Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Selasa (11/8/2026).

Dalam pertemuan itu, Bahlil dan Purbaya membahas kemungkinan implementasi pembatasan pembelian BBM subsidi Pertalite bagi golongan atas.

"Implementasi pembatasan subsidi pertalite untuk tingkat atas, mungkin yang khawatir 9, 10, supaya nanti, bukan sekarang ya, beberapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," ujar Purbaya.

Bahlil menambahkan ke depannya ingin penerima BBM subsidi tepat sasaran.

"Kita mulai bahas sistemnya segala macam, supaya apa, angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara kita yang berhak menerimanya," ujar Bahlil.

Baca Juga Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran, Pertamina Patra Niaga Dukung BPH Migas dan Komisi XII DPR RI di https://www.kompas.tv/advertorial/683075/penyaluran-bbm-subsidi-tepat-sasaran-pertamina-patra-niaga-dukung-bph-migas-dan-komisi-xii-dpr-ri

#bahlillahadalia #purbayayudhisadewa #pertalite



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/685046/full-bahlil-bertemu-purbaya-bahas-pembatasan-beli-bbm-subsidi-pertalite-bagi-golongan-atas
Transkrip
00:01Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas mungkin yang kuartil 9-10
00:19supaya nanti bukan sekarang ya berapa bulan kemudian kita bisa kurangin secara bertahap.
00:26Sedang kita perjalanan sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertalite sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan.
00:36Belum tahu, tapi kita siapkan sistemnya seperti apa dengan masukan dari Pak Bahil tadi.
00:42Mungkin Pak Bapak menambahin?
00:43Pak, kita ini kalau Kementerian Keuangan sama Kementerian SDM itu kan dua kementerian yang mempunyai hubungan kerja erat gitu ya?
00:55Saya di bagian PNBP-nya, kemudian Pak Menteri di bagian peningkatan pendapatannya.
01:00Tadi kita membahas juga terhadap pola subsidi tepat sasaran.
01:06Selama ini kan kita tahu teman-teman sebagian subsidi tidak tepat sasaran.
01:11Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi.
01:23Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam.
01:25Supaya apa?
01:27Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.
01:36Dan ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden.
01:39Nah karena itu kami melakukan rapat kondisir dengan Pak Menteri.
01:43Seperti itu.
01:43Apa penghematannya berapa Pak kira-kira dengan?
01:45Belum.
01:46Belum, lagi di eksersis aja.
01:50Semuanya lagi di eksersis.
01:52Kita pingin semua subsidi dari sektor Migas itu tepat sasaran.
01:57Termasuk dengan pembatasan untuk pengguna sepeda motor juga Pak Pertalaga nanti?
02:00Enggak, sepeda motor enggak dibatasi.
02:02Benar-benar enggak ada perubahan untuk yang itu Pak.
02:04Hati-hati loh kamu jadiin judul loh, hati-hati.
02:06Pak berkata.
02:09Soal kita berkata, nama Pak Bahir, soal Pak Purwaya kan salah dua menteri yang memang kinerjanya dinilai bagus gitu ya
02:16Pak.
02:17Di tengah suruh shuffle ini kita ada tanggapan Pak, kira-kira Pak Presiden ada rencana?
02:22Tadi saya rapat sama Pak Menteri Keuangan enggak ada pembahasan itu.
02:26Kita enggak ngerti itu.
02:27Kita enggak ngerti itu.
02:28Menjelaskan begini, tugas kami sebagai menteri itu adalah pembantu Presiden.
02:33Yang namanya pembantu Presiden, ia bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Pak Presiden
02:38dan sesuai dengan apa yang diatur dalam undang-undang.
02:42Persoalan hasil terhadap resavel itu hak progretif Bapak Presiden.
02:47Kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden yang mempunyai hak progretif.
02:51Kita di bawah ini enggak boleh gerakan tambahan.
02:54Jangan berpikir apalagi bertindak melampaui batas kewenangan yang diberikan.
02:59Jadi kami tadi fokus memastikan bahwa APBN tahun ini aman.
03:05Karena beliau memberi kontribusi yang besar untuk PNBP.
03:09Jadi kita diskusi di situ aja dan pengendalian subsidi sebagian sehingga tidak melebar kemana-mana dan bisa terkendali.
03:16Jadi itu, walaupun harga minyak dunia cenderung terkendali, walaupun masih naik turun ya, tapi cenderung terkendali ya.
03:21Kita mesti masyarakat terus dan menjaga dan memastikan APBN kita aman sampai akhir tahun.
03:27Apa arti penjualan BPN subsidi-nya mau dibatasi sesuai dengan maksudnya?
03:31Maksudnya pembeli yang tidak layak nanti tidak boleh atau skema pembatasannya seperti yang misalnya?
03:37Nanti kan kita sedang uji sistem, saya sedang melihat sistemnya.
03:42Mereka bisa aja yang di sini 9-10, enggak bisa beli yang bersubsidi.
03:47Dia mesti bayar harga pertama atau yang lain.
03:51Jadi dengan pembeliannya ya Pak, maksudnya dibatasnya sesuai dengan misalkan ekonomi sudah tidak layak, tidak boleh beli.
03:58Jadi kira-kira seperti itu.
04:00Jadi gini, mas, nanti menyangkut dengan pembatasan itu, nanti kan ada jenis kenderaan.
04:07Jangan pakai BMW, pakai Mersi, masa pakai minyak subsidi.
04:14Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri tadi.
04:16Jadi teman-teman media tolong jangan dipelintir lagi.
04:19Ini penting saya luruskan.
04:21Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai dengan sekarang,
04:30kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik.
04:37Ini yang paling penting.
04:38Dan kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun,
04:42maka harga yang non-subsidi pun bisa melakukan penyusuhan dengan harga dunia.
04:46Kalau turun ya turun, lalu naik ya terkoreksi juga untuk kenaikan.
04:51Sampai ke teman-teman ya.
05:0223 persen lebih.
05:04Itu sampai awal Agustus?
05:05Iya, sampai awal Agustus.
05:0731 yang tanya laporan.
05:1031 Juli.
05:11Sekarang udah habis tuh.
05:1411.
05:1411.
05:1411.
05:14Lah, minggu lalu, enggak minggu lalu kalau enggak salah.
05:18Seperti itu.
05:20Jadi, si...
05:25Pak Bimo lapor kemarin, dia bawa angka akhir minggu lalu kira-kira.
05:32Jadi, masih relatif aman, 23 persen lebih masih pertumbuhannya.
05:37Pak, berarti ada penurunan berapa ya Pak dari konsumen petalai ya Pak?
05:40Dengan ada skema baru ya Pak.
05:41Mungkin sampai akhir tahun bakal lebih dari 100 persen gak Pak?
05:45Harusnya lebih, kita dorong-dorong Pak, bakal bisa lebih dari 100 persen.
05:49Insya Allah, target PNBP dari sektor Minerba maupun dari Migas di akhir tahun pasti akan lebih.
05:57Udah, saya pastikan, pasti akan lebih.
06:00Oke.
06:00Makasih ya.
06:02Oke ya.
06:03Makasih ya.
06:04Makasih ya.
06:07Makasih ya Pak.
Komentar

Dianjurkan