Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Kematian seorang satpam bernama Sumarna di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, masih menyisakan banyak tanda tanya.

Korban ditemukan meninggal dunia dengan kondisi tangan terborgol ke belakang saat masih mengenakan seragam dinas.

Penyelidikan polisi terus berkembang, sejumlah saksi telah diperiksa dan berbagai kejanggalan di lokasi kejadian menjadi fokus pendalaman, mulai dari barang berharga korban yang tidak hilang, sepeda motor yang masih berada di lokasi, hingga telepon genggam yang ditemukan masih tersimpan di saku korban.

#satpam #sumarna #purwakarta

Baca Juga Kasus Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Warga Mengaku Dengar Teriakan Minta Tolong di https://www.kompas.tv/regional/683681/kasus-satpam-tewas-terborgol-di-waduk-jatiluhur-warga-mengaku-dengar-teriakan-minta-tolong



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683908/misteri-kematian-satpam-di-jatiluhur-barang-korban-utuh-hingga-teriakan-minta-tolong-jadi-sorotan
Transkrip
00:00Jangan lupa like, share, dan subscribe channel ini.
00:30Pelugasan terhadap pengamanan itu harus disesuaikan dengan area belas ini.
00:34Ada katanya warga yang mendengar suara jeritan minta tolong.
00:38Ada beberapa CCTV yang kami dapatkan dan ada hasil dari situ.
00:43Masih menjadi misteri kematian seorang satpam bernama Sumarna
00:47yang bertugas di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
00:51Benarkah Sumarna jadi korban pembunuhan berencana?
00:55Jasad Sumarna ditemukan dalam kondisi tangan terborgol ke belakang
00:59dan masih mengenakan seragam dinas di tepi Waduk pada Jumat 24 Juli 2026.
01:05Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan hilang kontak saat bertugas.
01:10Muncul dugaan bahwa Sumarna menjadi korban pembunuhan.
01:14Kabit Humas Polda, Jawa Barat menegaskan pihaknya telah memeriksa sekitar 11 orang saksi
01:19guna mengumpulkan informasi sebelum dan sesudah kejadian.
01:23Sudah kurang lebih 11 saksi yang sudah diperiksa oleh Pores Purwakarta
01:29di mana di sini tujuannya untuk mencari ketangan-ketangan pada saat sebelum kejadian
01:36dan juga pasal kejadian.
01:38Kita juga sudah mendapatkan beberapa rekomendasi CCTV yang sudah kita lakukan pembunuhan
01:47dan dengan sekalian kami butuh waktu untuk bisa mengungkap kasus kejadian ini.
01:55Minimnya CCTV dan saksi menyulitkan pengungkapan kasus pembunuhan Sumarna.
02:00Pengelola Waduk Jatiluhur menyebut hanya 27 CCTV mengawasi objek vital nasional Waduk Jatiluhur
02:07dan yang terdekat letaknya sekitar 2 km dari lokasi kejadian.
02:13Kami di Waduk Jatiluhur ada 27 CCTV.
02:17Jadi bukan tidak ada tapi ada 27 CCTV dan letaknya tersebar.
02:22Lokasi yang ada di Umruk, di Radical Gate, itu ada 3 CCTV di sana yang beroperasi.
02:30Sudah diambil oleh polisi yang pertamanya.
02:33Sedangkan lokasi kejadian yang terjadi itu adalah di luar jangkauan CCTV
02:39karena emang jaraknya sekitar 2 km dari CCTV.
02:41Dari hasil gelar perkara yang dilakukan,
02:44kasat resep sekriminal dan tim penyidik menunjukkan adanya perkembangan
02:48dalam pengungkapan kasus pembunuhan Sumarna.
02:52Baik, jadi dari hasil gelar perkara kemarin yang kita panggil dari kasat serse dan tim
02:58ke PODA, kita mendapatkan beberapa informasi yang cukup ada kemajuannya.
03:06Di mana dalam hari ini mereka memberikan beberapa hipotesa kemungkinan para pelaku
03:12yang menjadi pembunuh dan penganyaihan dari korban satpam ini.
03:19Dan tentu saja backup kami di sini tentu dengan penguatan beberapa personel kita
03:25untuk mendukung dari hipotesa yang mereka berikan itu.
03:29Sehingga perbantuan dari IT, perbantuan dari Inavis,
03:34guna perbantuan juga terhadap tenaga penyidik.
03:37Ini harapan kita dengan bantuan kita ini yang 2 hari baru kita bekerja ini
03:42mempercepat daripada harapan masyarakat untuk mengungkap
03:46tapir pembunuhan yang terjadi di jati luhur ini.
03:51Demikian Ibrahim.
03:52Gubernur Jawa Berat Deddy Mulyadi juga ikut menyoroti kasus kematian Sumarna.
03:56Deddy Mulyadi mempertanyakan tidak ketersediaannya kamera pengawas atau CCTV
04:01di sejumlah titik penting TKP.
04:03Yang pertama pagi saya bertemu dengan keluarga korban ya.
04:08Korban diduga pembunuhan.
04:11Dan kemudian hari ini saya bertemu dengan Pak Kasar Sese
04:15untuk menanyakan perkembangan.
04:18Dan selanjutnya juga kita meminta agar kasus ini segera terungkap pelaku
04:25yang melakukan pembunuhan terhadap korban.
04:29Karena ini menyangkut rasa amannya masyarakat di Jawa Barat.
04:33Jadi saya di berbagai titik manapun pasti memberikan supporting terhadap berbagai kasus.
04:38Kemarin kan kita supporting Kasar Sese Indramayu.
04:42Dan sudah selesai.
04:43Lakunya dihukum yang satu hukuman mati, yang satu penjara seumur hidup.
04:48Sekarang tinggal ini.
04:50Ya tugas gubernur kan memberikan rasa aman dan rasa menyaman bagi seluruh warga
04:55dengan berkolaborasi dengan aparat kepolisian.
05:00Kolaborasi atau supporting apa sih Pak yang diberikan kepada tim dari Satres Limporas Purwakarta ini Pak?
05:06Pokoknya gini, supportingnya adalah ini harus segera terungkap.
05:11Ya sebaiknya sih memang harus ada kamera pengawas ya.
05:14Harus ada CCTV dan sebaiknya penugasan terhadap pengamanan itu harus disesuaikan dengan area.
05:22Dan tingkat kerawanan, misalnya kalau tingkat kerawanan dan arealnya yang luas ya gak bisa oleh satu orang dong.
05:30Ya kan?
05:30Harus orangnya harus ditambah.
05:32Terus kalau tempatnya disitu memang objek vital ya gak bisa kita gelap.
05:37Harus penerangannya harus ditambah.
05:39Dan gitu ya.
05:40Terus misalnya orangnya misalnya ini butuh berapa orang ya.
05:47Tentunya kan ada hitungan ininya apa rasionya ya.
05:51Kenaga pengamanan itu.
05:53Saya pikir ini harus menjadi bahan evaluasi kita semua.
05:56Selain evaluasi oleh PJT juga evaluasi oleh kita, pemerintah, daerah kepolisian.
06:01Sejumlah kejanggalan bermunculan.
06:03Barang berharga milik Sumarna tak ada yang hilang.
06:06Sepeda motor masih berada di tempatnya.
06:08Lengkap dengan ponsel miliknya ditemukan di saku korban.
06:11Warga di sekitar TKP juga mengatakan sempat mendengar suara gaduh dari TKP.
06:16Warga bilang suara gaduh dan teriakan minta tolong terdengar saat dini hari.
06:21Selain itu warga juga sempat bercerita bahwa korban sempat menegur pelaku vandalisme.
06:25Tapi tak sempat terjadi perselisihan.
06:28Di pojok sebelah sana ada yang mengatakan katanya ada mendengar suara kegaduhan seperti orang ribut.
06:35Dan ditambah lagi di sebelah sini ada katanya warga yang mendengar suara jeritan minta tolong.
06:41Itu aja.
06:42Ibu juga yang warga satu lagi yang mendengar suara jeritan minta tolong juga dia tidak berani keluar.
06:49Makanya pas ditanya sama pendegak hukum tidak melihat sosok siapa yang ada di luar minta tolong.
06:57Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta bersama tim Inavis Polda Jawa Barat kembali melakukan olah tempat kejadian perkara.
07:05Olah TKP difokuskan di posat pambendungan Tanggul Kayat, lokasi korban berjaga sebelum ditemukan meninggal dunia.
07:13Polisi melakukan pencarian jejak sidik jari orang asing yang diduga tertinggal di lokasi.
07:19Untuk CCTV kami sudah ada beberapa CCTV yang kami dapatkan dan ada hasil dari situ.
07:27Sekarang proses analisasi CCTV pun juga masih berjalan.
07:30Dan kejadian ini kita hanya, maaf, bukan hanya bercerita di sini.
07:36Korban ini berangkat dari rumah menuju lokasi tugasnya.
07:40Kan ada CCTV juga di situ.
07:42CCTV yang punya wajah apa?
07:43Ada orang ini?
07:44Termasuk.
07:46Bagaimana menurut sahabat Kompas TV, apakah berbagai kejanggalan di lokasi kejadian dapat menjadi petunjuk penting
07:52untuk mengungkap kasus kematian Sumarna?
08:00Terima kasih.
08:00Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan