Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 jam yang lalu
KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan pada Selasa (4/8/2026).

Penggeledahan tersebut dilakukan terkait dengan proses penyidikan kasus dugaan pemerasan izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) yang menjerat eks Wamen Imipas Silmy Karim dan kawan-kawan.

"Tim baru selesai melaksanakan pengeledahan di kantor imigrasi Jakarta Selatan. Tadi sekitar pukul 18.00 WIB selesai habis maghrib itu tim masih melakukan penggeledahan di kantor Imigrasi Jakarta Selatan," kata Plh Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih, Jakarta, Selasa (4/8/2026) (4.36).

Baca Juga [FULL] KPK Tahan 3 Tersangka Korupsi Digitalisasi SPBU Pertamina, Kerugian Negara Rp322 Miliar di https://www.kompas.tv/nasional/683946/full-kpk-tahan-3-tersangka-korupsi-digitalisasi-spbu-pertamina-kerugian-negara-rp322-miliar



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683959/kpk-geledah-kantor-imigrasi-jakarta-selatan-terkait-kasus-silmy-karim
Transkrip
00:00Karena nanti kita akan lihat update-nya seperti apa, tetapi sudah ada atensi dari pimpinan disampaikan di laporan capaian kinerja
00:09kemarin.
00:10Kemudian juga kami juga mendapat update terkait laporan pengawasan dari Dewas.
00:17Juga ada atensi bahwa diminta untuk perkara-perkara yang lama agar ada kepastian hukum begitu ya.
00:24Kita akan update satu persatu mana kasus-kasus lama yang memang sudah bisa untuk kita lakukan upaya paksa berikutnya kita
00:33akan lakukan seperti ini.
00:34Ini jadi bagian juga kenapa kita juga harus melihat seperti apa dinamika yang ada di masing-masing Satgas.
00:41Karena ini perkara ini pun Satgas yang menangani perkara digitalisasi SPBU ini adalah juga yang Satgas menangani perkara OTT atau
00:54tertangkap tangannya ke Majarmasin.
01:00Tapi kan sudah selesai, kemarin kita sudah sampaikan tim juga mengembangkan perkara itu.
01:06Kemudian ada tiga seberindik yang dari tertangkap tangannya Kepala Madya Banjarmasin.
01:14Jadi ada seberindik umum karena memang kuah baru.
01:18Jadi ada tiga seberindik umum.
01:20Yang pertama seberindik pemberi kepada pejabat negara.
01:24Ini artinya ada pihak swasta lain yang memberikan sesuatu.
01:30Artinya yang waktu tertangkap tangan belum ditetapkan sebagai tersangka.
01:34Yang kedua ada seberindik penerimaan.
01:37Artinya ada pejabat-pejabat lain dan pejabat yang sama di perkara yang tertangkap tangan itu menerima dari swasta yang lain
01:46tentunya.
01:46Itu juga kita sudah dikembangkan oleh tim.
01:50Dan yang terakhir surat perintah penyidikan umum untuk TPPU.
01:56Jadi artinya ada beberapa hasil tindak pidana yang ditemukan di hasil penyidikan tersebut.
02:01Kemudian kita kembangkan ke perkara TPPU-nya.
02:04Untuk mengejar aset pemulihan kerugian kewanegaranya.
02:08Atau aset recovery.
02:09Hingga memang perkara-perkara lama.
02:12Tadi dinamika di tim dan juga sudah disampaikan oleh pimpinan.
02:16Kita memang kekurangan sumber daya manusia.
02:19Tetapi itu bukan menjadi alasan ya tentunya.
02:21Bagi kami untuk tetap menyelesaikan perkara-perkara tunggakan atau carryover.
02:27Termasuk untuk perkara KPBN tadi itu bukan perkara lama karena sprintingnya juga baru naik gitu.
02:35Dan ini juga awal-awal.
02:37Jadi kami tidak bisa sampaikan secara detail.
02:40Tapi betul memang ada sprinting terkait KPBN.
02:43Dan itu sedang berjalan prosesnya.
02:45Nanti akan di-update apabila memang ada sesuatu yang perlu disampaikan kepada publik.
02:52Begitu ya Mas Meryo.
02:54Yang kedua.
02:55Mas Meryo ini banyak semuanya nih.
02:57Untuk pengembangan Kejang Lebong.
02:59Tadi kembali saya sampaikan.
03:01Kita tidak menutup kemungkinan memeriksa pihak-pihak lain.
03:06Jadi saya sudah sampaikan untuk Kepala Dinas PU Kota Bengkulu.
03:09Itu hanya jadi beberapa contoh saja dari pihak-pihak yang juga nanti ke depan.
03:16Ini akan kita kembangkan pemeriksaannya.
03:19Tentunya tadi saya sampaikan itu ada ditemukan di proyek yang disampaikan dalam perkara yang Rejang Lebong.
03:28Sisi pemberi ini bukan hanya mengerjakan di Kabupaten Rejang Lebong saja.
03:34Begitu Bang Meryo ya.
03:35Jadi tentunya tadi ada dari pihak DPRD.
03:39Ya kemungkinan kita tidak bisa sampaikan ya.
03:43Kita tidak boleh berandai-andai.
03:45Tetapi nanti kita akan update apabila memang ada penetapan tersangka.
03:52Atau memang tim masih memperlebar proyek-proyeknya di mana saja.
03:58Karena tentunya bukan hanya di Rejang Lebong, bukan hanya di Kota Bengkulu.
04:01Jadi kita tunggu saja prosesnya seperti apa.
04:03Karena ini masih sangat terbuka kemungkinan peluang-peluang untuk dikembangkan oleh tim penyidik berdasarkan bukti yang dari sisi swastanya.
04:14Jadi kita temukan fakta-fakta yang lain memang.
04:18Kemudian untuk perkara ini pas, update-nya terakhir kami sampaikan itu mengenai jumlah aset recovery ya.
04:27Saya lupa apa sudah disampaikan oleh Mas Jubir.
04:29Itu sudah ada penyitaan-penyitaan terkait aset masing-masing tersangka.
04:34Dan untuk saat ini, hari ini pun ada kegiatan penggeledahan.
04:41Mungkin sudah sampaikan atau tidak? Belum ya.
04:44Itu sudah selesai tadi jam sekitar selesai jam 6.
04:49Habis mangrif itu tim masih melakukan kegiatan penggeledahan di kantor imigrasi Jakarta Selatan.
04:57Dan ini mungkin hasilnya karena sedang proses terakhir gitu ya.
05:05Nanti mungkin akan ada update hasil-hasil penggeledahannya yang disampaikan oleh Jubir.
05:11Jadi itu Mas Mario untuk perkara ini pas.
05:14Kemudian untuk biaya cukai, ya memang sudah kami sampaikan ada pengembangan dua seberindik.
05:20Untuk cukai ini memang ada kekhususan tersendiri.
05:25Karena memang cukai ini dikonstruksi perkaranya kan yang kita awal itu terkait importasi.
05:33Tapi kemudian kami menemukan karena penggeledahan-penggeledahan di kantor biaya cukai itu ada dokumen-dokumen yang perlu ditindaklanjuti.
05:39Makanya ada pemanggilan terhadap pengusaha-pengusaha rokok gitu ya.
05:44Tapi tentunya keterbatasan waktu dipenyidikan dan konstruksi perkaranya.
05:50Kemudian itu perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan yang lain.
05:57Yang saat ini pun juga sedang dilakukan oleh tim penyelidik.
06:02Jadi kita berkaitan sama dengan tim penyelidik untuk terkait perkara cukainya.
06:08Terakhir untuk kegiatan...
06:18Kantor imigrasi Jakbar, atau juga Jaksel, kantor imigrasi mana lagi yang sudah digeledah.
06:23Karena kami jarang banget dapat update-nya gitu.
06:27Mungkin Jaktim, Jakut, atau mana gitu.
06:29Tentunya kalau yang mau digeledah kita enggak akan spill ya.
06:34Kalau yang sudah nanti kita update lagi.
06:36Tapi terakhir yang saat tadi kami dilaporkan, tim baru selesai melaksanakan penggeledahan di kantor imigrasi Jakarta Selatan.
06:45Yang ditanyakan yang sudah bobol kawan-kawan yang mana yang digeledah.
06:50Kan sudah ada beberapa yang tempoh hari sudah disampaikan oleh Jubir, nanti kita update.
06:53Tadi saat terakhir yang posisi terakhir itu, Mas Rio.
06:57Terakhir ke Bang Mario pertanyaan terkait Morainim.
07:01Tadi ada perpanjangan kegiatan, perpanjangan penahanan untuk edisa bupati dan staff ya.
07:12Itu ada sisi penerima.
07:14Untuk tambahan perpanjangan penetapan pengadilan yang pertama, 30 hari pertama.
07:21Mas Wahyu tadi tambahan yang Mas Jatim ya, yang belum dipanggil ya, nanti kita akan kebut Mas.
07:26Tapi ini timnya karena terbatas, yang kemarin tersangka yang 4 itu, itu sudah divinalisasi berkasnya.
07:31Jadi setelah itu nanti akan ada yang lain.
07:35Terima kasih Pak Didik.
07:38Termasuk saksi-saksi yang tidak hadir, tentu nanti juga akan dicatalkan ulang.
07:42Mas Wahyu tadi pertanyaan soal itu.
Komentar

Dianjurkan