Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Bareskrim Polri mengungkap perkembangan penyelidikan kasus kopilot asal Malaysia berinisial M.S. yang diduga menyelundupkan 26 kilogram ekstasi dan 4 gram sabu melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku dijanjikan upah sebesar 50.000 ringgit Malaysia atau sekitar Rp220 juta untuk membawa narkotika ke Indonesia.

Rekaman CCTV memperlihatkan M.S. membawa dua koper saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dari penerbangan Kuala Lumpur pada 29 Juli 2026. Meski kru penerbangan tergolong kelompok berisiko rendah dan memiliki jalur khusus saat pemeriksaan di bandara, seluruh barang bawaan tetap diperiksa hingga petugas menemukan 26 kilogram ekstasi dan 4 gram sabu di dalam koper.

Bareskrim Polri juga mengungkap pengakuan M.S. yang menyebut telah tiga kali membawa narkotika ke Indonesia, yakni dua kali ke Jakarta dan satu kali ke daerah lain. Saat ditangkap, tersangka turut membawa satu botol kecil berisi urine yang diduga dipersiapkan untuk memalsukan hasil tes urine. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan M.S. positif mengonsumsi narkotika. Polisi menduga tersangka merupakan bagian dari jaringan narkotika internasional.

Dalam dialog KompasTV, mantan Deputi BNN yang juga Ketua Umum Gerakan Mencegah daripada Mengobati (GMDM), Irjen Pol. (Purn.) Arman Depari, memberikan pandangannya mengenai dugaan penggunaan kru penerbangan sebagai modus baru penyelundupan narkotika serta langkah antisipasi yang perlu dilakukan.

#narkoba #bareskrimpolri #beacukai #malaysia #bandarasoekarnohatta #kompastv

Baca Juga Polisi Gagalkan Penyelundupan 86 Kg Sabu dan 5 Ribu Ekstasi di Riau | BORGOL di https://www.kompas.tv/regional/683879/polisi-gagalkan-penyelundupan-86-kg-sabu-dan-5-ribu-ekstasi-di-riau-borgol

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683901/full-buka-fakta-arman-depari-ungkap-cara-kopilot-malaysia-selundupkan-narkotika-kompas-petang
Transkrip
00:03Intro
00:05Opas Petang kami lanjutkan sedara terkait pengembangan kasus kopilot asal Malaysia
00:09yang menyelundupkan 26 kg ekstasi dan 4 gram sabu
00:13Melalui Bandara Soekarno-Hatta, Baris Krimpori mengungkap kopilot MS
00:17Dijanjikan upah 50 ribu ringgit Malaysia untuk bisa menyelundupkan narkotika ke Indonesia
00:23Intro
00:29Inilah rekaman CCTV yang memperlihatkan bagaimana pilot MS membawa 26 kg ekstasi dan 4 gram sabu
00:36di dalam koper saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
00:41Dari keterangan pilot yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, MS dijanjikan upah sebesar 50 ribu ringgit Malaysia
00:49atau jika dirupiahkan mencapai angka 220 juta rupiah untuk bisa menyelundupkan narkotika ke Indonesia
00:56Tersangka juga mengaku 3 kali membawa narkotika ke Indonesia
01:012 kali di Jakarta dan 1 kali di daerah lain
01:05Diduga pilot MS masuk dalam jaringan internasional
01:17Berdasarkan keterangan tersangka demikian
01:20Dijanjikan diberi upah 50 ribu ringgit Malaysia
01:24Ini masih pendalaman Ungkap Kombes Awaludin Amin
01:28Kasubrit 2 Direkturat Tindak Pidana Narkoba Baris Krimpori
01:32dalam pesan singkat kepada Kompas TV
01:37Sementara di Malaysia, otoritas setempat menyatakan investigasi menyeluruh
01:41tengah dilakukan atas kasus kopilot asal Malaysia
01:44Muhammad Sawfi bin Othman
01:47yang tertangkap membawa 26 kg ekstasi dari Malaysia ke Indonesia
01:51Dikutip dari bernama
01:53Polisi Malaysia masih menyelidiki cara pelaku
01:57untuk lolos dari pemeriksaan Bandara Internasional Kuala Lumpur
02:00Menurut Dirjen Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia
02:04Setiap kru penerbangan di Malaysia
02:07melalui pemeriksaan ketat di bandara
02:09Pihaknya kini menyelidiki modus penyelundupan sang kopilot
02:16Saringan yang dilakukan seperti mana biasa
02:19menggunakan scanner
02:21perkara ataupun bag yang dibawa
02:25tidak memberi apa jua image yang mencurigakan
02:30justru itu ia melepasi saringan biasa
02:35yang dilaksanakan oleh pihak keselamatan lapangan terbang antara bangsa KLI
02:42Orang nak bawa barang-barang telarang ni
02:45mungkin dia menyembunyikannya
02:49mungkin dia cara dia membaluti barang-barang tersebut
02:52yang menyebabkan mesin scanner itu tidak dapat mengesan barang tersebut
02:58So modus operandi dia
03:00dalam dia menyaluti ataupun menyembunyikan MDMA itu
03:07dan metafetamin itu adalah sesuatu yang kita sedang tunggu
03:11daripada pihak BDRM
03:14Sementara itu Wakil Ketua Komisi 3 DPR
03:16dari fraksi Partai Nasdem
03:18Ahmad Syahroni menanggapi terbongkare kasus pilot asing
03:21yang mengedarkan 26 kg ekstasi di Indonesia
03:24Syahroni bilang terungkapi kasus itu
03:26membuktikan kerja bea dan cukai
03:29mencegah peredaran obat terlarang
03:31Syahroni juga menyebut petugas di Indonesia
03:33mampu mengantisipasi jalur-jalur peredaran narkoba
03:38yang tidak biasa seperti yang dilakukan oleh pilot
03:43Kepada petugas beacukai
03:45jeli dengan apa yang telah dilakukan oleh para pihak
03:48yang loloskan dari negara yang dia keluar
03:52dari negara tujuan ke kita
03:54itu menjadi apresiasi buat beacukai
03:58menganalisa dalam aspek
04:00kalau pengamanan jalur yang dipakai yang biasa oleh para kru
04:04dia tidak lengah
04:09kecurigaan dari hasil X-ray terhadap barang bawaan
04:12dari pilot MS ini
04:14kemudian kami konfirmasi dengan dilakukan pemeriksaan
04:203 kali yang bersangkutan
04:23membawa barang haram ini Indonesia
04:262 kali di Jakarta
04:291 kali di daerah lain
04:39sekilas tak ada yang berbeda
04:41dengan barang bawaan kopilot maskapai penerbangan Malaysia Airlines
04:4429 Juli 2026
04:47saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
04:50dari penerbangan Kuala Lumpur
04:51MS membawa 2 koper
04:531 koper berwarna hitam
04:55dan 1 koper diambil kopilot
04:57dari tempat bagasi
04:58meski pilot masuk dalam kelompok beresiko rendah
05:01dan menggunakan jalur khusus saat pemeriksaan di bandara
05:04namun semua barang bawaan tetap diperiksa
05:07dan dari pemeriksaan
05:08tersangka membawa 26 kg ekstasi
05:11dan 4 gram sabu
05:13dari dalam koper
05:15pesawat MH
05:17727 ini landing
05:19dari Kuala Lumpur di Soekarno-Hatta
05:22kecurigaan dari hasil X-ray
05:24terhadap barang bawaan
05:25dari pilot MS ini
05:28kemudian kami konfirmasi
05:30dengan dilakukan pemeriksaan
05:32dan ternyata terbukti pada saat pemeriksaan
05:34terdapat 14 bungkus
05:38besar yang isinya adalah
05:40ekstasi yang setelah dihitung itu jumlahnya sekitar 70 ribu
05:44walaupun pilotnya
05:47masuk mulai jalur khusus
05:48tapi semua barang bawaannya sebenarnya dilakukan X-ray
05:52dan ini kasus yang
05:53paling besar
05:54setelah pengetahuan kami
05:56berhasil atau dicoba dibawa oleh
05:59seorang pilot
06:01dari keterangan pilot MS
06:03yang bersangkutan mengaku
06:04telah 3 kali membawa narkotika ke Indonesia
06:072 kali di Jakarta
06:081 kali di daerah lain
06:10apakah
06:12yang bersangkutan
06:14ada indikasi
06:16terlibat dalam jaringan internasional
06:18dugaannya
06:19iya
06:19itu dugaannya
06:22karena
06:22dari hasil interogasi kami
06:25dari hasil BAP kami
06:26terhadap tersangka
06:28disampaikan
06:30bahwa
06:313 kali
06:32yang bersangkutan
06:34membawa
06:35barang haram ini
06:36ke Indonesia
06:372 kali di Jakarta
06:391 kali di daerah lain
06:41dan itu
06:43tidak tertutup kemungkinan
06:44akan bertambah-bertambah lagi
06:46dari penangkapan
06:47pilot MS juga kedapatan
06:49membawa 1 botol kecil
06:50berisi urin
06:51yang diduga dipersiapkan
06:52untuk memasukkan
06:53hasil tes urin
06:54apabila pilot
06:55diminta tes urin
06:57namun tak sempat digunakan
06:58dari hasil tes urin
07:00membuktikan
07:00pilot positif
07:02mengonsumsi narkotika
07:03membawa
07:04170 penumpang
07:05rute Kuala Lumpur, Jakarta
07:07di bawah
07:08pengaruh narkoba
07:09saat ini
07:10tersangka
07:11masih didalami
07:11keterangannya
07:12dan ditahan
07:13di babes polri
07:14Tim Liputan
07:15Kompas TV
07:20Modus baru
07:21menyelundupkan
07:22narkoba
07:22menggunakan jasa pilot
07:23karena tergolong
07:24kelompok berisiko rendah
07:25dan punya jalur khusus
07:26saat pemeriksaan
07:28di bandara
07:28selengkapnya kita bahas
07:30kepada
07:30Irjen Purnawirawan
07:31Arman Depari
07:32yang merupakan
07:32mantan deputi
07:33BNN
07:33dan kini menjabat
07:34sebagai ketum
07:35GMDM
07:36sekaligus
07:36pemerhati narkoba
07:37Pak Arman
07:38selamat petang
07:40selamat petang
07:41baik
07:42Pak Arman
07:42saya ingin langsung
07:43tanyakan
07:43apakah pola penyelundupan
07:45yang dilakukan oleh
07:46pilot Malaysia ini
07:46merupakan pola baru
07:48atau modus baru
07:49atau seperti apa Pak Arman
07:52kalau dilihat dari modusnya
07:54sebenarnya modus ini
07:56sudah pernah terjadi
07:57tapi itu sudah lama sekali
08:00tidak terjadi
08:02seperti sekarang ini
08:03kalau kita ingat dulu
08:04ada seorang pilot
08:07penerbangan nasional
08:09yang membawa
08:12ekstasi
08:13dari
08:14Stipol
08:15Amsterdam
08:17kalau kita ingat dulu
08:19itu terkait juga
08:20dengan
08:20penyelundupan
08:22narkoba
08:23yang dilakukan
08:24oleh seorang perempuan
08:25berinisial
08:27Z
08:27dan kemudian
08:29kita
08:30tahu bahwa
08:32itu adalah
08:32peristiwa yang kita sebut
08:34ratu narkoba
08:35jadi hampir sama
08:37sebenarnya
08:37modusnya ini
08:39namun demikian
08:40itu sudah
08:41terjadi
08:42lama sekali
08:44dan sekarang
08:45terjadi lagi
08:46ini membuktikan
08:48bahwa
08:48maraknya narkoba
08:50yang berasal dari
08:53luar negeri
08:54tetap menjadi
08:55waspadaan kita
08:56nah
08:57satu hal yang perlu
08:59kita catat
09:00berasanya
09:01nah ini untuk para petugas
09:02mungkin
09:03perlu dicermati
09:05kembali
09:05karena mereka
09:07juga menggunakan
09:08modus yang disebut
09:09dengan shotgun
09:10subgun itu
09:12artinya
09:14adalah
09:15kurir
09:16atau beberapa
09:17kurir
09:18atau transport
09:19yang berangkat
09:20dari satu titik
09:22mengembar
09:23ke beberapa
09:25tempat
09:25atau dengan
09:26tujuan
09:27yang berbeda
09:29jadi bisa saja
09:30yang ketangkap
09:32ini satu
09:32kemungkinan besar
09:34di daerah lain
09:35sudah masuk
09:36dan juga
09:37menggunakan
09:38modus yang sama
09:39apa
09:40tujuannya
09:41menggunakan
09:42modus
09:43subgun seperti ini
09:44supaya
09:45kalau saat
09:46ditangkap
09:46itu masih ada
09:48dua atau tiga
09:49yang lolos
09:50nah ini
09:51perlu lolos padai sekali
09:52oke
09:53saya ingin tanyakan
09:54soal apa yang kemudian
09:55sudah disampaikan oleh
09:56otoritas
09:57Malaysia
09:58Pak Herman
09:58bahwa mereka mengatakan
09:59sebenarnya
10:00seluruh kru
10:01yang kemudian
10:02terbang dari Malaysia
10:03ini sudah
10:04melewati
10:05pemeriksaan yang ketat
10:06tetapi memang
10:07disana tidak terdeteksi
10:08sementara di Indonesia
10:09terdeteksi
10:10apa yang salah
10:11apakah ada perbedaan
10:12mungkin pemeriksaan
10:13kepada pilot
10:13di antar negara
10:16nah itulah yang harus
10:18kita tanggapi
10:19dengan serius
10:20karena bagaimanapun
10:22bandara
10:23atau airport
10:24ini adalah
10:24perbatasan
10:25negara
10:26ternegara
10:27terutama
10:28dalam jalur
10:29internasional
10:30nah barangkali
10:32karena
10:33mereka melihat
10:34seorang pilot
10:35yang setiap hari
10:37bekerja
10:38dan berada
10:39di airport
10:39sehingga pengawasan
10:41kurang ketat
10:42oke
10:42walaupun
10:43pengawasan barang
10:45dan penumpang itu
10:47tetap dilakukan
10:48namun
10:49bisa saja
10:50nah ini menjadi
10:52catatan kita
10:52perlu
10:53segera
10:55ditelusuri
10:56dan
10:56dipastikan
10:58apakah ada
10:59kerjasama
11:00dengan orang dalam
11:02oke
11:03karena kalau kita
11:04berbicara sindikat
11:05ya ini pasti
11:07sindikat
11:08ini adalah satu
11:08sindikasi
11:09karena narkoba itu
11:11atau kejahatan narkoba itu
11:12tidak bisa
11:13berdiri sendiri
11:14paling tidak
11:15ada produsernya
11:16ada transporternya
11:18ada kurirnya
11:20ada yang
11:21membiayai
11:22ada pengedarnya
11:23ada gubang
11:24dan lain sebagainya
11:25oke
11:25kalau saya lihat
11:26pilot yang terlibat ini
11:28adalah kurir
11:29dan sekaligus
11:30adalah
11:30transporter
11:32oke
11:32artinya apakah
11:34kemungkinan
11:34ada jaringan
11:35yang lebih besar
11:36karena tadi juga
11:36Pak Arman menyebutkan
11:37tidak menutup
11:38kemungkinan
11:38ada kerjasama
11:39dengan orang dalam
11:40atau dugaan polisi
11:41juga bahkan
11:41mengatakan
11:42ada jaringan
11:42internasional
11:45iya
11:45itu bukan lagi
11:46dapat dibuga
11:48saya
11:48meyakini
11:49pasti ada
11:50karena tidak
11:51tidak mungkin
11:52yang perlu
11:53sekarang kita
11:55laksanakan
11:56atau lakukan
11:56bagaimana
11:57kita segera
11:58berbicara
11:58dengan otoritas
11:59di Malaysia
12:00dengan jajaran
12:02jenayah
12:03atau badak
12:04atau narkotik
12:04apakah
12:06ini berasal
12:06dari Malaysia
12:07atau juga
12:08berasal dari
12:09negara yang lain
12:10kenapa
12:11kita sangat
12:12berkepentingan
12:13dalam hal ini
12:14jika ada
12:15narkoba
12:17yang masuk
12:18ke Indonesia
12:19jenis sabu
12:21MDMA
12:22atau
12:23ekstesi
12:25MDMA
12:26itu pasti
12:27untuk
12:28kiriman
12:29ke Indonesia
12:30untuk
12:31konsumsi
12:32orang Indonesia
12:33karena
12:33mereka
12:35disana
12:35tidak
12:36atau jarang
12:36sekali
12:37menggunakan
12:37ekstesi
12:38atau sabu
12:38nah ini harus
12:39segera
12:39ditubuh
12:40apakah mungkin
12:42disana
12:42ada produser
12:43sendiri
12:43atau
12:44pabrik
12:44oke
12:46tapi pertanyaannya
12:47Pak Arman
12:47tadi Anda
12:48menyebutkan
12:48bahwa
12:48dugaan
12:49paling kuat
12:49atau hampir
12:50pasti
12:50ini melibatkan
12:51jaringan
12:51internasional
12:52tapi pertanyaannya
12:52bagaimana
12:53untuk kemudian
12:54mengusutnya
12:57ya
12:58kita punya
12:59kerjasama
13:00baik
13:00antar negara
13:01dengan
13:02Malaysia
13:04terutama
13:04Malaysia
13:05Singapura
13:06Thailand
13:06Kamboja
13:07atau dalam
13:08bendera ASEAN
13:09nah itu
13:11harus digunakan
13:12dan untuk
13:13internasional
13:14di Asia
13:15pun ada
13:16untuk global
13:18seluruh dunia
13:19itu
13:19melalui
13:20UNOBC
13:22itu mereka
13:23sangat terbuka
13:24sekali
13:24khusus untuk
13:25menangani
13:26kasus-kasus
13:27narkotika
13:28di seluruh dunia
13:29karena kita tahu
13:30bahwa
13:31kejahatan
13:32narkotika ini
13:33itu pasti
13:34melibatkan
13:36beberapa
13:37negara
13:37dan keluarga
13:38negaraan
13:39yang bermacam-macam
13:40oke
13:43tadi Anda
13:44menyebut
13:44bahwa
13:45targetnya
13:46adalah
13:46Indonesia
13:47atau
13:47mungkin
13:48ada pintu-pintu
13:49lain Pak
13:50Arman
13:50yang luput
13:50dari perhatian
13:51kita
13:51dan memang
13:52menjadi
13:52pintu masuk
13:53dari narkoba
13:54yang datang
13:55dari luar negeri
13:55ke negara kita
13:57ya
13:58biasanya
14:00dalam
14:00jumlah besar
14:01itu
14:01melalui
14:02pengapalan
14:03resikmen
14:04tapi dalam
14:05jumlah yang
14:06seperti ini
14:07ini
14:07jumlahnya
14:09terbatas
14:09namun
14:10seperti saya
14:11sampaikan tadi
14:12sekalipun
14:13satu orang
14:14atau satu
14:15pesawat
14:16satu
14:16transportor
14:17sedikit
14:18tetapi
14:18dalam jumlah
14:19yang banyak
14:20dan serentak
14:21berangkat
14:22misalnya
14:23dari
14:23Malaysia
14:24Aruk-Khalia
14:25Kuala Numpur
14:26International Airport
14:27bisa saja
14:28ada yang berangkat
14:29ke Sulabaya
14:30ada yang berangkat
14:31ke Medan
14:32ada yang ke Matam
14:33ada yang ke Jakarta
14:34jadi itu jumlahnya
14:36banyak
14:36baik
14:37baik
14:37tentu kita dukung
14:38segala upaya
14:39untuk kemudian
14:40memberantas
14:40narkoba dari
14:41tanah air
14:42terima kasih
14:43Irjen Purnawirawan
14:44Armandai Pari
14:45telah bergabung
14:46di Kompas Petang
14:46ya terima kasih
14:48selamat sore
14:51sederhana
14:51saya jeda
14:52akan ada informasi
14:52terkait
14:53jika perkara
14:54yang melibatkan
14:54X-Jamp
14:55selamat menikmati
Komentar

Dianjurkan