00:01Saudara, sebuah kematian yang sempat dianggap biasa, kini berubah menjadi perkara yang mengundang kejanggalan.
00:09Kematian Sutrimo, sosok yang disebut pernah menjadi kepala rumah tangga di kediaman ex-jampitsus Febri Adriansyah,
00:18kini menjadi fokus pengusutan polisi.
00:22Di tengah perkara dugaan tindak pidana pencucian uang yang menjerat Febri, polisi berusaha merangkai kembali jejak terakhir Sutrimo.
00:32Dan ketika satu persatu petunjuk mulai terbuka, adakah rahasia besar dibalik kematian Sutrimo?
00:45Keluarga yang menilai ada kejanggalan dalam kematian Sutrimo melaporkan kasus ini ke Mapolresa Banyumas pada 8 Agustus lalu.
00:55Keluarga ingin memastikan penyebab kematian Sutrimo.
01:00Sebelumnya, Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di depan sebuah klinik di Jakarta Selatan pada 23 Juli 2026.
01:09Ia sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.
01:21Jenazah Sutrimo kemudian tiba di kampung halaman yang ada di Desa Wulahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, dan langsung dimakamkan.
01:30Keluarga mengaku saat penyerahan jenazah ini tidak disertai barang pribadi Sutrimo seperti pakaian dan ponselnya.
01:40Keluarga Sutrimo juga menepis.
01:42Telah menerima uang sebesar 1 miliar rupiah supaya tidak membuat laporan ke polisi.
01:54Tidak ada kejanggalan, karena sudah bersih.
01:58Itu kan, pada saat yang tahu-tahu kan karna dari berita.
02:02Karena simpang siur berita, begitu kan segala macam, apalagi mohon maaf.
02:06Ada tuduhan, katanya keluarga itu tidak melapor gara-gara dapat uang sebiliar ya.
02:12Artinya, keluarga juga ingin tahu, ingin memastikan ya kepastian hukumnya seperti apa, apakah itu memang kematiannya wajar atau tidak.
02:21Tidak terima handphone dari korban?
02:23Tidak, tidak, tidak.
02:24Yang diterima apa saja Pak, pada saat itu Pak?
02:27Yang diberikan?
02:27KTP sama santunan, bersantunan sebesar 20 juta.
02:32Itu yang diterima Pak Pak?
02:34Yang diterima Pak Pak saya.
02:35Sama surat-surat.
02:36Yang memberi?
02:36Sama surat-surat dari peterangan dari rumah sakun.
02:39Yang memberi?
02:40Yang memberi?
02:41Yang mengantarkan misalnya coba enggak tahu.
02:43Tahu orangnya tapi enggak tahu namanya.
02:51Keluarga Sutrimo mengaku akan kooperatif dalam proses ekshumasi yang kini dilakukan polisi demi kepastian hukum.
03:00Ekshumasi juga akan memberikan jawaban.
03:02Apakah kematian Sutrimo dinilai wajar atau tidak wajar?
03:07Sebelumnya keluarga Sutrimo tidak mengetahui adanya kejanggalan terkait kematian Sutrimo.
03:14Namun, kabar yang simpang siur membuat keluarga ingin mengetahui secara jelas kondisi yang sebenarnya terjadi.
03:31Kepastian hukum terkait peninggalan saudara Sutrimo.
03:40Maksudnya spesifiknya apa?
03:42Kepastian hukum penyebab kematian atau apa?
03:45Iya.
03:46Wajar atau tidak gitu loh?
03:49Saudara keluarga Sutrimo meminta perlindungan hukum ke polisi usai melaporkan kasus kematian Sutrimo.
03:57Permohonan tersebut untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
04:02Polisi pun langsung mengabulkan permohonan keluarga Sutrimo.
04:07Polisi setiap hari memantau rumah keluarga serta berjaga di makam Sutrimo.
04:19Saudara pagi ini, Rabu hari ini polisi memulai proses ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo.
04:28Ekshumasi dilakukan dalam tiga tahap yakni pembongkaran makam,
04:33pemeriksaan luar untuk memastikan identitas jenazah serta pemeriksaan bagian dalam.
04:39Otopsi ulang ini menjadi bagian dari proses penyidikan guna memperoleh bukti medis dan ilmiah
04:46dalam mengungkap penyebab kematian kepala rumah tangga Eks Jampitsus Febri Adrian Syah itu.
04:58Polisi melakukan ekshumasi jasad Sutrimo untuk mengetahui penyebab kematiannya.
05:04Ekshumasi ini melibatkan tim dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, dan Polresta Banyumas
05:11serta perkumpulan dokter forensik dan mediko-legal Indonesia.
05:15Terdapat tiga tahapan ekshumasi yakni pembongkaran makam, pemeriksaan luar, dan pemeriksaan dalam.
05:24Dan terkait kasusnya, keluarga juga telah membuat laporan polisi di Polresta Banyumas
05:29pada 8 Agustus 2026 untuk meminta penyelidikan atas kasus kematian Sutrimo.
05:44Jelas apakah cara dan sebab kematiannya natural atau unnatural kematian seperti itu.
05:55Sehingga kami juga mohon waktu ya untuk bekerja hari ini dengan maksimal.
06:01Karena lagi proses ekshumasi-ekshumasi itu memeriksa makamnya, jenis tanahnya, panjang makamnya,
06:10juga pengambilan sampel di sekitar tanah makam seperti itu.
06:16Proses pembongkaran makam terhadap jenazah Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah tidak dihadiri oleh keluarga.
06:23Keputusan ini didasarkan pada kondisi psikologis sehingga hanya diwakili oleh kuasa hukumnya.
06:30Kuasa hukum keluarga bilang secara umum kondisi jenazah baik sehingga memudahkan proses ekshumasi
06:38dan diharapkan dapat memberikan hasil secepatnya terkait penyebab kematian Sutrimo.
06:51Selain melakukan ekshumasi, polisi juga mendalami identitas Febrio Adiono.
06:58Febrio ini merupakan sosok yang menjadi salah satu pengantar Sutrimo ke rumah sakit.
07:04Kapus Penkum Kejaksaan Agung Anang Supriyatna bilang Febrio ini bukanlah seorang jaksa,
07:09melainkan ajudan dari mantan Jampitsus, Febri Adriansyah.
07:15Usai Febri menjadi tersangka TPPU, Febrio hanya bertugas sebagai staff administrasi Kejaksaan Agung.
07:45Terima kasih telah menonton!
07:52Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karungga saya tidak kenal sama sekali dan bukan warga Kejaksaan.
07:59Jadi saya tidak mengomentari, tapi yang namanya Saudara Febrio yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan.
08:08Tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan.
08:10Ada istilahnya buat Pak?
08:12Staffnya ya.
08:15Saudara terkait kematian Sutrimo, Kapus Penkum Kejaksaan Agung Anang Supriyatna menyatakan pihaknya tidak mengenal Sutrimo.
08:23Namun terkait Febrio Adiono, Kapus Penkum membenarkan jika Febrio merupakan pegawai Kejaksaan, namun bukan seorang jaksa.
08:35Komisi 3DPR juga memastikan Saudara akan mengawal kasus kematian Sutrimo.
08:43Pria yang bekerja sebagai Karungga Exjampitsus, Febri Adriansyah yang merupakan anggota Komisi 3DPR RI Hinca Panjaitan mengakui.
08:53Misteri kematian Sutrimo ini membutuhkan penyidikan berbasis saintifik agar hasilnya akurat sehingga bisa memakan waktu.
09:01Proses ekshumasi Sutrimo yang akan berlangsung 12 Agustus ini jadi rangkaian penyidikan yang bisa mengungkap penyebab kematian Sutrimo.
09:15Memang untuk soal kematian ini membutuhkan scientific identificationnya, membutuhkan skill yang cukup, bukti-bukti yang akurat agar tidak salah menyimpulkan.
09:27Jadi kita hormati proses penyidikan ini, tapi kita minta tuntaskan sampai selesai.
09:33Nah Komisi 3 tentu akan mengawal sampai tuntas ini.
09:38Ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo menjadi lengkap dan penting untuk mengungkap penyebab kematian secara terang benderang.
09:47Pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan luka akibat benda tajam maupun tumpul pada jenazah.
09:53Namun sampel jenazah masih harus menjalani pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan membutuhkan waktu hingga 3 minggu.
10:02Hasil pemeriksaan ini diharapkan dapat memberikan kepastian secara ilmiah,
10:06sekaligus membantu proses penyelidikan untuk mengungkap fakta dibalik kematian Sutrimo.
10:12Terima kasih.
Komentar