00:03Intro
00:05Opas Petang kami lanjutkan sedara terkait pengembangan kasus kopilot asal Malaysia
00:09yang menyelundupkan 26 kg ekstasi dan 4 gram sabu
00:13Melalui Bandara Soekarno-Hatta, Baris Krimpori mengungkap kopilot MS
00:17Dijanjikan upah 50 ribu ringgit Malaysia untuk bisa menyelundupkan narkotika ke Indonesia
00:23Intro
00:29Inilah rekaman CCTV yang memperlihatkan bagaimana pilot MS membawa 26 kg ekstasi dan 4 gram sabu
00:36di dalam koper saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
00:41Dari keterangan pilot yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, MS dijanjikan upah sebesar 50 ribu ringgit Malaysia
00:49atau jika dirupiahkan mencapai angka 220 juta rupiah untuk bisa menyelundupkan narkotika ke Indonesia
00:56Tersangka juga mengaku 3 kali membawa narkotika ke Indonesia
01:012 kali di Jakarta dan 1 kali di daerah lain
01:05Diduga pilot MS masuk dalam jaringan internasional
01:17Berdasarkan keterangan tersangka demikian
01:20Dijanjikan diberi upah 50 ribu ringgit Malaysia
01:24Ini masih pendalaman Ungkap Kombes Awaludin Amin
01:28Kasubrit 2 Direkturat Tindak Pidana Narkoba Baris Krimpori
01:32dalam pesan singkat kepada Kompas TV
01:37Sementara di Malaysia, otoritas setempat menyatakan investigasi menyeluruh
01:41tengah dilakukan atas kasus kopilot asal Malaysia
01:44Muhammad Sawfi bin Othman
01:47yang tertangkap membawa 26 kg ekstasi dari Malaysia ke Indonesia
01:51Dikutip dari bernama
01:53Polisi Malaysia masih menyelidiki cara pelaku
01:57untuk lolos dari pemeriksaan Bandara Internasional Kuala Lumpur
02:00Menurut Dirjen Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia
02:04Setiap kru penerbangan di Malaysia
02:07melalui pemeriksaan ketat di bandara
02:09Pihaknya kini menyelidiki modus penyelundupan sang kopilot
02:16Saringan yang dilakukan seperti mana biasa
02:19menggunakan scanner
02:21perkara ataupun bag yang dibawa
02:25tidak memberi apa jua image yang mencurigakan
02:30justru itu ia melepasi saringan biasa
02:35yang dilaksanakan oleh pihak keselamatan lapangan terbang antara bangsa KLI
02:42Orang nak bawa barang-barang telarang ni
02:45mungkin dia menyembunyikannya
02:49mungkin dia cara dia membaluti barang-barang tersebut
02:52yang menyebabkan mesin scanner itu tidak dapat mengesan barang tersebut
02:58So modus operandi dia
03:00dalam dia menyaluti ataupun menyembunyikan MDMA itu
03:07dan metafetamin itu adalah sesuatu yang kita sedang tunggu
03:11daripada pihak BDRM
03:14Sementara itu Wakil Ketua Komisi 3 DPR
03:16dari fraksi Partai Nasdem
03:18Ahmad Syahroni menanggapi terbongkare kasus pilot asing
03:21yang mengedarkan 26 kg ekstasi di Indonesia
03:24Syahroni bilang terungkapi kasus itu
03:26membuktikan kerja bea dan cukai
03:29mencegah peredaran obat terlarang
03:31Syahroni juga menyebut petugas di Indonesia
03:33mampu mengantisipasi jalur-jalur peredaran narkoba
03:38yang tidak biasa seperti yang dilakukan oleh pilot
03:43Kepada petugas beacukai
03:45jeli dengan apa yang telah dilakukan oleh para pihak
03:48yang loloskan dari negara yang dia keluar
03:52dari negara tujuan ke kita
03:54itu menjadi apresiasi buat beacukai
03:58menganalisa dalam aspek
04:00kalau pengamanan jalur yang dipakai yang biasa oleh para kru
04:04dia tidak lengah
04:09kecurigaan dari hasil X-ray terhadap barang bawaan
04:12dari pilot MS ini
04:14kemudian kami konfirmasi dengan dilakukan pemeriksaan
04:203 kali yang bersangkutan
04:23membawa barang haram ini Indonesia
04:262 kali di Jakarta
04:291 kali di daerah lain
04:39sekilas tak ada yang berbeda
04:41dengan barang bawaan kopilot maskapai penerbangan Malaysia Airlines
04:4429 Juli 2026
04:47saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta
04:50dari penerbangan Kuala Lumpur
04:51MS membawa 2 koper
04:531 koper berwarna hitam
04:55dan 1 koper diambil kopilot
04:57dari tempat bagasi
04:58meski pilot masuk dalam kelompok beresiko rendah
05:01dan menggunakan jalur khusus saat pemeriksaan di bandara
05:04namun semua barang bawaan tetap diperiksa
05:07dan dari pemeriksaan
05:08tersangka membawa 26 kg ekstasi
05:11dan 4 gram sabu
05:13dari dalam koper
05:15pesawat MH
05:17727 ini landing
05:19dari Kuala Lumpur di Soekarno-Hatta
05:22kecurigaan dari hasil X-ray
05:24terhadap barang bawaan
05:25dari pilot MS ini
05:28kemudian kami konfirmasi
05:30dengan dilakukan pemeriksaan
05:32dan ternyata terbukti pada saat pemeriksaan
05:34terdapat 14 bungkus
05:38besar yang isinya adalah
05:40ekstasi yang setelah dihitung itu jumlahnya sekitar 70 ribu
05:44walaupun pilotnya
05:47masuk mulai jalur khusus
05:48tapi semua barang bawaannya sebenarnya dilakukan X-ray
05:52dan ini kasus yang
05:53paling besar
05:54setelah pengetahuan kami
05:56berhasil atau dicoba dibawa oleh
05:59seorang pilot
06:01dari keterangan pilot MS
06:03yang bersangkutan mengaku
06:04telah 3 kali membawa narkotika ke Indonesia
06:072 kali di Jakarta
06:081 kali di daerah lain
06:10apakah
06:12yang bersangkutan
06:14ada indikasi
06:16terlibat dalam jaringan internasional
06:18dugaannya
06:19iya
06:19itu dugaannya
06:22karena
06:22dari hasil interogasi kami
06:25dari hasil BAP kami
06:26terhadap tersangka
06:28disampaikan
06:30bahwa
06:313 kali
06:32yang bersangkutan
06:34membawa
06:35barang haram ini
06:36ke Indonesia
06:372 kali di Jakarta
06:391 kali di daerah lain
06:41dan itu
06:43tidak tertutup kemungkinan
06:44akan bertambah-bertambah lagi
06:46dari penangkapan
06:47pilot MS juga kedapatan
06:49membawa 1 botol kecil
06:50berisi urin
06:51yang diduga dipersiapkan
06:52untuk memasukkan
06:53hasil tes urin
06:54apabila pilot
06:55diminta tes urin
06:57namun tak sempat digunakan
06:58dari hasil tes urin
07:00membuktikan
07:00pilot positif
07:02mengonsumsi narkotika
07:03membawa
07:04170 penumpang
07:05rute Kuala Lumpur, Jakarta
07:07di bawah
07:08pengaruh narkoba
07:09saat ini
07:10tersangka
07:11masih didalami
07:11keterangannya
07:12dan ditahan
07:13di babes polri
07:14Tim Liputan
07:15Kompas TV
07:20Modus baru
07:21menyelundupkan
07:22narkoba
07:22menggunakan jasa pilot
07:23karena tergolong
07:24kelompok berisiko rendah
07:25dan punya jalur khusus
07:26saat pemeriksaan
07:28di bandara
07:28selengkapnya kita bahas
07:30kepada
07:30Irjen Purnawirawan
07:31Arman Depari
07:32yang merupakan
07:32mantan deputi
07:33BNN
07:33dan kini menjabat
07:34sebagai ketum
07:35GMDM
07:36sekaligus
07:36pemerhati narkoba
07:37Pak Arman
07:38selamat petang
07:40selamat petang
07:41baik
07:42Pak Arman
07:42saya ingin langsung
07:43tanyakan
07:43apakah pola penyelundupan
07:45yang dilakukan oleh
07:46pilot Malaysia ini
07:46merupakan pola baru
07:48atau modus baru
07:49atau seperti apa Pak Arman
07:52kalau dilihat dari modusnya
07:54sebenarnya modus ini
07:56sudah pernah terjadi
07:57tapi itu sudah lama sekali
08:00tidak terjadi
08:02seperti sekarang ini
08:03kalau kita ingat dulu
08:04ada seorang pilot
08:07penerbangan nasional
08:09yang membawa
08:12ekstasi
08:13dari
08:14Stipol
08:15Amsterdam
08:17kalau kita ingat dulu
08:19itu terkait juga
08:20dengan
08:20penyelundupan
08:22narkoba
08:23yang dilakukan
08:24oleh seorang perempuan
08:25berinisial
08:27Z
08:27dan kemudian
08:29kita
08:30tahu bahwa
08:32itu adalah
08:32peristiwa yang kita sebut
08:34ratu narkoba
08:35jadi hampir sama
08:37sebenarnya
08:37modusnya ini
08:39namun demikian
08:40itu sudah
08:41terjadi
08:42lama sekali
08:44dan sekarang
08:45terjadi lagi
08:46ini membuktikan
08:48bahwa
08:48maraknya narkoba
08:50yang berasal dari
08:53luar negeri
08:54tetap menjadi
08:55waspadaan kita
08:56nah
08:57satu hal yang perlu
08:59kita catat
09:00berasanya
09:01nah ini untuk para petugas
09:02mungkin
09:03perlu dicermati
09:05kembali
09:05karena mereka
09:07juga menggunakan
09:08modus yang disebut
09:09dengan shotgun
09:10subgun itu
09:12artinya
09:14adalah
09:15kurir
09:16atau beberapa
09:17kurir
09:18atau transport
09:19yang berangkat
09:20dari satu titik
09:22mengembar
09:23ke beberapa
09:25tempat
09:25atau dengan
09:26tujuan
09:27yang berbeda
09:29jadi bisa saja
09:30yang ketangkap
09:32ini satu
09:32kemungkinan besar
09:34di daerah lain
09:35sudah masuk
09:36dan juga
09:37menggunakan
09:38modus yang sama
09:39apa
09:40tujuannya
09:41menggunakan
09:42modus
09:43subgun seperti ini
09:44supaya
09:45kalau saat
09:46ditangkap
09:46itu masih ada
09:48dua atau tiga
09:49yang lolos
09:50nah ini
09:51perlu lolos padai sekali
09:52oke
09:53saya ingin tanyakan
09:54soal apa yang kemudian
09:55sudah disampaikan oleh
09:56otoritas
09:57Malaysia
09:58Pak Herman
09:58bahwa mereka mengatakan
09:59sebenarnya
10:00seluruh kru
10:01yang kemudian
10:02terbang dari Malaysia
10:03ini sudah
10:04melewati
10:05pemeriksaan yang ketat
10:06tetapi memang
10:07disana tidak terdeteksi
10:08sementara di Indonesia
10:09terdeteksi
10:10apa yang salah
10:11apakah ada perbedaan
10:12mungkin pemeriksaan
10:13kepada pilot
10:13di antar negara
10:16nah itulah yang harus
10:18kita tanggapi
10:19dengan serius
10:20karena bagaimanapun
10:22bandara
10:23atau airport
10:24ini adalah
10:24perbatasan
10:25negara
10:26ternegara
10:27terutama
10:28dalam jalur
10:29internasional
10:30nah barangkali
10:32karena
10:33mereka melihat
10:34seorang pilot
10:35yang setiap hari
10:37bekerja
10:38dan berada
10:39di airport
10:39sehingga pengawasan
10:41kurang ketat
10:42oke
10:42walaupun
10:43pengawasan barang
10:45dan penumpang itu
10:47tetap dilakukan
10:48namun
10:49bisa saja
10:50nah ini menjadi
10:52catatan kita
10:52perlu
10:53segera
10:55ditelusuri
10:56dan
10:56dipastikan
10:58apakah ada
10:59kerjasama
11:00dengan orang dalam
11:02oke
11:03karena kalau kita
11:04berbicara sindikat
11:05ya ini pasti
11:07sindikat
11:08ini adalah satu
11:08sindikasi
11:09karena narkoba itu
11:11atau kejahatan narkoba itu
11:12tidak bisa
11:13berdiri sendiri
11:14paling tidak
11:15ada produsernya
11:16ada transporternya
11:18ada kurirnya
11:20ada yang
11:21membiayai
11:22ada pengedarnya
11:23ada gubang
11:24dan lain sebagainya
11:25oke
11:25kalau saya lihat
11:26pilot yang terlibat ini
11:28adalah kurir
11:29dan sekaligus
11:30adalah
11:30transporter
11:32oke
11:32artinya apakah
11:34kemungkinan
11:34ada jaringan
11:35yang lebih besar
11:36karena tadi juga
11:36Pak Arman menyebutkan
11:37tidak menutup
11:38kemungkinan
11:38ada kerjasama
11:39dengan orang dalam
11:40atau dugaan polisi
11:41juga bahkan
11:41mengatakan
11:42ada jaringan
11:42internasional
11:45iya
11:45itu bukan lagi
11:46dapat dibuga
11:48saya
11:48meyakini
11:49pasti ada
11:50karena tidak
11:51tidak mungkin
11:52yang perlu
11:53sekarang kita
11:55laksanakan
11:56atau lakukan
11:56bagaimana
11:57kita segera
11:58berbicara
11:58dengan otoritas
11:59di Malaysia
12:00dengan jajaran
12:02jenayah
12:03atau badak
12:04atau narkotik
12:04apakah
12:06ini berasal
12:06dari Malaysia
12:07atau juga
12:08berasal dari
12:09negara yang lain
12:10kenapa
12:11kita sangat
12:12berkepentingan
12:13dalam hal ini
12:14jika ada
12:15narkoba
12:17yang masuk
12:18ke Indonesia
12:19jenis sabu
12:21MDMA
12:22atau
12:23ekstesi
12:25MDMA
12:26itu pasti
12:27untuk
12:28kiriman
12:29ke Indonesia
12:30untuk
12:31konsumsi
12:32orang Indonesia
12:33karena
12:33mereka
12:35disana
12:35tidak
12:36atau jarang
12:36sekali
12:37menggunakan
12:37ekstesi
12:38atau sabu
12:38nah ini harus
12:39segera
12:39ditubuh
12:40apakah mungkin
12:42disana
12:42ada produser
12:43sendiri
12:43atau
12:44pabrik
12:44oke
12:46tapi pertanyaannya
12:47Pak Arman
12:47tadi Anda
12:48menyebutkan
12:48bahwa
12:48dugaan
12:49paling kuat
12:49atau hampir
12:50pasti
12:50ini melibatkan
12:51jaringan
12:51internasional
12:52tapi pertanyaannya
12:52bagaimana
12:53untuk kemudian
12:54mengusutnya
12:57ya
12:58kita punya
12:59kerjasama
13:00baik
13:00antar negara
13:01dengan
13:02Malaysia
13:04terutama
13:04Malaysia
13:05Singapura
13:06Thailand
13:06Kamboja
13:07atau dalam
13:08bendera ASEAN
13:09nah itu
13:11harus digunakan
13:12dan untuk
13:13internasional
13:14di Asia
13:15pun ada
13:16untuk global
13:18seluruh dunia
13:19itu
13:19melalui
13:20UNOBC
13:22itu mereka
13:23sangat terbuka
13:24sekali
13:24khusus untuk
13:25menangani
13:26kasus-kasus
13:27narkotika
13:28di seluruh dunia
13:29karena kita tahu
13:30bahwa
13:31kejahatan
13:32narkotika ini
13:33itu pasti
13:34melibatkan
13:36beberapa
13:37negara
13:37dan keluarga
13:38negaraan
13:39yang bermacam-macam
13:40oke
13:43tadi Anda
13:44menyebut
13:44bahwa
13:45targetnya
13:46adalah
13:46Indonesia
13:47atau
13:47mungkin
13:48ada pintu-pintu
13:49lain Pak
13:50Arman
13:50yang luput
13:50dari perhatian
13:51kita
13:51dan memang
13:52menjadi
13:52pintu masuk
13:53dari narkoba
13:54yang datang
13:55dari luar negeri
13:55ke negara kita
13:57ya
13:58biasanya
14:00dalam
14:00jumlah besar
14:01itu
14:01melalui
14:02pengapalan
14:03resikmen
14:04tapi dalam
14:05jumlah yang
14:06seperti ini
14:07ini
14:07jumlahnya
14:09terbatas
14:09namun
14:10seperti saya
14:11sampaikan tadi
14:12sekalipun
14:13satu orang
14:14atau satu
14:15pesawat
14:16satu
14:16transportor
14:17sedikit
14:18tetapi
14:18dalam jumlah
14:19yang banyak
14:20dan serentak
14:21berangkat
14:22misalnya
14:23dari
14:23Malaysia
14:24Aruk-Khalia
14:25Kuala Numpur
14:26International Airport
14:27bisa saja
14:28ada yang berangkat
14:29ke Sulabaya
14:30ada yang berangkat
14:31ke Medan
14:32ada yang ke Matam
14:33ada yang ke Jakarta
14:34jadi itu jumlahnya
14:36banyak
14:36baik
14:37baik
14:37tentu kita dukung
14:38segala upaya
14:39untuk kemudian
14:40memberantas
14:40narkoba dari
14:41tanah air
14:42terima kasih
14:43Irjen Purnawirawan
14:44Armandai Pari
14:45telah bergabung
14:46di Kompas Petang
14:46ya terima kasih
14:48selamat sore
14:51sederhana
14:51saya jeda
14:52akan ada informasi
14:52terkait
14:53jika perkara
14:54yang melibatkan
14:54X-Jamp
14:55selamat menikmati
Komentar