00:01Jadi tadi kita membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk yang tingkat atas mungkin yang kuartil 9-10
00:19supaya nanti bukan sekarang ya berapa bulan kemudian kita bisa kurangin secara bertahap.
00:26Sedang kita perjalanan sistemnya, saya juga sudah sempat melihat sistem Pertalite sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan.
00:36Belum tahu, tapi kita siapkan sistemnya seperti apa dengan masukan dari Pak Bahil tadi.
00:42Mungkin Pak Bapak menambahin?
00:43Pak, kita ini kalau Kementerian Keuangan sama Kementerian SDM itu kan dua kementerian yang mempunyai hubungan kerja erat gitu ya?
00:55Saya di bagian PNBP-nya, kemudian Pak Menteri di bagian peningkatan pendapatannya.
01:00Tadi kita membahas juga terhadap pola subsidi tepat sasaran.
01:06Selama ini kan kita tahu teman-teman sebagian subsidi tidak tepat sasaran.
01:11Masa orang kaya harus kita subsidi, contoh Pertalite, desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi.
01:23Nah ini yang kita mulai bahas sistemnya segala macam.
01:25Supaya apa?
01:27Angka subsidi yang ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita yang berhak menerimanya.
01:36Dan ini kan sejalan dengan apa yang diarahkan oleh Bapak Presiden.
01:39Nah karena itu kami melakukan rapat kondisir dengan Pak Menteri.
01:43Seperti itu.
01:43Apa penghematannya berapa Pak kira-kira dengan?
01:45Belum.
01:46Belum, lagi di eksersis aja.
01:50Semuanya lagi di eksersis.
01:52Kita pingin semua subsidi dari sektor Migas itu tepat sasaran.
01:57Termasuk dengan pembatasan untuk pengguna sepeda motor juga Pak Pertalaga nanti?
02:00Enggak, sepeda motor enggak dibatasi.
02:02Benar-benar enggak ada perubahan untuk yang itu Pak.
02:04Hati-hati loh kamu jadiin judul loh, hati-hati.
02:06Pak berkata.
02:09Soal kita berkata, nama Pak Bahir, soal Pak Purwaya kan salah dua menteri yang memang kinerjanya dinilai bagus gitu ya
02:16Pak.
02:17Di tengah suruh shuffle ini kita ada tanggapan Pak, kira-kira Pak Presiden ada rencana?
02:22Tadi saya rapat sama Pak Menteri Keuangan enggak ada pembahasan itu.
02:26Kita enggak ngerti itu.
02:27Kita enggak ngerti itu.
02:28Menjelaskan begini, tugas kami sebagai menteri itu adalah pembantu Presiden.
02:33Yang namanya pembantu Presiden, ia bekerja sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Pak Presiden
02:38dan sesuai dengan apa yang diatur dalam undang-undang.
02:42Persoalan hasil terhadap resavel itu hak progretif Bapak Presiden.
02:47Kita serahkan semuanya kepada Bapak Presiden yang mempunyai hak progretif.
02:51Kita di bawah ini enggak boleh gerakan tambahan.
02:54Jangan berpikir apalagi bertindak melampaui batas kewenangan yang diberikan.
02:59Jadi kami tadi fokus memastikan bahwa APBN tahun ini aman.
03:05Karena beliau memberi kontribusi yang besar untuk PNBP.
03:09Jadi kita diskusi di situ aja dan pengendalian subsidi sebagian sehingga tidak melebar kemana-mana dan bisa terkendali.
03:16Jadi itu, walaupun harga minyak dunia cenderung terkendali, walaupun masih naik turun ya, tapi cenderung terkendali ya.
03:21Kita mesti masyarakat terus dan menjaga dan memastikan APBN kita aman sampai akhir tahun.
03:27Apa arti penjualan BPN subsidi-nya mau dibatasi sesuai dengan maksudnya?
03:31Maksudnya pembeli yang tidak layak nanti tidak boleh atau skema pembatasannya seperti yang misalnya?
03:37Nanti kan kita sedang uji sistem, saya sedang melihat sistemnya.
03:42Mereka bisa aja yang di sini 9-10, enggak bisa beli yang bersubsidi.
03:47Dia mesti bayar harga pertama atau yang lain.
03:51Jadi dengan pembeliannya ya Pak, maksudnya dibatasnya sesuai dengan misalkan ekonomi sudah tidak layak, tidak boleh beli.
03:58Jadi kira-kira seperti itu.
04:00Jadi gini, mas, nanti menyangkut dengan pembatasan itu, nanti kan ada jenis kenderaan.
04:07Jangan pakai BMW, pakai Mersi, masa pakai minyak subsidi.
04:14Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri tadi.
04:16Jadi teman-teman media tolong jangan dipelintir lagi.
04:19Ini penting saya luruskan.
04:21Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai dengan sekarang,
04:30kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik.
04:37Ini yang paling penting.
04:38Dan kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun,
04:42maka harga yang non-subsidi pun bisa melakukan penyusuhan dengan harga dunia.
04:46Kalau turun ya turun, lalu naik ya terkoreksi juga untuk kenaikan.
04:51Sampai ke teman-teman ya.
05:0223 persen lebih.
05:04Itu sampai awal Agustus?
05:05Iya, sampai awal Agustus.
05:0731 yang tanya laporan.
05:1031 Juli.
05:11Sekarang udah habis tuh.
05:1411.
05:1411.
05:1411.
05:14Lah, minggu lalu, enggak minggu lalu kalau enggak salah.
05:18Seperti itu.
05:20Jadi, si...
05:25Pak Bimo lapor kemarin, dia bawa angka akhir minggu lalu kira-kira.
05:32Jadi, masih relatif aman, 23 persen lebih masih pertumbuhannya.
05:37Pak, berarti ada penurunan berapa ya Pak dari konsumen petalai ya Pak?
05:40Dengan ada skema baru ya Pak.
05:41Mungkin sampai akhir tahun bakal lebih dari 100 persen gak Pak?
05:45Harusnya lebih, kita dorong-dorong Pak, bakal bisa lebih dari 100 persen.
05:49Insya Allah, target PNBP dari sektor Minerba maupun dari Migas di akhir tahun pasti akan lebih.
05:57Udah, saya pastikan, pasti akan lebih.
06:00Oke.
06:00Makasih ya.
06:02Oke ya.
06:03Makasih ya.
06:04Makasih ya.
06:07Makasih ya Pak.
Komentar