Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Misteri kematian Sumarna, seorang satpam di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Sumarna ditemukan tewas di dasar waduk dalam kondisi tangan terborgol ke belakang dan masih mengenakan seragam dinas.

Sebelum ditemukan tewas, Sumarna ternyata sempat berkomunikasi dengan sang istri, Siti Maryam.

Siti mengatakan, Kamis sore menjadi kali terakhir dirinya bertemu dengan Sumarna.

Sepulang dari pekerjaan sampingan, Sumarna sempat beristirahat di rumah.

Tak lama kemudian, Sumarna tertidur sebelum akhirnya dibangunkan oleh anaknya karena harus berangkat bekerja.

Menurutnya, sang suami terlihat lelah dan berangkat bekerja lebih malam dari biasanya.

Sumarna diketahui telah bekerja sebagai satpam selama 17 tahun.

Siti menyebut suaminya juga bekerja sampingan sebagai buruh yang membantu merehab rumah.

Setelah Sumarna berangkat menuju lokasi kerja, komunikasi antara keduanya masih sempat berlangsung.

Namun, sekitar pukul 20.00, Siti mulai mengalami kesulitan menghubungi suaminya.

Ia mengaku telah menelepon Sumarna sebanyak tiga kali.

Namun, telepon tersebut tidak tersambung seperti biasanya.

Sebelumnya, Sumarna sempat mengirim foto kepada istrinya.

Menurut Siti, dalam komunikasi terakhir tersebut Sumarna juga menyampaikan mengenai seseorang yang disebutnya dengan istilah "dandru".

Hingga sekitar pukul 23.00, Siti tetap tidak dapat menghubungi suaminya. Sekitar pukul 00.30, ia kemudian membangunkan anaknya dan memutuskan datang langsung ke lokasi pos jaga.

Namun, ketika tiba di pos jaga, Sumarna tidak ditemukan.

Siti mengatakan, saat itu terdapat dua orang pemuda di sekitar pos.

Kini, Siti hanya berharap misteri kematian suaminya segera terungkap dan pihak yang bertanggung jawab dapat ditangkap.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/ICSDQD3KW04



#sumarna #jatiluhur #kematian

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684985/kesaksian-istri-sumarna-satpam-tewas-di-waduk-jatiluhur-sempat-hilang-kontak-dipo
Transkrip
00:01Masih perlu banyak penerbahan saksi-saksi yang saat ini sudah mencapai 30 orang.
00:09Nah kita sampaikan bahwa ini merupakan suatu percayaan buat kita untuk bisa segera mengungkap.
00:21Setelah salah satu titik terpenting dalam mengungkap peristiwa tewasnya.
00:25Nah seorang satam di Waduk Jatiluhur yang ditemukan tenggelam dengan kondisi terborgol adalah TKP di depan saya sodara.
00:35Saya akan tampilkan visual ketika warga termasuk juga polisi dan juga rekan kerja Sumarna mencoba untuk melakukan proses evakuasi persis
00:45menggunakan perahu yang berada di depan saya sodara.
00:51Dimana Sumarna yang masih menggunakan pakaian dinas lengkap, usai berjaga piket malam, diangkat untuk ditempatkan di perahu ini sodara.
01:00Tetapi yang tidak kalah menarik sodara, tidak jauh dari TKP ditemukannya Sumarna meninggal dunia, kurang lebih hanya berjarak 50 meter,
01:09adalah area perumahan warga.
01:12Dan juga ada informasi, ada warga yang kemudian disebut mendengar suara kegaduhan di malam ketika Sumarna dinyatakan hilang dan akhirnya
01:24ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
01:27Saya akan coba datangi ya rumah yang ada di sini untuk meminta kesaksian.
01:31Dan ini juga tadi, sesuai dengan apa yang kemudian disampaikan oleh kaset reskrim, merupakan jalur yang kemudian dilalui juga oleh
01:40anjing pelacak K9.
01:42Dan ini aksesnya meskipun agak terjal ya, tetapi nampak sering dipergunakan warga ya untuk mungkin membakar sampah.
01:52Dan di sini juga ada jalur untuk naik ya, yang tadi juga sudah saya lewati.
01:59Oke, apakah pertanyaannya pada malam hari itu Sumarna juga melalui jalan ini?
02:05Tentu ini akan coba saya dalam, misalnya.
02:17Saya akan datangi ya rumah terdekat dari jalur yang dilalui oleh anjing pelacak K9.
02:29Assalamualaikum.
02:31Bu, izin.
02:32Boleh ngobrol sebentar, bu, dari Kompas TV?
02:34Kemarin udah di DAP juga kemarin.
02:36Oh, bapak sudah diperiksa polisi?
02:37Iya.
02:38Oh, ibu.
02:39Berapa kali?
02:41Dua kali ya di situ.
02:43Dua kali?
02:43Iya, di pandirnya dua kali.
02:45Waktu itu yang ditanya polisi, izin, bu, apa aja, bu?
02:48Iya.
02:48Yang ditanya polisi soal apa aja?
02:50Terpendengarannya, bu, waktu di ati, bu.
02:52Yang aku dengar, cuma ada yang minta tolong.
02:57Ibu mendengar ada yang minta tolong?
02:59Iya.
03:00Tapi gak tahu juga kalau mau matung ke apa, gitu, gak tahu.
03:05Ibu ingat waktu itu jam berapa mungkin?
03:06Pasti subuh.
03:08Mau subuh?
03:09Iya.
03:10Kira-kira mau subuh, pak.
03:13Boleh mungkin diceritakan suaranya seperti apa saat itu, bu?
03:16Kencang atau seperti apa?
03:18Lemah.
03:19Lemah, pak.
03:20Suaranya lemah?
03:21Tapi jelas minta tolong?
03:23Iya.
03:23Dari arah bawah?
03:25Iya, arah bawah, bu.
03:27Oh, oke.
03:30Beberapa kali, bu, yang ibu dengar saat itu?
03:32Satu kali.
03:33Hanya satu kali?
03:33Iya.
03:36Ada mungkin suara lain yang mencurigakan, bu?
03:37Mungkin ada yang orang melintasi jalan ini?
03:40Terbangunnya itu karena ibu...
03:42Saya izin, boleh?
03:43Iya, bu.
03:43Izin ya, pak, bu.
03:45Terbangunnya karena apa, pak?
03:48Ibu, menurut cerita ibu ke saya.
03:51Pak, tadi malam itu, di situ ada suara-suara sepatu.
03:56Lantas ibu itu terbangun.
03:58Kebetulan juga sudah bangun subuh.
04:01Subuh, ya?
04:01Iya, mau subuh, ya?
04:02Mau subuh, ya?
04:02Mau subuh, ya?
04:02Tapi saat itu katanya, kata ibu belum tahrir.
04:06Ada suara-suara itu.
04:08Jadi dia bangun, dia tidak berani mau melihat ini.
04:12Apakah langkah kakinya itu banyak, pak?
04:15Lebih dari satu orang, mungkin justru itu yang diperkirakan ibu itu paling dua atau tiga.
04:20Dua atau tiga orang?
04:21Tiga orang perkiraannya, ya?
04:23Jadi tidak dia pasti karena dia tidak berani minta.
04:28Oke, tapi saya izin konfirmasi.
04:29Artinya setelah ibu mendengar suara...
04:32Mungkin orang lewat, ya, bu, ya?
04:33Entah itu menggunakan sepatu atau sendal.
04:35Persis di sebelah rumah ibu ini,
04:37berapa lama berselang ibu mendengar suara minta tolong?
04:41Enggak lama sih, kata sih, ibu.
04:42Jadi abis suara itu, itu sudah minta tolong.
04:45Artinya ibu mendengar suara orang lewat,
04:48menggunakan sepatu atau sendal,
04:49tidak lama berselang, ibu mendengar suara minta tolong.
04:52Saya kenal beliau itu baik, pak.
04:54Oh, bapak kenal?
04:55Orang baik, ya.
04:56Kita tidak kenal dekat, tapi dia baik orangnya.
05:00Oh, oke.
05:00Orang yang baik, bahkan anak kami di sini suka dikasih makan,
05:03dikasih uang jajan.
05:05Oke.
05:05Jadi dia bukan orang yang baik.
05:07Jadi kalau dia tegur orangnya, sopang.
05:09Dia baik-baik tegurnya.
05:11Tidak pernah dia gak kasar negur orang, enggak.
05:14Dia orang baik.
05:24Sebenarnya kurang lebih hanya berjarak 300 meter,
05:27jarak antara pos jaga,
05:28tempat Sumarna terakhir kali terlihat dengan kediaman Sumarna.
05:33Dan ini adalah sejumlah karangan bunga
05:36yang menggambarkan
05:38duka cita mendalam
05:40dari sejumlah pihak terkait kematian seorang satpam
05:43di Waduk Jatilur.
05:44Saya akan coba
05:44tanyakan saudara
05:46kepada pihak keluarga,
05:47apa yang sesungguhnya terjadi
05:48sebelum Sumarna
05:51berangkat
05:52untuk kemudian
05:53bertugas
05:54menjaga Waduk Jatilur
05:55dan sebelum ia ditemukan tewas
05:57meninggal dunia
05:58dalam kondisi tenggelam
06:00dan juga
06:01tangan terborgo.
06:11Saudara saya sudah bersama dengan
06:13istri dari
06:14almarhum Bapak
06:15Sumarna,
06:16seorang satpam yang ditemukan
06:18meninggal dunia di Waduk Jatilur
06:19dengan Ibu Siti Mariam.
06:21Bu Siti, terima kasih untuk waktunya.
06:23Tentu kami dari Kompas TV
06:24mengucapkan turut berbelasungkawa, Bu.
06:26turut bertukar cita
06:27atas peristiwa yang menimpa Ibu
06:29dan keluarga
06:30atas peristiwa meninggalnya
06:32Bapak Sumarna.
06:33Saya izin konfirmasi, Bu Siti.
06:35Bu Siti terakhir kali
06:36bertemu Pak Sumarna itu
06:38kapan, Bu?
06:40Hari Kamisore.
06:42Hari Kamisore?
06:43Iya.
06:44Artinya sebelum Pak Sumarna
06:46ini piket malam?
06:47Iya.
06:48Sebelum berangkat kerja
06:49mungkin ada momen-momen terakhir
06:51yang Ibu ingat
06:51dengan Pak Sumarna?
06:53Iya.
06:53Sebelum berangkat kerja itu
06:56kan almarhum
06:57pulang dari perumahan itu
07:00pukul setengah lima.
07:02Iya.
07:02Pulang dari perumahan
07:03beliau langsung
07:05rebahan di teras
07:07sambil megang HP gitu kan.
07:10Udah gitu
07:11saya masuk
07:13saya lihat lagi
07:14dari kaca
07:15almarhum
07:16lagi main HP juga
07:17masih
07:19atau udah gitu
07:20saya
07:21masuk
07:22eh keluar
07:23liatin
07:24pas yang
07:25udah tidur
07:26almarhum
07:27gitu
07:27terus
07:28saya manggil anak saya
07:29yang kedua
07:30Neng lihat ayah
07:32di luar
07:32bangunin ayah
07:33mau kerja enggak
07:34kata saya
07:35kayak gitu
07:35anak saya keluar
07:36ayah
07:37ayah mau kerja enggak
07:38kedengeran
07:39saya
07:39Neng bilang gimana Neng
07:41ayahnya nanti aja
07:42agak malam
07:43tidur lagi
07:44katanya gitu
07:45Ada informasi bahwa
07:46almarhum terlihat
07:47lelah sebelum
07:48bekerja Bu itu
07:49betul?
07:50Iya
07:50ya berakatnya juga kan
07:52seperti
07:52males gitu kan
07:54biasanya
07:55kemis malam Jumatnya
07:56lebih awal
07:56ini kan
07:57agak malam
07:57dibangunin sama anak juga kan
07:59tidur lagi
08:00Tapi tadi
08:01mohon maaf Ibu
08:02sempat bilang
08:04sebelum Bapak pulang
08:06ke sini
08:06sempat dari perumahan
08:07itu
08:08dimana Bu maksudnya?
08:09Apa
08:09bekerja atau?
08:11Iya
08:11bekerja
08:12bekerja sebagai?
08:13sampingan
08:14kerja sebagai
08:16buruk
08:17kayak merehab rumah
08:18katanya
08:19di bos air
08:20merehab rumah
08:21merehab perumahan
08:23sampingan
08:24Sudah berapa lama
08:25Pak Sumarna
08:26menjadi
08:26satu
08:2717 tahun
08:2817 tahun?
08:2917 tahun
08:30Oke
08:31Setelah
08:33Pak Sumarna
08:34berangkat Bu
08:35ada informasi juga
08:36bahwa Pak Sumarna ini
08:37sempat hilang kontak
08:39dengan Ibu
08:40Ibu tidak bisa
08:41menghubungi Pak Sumarna
08:42ini ceritanya seperti apa?
08:43Sudah Bapak berangkat
08:45saya
08:47telpon almarhum
08:483 kali
08:50HPnya berdering
08:51tapi
08:52kayak ditolak gitu
08:53gambar X gitu ya
08:543 kali itu
08:56gitu
08:57tanda X itu
08:58Itu jam berapa Bu?
08:59Sekitar
09:0020
09:00kalau gak salah ya
09:01kalau gak salah
09:02jam 20
09:03Artinya dari jam 8
09:04ini sudah
09:05kesulitan untuk
09:06berkomunikasi dengan almarhum?
09:08Iya
09:09dia ngirim foto
09:11foto sama
09:12dandru
09:13katanya
09:14mah ada dandru
09:16gak enak
09:17ditinggalinnya
09:18katanya gitu
09:19udah gitu
09:20apa
09:21saya telpon
09:23di telpon
09:24udah memanggil
09:25appnya
09:25HPnya
09:26di telpon
09:27udah memanggil
09:28tidak bisa dihubungi
09:30artinya?
09:30Iya
09:30terpukul berapa itu?
09:32kalau gak salah ya
09:3323
09:34kalau gak salah
09:35jam 11 malam?
09:36Iya
09:3623
09:37Artinya
09:39kontak ibu
09:40dengan almarhum
09:41terakhir itu
09:42ketika almarhum
09:42juga salah satunya
09:43mengirim foto
09:44dengan dandru ya Bu?
09:45Iya
09:45iya
09:45dengan dandru
09:46Setelah itu
09:46betul ibu sempat
09:48pergi
09:49mengecek ke pos jaga?
09:50Iya
09:51iya
09:51kenapa
09:52saya gak enak
09:53kenapa
09:54ini ada apa
09:55gak biasanya
09:56kalau terima
09:57gitu
09:57terus
09:58setengah
09:59setengah
09:59lepas bangunin
10:00anak saya
10:01yaudah
10:02saya pergi
10:02sama anak saya
10:03jalan
10:04ke tanggung
10:05ke pos
10:05di pos itu
10:06saat itu
10:07tidak ditemukan
10:08Pak Sumar
10:08tidak ada
10:12ada dua
10:13pemuda
10:13cowok
10:14di pos jaga itu?
10:15iya
10:15di pos itu
10:16saya hanya ingin
10:18segera aja
10:19terungkap
10:21tertangkap
10:21pelaku
10:22juta aja Pak
10:26terima kasih
10:27terima kasih
10:28Sub indo by broth3rmax
Komentar

Dianjurkan