00:00Setelah kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo, tepatnya di Bukit Dingklik, Pasuruan, Jawa Timur, terus meluas.
00:05Kebakaran terdeteksi ke 5 titik seluas 889 hektare.
00:12Api yang melalap hutan dan lahan Bukit Dingklik, Kabupaten Pasuruan, terus berkobar.
00:16Sebelumnya 1 titik, kini menjadi 5 titik dan menjalar ke tembing dan lembah yang curam, sehingga sulit dipadamkan.
00:23Tugas gabungan berusaha memadamkan api baik lewat skema waterbombing maupun pemadaman jalur darat.
00:34Hari ini masih terjadi kebakaran, utamanya yang paling ke arah ini adalah di sekitar daerah Dingklik, di sekitar penanjakan itu.
00:44Di sekitar situ ada 5 titik, 5 titik spot kebakaran bagaimana kita dapatkan dari visual yang dilakukan oleh Heli Waterfall.
01:00Kemadaman kebakaran lahan Gunung Bromo terkendala embusan angin kencang.
01:03Api yang menyambar vegetasi kering dan embusan angin kencang mengibatkan kebakaran cepat meluas.
01:09BNPB menarikkan dalam 3 hari ke depan kebakaran lahan dapat dipadamkan.
01:19Kita upayakan 2 titik ini, Jumat sudah selesai.
01:23Artinya kita bisa geser bombing itu, ya kan sudah ada 3 bombing.
01:272 bombing kita geser ke tempat lain, ada tempat lain juga membutuhkan untuk pemadaman, pemakaran.
01:32Itu apinya ada di ketimunya, sudutnya sampai 80 derajat.
01:37Jadi pasukan darat kan tidak bisa naik sampai ke atas, dan juga menyelamkut keselamatan jiwa.
01:42Yang kedua, sumber airnya tidak banyak, jadi hanya yang bisa diambil di ranupane.
01:49Ya itu, kendalanya itu.
01:51Yang ketiga, ya kalau yang lain.
01:53Kebakaran di Bromo terus meluas, sejumlah skenario pemadaman telah dilakukan,
01:57mulai dari water bombing hingga drone water spray.
02:00Apa kendala pemadaman lahan Bromo?
02:02Kita sudah bersama dengan pilot drone water spray,
02:05yang juga staf Pusdal Ops BPPD Jawa Timur, Tangguh Edo.
02:09Selamat malam Pak Edo!
02:12Selamat malam Mas.
02:13Pak Edo bisa diceritakan, jadi bagaimana proses pemadaman dengan drone spray untuk di lahan Gunung Bromo, Pak Edo?
02:21Ya Mas, selamat malam.
02:23Terima kasih kesempatannya.
02:24Untuk pemadaman Bromo dengan water spray, kami menggunakan DJI Agress ya Mas ya, yang berkapasitas 100 liter.
02:35Dan kami juga mencampur dengan air dan zat khusus untuk memecah api.
02:43Jadi untuk mengurangi kapasitas api itu, kami menggunakan campuran tersebut Mas.
02:51Jadi dengan harapan, dengan campuran itu kami dapat mengurangi dan tidak meluaskan api yang dari Bromo tersebut.
03:07Namun ada kendala juga Mas.
03:09Oke, Pak Edo kalau misalkan kita lihat ini ukuran drone-nya memang lebih besar dibandingkan drone-drone pada umumnya untuk
03:16kamera ya, untuk monitoring visual udara.
03:19Ini tadi 100 liter sekali angkut kapasitasnya.
03:24Benar, 100 liter, Pak.
03:26Jangkauannya itu bagaimana Mas Edo?
03:30Jangkauannya kami bisa sampai 2 kilo, dengan ketinggian bisa sampai 200-300 meter dari Sabana Bromo.
03:41Jadi tujuannya kami memakai drone karena suruh darah tidak bisa menjangkau lokasi api, jadi kami memakai drone.
03:50Seperti itu Mas.
03:51Itu perlu kehati-hatian, tidak misalkan dari sumber atau titik api hingga ketinggian drone itu ada batasnya nggak?
03:58Kan apakah seberapa rendah bisa terbang itu?
04:04Untuk kondisi di Bromo, kami maksimal di ketinggian 15-20 meter Mas, supaya tidak angin dari drone tersebut karena cukup
04:17besar, angin tersebut tidak menyebabkan lebih luasnya api tersebut Mas.
04:24Jadi kami mempunyai batas maksimum untuk drone tersebut untuk saat water spray, seperti itu Mas.
04:32Itu untuk keahlian mengoperasikannya apakah tingkat kesulitannya sama dengan drone untuk kamera monitoring itu?
04:42Tingkat kesulitannya cukup tinggi juga Mas, karena kendala juga dari Bromo, cuaca yang cukup, angin yang cukup lebih tinggi dari
04:53biasanya.
04:54Mas ya, dan kondisi di sana tebing, jadi kita juga perlu antisipasi bagaimana pengoperasian drone tersebut.
05:04Dan kami juga memakai observer untuk melihat sekeliling drone tersebut, jadi kita pakai drone yang lebih kecil untuk melihat situasi
05:13dan koordinat sebelum drone besar dioperasikan, seperti itu Mas.
05:18Kalau untuk sumber air bagaimana? Apakah memadai atau ada melimpah di mana sumbernya?
05:29Karena itu di Sabana Bromo Mas, jadi kami memakai tandon lipat yang diisi oleh campuran tadi dan air,
05:37supaya kami dapat mengambil atau mengambil sumber air dari yang sudah kami sediakan terlebih dahulu Mas.
05:45Mas Edu, biasanya berapa kali dalam satu hari bisa terbang untuk water spray ini?
05:55Kami dari pagi hingga sore hari itu bisa sampai 30 kali ya Mas ya, tergantung situasi dan kondisi, itu maksimalnya.
06:06Karena Bromo cukup tebal untuk kabutnya, jadi kami juga mengantisipasi seperti itu Mas.
06:16Jadi maksimal seperti itu, tapi kami ada terkendalai untuk cuaca dan itu bisa mengurangi dari 30 ritm itu Mas.
06:27Oke, ini ada berapa drone yang disiapkan oleh BPBD untuk pemadaman di Bromo ini Mas?
06:35Untuk unitnya kami masih satu Mas, cuman karena sudah ada water booming,
06:41jadi kami bisa beroperasi di bawah ketinggian dari helikopter tersebut.
06:48Jadi kami tidak bisa melaruh.
06:49Oke, ini yang membuat kebakaran semakin cepat meluas pantauan di lapangan itu apa sih?
06:54Karena kan awalnya satu titik, bahkan sekarang menjadi lima titik gitu.
06:58Ya, untuk tambah meluas ya Mas ya, karena faktor angin Mas di Bromo cukup kencang,
07:08jadi dan bukan angin saja, jadi rumput-rumput dan vegetasi yang di Bromo cukup kering,
07:16jadi untuk tersulut dengan api sangat mudah tercepat untuk meluasnya gitu.
07:22Oke, jadi memang angin yang cepat ini jadi kendala juga ya, yang mempersulit proses pemadaman.
07:28Ada water bombing, ada juga water spray dari drone.
07:34Pembagian kapasitasnya atau efektivitasnya seperti apa?
07:39Apakah ketika untuk kondisi tertentu ini bagiannya drone, kondisi tertentu ini bagiannya water bombing,
07:44seperti apa Mas Edo?
07:47Jadi untuk pembagiannya, untuk drone sendiri itu dari bawah hingga ke medium attitude ya Mas ya,
07:57jadi di tengah-tengah untuk bagian lereng itu bisa dijangkau oleh drone,
08:03tapi kalau yang bagian atas seperti B-29 dan B-30 yang cukup tinggi itu bagiannya water bombing dari helikopter.
08:14Oke, Anda kan ada juga disediakan kamera ops juga untuk memantau bagaimana visualnya di sana ya.
08:21Ada gambaran tidak atau data terkini Mas Edo, sebaran luas, sebaran lahan yang terbakar hingga saat ini,
08:28informasinya seperti apa?
08:32Informasi resmi dari TNBTS sudah 921 hektare Mas.
08:38Wah bertambah terus ya Mas ya?
08:39Iya, hingga saat ini yang terupdate sudah mungkin hampir seribu.
08:47Namun kami dari BWD Jatim selalu mengupayakan penanganan lebih dimaksimalkan seperti itu Mas.
08:57Itu di berapa kabupaten? Berapa wilayah yang terdampak Mas Edo?
09:02Ada tiga wilayah yang terdampak Mas.
09:06Oke, baik.
09:07Mas Edo, Mas Tangguh Edo, Pusdal Ops BPBD Jatim, dan juga pilot drone water spray yang ikut dalam proses pemandaman
09:15Gunung Bromo.
09:16Terima kasih melakukan waktu di program Pompas Malam dan berbagi cerita untuk kami.
09:19Terima kasih, selamat bertugas kembali nanti Mas Edo.
09:23Ya, terima kasih.
09:24Terima kasih.
Komentar