Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
BANYUMAS, KOMPAS.TV - Merasa ada yang tidak wajar dalam kematian Sutrimo, keluarga mendiang pegawai eks Jampidsus ini akhirnya melaporkan kasusnya ke polisi dengan dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.

Kejanggalan yang jadi landasan laporan di antaranya hilangnya kontak dari pihak pengantar jenazah yang sempat berjanji mengembalikan barang-barang pribadi korban, termasuk telepon genggam Sutrimo, dan adanya temuan busa yang keluar dari mulut Sutrimo saat detik-detik terakhirnya meninggal dunia.

Kasus kematian Sutrimo kini resmi naik ke tahap penyidikan. Penyidik menerapkan pasal dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.

Untuk mencari bukti materiil baru, Ditreskrimum Polda Metro Jaya menjadwalkan proses ekshumasi atau pembongkaran makam korban di Banyumas, Rabu, 12 Agustus. Langkah ini diambil setelah lebih dari dua minggu korban dimakamkan.

Tenggat waktu ini pun menjadi tantangan terbesar dalam membongkar penyebab kematian Sutrimo.

Dokter forensik Rumah Sakit Universitas Indonesia menegaskan, otopsi idealnya dilakukan sesaat setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

Jeda waktu lebih dari dua minggu dipastikan memicu proses pembusukan alami jenazah, yang berpotensi menyulitkan tim dokter forensik dalam mendeteksi penyebab pasti kematian korban.

Pembuktian ilmiah melalui pembongkaran makam ini akan menjadi kunci utama membongkar misteri kematian Sutrimo secara terang benderang, termasuk mengusut apakah kematian Sutrimo murni karena medis atau dugaan pembunuhan seperti yang disangkakan keluarga.

Baca Juga Terungkap Motif Pembunuhan Wanita Muda di Tangerang, Terduga Pelaku Ternyata Tetangga Korban di https://www.kompas.tv/regional/685161/terungkap-motif-pembunuhan-wanita-muda-di-tangerang-terduga-pelaku-ternyata-tetangga-korban

#sutrimo #pembunuhan #eksjampidsus #ekshumasi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/685168/kasus-sutrimo-dokter-forensik-ungkap-pembusukan-jenazah-bisa-persulit-pengusutan-penyebab-kematian
Transkrip
00:00Saudara polisi hari ini membongkar makam atau ekshumasi terhadap jenazah pegawai X Jampitsus Sutrimo
00:05di desa Luahar, Banyumas, Jawa Tengah.
00:12Sebelum ekshumasi dilakukan, sejumlah personel polisi berjaga di makam Sutrimo pada selasa kemarin.
00:18Tenda milik tim Inavis Polresta Banyumas untuk lokasi otopsi dan garis polisi juga sudah terpasang.
00:25Penjagaan ketat dilakukan untuk melindungi jenazah sebagai barang bukti kasus.
00:37Di Rabu, Lusa, kami akan melakukan ekshumasi.
00:47Kalau dia nggak otopsi itu paling baik tentu secepat mungkin begitu orang itu meninggal.
00:55Ada ancaman, ketakutan ya, bukan berarti karena ada ancaman, tapi rasa takut.
00:59Kalau inginnya sih, pengen tahu kepastian kematian Pak Sutrimo itu aja.
01:07Merasa ada yang tidak wajar dalam kematian Sutrimo, keluarga mendiang pegawai X Jampitsus ini akhirnya melaporkan kasusnya ke polisi dengan
01:15dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.
01:20Kejanggalan yang jadi landasan laporan diantaranya, hilangnya kontak dari pihak pengantar jenazah yang sempat berjanji mengembalikan barang-barang pribadi korban,
01:29termasuk telepon genggam Sutrimo, dan adanya temuan busa yang keluar dari mulut Sutrimo saat detik-detik terakhirnya meninggal dunia.
01:39Pertama, di nilai janggal itu kan setelah berselang sehari, begitu yang tadinya dari pihak pengantar jenazah itu kan berjanji akan
01:47mengirimkan handphone dan barang-barang pribadi milik almarhum lewat paket.
01:54Begitu kan, ketika dihubungi nomor yang tadi pengantar jenazah itu ternyata sudah tidak bisa dihubungi dari situ awalnya.
02:02Lalu tiba-tiba terus kan di media masa mulai di blow up, begitu kan ada foto yang berbusa dan lain
02:10-lain segala macam.
02:11Ini dari keluarga jadi bertanya-tanya begitu kan segala macam itu.
02:17Kasus kematian Sutrimo kini resmi naik ke tahap penyidikan.
02:20Penyidik menerapkan pasal dugaan pembunuhan atau pembunuhan berencana.
02:25Untuk mencari bukti material baru, di Treskrimum Polda Metro Jaya menjatuhalkan proses ekshumasi atau pembongkaran makam korban di Banyumas, Rabu
02:3412 Agustus.
02:37Langkah ini diambil setelah lebih dari dua minggu korban dimakamkan.
02:41Kami sudah meningkatkan ke proses penyidikan.
02:44Insya Allah hari Rabu, Lusa, kami akan melakukan ekshumasi di Banyumas.
02:57Sebagaimana laporan polisi yang kami terima, itu adalah pasal pembunuhan ataupun pembunuhan berencana.
03:0824 saksi sudah kami periksa apa kami minta keterangan di dalam proses penyelidikan.
03:17Tenggat waktu ini pun menjadi tantangan terbesar dalam membongkar penyebab kematian Sutrimo.
03:23Dokter forensik Rumah Sakit Universitas Indonesia menegaskan,
03:27otopsi idealnya dilakukan sesaat setelah korban dinyatakan meninggal dunia.
03:32Jedah waktu lebih dari dua minggu dipastikan memicu proses pembusukan alami jenazah
03:37yang berpotensi menyulitkan tim dokter forensik dalam mendeteksi penyebab pasti kematian korban.
03:44Tapi masih bisa ditemukan kalau dalam waktu tiga minggu itu dokter?
03:49Tergantung sebenarnya mau kita cari apa.
03:53Kan gitu, gitu ya.
03:54Jadi tergantung juga tadi pembusukannya sudah sejauh mana.
03:58Itu yang sebenarnya kita belum tahu kan gitu.
04:00Jadi mungkin aja ternyata tanahnya tadi justru baik sehingga mempreservasi jenazahnya gitu.
04:06Sehingga masih ada organ-organ yang masih cukup baik pemeriksaannya.
04:10Karena itu salah satu kemungkinan gitu.
04:13Tapi mungkin juga kalau misalnya ternyata kondisi tanahnya justru mempercepat membusukkan,
04:17ya ada kemungkinan kita memang nggak ketemu apa-apa.
04:21Pembuktian ilmiah melalui pembongkaran makam ini akan menjadi kunci utama
04:25membongkar misteri kematian Sutrimo secara terang benerang.
04:29Termasuk mengusut apakah kematian Sutrimo murni karena medis
04:33atau dugaan pembunuhan seperti yang disangkakan keluarga.
04:37Tim Reputan, Kompas TV
04:42Saudara, proses ekshumasi tengah berlangsung.
04:45Lalu bagaimana jalannya proses ekshumasi hari ini?
04:48Kita akan menanyakan ke jurnalis Kompas TV,
04:51ada Gesi Lutvia dan juru kamera Heri Widodo.
04:55Gesi, jadi proses ekshumasi ini sudah berlangsung berapa lama?
04:59Kan polisi menjelaskan bahwa ada tahapan, tiga tahapan.
05:03Mulai dari pembongkaran makam, kemudian pemeriksaan dalam dan pemeriksaan luar.
05:07Karena sampai saat ini ini sudah di tahap apa, Gesi?
05:13Ya, Fidi dan juga Saudara, untuk proses ekshumasi memang dimulai pada sekitar pukul 9 lebih 45 waktu Indonesia Barat.
05:20Mulai dari persiapan tadi tim untuk penggali kubur sampai dengan prosesi-prosesi selanjutnya,
05:26yang mana memang betul dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu ada pembongkaran makam,
05:30kemudian ada pengecekan jasad secara luar begitu ya, dan juga ada pengecekan jasad dari dalam atau mengecek organ-organ dalam.
05:38Nah, kalau di satu jam pertama yang sudah berlalu tadi, Fidi, sudah terlihat ini para tim penggali kubur ini sudah
05:44mulai keluar dari tenda
05:46di mana makam ini ditutupi begitu, sehingga memang bisa disimpulkan bahwa untuk proses penggalian kubur ini sudah selesai.
05:54Mungkin saat ini yang masih berlangsung ini adalah proses pengecekan jasad dari luar, kemudian nanti juga akan dilanjutkan lebih detail
06:02begitu ya,
06:03menuju proses pengambilan sampel dan juga pengecekan jasad dari dalam atau mengecek organ-organ secara menyeluruh begitu,
06:10baru nanti jasad kemudian akan disemayamkan lagi dan juga akan ditutup dengan doa.
06:15Nah, kalau dari berlangsungnya sekitar satu jam tadi memang sudah berhasil untuk atau sudah dilakukan untuk tahapan yang pertama ya,
06:23Fidi,
06:23kemudian kalau kami tadi sempat berbincang kabarnya ini membutuhkan waktu tiga sampai dengan lima atau enam jam untuk sekali proses
06:33ekshumasi
06:34mulai dari tahap pertama sampai dengan tahap ketiga, sehingga memang kami saat ini juga masih menunggu untuk tahapan-tahapan selanjutnya
06:41ini
06:41akhirnya bisa dikabarkan atau bisa kami peroleh untuk hasil akhirnya nanti, Fidi.
06:47Baik, Gesi, jadi kalau sudah tiga tahapan ini proses selanjutnya dari kepolisian akan seperti apa?
06:57Ya, Fidi, kalau kami mendapatkan informasi dari pihak dokter forensik tadi ya yang sempat berbincang begitu dengan tim media,
07:05untuk prosesi hari ini memang berfokus untuk pengambilan sampel atau menyelesaikan tiga tahapan utama begitu dari pemeriksaan forensik
07:14di ekshumasi pada siang hari ini.
07:16Namun untuk hasilnya nanti tentu juga akan dirujuk atau dicek secara menyeluruh begitu di laboratorium forensik
07:23yang kabarnya ini memakan waktu mulai dari satu sampai dengan dua minggu baru bisa diperoleh secara menyeluruh hasilnya nanti seperti
07:31apa
07:31untuk mendukung proses penyidikan terkait kasus meninggal yang dianggap janggal seperti yang beredar seperti di media sosial ini, Fidi.
07:41Ini juga tentunya bukan waktu yang singkat begitu ya.
07:44Dan kami harapkan di sini juga masyarakat berharap bahwa untuk proses ekshumasi ini memang bisa berjalan dengan lancar
07:50sehingga bisa sesuai dengan waktu mengingat kalau kita tarik ke belakang ini Fidi untuk meninggalnya almarhum ini memang sudah cukup
07:58lama.
07:59Begitu yang awalnya atau harusnya untuk ekshumasi ini atau pemeriksaan forensik ini baik dilakukan pada saat seseorang ini baru meninggal.
08:08Nah ini sudah dikuburkan begitu jalan tiga minggu atau dua minggu lebih sehingga tentunya proses alami pembusukan
08:15ini akan menjadi sedikit kendala begitu bagi tim forensik untuk mendapatkan hasil terbaik untuk ekshumasi hari ini, Fidi.
08:22Kalau yang Anda ketahui di sana ini kan dari polisi dan juga dokter bilang yang akan melakukan forensik begitu
08:30ini tergantung kualitas sampel, tergantung kondisi tanah misalnya di sana.
08:35Nah kalau di sana ini sebenarnya kondisinya seperti apa? Apakah memang bisa menghasilkan sampel yang bagus atau seperti apa?
08:47Tadi sempat disinggung terkait kondisi dan juga kendala begitu ya Fidi dari dokter forensik yang mewakili pada saat berbincang dengan
08:54tim media
08:54bahwa memang kalau berbicara tentang kondisi tanah, kondisi tanah di sekitaran TPU di akhir-akhir ini memang cukup mendukung begitu
09:02karena memang tidak digujur hujan kemudian juga kondisi tanahnya kering sehingga hal ini bisa menghambat proses pembusukan.
09:09Namun kembali lagi Fidi karena memang jenazah ini sudah disemayamkan lebih dari dua minggu.
09:14Ini tentu akan menyebabkan pembusukan alami ya begitu.
09:18Harapannya memang kondisi tanah ini bisa menghambat pembusukan sehingga masih bisa diperoleh sampel-sampel terbaik
09:24begitu ya yang nantinya bisa dianalisis oleh forensik dan menghasilkan temuan dan juga bukti kuat begitu.
09:30Seperti apa proses meninggal apakah alami atau buatan yang bisa mendukung proses penyidikan.
09:37Namun kembali lagi kami masih menunggu hasil dari tim Forensik Fidi hingga hari ini.
09:43Gesi Lutvia yang terus memantau proses ekshumasi dari jasad pegawai Jampitsus.
09:49Terima kasih Gesi Lutvia untuk laporan Anda dari sana. Selamat bertugas kembali Gesi.
Komentar

Dianjurkan