Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sumarna ditemukan tewas di dalam waduk dengan kondisi tangan terborgol ke belakang.

Kriminolog Universitas Budi Luhur, Lucky Nurhadiyanto, melihat sejumlah kemungkinan dari pola kejahatan dan kondisi tempat kejadian perkara.

Menurut Lucky kondisi tersebut membuat lokasi kejadian dapat dipetakan secara lebih spesifik.

Lucky menilai kepolisian perlu memetakan lokasi kejadian secara zona, termasuk kemungkinan interaksi antara korban dan pelaku.

Menurutnya, pemetaan tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana interaksi antara korban dan orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Lucky menilai, jika pelaku mengetahui kondisi kawasan, maka titik-titik yang tidak terpantau warga dapat menjadi bagian penting dalam rekonstruksi kejadian.

Korban ditemukan dalam kondisi tenggelam dengan tangan terborgol ke belakang.

Dalam transkrip wawancara disebutkan pula adanya informasi hasil autopsi mengenai luka akibat benda tumpul di bagian depan wajah dan belakang kepala.

Lucky menjelaskan, salah satu hal yang perlu didalami adalah apakah korban meninggal setelah mengalami kekerasan, atau justru meninggal terlebih dahulu sebelum kemudian ditenggelamkan.

Lucky menilai kemungkinan tersebut perlu didalami apabila memang ditemukan indikasi adanya tindak pidana.

Ia menyoroti kondisi korban dan tidak adanya informasi mengenai barang yang hilang sebagai bagian dari analisis.

Menurut Lucky, kondisi tersebut dapat mengarah pada kemungkinan adanya interaksi atau hubungan tertentu antara korban dan pelaku.

Kemungkinan lain yang juga perlu ditelusuri adalah persoalan pribadi yang mungkin sedang dihadapi korban.

Di sisi lain, tantangan besar penyelidikan berada pada sistem pengawasan di lokasi.

Waduk Jatiluhur disebut memiliki 27 CCTV. Namun, titik lokasi Sumarna ditemukan justru tidak terpantau kamera.


Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/ICSDQD3KW04



#sumarna #jatiluhur #kematian



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684996/satpam-tewas-di-waduk-jatiluhur-kriminolog-ada-indikasi-pelaku-kenal-korban-dipo
Transkrip
00:08Intro
00:10Setelah kabut kematian, seorang satpam di Waduk Jatiluhur masih menyelimuti lalu celah apa?
00:15Yang kemudian dapat dimanfaatkan oleh aparat kita untuk mengungkap kasus ini, khususnya teka-teki yang berserakan di tempat kejadian perkara.
00:24Saya akan tanyakan secara langsung kepada Kriminolog Universitas Budi Luhur dengan Mas Luki Nur Hadianto.
00:28Terima kasih untuk waktunya.
00:30Saya ingin langsung tunjukkan Mas Luki bahwa ini adalah visual drone yang kami ambil di tempat kejadian perkara ketika Sumarna
00:36ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tenggelam di Waduk Jatiluhur dan tangan terborgol ke bagian belakang.
00:44Ini adalah pos jaganya ketika Sumarna piket malam dan 131 meter.
00:48Ini adalah titik ditemukannya Sumarna meninggal dunia.
00:51Tapi yang menarik Mas Luki bahwa tidak jauh dari TKP ada rumah warga dan kesaksian dari warga mendengar suara langkah
00:59di sebelah rumahnya termasuk tak lama berselang mendengar suara minta tolong.
01:04Analisa apa yang bisa Anda gambarkan dari TKP ini?
01:08Yang pertama tentu dari berbagai lokus yang terjadi sebenarnya ini adalah salah satu bentuk kematian gitu ya yang dalam kategorisasi
01:15tidak wajar.
01:16Yang pertama seperti itu. Yang kedua adalah ini sebenarnya cukup untuk dipetakan secara zonal dalam artian bahwa tidak mungkin TKP
01:22-nya lebih daripada ini.
01:23Tidak mungkin lebih daripada ini?
01:24Tidak mungkin lebih daripada ini. Oleh karena itu maka kepolisian harus bisa memastikan sejauh mana kemudian interaksi, mohon maaf misalnya
01:31seperti itu, ada pelaku dengan korban di sana.
01:33Yang berikutnya adalah saat kemudian kita lihat bagaimana kemudian kontur dari wilayah tersebut adalah tempat di mana pelaku dengan korban
01:39mengenali dengan cukup baik gitu.
01:41Itu titik-titik mana saja yang memang tidak terliput gitu oleh warga gitu sampai kemudian titik-titik mana saja yang
01:47seharusnya bisa jadi tempat di mana akhirnya korban ditemukan meninggal dunia.
01:50Oke, dan yang menarik adalah ketika korban ditemukan meninggal dunia kita tahu bersama bahwa kondisinya saat itu Pak Sumarna ini
01:57dalam kondisi tenggelam ya di Waduk Jatilur termasuk juga tangan terborgol ke bagian belakang.
02:03Tetapi ada informasi yang kami dapatkan bahwa hasil otopsi dari polisi menunjukkan bahwa ada luka dari benda tumpul di bagian
02:11depan wajah dan juga di bagian belakang kepala.
02:13Apakah dengan temuan ini dapat disimpulkan bahwa kematian Sumarna ini disebabkan oleh tindak pidana pembunuhan?
02:21Ya ini menjadi menarik saat kemudian korban berada pada kondisi atau kemudian jenazah yang tidak wajar.
02:27Ada dua aspek yang kemudian bisa kita kategorisasi. Yang pertama adalah apakah memang yang bersangkutan meninggal dunia pasca terjadinya kekerasan.
02:34Saat kemudian ini terjadi seharusnya bisa kita rekonstruksi bahwa seharusnya antara pelaku dengan korban memiliki satu ikatan.
02:41Atau bisa kategorisasi adalah pelaku memiliki perencanaan untuk bisa mengasih korban.
02:45Ada perencanaan di sana?
02:46Dalam konteks tertentu bisa kategorisasi demikian.
02:49Jika memang pembunuhan itu atau kemudian kejadian korban tersebut terindikasi bahwa adanya kekerasan.
02:54Sampai kemudian bagaimana korban dibuat sedemikian rupa gitu.
02:58Tidak bisa melakukan perlawanan.
03:00Jadi dalam konteks ini apakah memang ada kronologis.
03:03Apa namanya, borgol yang kemudian dilekatkan kepada korban.
03:06Itu kemudian terjadi untuk bisa mengakhiri nyawanya.
03:09Atau di sini lain, diakhiri nyawanya dulu baru ditenggelangkan.
03:11Ada dua aspek ini yang seharusnya bisa dibuktikan.
03:13Sejauh mana akhirnya unsur pidana itu bisa memberatkan orang-orang yang terlibat di sana.
03:17Atau, mohon maaf, jika memang akhirnya korban mengakhiri hidupnya secara mandiri.
03:20Oke.
03:21Tadi Mas Lukis sudah menyampaikan bahwa jika betul ada tindak pidana pembunuhan.
03:25Terlebih lagi berencana.
03:26Tidak menutup kemungkinan bahwa korban ataupun Pak Sumarna ini mengenali pelakunya.
03:31Apakah bisa dikatakan bahwa terduga pelaku tindak pembunuhan terhadap Pak Sumarna ini adalah orang di sekitar dari korban?
03:37Ya, dan dengan ketiadaan satu benda barang yang hilang.
03:40Terus kemudian ketiadaan satu upaya kekerasan yang sangat fundamental seperti itu.
03:46Atau kemudian babi buta, maka ada indikasinya yang paling kuat pertama adalah sensitivitas berkaitan dengan pelaku dengan korban itu cukup
03:51tinggi.
03:52Dalam artian bahwa interaksi antara pelaku dengan korban seharusnya memiliki ikatan yang cukup kuat.
03:57Itu yang pertama.
03:57Yang kedua, jika memang, mohon maaf, ini dilakukan oleh para stranger, maka tentu ada upaya yang bersifat simulat atau reaktif.
04:02Jadi ada stimulus yang kemudian menjadikan para pelaku itu reaktif terhadap perilaku yang ditimbulkan oleh diri korban.
04:09Atau bahkan yang ketiga, ya mohon maaf saat kemudian ini terjadi, apakah memang dalam konteks permasalahan dialami oleh korban,
04:14itu ada hal yang tidak dia bisa selesaikan dan keluarga kemudian tidak tahu.
04:21Kita meyakini bahwa ini akan terungkap.
04:27Di Waduk Jatiluhur memang betul terdapat 27 CCTV, tetapi di lokasi kejadian tidak ada CCTV.
04:35Bagaimana bisa objek vital nasional hanya memiliki 27 CCTV, Om Z?
Komentar

Dianjurkan