Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR Jakarta pada Kamis siang diwarnai aksi seorang demonstran yang memanjat pagar Gedung DPR.

Seorang demonstran memanjat pagar Gedung DPR dengan membawa spanduk.

Berbagai spanduk yang berisi tuntutan massa juga dipasang di pagar Gedung DPR.

Selain itu, Mengenai unjuk rasa mengkritik kebijakan pemerintah juga digelar Aliansi BEM Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Malioboro, pada Kamis siang.

Dalam orasinya, massa menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah, mulai dari Program Makan Bergizi Gratis, hingga Koperasi Desa Merah Putih.

Massa juga mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset, serta menyayangkan lambatan penanganan bencana seperti gempa bumi NTT dan kebakaran hutan serta lahan.

#demo #jakarta #dpr #yogyakarta

Baca Juga Orasi Botok Usai Bertemu DPR, Tenggat Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026! di https://www.kompas.tv/regional/687683/orasi-botok-usai-bertemu-dpr-tenggat-pengesahan-ruu-perampasan-aset-maksimal-15-desember-2026



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/687685/situasi-demo-di-jakarta-hingga-yogyakarta-massa-tuntut-evaluasi-kebijakan-pemerintah-kompas-petang
Transkrip
00:00Kita ada pemerintah yang mencati presiden hari ini kawan-kawan, sepakat kawan-kawan.
00:08Punjuk rasa mengkritik kebijakan pemerintah juga digelar aliansi BEM Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Malioboro, Kamis Siang.
00:17Dalam orasinya, masa menyurahkan kritik terhadap kebijakan pemerintah,
00:22mulai dari program makan bergizi gratis hingga kooperasi Desa Merah Putih.
00:28Masa juga mendesak pengesahan RU perampasan aset,
00:31serta menyayangkan lambatnya penanganan bencana seperti gempa bumi NTT dan kebakaran hutan dan lahan.
00:50Lebih lengkap untuk memantau aksi demo sore hari ini,
00:54kita akan menghubungi rekan jurnus kompasivi, ada Medina Andas dan jurukamera Yogi Syarefi di luar gedung DPR
01:00dan juga jurnus kompasivi Renata Panggalo serta jurukamera Zamzari di dalam gedung DPR dan Michael Arewan di Yogyakarta.
01:08Namun kita pantau terlebih dahulu rekan Medina Andas yang saat ini berada di luar gedung DPR.
01:14Medina saat ini dari aliansi atau AMPB telah selesai bertemu dengan pimpinan DPR
01:20dan sepakatan ditemui bahwa RUU pengesahan atau perampasan aset akan dilakukan Desember.
01:27Lalu seperti apa demo saat ini yang informasinya ada elemen lain yang juga melakukan demo di luar gedung DPR
01:33dan apa saja tentu tadi.
01:38Betul Juno dan juga Saudara, kalau tadi pagi ini memang masa yang memadati kawasan gedung DPR
01:45tepatnya di depan gerbang di Jalan Gatot Subroto merupakan aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB
01:51dan sudah juga kembali dari AMPB ini juga sudah putar balik begitu setelah menemui sejumlah pimpinan DPR RI
02:02yang dimana hasil dari audiensi tersebut adalah disahkannya RUU perampasan aset pada tanggal 15 Desember 2026 datang.
02:10Dan kalau kami lihat dan kami pantau sejak pukul 15 waktu Indonesia Barat hingga saat ini bisa dilihat di belakang
02:16saya
02:16ini masa masih memadati kawasan gerbang gedung DPR RI tepatnya di Jalan Gatot Subroto
02:22yang dimana masa ini bukan dari AMPB tetapi dari geram atau gerakan rakyat menggugat
02:28yang dimana geram ini merupakan gabungan dari sejumlah organisasi mahasiswa
02:34tepatnya ada 14 organisasi mahasiswa dan juga masyarakat sipil
02:37yang baru saja datang sekitar pukul 15 waktu Indonesia Barat tadi sore
02:41dan sudah memadati kawasan gedung DPR RI tepatnya di depan gerbang di Jalan Gatot Subroto.
02:47Bisa dilihat di belakang saya saat ini memang ada sejumlah masa yang juga memanjat gerbang hitam gedung DPR RI
02:55dan juga sebagian dari mereka ini juga sedang melakukan pembakaran sampah di depan gerbang hitam gedung DPR RI
03:02dan sebagian dari mereka ini juga masih memadati dan juga masih melakukan orasi
03:08yang dilakukan oleh sejumlah orator secara bergantian.
03:11Ada pun tuntutan-tuntutan yang berusaha disuarakan oleh geram atau gerakan rakyat menggugat
03:17ini ada sejumlah tuntutan yang dimana tuntutannya juga kurang lebih sama Juno dan juga saudara
03:22seperti tuntutan yang dibawa oleh AMPB atau Aliansi Masyarakat Pati Bersatu
03:26dimana AMPB ini mereka mendesak pemerintah atau pimpinan DPR untuk segera mengesahkan RUU
03:32atau rancangan undang-undang perampasan aset
03:35namun kalau untuk geram ini tuntutannya adalah selain mereka juga menuntut untuk menyita aset para koruptor
03:44mereka juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi total terhadap sejumlah program prioritas Presiden Prabowo Subianto
03:52termasuk juga dengan program MBG atau program makan bergizi gratis
03:57kemudian juga Koperasi Desa Merah Putih yang dimana mereka menilai program-program prioritas ini
04:02sudah membebankan anggaran negara
04:04selain itu juga mereka juga mendesak pemerintah untuk segera mempercepat melakukan
04:10atau memberikan status bencana nasional terhadap sejumlah wilayah di daerah di Indonesia
04:16yang baru saja terkena musibah yakni NTT dan juga Sumatera
04:20dan selain itu juga tuntutan mereka lainnya adalah mereka menisak pemerintah untuk memperbaiki ekonomi negara
04:26dimana mereka menilai terus meningkatnya kenaikan harga BBM
04:30dan juga sejumlah harga bahan pokok di negara
04:34dan hingga saat ini memang masa masih memadati kawasan gedung DPR RI
04:38dan kami masih menunggu apakah nantinya akan ada dialog lanjutan atau audiensi yang dilakukan
04:44dari perwakilan geram dan juga kepada dari pihak DPR begitu Juno
04:50terima kasih laporan Anda Jones Kompasif Medina Andas dan juga Yogi Syarefi dari luar gedung DPR
04:56kita akan menuju ke dalam gedung DPR sudah darakan Renata Panggalo
05:00Renata untuk saat kami siang tadi perwakilan dari aliansi masyarakat Pati Bersatu
05:07telah ditemui oleh pimpinan DPR dan juga ada kesepakatan di sana
05:10untuk sore hari ini juga ada 10 elemen atau 14 elemen mahasiswa yang juga melakukan tuntutan
05:15dan juga beberapa tuntutan lainnya apakah juga akan ditemui oleh pimpinan DPR?
05:23ya Juno untuk saat ini kami masih terus berupaya mengkonfirmasi apakah ada agenda tersebut
05:30sama seperti tadi pagi pimpinan DPR menemui aliansi dari AMPB
05:36dari koordinatornya yakni Supriyono alias Mas Botok
05:40namun untuk saat ini dari aliansi geram nampaknya belum terlihat
05:44tanda-tanda apakah nantinya pimpinan DPR juga akan bertemu dengan mereka
05:47namun kalau dari informasi yang kami dapatkan memang dari aliansi geram sendiri ini
05:51juga berharap bisa bertemu dengan pimpinan DPR untuk menjalin
05:55menyampaikan langsung begitu ya dan menjalin komunikasi yang berbeda
06:00karena memang kalau yang disampaikan dari sebelum-sebelumnya
06:04jika ada aksi demonstrasi ini nampaknya belum ada komunikasi yang dibarengi dengan aksi nyata begitu
06:10sehingga tentunya pertemuan dengan pimpinan DPR diharapkan bisa menghasilkan aksi
06:15maksud kami hasil yang nyata dari aksi hari ini
06:19kalau yang bisa kami gambarkan juga pemandangan di sore hari ini berkaitan dengan pengamanan
06:24Juno dan juga saudara nampaknya ini lebih diperketat pengamanannya dibandingkan dengan tadi pagi
06:30juru kamera kompas TV jam sehari akan memperlihatkan
06:44Renata bisa terdengar suara saya
06:50baik informasinya tadi bahwa belum ada konfirmasi langsung terkait dengan pertemuan antara mahasiswa geram
06:58yaitu gerakan rakyat menggugat
07:01untuk saat ini kami akan coba lagi menghubungi rekan Renata
07:04Renata, untuk saat ini seperti apa pengamanan yang tadi ingin Anda sampaikan?
07:11baik tampaknya kami mengalami gangguan teknis
07:13rekan kami Renata Panggalu tadi menginformasikan bahwa pengamanan sore hari ini diperketat
07:20terutama di dalam gedung DPR
07:23kita akan menuju ke Yogyakarta
07:24sudah ada rekan Michael Aryawan di sana
07:27nah Michael untuk saat ini informasinya BEM di wilayah Yogyakarta melakukan aksi unjuk rasa
07:33lalu apa saja tuntutan utama dari elemen BEM atau BEM mahasiswa di Yogyakarta?
07:41selamat petang Juno dan saudara
07:43benar sekali bahwa BEM daerah istimewa Yogyakarta menggelar unjuk rasa pada siang ini
07:51mereka memulai untuk rasanya di depan gedung DPRD daerah istimewa Yogyakarta
08:21ada dari kritik terhadap kebijakan makam invertisi gratis
08:26kemudian ada kritik terhadap kebijakan Koperasi Desa Merah Putih
08:30dan terkait bencana alam
08:33mereka juga menyoroti soal penanganan karhutlah di Kalimantan dan Sumatera
08:38serta ada gempa bumi di NTT
08:41namun pada aksi kali ini satu poin yang benar-benar mereka tekankan adalah
08:47pengesahan undang-undang perampasan aset dan pemiskinan korupter
08:52isu itu menjadi isu utama yang mereka bawa dalam unjuk rasa kali ini
08:57nah kalau Anda lihat Juno di belakang saya
09:00saat ini masa berkumpul di titik 0 km
09:04namun arus lalu lintas masih bisa berjalan lancar
09:07dengan tentu saja ada rekayasa dari pihak kepolisian
09:12jumpa
09:12baik terima kasih atas laporan kepada Junus Kompas TV
09:15Michael Erawan dari Yogyakarta
09:17dan sebelumnya Renata Panggalo dan Jamzari
09:19dan rekan Medina Andas
09:20dan jurukamera Yogi Syarefi dari gedung DPR Jakarta
Komentar

Dianjurkan