Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KEBUMEN, KOMPAS.TV Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, berbicara soal tiga tantangan besar dunia. Mulai dari perubahan iklim, geopolitik dan disrupsi teknologi seperti artificial intelligence.

Bicara perubahan iklim, Jokowi menyinggung banjir bandang yang terjadi di Nepal.

Hal ini disampaikan saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-8 Al-Maghfurlah KH Musyafa Ali di Pondok Pesantren Al-Falah di Kebumen, Jawa Tengah, pada Sabtu (29/8/2026).

"Baru saja seminggu yang lalu juga di Nepal banjir bandang dan enggak bisa diprediksi sekarang ini karena es mencair masuk ke lembah kemudian menerjang kampung-kampung yang ada di bawahnya. Inilah problem yang sampai saat ini belum ada," ujar Jokowi.

Terkait geopolitik, perang masih terjadi di Ukraina-Rusia hingga di timur tengah.

Video Editor: Vila Randita

#jokowi #banjirbandang #iklim

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/688138/jokowi-bicara-tiga-tantangan-besar-dunia-soroti-banjir-bandang-dahsyat-nepal-china
Transkrip
00:00Inilah problem dunia yang sampai saat ini belum ada berhentinya, belum ada solusinya.
00:11Lamun siro banter, ojo di si'i.
00:17Meskipun kamu bisa cepat, jangan suka mendahului.
00:22Kadang-kadang seperti itu apa? Menyakitkan yang didahului.
00:26Di si'i itu yura senang.
00:30Apa sih? Kita itu ngerti, kita itu banter tapi kita alon kan yura apa-apa.
00:36Orang maldik kita oke-oke kali gereng, gereng, gereng, gereng.
00:41Saat ini ngerti nguh.
00:45Ampun, jangan.
00:49Kita hidup dalam dunia sekarang ini yang serba sulit.
00:57Dunia sekarang ini serba sulit, banyak tantangan.
01:03Jadi kalau kita nambahi urusan dengan hal-hal yang tidak perlu itu rugi semua kita.
01:11Coba sekarang ada yang namanya ada tiga hal dunia ini menghadapi tantangan besar.
01:16Yang pertama, ini masalah perubahan iklim.
01:20Iklim ini sudah berubah total sekarang ini.
01:25Di Eropa yang biasanya dingin sekarang kuah nas.
01:33Hujan tidak jelas waktunya.
01:35Sehingga yang terjadi banjir bandang.
01:39Yang mirsani tahun lalu bulan November.
01:45Banjir bandang di Aceh, di Sumatera Utara.
01:50Kemudian baru saja di India, di Hawaii.
01:53Baru saja seminggu yang lalu juga di Nepal.
01:57Banjir bandang.
01:59Dan enggak bisa diprediksi sekarang ini.
02:02Karena es mencair, masuk ke lembah, kemudian menerjang.
02:08Kampung-kampung yang ada di bawahnya.
02:11Inilah problem dunia yang sampai saat ini belum ada.
02:19Berhentinya.
02:20Belum ada solusinya.
02:22Oleh sebab itu saya mengajak Bapak Ibu semuanya.
02:29Kita ini kan di Indonesia ini nandur itu, nandur wit.
02:35Menanam pohon itu kan mudah.
02:39Tukulih gampang, tumbuhnya mudah.
02:43Nanamlah satu, dua, satu, dua, tiga, empat, satu orang.
02:53Biar jumlah pohon itu lebih banyak.
02:56Sehingga udara kita menjadi lebih bagus oksigennya dan tidak panas.
03:05Jangan kebalikannya, jangan negori.
03:24Yang kedua, yang berkaitan dengan geopolitik.
03:27Yang pertama perubahan iklim, yang kedua geopolitik.
03:30Coba perang antara Rusia dan Ukraina.
03:35Berapa ribu orang yang meninggal.
03:37Belum selesai.
03:39Tambah lagi di Timur Tengah.
03:45Israel, Palestina, Iran.
03:49Kirim-kiriman rudal.
03:55Sini ngirim rudal sana, sana ngirim rudal sini.
03:58Pulak balik.
03:59Berapa ribu yang meninggal karena perang seperti itu.
04:06Itu geopolitik yang betul-betul sangat menyusahkan kita.
04:10Dan dampaknya tidak hanya yang perang saja.
04:13Kita yang enggak tahu menau, dulu waktu Rusia sama Ukraina perang,
04:18tahu-tahu harga gantung naik.
04:21Karena gantung itu berasal dari Rusia dan Ukraina yang banyak.
04:26Sekarang juga sama, Iran sama Palestine sama Israel perang.
04:31Selat Hormuz ditutup.
04:35Kita yang enggak tahu menau, kena juga.
04:37Harga minyak naik.
04:40Ibu-ibu seneng.
04:53Karena itu pada perangnya di Timur Tengah jauh dari kita.
04:59Tapi problemnya kena ke kita, masalahnya kena ke kita.
05:12Itulah hal-hal yang sekarang terjadi di dunia.
05:17Dan ditambah satu lagi, perubahan iklim, geopolitik yang satu,
05:23kekacauan teknologi, disrupsi teknologi.
05:28Sekarang ini yang namanya media sosial,
05:31sudah rame, kita mengendalikan sulit,
05:34ditambah lagi yang namanya artificial intelligence.
05:38Namanya AI.
05:41Yang bisa niru suara, niru gambar, niru semuanya dari kita.
05:50Kekacauan seperti ini yang
05:54ya mau tidak mau harus kita terima.
05:57Padahal aturannya belum ada, aturannya belum ada.
06:03Inilah yang sangat akan sangat menyulitkan hampir semua negara.
06:09Menyulitkan.
06:11Tiga hal tadi.
06:12ervat peran Byrni.
06:16Kekacauan.
06:16Terima kasih telah menonton.
Komentar

Dianjurkan