Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
SEMARANG, KOMPAS.TV Mahasiswa Undip asal Kabupaten Alor, NTT Adriano Padama yang curhat kepada Menteri Pertanian Andi Amran mengenai sulitnya distribusi dan mahalnya harga beras di pedalaman Alor.

Hal ini disampaikan saat Mentan Amran menjadi pembicara dalam Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro Semarang pada Kamis (6/8/2026).

Adriano mengatakan bahwa wilayah perkotaan Alor sekitar Rp13.000-Rp 15.000 per kilogram, sementara di wilayah pedalaman berkisar Rp 17.000-Rp 18.000 per kilogram.

"Tapi kalau saat krisis yang di pedalaman itu bisa sampai Rp 25.000 hingga Rp 30.000," kata Adriano.

Mendengar hal itu, Mentan Amran langsung menghubungi Dirut Perum Bulog melalui sambungan telepon.

"Pak Dirut Bulog, Kabupaten Alor ada gudang Bulog di sana? Kalau belum ada, bangun gudang di sana. Hari ini juga kirim beras ke Alor. Saya minta harga beras sesuai arahan Bapak Presiden, Rp12.500 per kilogram," ujar Mentan Amran.

#mentan #amran #beras

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/684591/mentan-amran-langsung-telepon-dirut-bulog-dicurhati-mahasiswa-asal-alor-beras-mahal-di-pedalaman
Transkrip
00:00Terima kasih para guru besar, Bapak Ibu adalah manusia-manusia mulia
00:09Bapak, saya tolong kami Mbak
00:13Gimana Dek?
00:15Saya adalah orang-orang yang kecil Mbak
00:19Jadi, Pak Rektor
00:28Para dosen, sahabat saya, kami juga dosen
00:31Bapak adalah dosen guru bau surga
00:37Kenapa? Anak-anak kita ini kalau jadi amal jariahnya kita terima
00:43Jadi, gimana nak?
00:51Saya Adriano Padama dari Prodi Inno Sosial dan Inno Politik, Fakultas Buken Internasional
01:02Saya dari kabupaten kecil di NTT
01:04Kabupaten yang betul-betul terpencil, Pak
01:07Satu-satunya akses distribusi adalah menggunakan kapal
01:10Namun, saat musim hujan, hujan itu mungkin karena kami dekat dengan samudera
01:18Hujannya itu betul-betul sangat parah, Pak
01:20Nah, masalahnya Pak, kebutuhan beras kami itu sekitar 24-25 ton per tahun
01:27Sedangkan kemampuan kami cuma bisa 10%
01:31Sehingga harga beras sering naik dan mahal, Pak
01:35Nah, yang saya khawatirkan adalah banyak anak kecil yang terpaksa makan umbi-umbian
01:40Dan yang saya tahu adalah
01:42Kalau mereka makan umbi-umbian dari kecil, maka perut mereka akan penuh dengan gas
01:46Sehingga akan membesar
01:47Dan mohon maaf, tapi lubang pembuangan mereka akan mengecil
01:52Dan itu betul-betul sangat menyakitkan, Pak
01:54Jadi, kami cuma bisa mendiri 10%
01:58Kabupaten apa namanya?
02:00Kabupaten Alung
02:01Bulog
02:02Mana bulog?
02:03Sini
02:07Dia tidak ada bulog sana
02:12Kabupaten apa namanya?
02:19Nah, Pak D. Bulog
02:23Bulog, Kabupaten Alor
02:24Kabupaten Alor catat ananya
02:26Catat sini
02:30Kabupaten Alor
02:34Harga beras di sana berapa?
02:36Harga beras kalau di perkotaan, Pak
02:39Kebetulan, untung saya tinggal di area perkota
02:42Jadi, sekitar 13-15
02:45Tapi kalau untuk yang di pedalaman bisa 17-18
02:48Itu saat harga normal
02:50Tapi kalau saat krisis yang di pedalaman itu bisa sampai 25-30 ribu per kilo, Pak
02:55Dan pasti itu akan membuat terpaksa anak-anak
02:58Alor
02:59Iya, Alor
03:00Kecematan?
03:02Satu pulau ya, semua ya
03:03Iya, satu pulau
03:04Satu pulau?
03:05Iya
03:05Berapa orang di sana?
03:07Sekitar 300 ribuan, Pak
03:09300 ribu ya?
03:12Telepon Pak Dirut
03:12Maaf Pak Rektor
03:13Ini penting
03:14Maaf Pak Rektor, saya ambil waktunya dikit
03:16Bu Prof
03:20Pak Sudah
03:21Pak Dirut
03:23Pak Dirut
03:24Itu Kabupaten Alor
03:28Ada nggak bedan di sana?
03:33Kalau tidak
03:37Bisa bangun satu gudang sana ya
03:41Oke, harga beras di sana cukup tinggi
03:43Oke
03:45Nah, kirim utusannya
03:47Kirim beras di sana dulu
03:50Oke
03:51Hari ini ya
03:52Oke
03:55Oke
03:56Saya nanti
03:58Ini Dirut tadi
03:59Kalau tidak ada gudang
04:01Bangun gudang di sana
04:02Gudang blok
04:04Kemudian hari ini
04:05Minta Dirut
04:07Sudah Dirut
04:08Kirim beras di sana
04:10Dan insya Allah harganya cuma 12.500 ya
04:13Merata sampai daerah seluruh pulau kita penuhi
04:16Ya
04:17Dan nanti aku pantau
04:19Ambil nomor telefonnya
04:22Kamu pantau nak
04:23Bupatinya tau
04:24Ada bupati di sana tau Pak
04:30Nggak usah wakilnya aja
04:34Nggak ada
04:35Oh iya wakilnya aja
04:36Kasih nomor wakilnya aku selesaikan
04:39Nanti tanya nak
04:40Kalau pun nak
04:41Nggak nak nanti aku cari
04:42Nanti aku cari
04:43Kamu monitor aja
04:44Lapor sama saya lagi
04:45Ambil nomornya
04:46Ambil nomornya
04:49Opinilin titik
04:50Oke
04:51Maaf Pak Rektor
04:52Saya harus selesaikan
04:53Jangan
04:53Ini saudara kita
04:54300 ribu nih
04:56Butuh beras murah
04:57Kita kirim hari ini
05:12Tapi kamu nak dari desa
05:15Tinggal di mana
05:16Kalau disini
05:16Kalau disini
05:18Bahkan bukota kami mungkin
05:20Mirip desa Pak
05:21Nggak
05:22Tinggal disini
05:23Di kos-kosan
05:24Oh iya sudah
05:25Berapa bayar kos-kos
05:26Perbulan
05:27Pertahun
05:31Oke
05:43Saya selesaikan nak
05:44Saya selesaikan
05:45Dirutnya sudah telpon
05:46Bangun gudang disana
05:47Beras dikirim hari ini
05:49Aku pastikan dirit kirim hari ini
05:52Sudah
05:56Oke
05:56Saya selesaikan
05:57Ini
06:01Ini
06:04Kos-kosanmu dua tahun
06:06Ya
06:18Udah nanti aku turun
06:19Aku turun
06:20Aku selesaikan
06:21Saya selesaikan
06:22Turun
06:23Selesaikan
06:23Saya selesaikan
06:25Tidak
06:26Ini
06:26Ini
06:27Ini
06:27Minggu
06:28Sudah
06:29Pinwilnya
06:34Pak Pinwil
06:38Tahu
06:39Itu Alor
06:39Pulau Alor
06:42Sudah ada perintah
06:43Bawa beras hari ini
06:44Ada gudang nggak disana
06:47Ada gudang
06:48Isi disana
06:49Jangan harga
06:50Sesuai perintah
06:51Bapak Presiden
06:5212.500
06:53Ya
06:55Oke
06:55Yuk berangkat sekarang
06:57Berangkat sekarang ya
06:58Hari ini
06:59Antar hari ini
06:59Oke
07:00Yuk
07:00Aku cek foto
07:02Kirim
07:09Terima kasih
07:28Terima kasih.
07:42Tidak apa-apa, langsung Pak Rektor biar saya bawa sambil keluar tiga orang jalan.
07:48Nanti, nanti, nanti nak ikut sama saya.
07:51Ini kasihan ada acara berikutnya ya.
07:54Tapi empat orang ikut sama saya, ikut keluar.
07:57Terima kasih Pak Rektor, terima kasih Ibu Ketua Senat, Guru Besar.
08:02Terima kasih anak-anak aku, aku harus selanjutkan perjuangan.
08:05Kamu harus sukses.
08:08Kamu harus sukses.
08:11Ya, ini adalah momentum emas hari ini.
08:19Anda dipilih oleh Allah dari 4% menjadi mahasiswa undip hari ini.
08:27Jangan sia-siakan, jangan sia-siakan.
08:29Kedua orang tuamu siang malam berdoa untuk kalian.
08:35Untuk melihat kalian sukses sebelum ajal menjemputnya.
08:40Dan itu harapan orang tua kita semua.
08:43Jangan sia-siakan.
08:45Itu pesanku.
08:46Anak-anakku, selamat berjuang.
08:49Mulia akan ibumu, kedua orang tuamu, mulia akan seluruh dosen kita yang ada di sini.
08:54Insya Allah, kesuksesan kamu akan rebut 10-15 tahun kemudian.
09:00Terima kasih.
09:01Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
09:03Wah, ini mahasiswa undip top.
09:07Cerdas, ini harapan bangsa.
09:09Dia kritis, tapi konstruktif.
09:12Begitu kita aja di dialog, diskusi, itu luar biasa.
09:16Saya sangat terharu.
09:17Karena dia membawa fakta-fakta.
09:19Dia membawa data.
09:21Bukan, bukan, apa ya, bukan omong kosong.
09:27Tapi dia membawa, bukan membawa narasi kosong.
09:31Dia membawa fakta, insya Allah, 80 persen langsung kami tindak lanjutin.
09:3680-90 persen.
09:38Bagaimana terkait L5, Pak?
09:40Oh, itu insya Allah kita sudah persiapkan jauh sebelumnya.
09:44Ada kompanisasi, ada irigasi, opla, bibit, tahan kekeringan.
09:49Kita sudah siapkan.
09:50Bisa dikeringan, Pak, untuk dampaknya, Pak, di pusat ini, Pak, di lokasi yang mati, Pak.
09:5527 daerah di Jawa Tengah ini sudah kekeringan, Pak.
09:57Nah, ini turun.
09:59Tim saya sudah berada di sini.
10:02Itu kompanisasi, irpom.
10:05Kemudian memperbaiki irigasi.
10:07Tim saya sudah turun.
10:08Ada berapa yang terdampak, Pak?
10:10Ada yang berapa-berapa daerah yang terdampak?
10:12Kalau kekeringan seluruh Indonesia, itu total terakhir data itu 30 ribu hektare.
10:17Pak, itu 0,01 atau 0,003.
10:22Pengaruhnya ke ini, Pak?
10:24Stok, aman.
10:25Stok kita itu bertahan sampai panen Maret tahun akan datang.
10:31Kalau jagung, Pak?
10:32Apakah terdapat juga, Pak?
10:33Jagung, jagung.
10:34Insya Allah, Pak.
10:35Semua jagung beras aman.
10:37Pak, yang lagi ramekan ini, Pak.
10:40Yang penggilin padi, yang katanya pengeselnya bisa sampai 1T, Pak.
10:44Jadi gini, ini itu yang dimaksud adalah grup.
10:49Dan itu bukan persoalan untung, bukan subtansinya itu.
10:53Subtansinya adalah itu penipuan.
10:56Paham?
10:57Harganya 8 ribu, dijual 17 ribu.
11:02Itu benar nggak menurut kamu?
11:05Benar nggak?
11:06Aku tanya, Adik.
11:07Ini beras harganya, brokennya 49 persen, 59 persen, 40 persen.
11:14Harusnya harganya 8 ribu, tapi dijual 17 ribu.
11:17Menurut kamu benar apa salah?
11:19Ini jangan di, apa namanya, pengelian isu.
11:25Subtansinya adalah total kerugian, bukan itu, 2 triliun.
11:29Semuanya adalah 100 triliun kerugian rakyat, mengambil hak rakyat.
11:33Contoh nih, ini beras harganya 8 ribu, tetapi dijual 17 ribu, dan itu ditulis, disitu premium.
11:41Sekarang tersangkanya sudah 38.
11:46Itu maksudnya Bapak Presiden.
11:49Paham substansinya?
11:50Jadi nilai yang 2 triliun itu satu perusahaan besar grupnya.
11:56Karena kapasitas gilinnya 1.000-2.000 ton per hari.
12:00Dan itu kalau 10, itu 10 ribu.
12:02Kalau 20, itu 20 ribu.
12:03Grup.
12:04Tapi kan nggak IT, sekitar 7.
12:06Karena sudah diproses hukum.
12:07Ingat, tersangkanya sudah 38.
12:1038.
12:13Nanti 38, apakah akan ada penambahan untuk mencari yang lain juga?
12:18Oh, pintar.
12:19Tunggu.
12:20Tapi yuk dukung nggak?
12:21Dari media apa?
12:23Detik, Pak.
12:23Detik.
12:24Tapi, support ya.
12:26Itu yang baru nih, yang di-support tadi.
12:29Sesuatu saja.
12:30Fortifikasi.
12:31Beras fortifikasi kan?
12:32Itu harganya harusnya 13 ribu.
12:3612 ribu dijual 42 ribu.
12:38Selisih 30 ribu.
12:39Gila nggak?
12:40Paham maksudku?
12:42Ini dia bilang ini emas 24 karat, tapi itu adalah kuningan.
12:50Itu apa namanya itu?
12:52Saya tanya, itu bener nggak?
12:55Nggak, Pak.
12:56Ini nilai yang dimaksud.
12:58Paham?
12:59Jadi selisih 30 ribu satu kilo, Pak Dekan.
13:03Menurut Pak Dekan gimana nih negara ini?
13:05Mafia tidak mau berhenti kerja.
13:08Total average selisihnya adalah 22,22 ribu enam ratus.
13:14Satu kilo.
13:16Kalau kali satu juta kali, berapa kalau kali satu juta?
13:1922 triliun.
13:21Bener nggak?
13:22Kalau kali satu juta ton?
13:24Iya kan?
13:25Jadi jangan dialihkan isunya.
13:27Iya nggak?
13:28Jadi ada yang bertanya.
13:29Dikira yang kapasitas 2 ton, 5 ton, itu yang mengisikan 2 triliun.
13:34Itu 2 ton, 5 ton.
13:34Ini seribu ton, satu pabrik dan grupnya banyak.
13:39Satu owner bisa 8 perusahaan.
13:41Paham?
13:42Itu yang dimaksud.
13:43Oke, clear ya?
13:44Masih ada mau ditanya?
13:46Tahu nggak?
13:47Substansinya adalah penipuan merampasan rakyat.
13:50Sudah ngerti kan?
13:52Detik ngerti kan?
13:53Iya pak.
13:53Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan