00:00Terima kasih para guru besar, Bapak Ibu adalah manusia-manusia mulia
00:09Bapak, saya tolong kami Mbak
00:13Gimana Dek?
00:15Saya adalah orang-orang yang kecil Mbak
00:19Jadi, Pak Rektor
00:28Para dosen, sahabat saya, kami juga dosen
00:31Bapak adalah dosen guru bau surga
00:37Kenapa? Anak-anak kita ini kalau jadi amal jariahnya kita terima
00:43Jadi, gimana nak?
00:51Saya Adriano Padama dari Prodi Inno Sosial dan Inno Politik, Fakultas Buken Internasional
01:02Saya dari kabupaten kecil di NTT
01:04Kabupaten yang betul-betul terpencil, Pak
01:07Satu-satunya akses distribusi adalah menggunakan kapal
01:10Namun, saat musim hujan, hujan itu mungkin karena kami dekat dengan samudera
01:18Hujannya itu betul-betul sangat parah, Pak
01:20Nah, masalahnya Pak, kebutuhan beras kami itu sekitar 24-25 ton per tahun
01:27Sedangkan kemampuan kami cuma bisa 10%
01:31Sehingga harga beras sering naik dan mahal, Pak
01:35Nah, yang saya khawatirkan adalah banyak anak kecil yang terpaksa makan umbi-umbian
01:40Dan yang saya tahu adalah
01:42Kalau mereka makan umbi-umbian dari kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas
01:46Sehingga akan membesar
01:47Dan mohon maaf, tapi lubang pembuangan mereka akan mengecil
01:52Dan itu betul-betul sangat menyakitkan, Pak
01:54Jadi, kami cuma bisa mendiri 10%
01:58Kabupaten apa namanya?
02:00Kabupaten Alung
02:01Bulog
02:02Mana bulog?
02:03Sini
02:07Dia tidak ada bulog sana
02:12Kabupaten apa namanya?
02:19Nah, Pak D. Bulog
02:23Bulog, Kabupaten Alor
02:24Kabupaten Alor catat ananya
02:26Catat sini
02:30Kabupaten Alor
02:34Harga beras di sana berapa?
02:36Harga beras kalau di perkotaan, Pak
02:39Kebetulan, untung saya tinggal di area perkota
02:42Jadi, sekitar 13-15
02:45Tapi kalau untuk yang di pedalaman bisa 17-18
02:48Itu saat harga normal
02:50Tapi kalau saat krisis yang di pedalaman itu bisa sampai 25-30 ribu per kilo, Pak
02:55Dan pasti itu akan membuat terpaksa anak-anak
02:58Alor
02:59Iya, Alor
03:00Kecematan?
03:02Satu pulau ya, semua ya
03:03Iya, satu pulau
03:04Satu pulau?
03:05Iya
03:05Berapa orang di sana?
03:07Sekitar 300 ribuan, Pak
03:09300 ribu ya?
03:12Telepon Pak Dirut
03:12Maaf Pak Rektor
03:13Ini penting
03:14Maaf Pak Rektor, saya ambil waktunya dikit
03:16Bu Prof
03:20Pak Sudah
03:21Pak Dirut
03:23Pak Dirut
03:24Itu Kabupaten Alor
03:28Ada nggak bedan di sana?
03:33Kalau tidak
03:37Bisa bangun satu gudang sana ya
03:41Oke, harga beras di sana cukup tinggi
03:43Oke
03:45Nah, kirim utusannya
03:47Kirim beras di sana dulu
03:50Oke
03:51Hari ini ya
03:52Oke
03:55Oke
03:56Saya nanti
03:58Ini Dirut tadi
03:59Kalau tidak ada gudang
04:01Bangun gudang di sana
04:02Gudang blok
04:04Kemudian hari ini
04:05Minta Dirut
04:07Sudah Dirut
04:08Kirim beras di sana
04:10Dan insya Allah harganya cuma 12.500 ya
04:13Merata sampai daerah seluruh pulau kita penuhi
04:16Ya
04:17Dan nanti aku pantau
04:19Ambil nomor telefonnya
04:22Kamu pantau nak
04:23Bupatinya tau
04:24Ada bupati di sana tau Pak
04:30Nggak usah wakilnya aja
04:34Nggak ada
04:35Oh iya wakilnya aja
04:36Kasih nomor wakilnya aku selesaikan
04:39Nanti tanya nak
04:40Kalau pun nak
04:41Nggak nak nanti aku cari
04:42Nanti aku cari
04:43Kamu monitor aja
04:44Lapor sama saya lagi
04:45Ambil nomornya
04:46Ambil nomornya
04:49Opinilin titik
04:50Oke
04:51Maaf Pak Rektor
04:52Saya harus selesaikan
04:53Jangan
04:53Ini saudara kita
04:54300 ribu nih
04:56Butuh beras murah
04:57Kita kirim hari ini
05:12Tapi kamu nak dari desa
05:15Tinggal di mana
05:16Kalau disini
05:16Kalau disini
05:18Bahkan bukota kami mungkin
05:20Mirip desa Pak
05:21Nggak
05:22Tinggal disini
05:23Di kos-kosan
05:24Oh iya sudah
05:25Berapa bayar kos-kos
05:26Perbulan
05:27Pertahun
05:31Oke
05:43Saya selesaikan nak
05:44Saya selesaikan
05:45Dirutnya sudah telpon
05:46Bangun gudang disana
05:47Beras dikirim hari ini
05:49Aku pastikan dirit kirim hari ini
05:52Sudah
05:56Oke
05:56Saya selesaikan
05:57Ini
06:01Ini
06:04Kos-kosanmu dua tahun
06:06Ya
06:18Udah nanti aku turun
06:19Aku turun
06:20Aku selesaikan
06:21Saya selesaikan
06:22Turun
06:23Selesaikan
06:23Saya selesaikan
06:25Tidak
06:26Ini
06:26Ini
06:27Ini
06:27Minggu
06:28Sudah
06:29Pinwilnya
06:34Pak Pinwil
06:38Tahu
06:39Itu Alor
06:39Pulau Alor
06:42Sudah ada perintah
06:43Bawa beras hari ini
06:44Ada gudang nggak disana
06:47Ada gudang
06:48Isi disana
06:49Jangan harga
06:50Sesuai perintah
06:51Bapak Presiden
06:5212.500
06:53Ya
06:55Oke
06:55Yuk berangkat sekarang
06:57Berangkat sekarang ya
06:58Hari ini
06:59Antar hari ini
06:59Oke
07:00Yuk
07:00Aku cek foto
07:02Kirim
07:09Terima kasih
07:28Terima kasih.
07:42Tidak apa-apa, langsung Pak Rektor biar saya bawa sambil keluar tiga orang jalan.
07:48Nanti, nanti, nanti nak ikut sama saya.
07:51Ini kasihan ada acara berikutnya ya.
07:54Tapi empat orang ikut sama saya, ikut keluar.
07:57Terima kasih Pak Rektor, terima kasih Ibu Ketua Senat, Guru Besar.
08:02Terima kasih anak-anak aku, aku harus selanjutkan perjuangan.
08:05Kamu harus sukses.
08:08Kamu harus sukses.
08:11Ya, ini adalah momentum emas hari ini.
08:19Anda dipilih oleh Allah dari 4% menjadi mahasiswa undip hari ini.
08:27Jangan sia-siakan, jangan sia-siakan.
08:29Kedua orang tuamu siang malam berdoa untuk kalian.
08:35Untuk melihat kalian sukses sebelum ajal menjemputnya.
08:40Dan itu harapan orang tua kita semua.
08:43Jangan sia-siakan.
08:45Itu pesanku.
08:46Anak-anakku, selamat berjuang.
08:49Mulia akan ibumu, kedua orang tuamu, mulia akan seluruh dosen kita yang ada di sini.
08:54Insya Allah, kesuksesan kamu akan rebut 10-15 tahun kemudian.
09:00Terima kasih.
09:01Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:03Wah, ini mahasiswa undip top.
09:07Cerdas, ini harapan bangsa.
09:09Dia kritis, tapi konstruktif.
09:12Begitu kita aja di dialog, diskusi, itu luar biasa.
09:16Saya sangat terharu.
09:17Karena dia membawa fakta-fakta.
09:19Dia membawa data.
09:21Bukan, bukan, apa ya, bukan omong kosong.
09:27Tapi dia membawa, bukan membawa narasi kosong.
09:31Dia membawa fakta, insya Allah, 80 persen langsung kami tindak lanjutin.
09:3680-90 persen.
09:38Bagaimana terkait L5, Pak?
09:40Oh, itu insya Allah kita sudah persiapkan jauh sebelumnya.
09:44Ada kompanisasi, ada irigasi, opla, bibit, tahan kekeringan.
09:49Kita sudah siapkan.
09:50Bisa dikeringan, Pak, untuk dampaknya, Pak, di pusat ini, Pak, di lokasi yang mati, Pak.
09:5527 daerah di Jawa Tengah ini sudah kekeringan, Pak.
09:57Nah, ini turun.
09:59Tim saya sudah berada di sini.
10:02Itu kompanisasi, irpom.
10:05Kemudian memperbaiki irigasi.
10:07Tim saya sudah turun.
10:08Ada berapa yang terdampak, Pak?
10:10Ada yang berapa-berapa daerah yang terdampak?
10:12Kalau kekeringan seluruh Indonesia, itu total terakhir data itu 30 ribu hektare.
10:17Pak, itu 0,01 atau 0,003.
10:22Pengaruhnya ke ini, Pak?
10:24Stok, aman.
10:25Stok kita itu bertahan sampai panen Maret tahun akan datang.
10:31Kalau jagung, Pak?
10:32Apakah terdapat juga, Pak?
10:33Jagung, jagung.
10:34Insya Allah, Pak.
10:35Semua jagung beras aman.
10:37Pak, yang lagi ramekan ini, Pak.
10:40Yang penggilin padi, yang katanya pengeselnya bisa sampai 1T, Pak.
10:44Jadi gini, ini itu yang dimaksud adalah grup.
10:49Dan itu bukan persoalan untung, bukan subtansinya itu.
10:53Subtansinya adalah itu penipuan.
10:56Paham?
10:57Harganya 8 ribu, dijual 17 ribu.
11:02Itu benar nggak menurut kamu?
11:05Benar nggak?
11:06Aku tanya, Adik.
11:07Ini beras harganya, brokennya 49 persen, 59 persen, 40 persen.
11:14Harusnya harganya 8 ribu, tapi dijual 17 ribu.
11:17Menurut kamu benar apa salah?
11:19Ini jangan di, apa namanya, pengelian isu.
11:25Subtansinya adalah total kerugian, bukan itu, 2 triliun.
11:29Semuanya adalah 100 triliun kerugian rakyat, mengambil hak rakyat.
11:33Contoh nih, ini beras harganya 8 ribu, tetapi dijual 17 ribu, dan itu ditulis, disitu premium.
11:41Sekarang tersangkanya sudah 38.
11:46Itu maksudnya Bapak Presiden.
11:49Paham substansinya?
11:50Jadi nilai yang 2 triliun itu satu perusahaan besar grupnya.
11:56Karena kapasitas gilinnya 1.000-2.000 ton per hari.
12:00Dan itu kalau 10, itu 10 ribu.
12:02Kalau 20, itu 20 ribu.
12:03Grup.
12:04Tapi kan nggak IT, sekitar 7.
12:06Karena sudah diproses hukum.
12:07Ingat, tersangkanya sudah 38.
12:1038.
12:13Nanti 38, apakah akan ada penambahan untuk mencari yang lain juga?
12:18Oh, pintar.
12:19Tunggu.
12:20Tapi yuk dukung nggak?
12:21Dari media apa?
12:23Detik, Pak.
12:23Detik.
12:24Tapi, support ya.
12:26Itu yang baru nih, yang di-support tadi.
12:29Sesuatu saja.
12:30Fortifikasi.
12:31Beras fortifikasi kan?
12:32Itu harganya harusnya 13 ribu.
12:3612 ribu dijual 42 ribu.
12:38Selisih 30 ribu.
12:39Gila nggak?
12:40Paham maksudku?
12:42Ini dia bilang ini emas 24 karat, tapi itu adalah kuningan.
12:50Itu apa namanya itu?
12:52Saya tanya, itu bener nggak?
12:55Nggak, Pak.
12:56Ini nilai yang dimaksud.
12:58Paham?
12:59Jadi selisih 30 ribu satu kilo, Pak Dekan.
13:03Menurut Pak Dekan gimana nih negara ini?
13:05Mafia tidak mau berhenti kerja.
13:08Total average selisihnya adalah 22,22 ribu enam ratus.
13:14Satu kilo.
13:16Kalau kali satu juta kali, berapa kalau kali satu juta?
13:1922 triliun.
13:21Bener nggak?
13:22Kalau kali satu juta ton?
13:24Iya kan?
13:25Jadi jangan dialihkan isunya.
13:27Iya nggak?
13:28Jadi ada yang bertanya.
13:29Dikira yang kapasitas 2 ton, 5 ton, itu yang mengisikan 2 triliun.
13:34Itu 2 ton, 5 ton.
13:34Ini seribu ton, satu pabrik dan grupnya banyak.
13:39Satu owner bisa 8 perusahaan.
13:41Paham?
13:42Itu yang dimaksud.
13:43Oke, clear ya?
13:44Masih ada mau ditanya?
13:46Tahu nggak?
13:47Substansinya adalah penipuan merampasan rakyat.
13:50Sudah ngerti kan?
13:52Detik ngerti kan?
13:53Iya pak.
13:53Terima kasih.
Komentar