- 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kematian Sutrimo masih menyisakan pertanyaan dan kini proses eksumasi menjadi perhatian untuk mengungkap penyebab kematiannya secara ilmiah.
Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Pakar hukum pidana Universitas Bung Karno Hudi Yusuf dan Kepala Departemen Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ade Firmansyah Sugiharto membahas pentingnya pemeriksaan jenazah untuk memastikan apakah kematian Sutrimo tergolong wajar atau terdapat faktor lain yang perlu didalami.
Baca Juga Kematian Sutrimo Dinilai Tak Wajar, Abraham Samad-Sugeng Teguh Soroti Ekshumasi di https://www.kompas.tv/video/684929/kematian-sutrimo-dinilai-tak-wajar-abraham-samad-sugeng-teguh-soroti-ekshumasi
Pemeriksaan forensik melalui ekshumasi dapat mencakup pemeriksaan luar dan dalam jenazah serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium dan histopatologi.
Namun, hasilnya membutuhkan proses dan analisis yang cermat, terlebih jenazah telah dimakamkan. Lantas, sejauh mana ekshumasi dapat mengungkap penyebab kematian Sutrimo?
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684976/full-pakar-forensik-hukum-pidana-kupas-ekshumasi-sutrimo-bisa-ungkap-kematian-kompas-pagi
Dalam dialog Sapa Indonesia Pagi, Pakar hukum pidana Universitas Bung Karno Hudi Yusuf dan Kepala Departemen Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ade Firmansyah Sugiharto membahas pentingnya pemeriksaan jenazah untuk memastikan apakah kematian Sutrimo tergolong wajar atau terdapat faktor lain yang perlu didalami.
Baca Juga Kematian Sutrimo Dinilai Tak Wajar, Abraham Samad-Sugeng Teguh Soroti Ekshumasi di https://www.kompas.tv/video/684929/kematian-sutrimo-dinilai-tak-wajar-abraham-samad-sugeng-teguh-soroti-ekshumasi
Pemeriksaan forensik melalui ekshumasi dapat mencakup pemeriksaan luar dan dalam jenazah serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium dan histopatologi.
Namun, hasilnya membutuhkan proses dan analisis yang cermat, terlebih jenazah telah dimakamkan. Lantas, sejauh mana ekshumasi dapat mengungkap penyebab kematian Sutrimo?
Produser: Prayogi Haro
Editor: Joshua
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/684976/full-pakar-forensik-hukum-pidana-kupas-ekshumasi-sutrimo-bisa-ungkap-kematian-kompas-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Kematian Sutrimo masih menjadi misteri.
00:07Keluarga Sutrimo dikabarkan sempat mengungsi ke rumah saudara setelah pemakaman Sutrimo di Desa Ulahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah.
00:31Kelihatan lagi atau sudah di rumah lagi? Hanya berapa hari itu mengungsi?
00:42Hingga kini keluarga almarhum Sutrimo belum menerima surat kronologi penyebab kematian.
00:48Keluarga hanya menerima KTP, uang santunan, dan surat pengantar rumah sakit.
00:53Kuasa hukum keluarga Sutrimo bilang, keluarga almarhum Sutrimo di Banyumas, Jawa Tengah, menyatakan tidak keberatan soal dilakukan ekshumasi.
01:02Namun, keluarga juga meminta perlindungan untuk memastikan keamanan kepada polisi.
01:07Memang juga sudah menyatakan secara tertulis, pihak keluarga tidak akan menolak apabila penegak hukum akan melakukan ekshumasi.
01:17Pelindungan keamanan itu kami mohonkan bersamaan waktunya pada saat kami mengajukan kelaporan.
01:24Kasarnya beginilah, kita mau laporan, mau kooperatif, dan lain-lain, tapi negara harus hadir.
01:30Menjamin keamanan klien kami.
01:32Polda Jawa Tengah menyatakan kesiapannya membantu Polda Metro Jaya untuk melakukan ekshumasi makam Sutrimo pada 12 Agustus esok.
01:40Tim medis yang dilibatkan di proses ekshumasi, yaitu dari Polda Jawa Tengah, Polresta Banyumas, dan Polda Metro Jaya.
01:49Polda Jawa Tengah ini tentu saja siap membantu Polda Metro untuk pelaksanaan ekshumasi.
01:57Apakah itu persiapan, kemudian pelaksanaan, pun nanti paskah dari pelaksanaan ekshumasi.
02:04Tentu saja nanti para dokter ahli, para dokter-dokter yang memang sudah terbiasa itu dan mempunyai kompetensi untuk melaksanakan ekshumasi.
02:14Dan tentu saja hasil dari ekshumasi ini kan nanti akan diuji kembali, akan diuji di laboratorium yang kompetensi.
02:23Untuk timnya tentu saja tim dari Polda Jawa Tengah, dan juga dari Polresta Banyumas, dan dari Polda Metro Jaya.
02:33Keluarga berharap, penyebab kematian Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di depan klinik kecantikan Jakarta Selatan, bisa terang benderang.
02:41Tim Liputan, Kompas TV
02:47Penyebab kematian Sutrimo, pria yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga Mantan Jampitsus Kejaksanaan Agung Febri Adrian Syah, masih jadi misteri.
02:55Polisi akan menggelar ekshumasi makam Sutrimo untuk mengungkap penyebab kematian.
02:59Di sisi lain, keluarga juga meminta perlindungan untuk memastikan keamanan kepada polisi.
03:05Lalu sejauh mana ekshumasi ini bisa mengungkap penyebab kematian Sutrimo, dan apakah ada kaitannya kematian Sutrimo dengan tindak pidana lain?
03:14Bergabung dalam diskusi kami pagi ini, Pakar Hukum Pidana dari Universitas Bung Karno, Hudi Yusuf,
03:19serta Kepala Departemen Kedokteran Forensik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ade Firman Syah Sugiyarto.
03:27Selamat pagi, Bapak-Bapak, dengan Tifal di sini.
03:30Ya, selamat pagi.
03:31Selamat pagi, Mas Tifal.
03:32Terima kasih sudah bergabung bersama kami pagi ini.
03:34Oke, Dr. Ade, saya mulai ke Anda dulu karena yang jadi poin krusial sekarang adalah proses ekshumasi.
03:42Membongkar makam, kemudian melakukan otopsi terhadap jenazah Sutrimo.
03:46Sebetulnya, dalam konteks jasad yang sudah meninggal lebih dari dua pekan, catatannya malah tiga pekan,
03:53apakah ini masih bisa diteliti penyebab kematiannya,
03:57atau malah ada hal-hal yang akan jadi tantangan buat tim nanti melakukan otopsi ulang?
04:04Ya, jadi terima kasih, Mas Tifal.
04:06Jadi, otopsi pada jenazah yang sudah dikubur, apalagi sudah dikubur selama hampir tiga minggu,
04:13memiliki kesulitan utamanya adalah pada kondisi pembusukan yang terjadi pada jenazah tersebut.
04:19Memang jenazah yang ada di dalam tanah itu memiliki tingkat pembusukan yang lebih lama ya,
04:26dibandingkan di udara bebas.
04:28Namun, dengan adanya kondisi di dalam tanah, di adanya hewan-hewan pengerat lainnya,
04:34dan lain sebagainya, itu pasti akan mempersulit pemeriksaan.
04:37Pasti, kalau dikatakan apakah lebih baik yang segar dibanding yang sudah dimakamkan,
04:43pasti lebih baik temuannya pada yang segar.
04:45Memang jenazah yang masih segar, namun ini adalah suatu upaya maksimal ya,
04:49yang bisa kita lakukan dari kedokteran forensik untuk mencari penyebab kematiannya.
04:54Tentunya, kita akan lakukan pemeriksaan secara teliti,
05:00mulai dari pemeriksaan luar jenazah, pemeriksaan dalam,
05:04dan termasuk pengambilan sampel-sampel,
05:07dan pemeriksaan mulai dari pemeriksaan jaringan lunak,
05:10maupun jaringan keras seperti tulang.
05:13Jaringan lunak tentunya kita harus periksa lebih hati-hati lagi,
05:16kulit-kulit ya, karena warna kulit yang sudah membusuk akan menimbulkan sedikit perbedaan,
05:24terjadi post-mortem discoloration,
05:26sehingga yang akan menunjukkan,
05:28memirip-mirip dengan gambaran perlukaan,
05:31gambaran memar di sana.
05:33Belum lagi pemeriksaan dalam juga kita akan,
05:36organ-organ juga sudah mulai melunak,
05:39darah sudah melisis,
05:40ini yang menimbulkan kesulitan yang sangat besar,
05:43terutama dalam melihat apakah ada kelainan-kelainan makroskopik ya,
05:47dari organnya,
05:49kemudian kita sampel-sampel di bagian mana yang harus kita ambil.
05:53Itu yang tentunya teman-teman pasti akan mengalami kesulitan di sana.
05:58Tapi pada prinsipnya secara teknis,
06:01adakah hal yang berbeda antara proses ekshumasi,
06:04dalam hal ini jenazah sudah dimakamkan dulu baru kemudian diotopsi,
06:08dengan proses otopsi sebelum jasad dimakamkan Pak?
06:11Jadi kalau secara teknis tidak ada perbedaan ya,
06:15semua caranya sama,
06:16mulai dari pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam.
06:19Namun kesulitannya tadi ya,
06:21kita bertemu dengan jenazah yang sudah membusuk,
06:25dan sudah ada di dalam tanah,
06:27di mana mungkin zat-zat tubuh tadi sudah mencair,
06:31dan sudah terserap ke dalam tanah sebagian,
06:33lalu juga ada hewan-hewan pengerat yang ada di dalam tanah,
06:38yang juga akan bisa mengapurkan hasil-hasil pemeriksaan.
06:42Itu yang harus diwaspadai.
06:44Oke, di sisi lain juga di sini Pak Hudi,
06:48belum lama ini dari Polda Metro Jaya juga sudah menyampaikan,
06:50kematian Sutrimo ini naik statusnya ke tahap penyidikan.
06:54Apakah kita bisa mengambil,
06:56bisakah kemudian kita mengambil kesimpulan,
06:58oh sudah ada nih radar tersangkanya,
07:00atau dari proses ekshumasi ini jadi penegas untuk kemudian polisi baru bisa menetapkan tersangka?
07:08Ya, kalau menurut saya ya,
07:10naiknya ke tingkat penyidikan itu berarti telah ditemukan,
07:14diduga kuat ada tindak pidana yang terjadi terhadap Pak Sutrimo ini.
07:20Namun dalam tahap penyidikan ini,
07:24ya belum tentu ada nama tersangkanya.
07:26Oleh karena itu,
07:29untuk menentukan nama tersangka,
07:31ya polisi harus mencari alat-alat bukti lain tuh.
07:34Salah satunya adalah hasil keterangan forensik,
07:37seperti itu.
07:38Namun setelah mendapatkan kepastian dari keterangan forensik tentang penyebab kematiannya,
07:46ya,
07:47mungkin di sini agak mengalami kesulitan untuk menentukan tersangkanya.
07:51Karena kan Sutrimo ditemukan mati dekat klinik kesehatan itu.
07:58Tapi bagaimana apabila terjadi ada racun yang masuk ke tubuh,
08:02ya,
08:03siapa yang memberikan,
08:04bagaimana cara masuknya,
08:06dan sebagainya,
08:07itu perlu penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan seorang tersangka dalam kasus tersebut.
08:13Sehingga ekshumasi ini jadi penting,
08:16satu hal,
08:16atau Anda masih melihat hal yang lain rasanya masih ganjil,
08:20dan belum dicoba dideteksi oleh otoritas terkait untuk menentukan penyebab dari kematian Sutrimo ini?
08:25Pak Hudi.
08:27Ya,
08:27menurut saya ya,
08:29menurut saya,
08:30ekshumasi ini sangat penting ya,
08:32karena memang harus tahu penyebab kematian itu apa ya,
08:36seperti itu.
08:37Karena kan kemarin ditemukan katanya dalam keadaan berbusa.
08:40Nah, berbusa ini disebabkan oleh apa?
08:43Oleh karena itu,
08:44ekshumasi ini menjadi apa ya,
08:47kalau dibilang bukti itu bukti mahkotanya nih,
08:49apa penyebabnya,
08:51sehingga yang bersangkutan menjadi meninggal dunia.
08:55Oleh karena itu,
08:57ya,
08:57saya berharap nanti dalam proses forensik,
09:00ya,
09:01yang dilakukan oleh kepolisian,
09:04saya juga berharap itu tim forensiknya ada dari beberapa rumah sakit,
09:10kalau bisa itu,
09:12untuk memastikan objektivitas hasil forensik tersebut.
09:17Begitu,
09:17Mas.
09:17Ada dorongan juga di sini,
09:19Dr. Ade,
09:20proses forensik bisa berjalan transparan dan independen.
09:24Tadi Pak Hudi juga menyarankan,
09:25beberapa pihak rumah sakit juga dilibatkan dalam proses ekshumasi.
09:28Kalau Anda menerjemahkan konteks dari transparan dan independen
09:32dalam proses ekshumasi ini,
09:34adakah batasannya atau kemudian proses yang terbuka itu dalam bentuk seperti apa,
09:39Dr. Ade?
09:40Ya,
09:41yang jelas,
09:42semua dokter forensik itu di dalam berpraktek memiliki pedoman etika dan disiplin, ya.
09:49Jadi,
09:49pasti memiliki standar untuk menjaga keilmiahannya dan independensinya, ya.
09:57Serta imparsialitas.
09:59Dr. Forensik itu bekerja tidak,
10:01kadang-kadang kita memberikan hasil yang tidak sesuai dengan maunya masyarakat.
10:05Tidak sesuai dengan opini masyarakat.
10:07Kenapa?
10:08Karena memang itulah fakta yang ada di tubuh jenazah,
10:11itulah yang kita laporkan.
10:13Ya,
10:13termasuk nanti apapun hasilnya ya tentu itu yang dilaporkan.
10:19Kalau apakah nanti masing-masing dokter forensik ini,
10:22tadi saya rasa juga usulan yang sangat baik, ya.
10:25Berasal dari beberapa senter tentunya,
10:27untuk bisa saling memperkuat dan bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa
10:32imparsialitas itu bukan hanya ada di dalam pedoman,
10:38tapi juga ditunjukkan dengan adanya anggota tim yang berasal dari berbagai tempat, ya.
10:46Rumah sakit ataupun fakultas kedokteran tadi.
10:50Sekalipun tentunya itu tidak mungkin seorang dokter forensik akan membuat hasil yang berbeda dari apa yang dia lihat,
10:58tapi memang tadi sekali lagi saya sampaikan adanya kesulitan-kesulitan yang pasti akan ditemui.
11:05Ada kondisi pemeriksaan, kondisi jenazah yang dieksumasi.
11:07Dan tenaga-tenaga medis siap apa saja atau pihak-pihak mana saja lintas disiplin ilmu apa saja yang dibutuhkan dalam
11:17proses ekshumasi
11:18dengan kasus yang terbilang cukup menyita perhatian publik seperti ini, Dr. Ade?
11:22Ya, tentunya dalam pemeriksaan forensik kita membutuhkan, ada tim dari kedokteran forensik ya,
11:29yang dibentuk dari perhimpunan dokter forensik dan mediko-legal Indonesia.
11:36Selanjutnya nanti tentunya dari sampel-sampel ini harus kita lakukan pemeriksaan,
11:42baik itu pemeriksaan laboratorium untuk penentuan zat-zat, kandungan zat-zat tertentu,
11:48maupun pemeriksaan histopatologi forensik untuk melihat apakah ada gambaran kerusakan jaringan tubuh
11:57akibat suatu zat tertentu.
11:59Jadi dari situ yang kita, dua hal itu yang kita pasti akan dibutuhkan untuk membantu kita menegakkan penyebab kematiannya.
12:08Oke, dalam laporan yang disampaikan pihak keluarga Pak Hudi, ini aduannya ada dua, dua kemungkinan.
12:14Pasal dugaan pembunuhan dan pasal dugaan pembunuhan berencana.
12:20Kalau melihat rekam kasusnya, rekam jejak kasus dari pengusutan yang berjalan sudah seperti ini Pak Hudi,
12:26potensinya mengarah kemana dan bukti apa yang rasanya tidak terbantahkan sejauh ini?
12:31Kalau menurut saya, diduga kuat ini adalah pembunuhan berencana ya.
12:36Karena kan dari data sekunder yang saya dapat dari media, diketemukannya busa dari mulut korban.
12:45Ini berarti ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh korban.
12:51Nah, untuk sesuatu yang masuk di tubuh korban ini, tentu kan ada perencanaan bagaimana cara memasukkan sesuatu itu ke tubuh
12:59korban.
12:59Bedanya pembunuhan biasa dengan pembunuhan berencana itu hanya ada jeda saja tuh di situ.
13:04Nah, jeda itulah ada kesempatan orang untuk berpikir bagaimana cara melakukan pembunuhan dengan memasukkan sesuatu ke dalam tubuh orang.
13:16Seperti itu, mas.
13:17Sehingga kalau saya menduga kuat, ini adalah pembunuhan berencana, bukan pembunuhan biasa.
13:22Kalau pembunuhan biasa itu kan orang ketemu timbul sengketa lalu terjadi perkelahian yang mengakibatkan kematian orang.
13:29Tapi kalau ada busa dari tubuh korban keluar pada saat ditemukan, ya bisa jadi ini adalah pembunuhan berencana.
13:38Karena memang timbul yang busa itulah yang harus didalami nanti oleh dokter-dokter forensik pada saat pemeriksaan.
13:44Oke, oke kemudian harus butuh penjelasan lagi dari proses ekshumasi yang berjalan besok hari di tanggal 12 Agustus di hari
13:52Rabu.
13:52Cuman kalau melihat kasus yang sekarang ini sampai kemudian baru di awal tahap penyidikan ini Pak, rentang waktu.
13:58Karena kan yang kita pahami dalam kasus pembunuhan berencana itu pasti ada rentang waktu untuk berpikir dan kemudian menyiasati sesuatu.
14:05Bagian menyiasati yang rasanya tidak terbantahkan dari sini di bagian mana?
14:09Karena kan sampai sekarang juga belum ketahuan tersangkanya siapa Pak Udi?
14:13Ya, oleh karena itu kan polisi harus menyelidik itu secara komprenensif ya, menyeluruh ya.
14:21Detik dari detik itu dari perjalanan sutrimo dari rumah ke arah sana itu harus diteliti.
14:26Apa yang di rumah itu, apa yang dimakan, siapa yang menyajikan.
14:29Itu betul-betul harus diteliti tuntas itu oleh pihak penyidik.
14:34Karena kan jenazah sutrimo itu hanya ditemukan di dalam itu, klinik kesehatan yang sudah tidak jalan juga kan.
14:41Seperti itu.
14:42Nah, dia tujuannya itu ke situ apa?
14:44Jadi semua itu dari perjalanan, detik per detik dari perjalanan dari rumah itu memang harus diteliti tuh.
14:51Bahkan di rumah juga sebelum perjalanan dia makan apa, minum apa,
14:55atau ada yang memberikan makanan atau apa, itu harus diteliti sedetil-detilnya.
15:00Dan harusnya menurut Anda ini kasus sebetulnya bisa didapatkan bukti-bukti yang kuat, terang benderang,
15:07sehingga tidak perlu makan waktu sampai lebih dari tiga pekan seperti ini?
15:11Betul, menurut saya ini tiga pekan ini memang mengandung resiko seperti tadi disampaikan oleh Dr. Adi tuh,
15:17bahwa sudah banyak hal-hal yang mungkin membusuk sehingga agak mengalami kesulitan ya,
15:23daripada jenazah yang fresh.
15:25Seharusnya memang tidak perlu sampai lama seperti ini,
15:29karena memang kan kasus, ini memang kasus publik ya,
15:33seyogianya kalau ada masalah yang berkaitan dengan kasus ini,
15:37atau orang-orang yang terdekat dengan yang bersangkutan,
15:42maka itu polisi seyogianya ada inisiasi ya,
15:45untuk melakukan penyidikan langsung terhadap kasus ini,
15:49sehingga tidak berlarut-larut seperti ini.
15:51Kalau berlarut-larut seperti ini tentu ada resiko kan,
15:55yang tadi disampaikan oleh Pak Adi tuh,
15:58ada resiko bahwa jenazah itu lebih baik yang fresh daripada yang sudah dimakamkan.
16:04Oke, kembali menyangkut soal ekshumasi ini Dr. Adi,
16:07kalau kemudian dari secara teknis sedikit banyaknya tidak ada yang berubah,
16:13tidak ada yang berbeda,
16:14maka untuk rentang waktu proses sebelum, saat, dan setelah ekshumasi bisa makan waktu berapa lama,
16:21sampai kemudian keluar hasil dari proses autopsi ulang itu tadi,
16:25dari ekshumasi itu tadi Dr. Adi?
16:27Ya, kalau kita lihat,
16:30yang saya ingin tegaskan dulu bahwa Dr. Forens itu bekerja kita dengan titik nol ya,
16:37jadi kita tanpa asumsi apapun,
16:39kita melihat jenazahnya dari peniksaan luar, peniksaan dalam,
16:42kemudian kita menyusun puzzle itu tadi,
16:46kemudian kita pertimbangkan juga,
16:48mana yang menjadi adekuat untuk menimbulkan sebuah pematian.
16:52Nah, ini memang proses ini yang tidak sebentar.
16:55Kalau pengalaman kita berapa kali melakukan ekshumasi
16:58daripada kasus-kasus nasional sebelumnya,
17:01itu rentangnya bisa mencapai dua bulan ya.
17:05Karena apa?
17:06Karena kita bukan mencari cepat,
17:08kita mencarinya tepat,
17:10secara baik, secara ilmiah,
17:12maupun tadi,
17:13kesesuaian dan kecukupan
17:15dari sebuah bukti itu menimbulkan akibat.
17:19Bagaimana sebuah seadanya barang
17:22ataupun hal yang relevan di dalam kejadian kematian
17:27almarhum dan kemudian terjadi terhadap akibat.
17:31Itu perlu kita pertimbangkan secara ilmiah kecukupannya.
17:35Nah, ini yang tidak bisa sebentar.
17:37Kita kadang perlu ambil bukti lagi,
17:40kita perlu cross-check lagi ke dalam slide histopatologinya,
17:45kita perlu cross-check lagi ke laboratorium,
17:47dan sebagainya.
17:48Di proses itu bisa bolak-balik sampai akhirnya kita bisa yakin,
17:51oke, dan mengatakan adekuat untuk penyebab kematiannya.
17:55Jadi rata-rata kalau bisa mencapai dua bulan.
17:59Oke, maksimalnya dua bulan.
18:01Saya butuh penegasan lagi.
18:02Dalam rentang waktu dua bulan itu,
18:03hal apa yang rasanya jadi makan waktu
18:06dalam artian untuk memastikan
18:08proses forensik ini,
18:10atau proses dari otopsi ulang ini,
18:12betul-betul tegak nih arahnya,
18:14tegak proses dari menemukan penyebab dari kematian jasad itu tadi?
18:20Ya, semua sampel yang kita akan nanti ambil dari proses ekshumasi ini
18:26kan sampel-sampel yang sudah mengalami dekomposisi ya.
18:29Maksudnya jadi, bukan sampel yang normal lagi gitu ya,
18:33sampel yang sudah dekomposisi,
18:34sehingga baik dari treatment-nya maupun nanti pemeriksaan
18:38yang nggak mungkin buru-buru di sana.
18:41Misalnya contohnya pada saat kita ingin mengambil,
18:46membuat setiaan histopatologi forensik pun,
18:48itu nggak mungkin buru-buru.
18:49Pasti harus kita preservasi yang bagus,
18:53agar jaringannya layak dan adekuat dan optimal
18:57untuk kita lakukan pemotongan slide.
19:00Kemudian dari penelitian slide pun juga harus kita
19:02periksa beberapa kali.
19:04Dan bahkan kadang-kadang tidak hanya satu orang.
19:06Dari tim itu kan ada misalnya ada lima orang,
19:09lima orang saling melihat dan kemudian kita berdiskusi dan oke,
19:12bagaimana nih, apakah kita simpulkan
19:14dapat adekuat atau tidak,
19:16itu proses itu terjadi terus.
19:17Dan ini memang yang memakan waktu.
19:19Dan slide pemersan itu juga tidak hanya satu atau dua,
19:24bisa banyak ya, bisa sampai 40 slide,
19:28dengan mungkin setiaan jaringan pun dari organ itu
19:34bisa lebih dari lima jaringan.
19:36Nah ini yang tidak sebentar pas ya.
19:39Oke, proses yang tidak sebentar Pak Hudi,
19:42sehingga kalau kemudian asumsinya
19:45proses ekshumasi ini jadi kunci
19:47untuk kemudian menetapkan penyebab dari kematian Sutrimo
19:50dan semoga ini bisa jadi jalan
19:52untuk menemukan siapa tersangkanya.
19:54Dalam rentang dua bulan menunggu ini,
19:56kalau kemudian lama nih Pak,
19:58polisi bisa berbuat apa kalau begitu?
20:00Karena ini sudah kadung naik ke penyidikan.
20:02Ya, kalau menurut saya memang kita harus memberikan kesempatan
20:07kepada tim forensik ya, untuk mengetahui penyebab kematiannya.
20:11Memang tidak mudah.
20:13Oleh karena itu, kita sejauhnya memang memberi waktu ya.
20:17Yang tadi dibutuhkan sama Pak Hudi itu sekitar dua bulan.
20:21Namun dalam rentang dua bulan ini,
20:23saya yakin lah teman-teman kepolisian itu mempunyai keahlian khusus
20:26dalam hal mengungkap kasus ini.
20:29Mereka dapat membuat rekam jejak terlebih dahulu lah
20:32apa yang dilakukan Sutrimo sebelum yang bersangkutan meninggal dunia.
20:38Ya, dari perjalanannya itu sejak dari rumah
20:40sampai ke tempat ditemukannya meninggal dunia.
20:44Oleh karena itu, karena ini kasus publik ya,
20:47saya berharap teman-teman di kepolisiannya tidak membuang-buang waktu ya.
20:50Harus bekerja secara profesional dan cepat
20:55sehingga kasus ini tidak berlama-lama di masyarakat.
20:59Karena masyarakat itu butuh informasi juga terkait
21:02apa sih penyebab kematiannya,
21:04apa ada kaitannya dengan kasus yang sedang berjalan ini atau tidak.
21:09Sehingga masyarakat itu butuh informasi itu
21:13jangan sampai informasi itu terlalu lama ya.
21:19Tetapi dengan dibutuhkan waktu dua bulan itu,
21:22menurut saya ya memang itu dari tim forensik,
21:27dari Pak Ade itu, ya itu hal-hal yang wajar aja ya
21:31dalam dua bulan ini.
21:32Karena memang tidak mudah untuk menemukan itu.
21:34Saya juga pernah melihat proses forensik itu terjadi
21:39dan memang itu tidak mudah ya.
21:42Seperti itu.
21:43Oke, ini kan sudah ada 24 saksi
21:45kalau kata polisi diperiksa dalam proses penyelidikannya.
21:49Karena status dari Sutrimo ini
21:51yang disebut sebagai kepala rumah tangga
21:54ex-Jampitsus Febri Adriansyah, Pak Hudi,
21:57menurut Anda,
21:59majikannya dalam hal ini,
22:00Febri Adriansyah juga perlu diperiksa enggak
22:02sebagai saksi kunci di sini?
22:05Ya, kalau menurut saya semua yang keterkaitan ya
22:08dengan Almarhum, Pak Sutrimo itu ya
22:11perlu itu diperiksa juga ya.
22:14Karena memang begini ya,
22:17orang yang sangat mengenal
22:19Pak Febri itu kan tentu orang-orang yang dekat ya.
22:22Orang-orang yang dekat sekali
22:23dengan yang bersangkutan ya.
22:25Orang-orang yang ada di rumahnya.
22:28Oleh karena itu,
22:29walaupun masalah ini terkait atau tidak terkait,
22:32ya yang bersangkutan
22:33tetap seyogianya diperiksa oleh penyidik.
22:38Seperti itu sih, Mas.
22:39Dan Febri Adriansyah ini menurut Anda
22:42krusial juga untuk diperiksa begitu?
22:44Ya, menurut saya perlu ya.
22:46Karena memang itu kan orang-orang dekat yang bersangkutan
22:48dan beliau yang meng-hire yang bersangkutan kan.
22:51Sehingga beliau memang
22:53seyogianya diperiksa oleh penyidik.
22:55Tapi ini kan nanti tergantung kebutuhan penyidik.
22:57Penyidik tadi sudah memeriksa berapa?
22:5924 orang saksi kan?
23:0224 ya, 24 orang saksi.
23:04Ini sudah bagus lah.
23:05Sudah proses yang cepat
23:08yang dilakukan oleh penyidik.
23:10Namun ya tetap untuk di sana kan
23:12kita perlu tahu tuh.
23:14Sutrimo itu dipercaya sejauh apa
23:17oleh yang bersangkutan kan?
23:18Apakah hal-hal yang inti dalam rumah tangga itu
23:21juga beliau tahu ya.
23:23Seperti itu.
23:24Nah, oleh karena itu
23:25penting juga penyidik melakukan
23:27pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.
23:29Baik.
23:30Satu pertanyaan singkat untuk masing-masing.
23:32Saya kembali ke Pak Hudi.
23:33Karena yang saya cermati juga
23:35sampai dengan detik ini Pak.
23:36Saat prosesnya masih berjalan di kepolisian
23:38kemudian ekshumasi baru akan berjalan esok hari
23:42dari pihak keluarga Sutrimo
23:44sudah menyampaikan aduan ke Polres Banyumas
23:47tapi kemudian mereka meminta bantuan perlindungan
23:50kepada polisi.
23:52Meminta bantuan sampai dikawal
23:53pengawalan tidak hanya di rumah keluarga Sutrimo
23:56sampai ke pemakamannya pun juga diberikan.
23:58Ditambah lagi ya, ada peluang LPSK
24:00untuk memberikan perlindungan darurat juga
24:02kepada keluarga.
24:03Anda mengaitkan kasus ini
24:05kemudian ada perlindungan
24:06ada kekhawatiran apa
24:07dibalik kasus ini
24:09sampai kemudian dari pihak keluarga
24:10minta perlindungan seperti itu?
24:13Ya, karena kalau menurut saya ya
24:15keluarga melaporkan itu
24:17memang rentan dengan risiko
24:19yang terjadi.
24:22Oleh karena itu memang tadi
24:23negara harus hadir di situ.
24:25Risiko paling besar apa Pak?
24:27Dalam hal apa?
24:29Kalau bicara risiko yang
24:31paling besar dapat saja
24:33keluarga itu diintimidasi
24:35diancam ya kan
24:36untuk tidak meneruskan
24:41laporan tersebut ya
24:42untuk tidak meneruskan laporan tersebut
24:44atau keluarga ya diminta
24:46sudah lah menerima saja
24:47keadaan seperti ini.
24:49Dan yang paling dikhawatirkan kan
24:51apabila keluarga ini
24:52sudah melakukan laporan
24:54ya ada ancaman-ancaman
24:56berupa psikis maupun fisik
24:58yang dilakukan oleh orang-orang
25:00yang berkepentingan
25:02dalam hal ini.
25:03Oleh karena itu
25:04ya negara memang hadir.
25:05Karena seringkali ya
25:08apa namanya
25:09kejadian-kejadian perkara itu
25:11saksi-saksi itu
25:12tiba-tiba tidak bersaksi
25:15karena ada sesuatu yang
25:16tidak jelas di belakangnya.
25:18Oleh karena itu
25:20saya berharap ya
25:21saya berharap itu
25:25RPSK ya
25:26langsung secara darurat
25:29memegang melakukan
25:31perlindungan terhadap
25:33keluarga ya
25:34seperti itu.
25:35Oke.
25:36Terakhir dokter Ade
25:37kalau Anda mencermati
25:38prosesnya nanti
25:39karena ada dorongan
25:40untuk terbuka dan transparan
25:41itu tadi
25:42dari pihak keluarga
25:44batasannya akan bagaimana
25:45ikut serta dalam
25:46proses ekshumasi
25:47dan lokasi dari proses itu
25:49akan berlangsung
25:50di rumah sakit kah
25:51atau bisa jadi
25:53di area tempat pemakamannya
25:54atau mungkin ada lokasi lain
25:55untuk memastikan
25:56semuanya berjalan
25:57tanpa ada hambatan teknis.
25:59Ya kalau
26:00kalau menurut saya
26:01yang terbaik buat
26:02kita semua adalah
26:03kita semua harus melihat
26:05ini sebagai upaya
26:06maksimal terakhir ya
26:07karena
26:08jenasa itu
26:09harus kita lakukan otopsi
26:11memang dibutuhkan
26:11otok-otokan peradilan
26:12dan nanti hasil yang
26:14akan dibuat pun
26:16akan kita sampaikan
26:17kepada pihak penyidik
26:19dan untuk kepentingan
26:20peradilan
26:20jadi pro justisia
26:21lalu untuk pemeriksaannya
26:23tentunya semua hal
26:24yang optimal
26:25harus disiapkan
26:26termasuk tempat
26:27pemeriksaan
26:28dan termasuk buat
26:29semua pihak juga
26:30harus bisa menerima
26:31kalau misalnya
26:32ternyata kita
26:33melakukan pemeriksaannya
26:34tidak bisa satu hari ya
26:35termasuk misalnya
26:37kita harus
26:38misalnya dua hari
26:40sehingga jenasa
26:41harus menginap dulu
26:42di rumah sakit
26:42dan baru keesokan harinya
26:45baru bisa dimakamkan
26:46itu juga bagian
26:46dari pemeriksaan
26:47demi apa?
26:48demi tujuan ketelitian
26:50dan kehatian
26:50kehatian kita tadi
26:52tidak harus terburu-buru
26:54pemeriksaan jenasa itu
26:55yang penting kita
26:56adalah teliti
26:57dan hati-hati
26:58sehingga semua sampel
26:59semua putih-putih
27:00yang ada di tubuh jenasa itu
27:01bisa kita akumulkan dengan baik
27:02apalagi dengan kematian
27:04yang sudah berjalan
27:05lebih dari dua pekan
27:06sudah menuju pekan ketiga
27:07seperti ini
27:08memastikan semuanya
27:09betul-betul terang-benerang
27:10ini yang jadi penting di sini
27:12apalagi kasusnya
27:13sudah menarik perhatian publik
27:14Dr. Ade
27:14terima kasih sudah bergabung
27:16Pak Ahudi juga terima kasih
27:17sudah berdiskusi bersama kami
27:18kali ini
27:19saya selalu untuk Anda berdua
27:20selamat pagi
27:21terima kasih
27:22terima kasih
27:27selamat pagi
Komentar