaran lahan melanda sejumlah wilayah di D.I.E. dalam sepekan terakhir.
02:04Di Ngentak Kerejo, Kulon Progo, api muncul di sekitar bendungan Kamijoro.
02:08Sementara kebakaran di berbukitan Sulawesi Jobantul hingga Purwosari Gungkidul menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.
02:16Rentetan karhutlah ini tidak lepas dari kondisi cuaca yang semakin kering.
02:20BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli hingga September.
02:25Dengan Agustus menjadi periode terluas.
02:28Mencakup 369 zona musim atau sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia.
02:35Namun kemarau bukan satu-satunya persoalan.
02:38Di Kalimantan dan Sumatera, polisi menemukan dugaan pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja untuk membuka perkebunan sawit.
02:45Salatan pun mengarah pada industri sawit dan perusahaan pemegang konsesi.
02:49Menteri Lingkungan Hidup, Jumpur Hidayat menyebut lebih dari 30 perusahaan sedang diproses terkait karhutlah sepanjang 2026.
02:58Dengan potensi kerugian negara sekitar 5 triliun rupiah dan biaya pemulihan lingkungan hampir 10 triliun rupiah.
03:05Pendidikan hukum pun terus berjalan.
03:07Baris Kimpolri telah menetapkan 72 tersangka dalam kasus karhutlah di Kalimantan dan Sumatera.
03:13Di Sumatera Selatan, polisi juga menangkap YAP, JS, dan OB yang diduga terlibat dalam kebakaran di area PT Masih Hutan
03:21Persadar.
03:22Dari Kalimantan hingga Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Yogyakarta, retetan kebakaran ini menunjukkan bahwa karhutlah bukan sekedar persoalan musim kemarau.
03:31Ketika lahan terbakar, dampaknya merembet pada kualitas udara, aktivitas masyarakat, hingga lingkungan.
03:37Di saat yang sama, dugaan pembakaran sengaja untuk membuka lahan dan keterlibatan sejumlah perusahaan menambah persoalan yang harus diusut.
03:45Bagaimana menurut Sobat Suara, di tengah mengharapnya karhutlah dan dugaan pembakaran lahan secara sengaja,
03:51apakah penegakan hukum yang dilakukan oleh pemerintah sudah cukup untuk mencegah kebakaran kembali terjadi?
03:57Atau masih diperlukan langkah yang lebih tegas untuk melindungi lingkungan dan masyarakat?
04:02Tulis pendapat Anda di kolom komentar.
Komentar

Dianjurkan