Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
LUMAJANG, KOMPAS.TV - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus melakukan dropping air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Saat ini, sudah ada tiga dari enam kecamatan yang telah dilakukan distribusi air bersih.

Air bersih masih menjadi barang langka di beberapa daerah di Kabupaten Lumajang. Warga di Desa Dadapan harus berebut air bersih yang diberikan Pemerintah Kabupaten setempat.

Dengan menggunakan jeriken maupun ember, mereka mengambil air guna memenuhi kebutuhan beberapa hari ke depan. Warga mengatakan, air bersih ini digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, mencuci, mandi, bahkan untuk pakan ternak.

Ada sekitar enam kecamatan yang terdampak krisis air bersih di Lumajang. Pemerintah Kabupaten setempat juga sudah memberlakukan status tanggap darurat kekeringan hingga awal Oktober nanti.

#kemarau #bpbd #jatim

Baca Juga 2 Jenazah Pendaki Gunung Piramid Bondowoso Dievakuasi Dari Dasar Jurang | JURNAL NUSANTARA di https://www.kompas.tv/regional/684216/2-jenazah-pendaki-gunung-piramid-bondowoso-dievakuasi-dari-dasar-jurang-jurnal-nusantara



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/684217/bpbd-antisipasi-kekeringan-yang-terdampak-di-jawa-timur-status-siaga-darurat-kekeringan
Transkrip
00:03Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPB di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur terus melakukan dropping air bersih kepada warga terdampak kekeringan.
00:11Saat ini sudah ada tiga dari enam kecamatan yang sudah dilakukan distribusi air bersih.
00:19Air bersih masih menjadi barang langka di beberapa daerah di Kabupaten Lumajang.
00:23Warga di desa dadapan ini harus berebut air bersih yang diberikan pemerintah Kabupaten setempat.
00:28Dengan menggunakan jirigen maupun ember, mereka mengambil air guna kebutuhan beberapa hari ke depan.
00:34Warga bilang air bersih ini digunakan berbagai hal, mulai dari memasak, cuci, mandi, bahkan untuk pakan ternak.
00:42Sampai akhir 31 Juli kemarin, ada tiga kecamatan dan enam desa.
00:49Untuk wilayah utara, kayak Raniosa, kecamatan Raniosa sendiri, ada dua desa menuju sama Yekong.
00:56Untuk kecamatan Gudu Jajang, ada desa Umbun.
01:00Dan untuk kecamatan Gujali sendiri, itu ada desa Pakkel, desa Gujali sendiri, dan desa dadapan.
01:09Ada sekitar enam kecamatan yang terdampak krisis air bersih di Lumajang.
01:14Pemerintah Kabupaten sempat juga sudah memperlakukan tanggap darurat kekeringan hingga awal November nanti.
01:20Abdul Rohman Kompasivi Lumajang, Jawa Timur
01:26Dan untuk mengetahui bagaimana penanganan kekeringan di Jawa Timur, kita sudah bersama dengan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot
01:34Subroto, yang sudah terhubung bersama kami melalui sambungan daring.
01:37Apa kabar, Pak Gatot?
01:40Sehat, Mbak Dandang.
01:42Alhamdulillah.
01:43Pak Gatot, begini kita ingin update dulu terkait dengan sebaran kekeringan di Provinsi Jawa Timur.
01:48Sebenarnya sampai dengan saat ini, titik-titik mana saja yang paling parah terdampak, Pak Gatot?
01:53Hingga hari ini sudah sebanyak 22 kabupaten yang menetapkan status siaga maupun tanggap darurat kekeringan.
02:05Ada tiga yang mengeluarkan status tanggap darurat, di mana itu adalah Lumajang, lalu ada Situbondo, dan juga Mojekerto.
02:16Selain itu, semuanya posisi di siaga darurat.
02:19Sehingga memang totalnya ada 22.
02:22Dan untuk wilayah yang sudah mengeluarkan ataupun melakukan dropping air bersih, sudah ada sebanyak 15 kabupaten yang ada di wilayah
02:32Jawa Timur.
02:34Untuk hari ini, kami sudah melakukan dukungan di dua lokasi, seperti halnya di Pondowoso, dan juga ada di wilayah Probolinggo.
02:50Demikian.
02:51Oke, berarti sampai dengan saat ini, Pak Gatot, sudah berapa mungkin warga datanya yang terdampak akibat kekeringan air bersih ini
02:59di Provinsi Jawa Timur?
03:02Kalau sampai total seluruhnya, nanti kita kan punya data potensi yang terdampak, kurang lebih ada 29 kalau memang itu terjadi
03:13semua, ada potensinya.
03:15Tetapi ini kan masih 22 wilayah, sehingga kurang lebih masih 35 juta orang yang terdampak.
03:24Oke, nah ini yang menjadi pertanyaan juga sebenarnya, Pak Gatot.
03:28Apa indikator yang digunakan oleh BBBD Jawa Timur, khususnya untuk bisa memberikan label ataupun menyatakan bahwa daerah ini adalah mengalami
03:37kekeringan air bersih?
03:38Apa saja, Bapak?
03:40Proses untuk mengetahui apakah wilayah tersebut masuk wilayah rentan kekeringan, itu pertama dari pihak desa ataupun kelurahan melapor ke BBBD
03:53Kabupaten Setempat.
03:55Dari Kabupaten Setempat, nanti BBBD-nya akan melapor ke kami, dan untuk dropping air bersihnya, menyesuaikan dengan permintaan dari kelurahan
04:06maupun desa setempat.
04:10Berarti kan tadi Pak Gatot menyinggung bahwa sekitar ada 35 juta warga terdampak di Provinsi Jawa Timur khususnya,
04:17untuk mengantisipasi langkah apa yang dilakukan, Bapak, untuk membantu warga setidaknya dalam kondisi yang dialami mereka saat ini?
04:25Saat ini langkah kami tetap seperti tahun-tahun sebelumnya, melakukan dropping air bersih, lalu juga memberikan dukungan tandon maupun jirigen,
04:37serta terpal untuk menyimpan ataupun menempatkan air di rumah,
04:43dan juga ada beberapa kolaborasi dengan OPD maupun institusi pusat, seperti BNPB maupun PU.
04:56Selain dropping air bersih yang dilakukan jangka pendek, jangka panjangnya, ada pengemboran air bersih,
05:01juga ada potensi juga OMC, kalau memang ada awan yang bisa dilakukan OMC.
05:10Oke, yang menjadi tantangan saat ini Pak Gatot kan kita tahu ada fenomena global, seperti El Nino Kuat.
05:17Nah ini kalau Bapak sendiri melihat, terkait dengan durasi dan juga tingkat kekeringan musim kemarau di Provinsi Jawa Timur,
05:23sampai dengan kapan? Pak Gatot.
05:27Informasi dari BMKG bahwa puncak musim kering ada di zona bulan Agustus hingga awal September.
05:38Dan di wilayah-wilayah ataupun di bulan-bulan tersebut,
05:43kami sudah meminta kepada BBPD Kabupaten Kota untuk segera melakukan pendataan wilayah-wilayah mana
05:53yang memang perlu dilakukan dropping air bersih.
05:56Dan juga kami selalu berkolibrasi dengan teman-teman di BMKG,
06:00di mana wilayah awan yang bisa untuk dilakukan modifikasi cuaca.
06:05Sehingga kalau memang ada potensi tersebut, bisa kami lakukan modifikasi cuaca untuk dilakukan UMC,
06:13bekerja sama dengan teman-teman dari BNPB.
06:17Oke, saya garis bawahi bahwa pentingnya untuk komunikasi lintas instansi atau lintas tektor di kondisi seperti saat ini.
06:25Jadi, Pak Gatot, mengenai evaluasi.
06:28Apa evaluasi untuk program penanggulangan kekeringan lintas instansi di Jawa Timur agar krisis serupa tidak terjadi?
06:34Ataupun tidak berulang setiap tahun ya?
06:37Ibu Gubernur sudah memerintahkan kami waktu ada rapat koordinasi bersama teman-teman di BNPB terkait
06:47dan dihadiri juga oleh Kepala BNPB.
06:50Selain melakukan pengeboran sumur dalam, juga membuat pipanisasi untuk wilayah-wilayah yang memiliki sumber air.
06:59Serta ada upaya untuk melakukan UMC pada saat puncak musim kering ini apabila awan hujan ada.
07:09Selain jangka pendek yang selalu kami lakukan adalah dropping air bersih.
07:13Dan juga perlu adanya dukungan dari masyarakat juga untuk menjaga ada beberapa sumber air yang bagus
07:23tetapi karena kualitasnya tidak didukung oleh perilaku masyarakat yang baik maka kualitas air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.
07:32Selain itu juga ada beberapa kegiatan PU pengairan untuk perbaikan ataupun normalisasi sungai
07:40agar air itu bisa tersimpan lebih lama kalau sudah ternormalisasi dan juga bisa menjadikan potensi
07:50apabila terjadi kekeringan itu bisa dimanfaatkan.
07:54Oke baik saya tangkap pesan yang disampaikan Pak Gatot.
07:57Harapannya memang evaluasi ataupun upaya yang dilakukan BPBD Jawa Timur dengan lintas instansi
08:02bisa membantu warga khususnya warga yang terdampak kekeringan.
08:06Terima kasih atas waktunya Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Subroto.
08:11Sehat selalu Bapak.
Komentar

Dianjurkan