Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Psikolog forensik Reza Indragiri menilai penyebab pasti kematian Sutrimo hanya dapat dipastikan melalui pembuktian ilmiah, bukan sekadar dugaan maupun spekulasi.

Menurutnya, autopsi menjadi langkah penting untuk menentukan apakah kematian Sutrimo memiliki kaitan dengan perkara lain yang tengah menjadi perhatian publik.

Menanggapi pertanyaan mengenai relevansi kematian Sutrimo dengan perkara yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Reza mengatakan jawaban pasti hanya dapat diperoleh melalui pemeriksaan forensik.

Menurut Reza, hasil otopsi akan menentukan penyebab kematian korban berdasarkan klasifikasi dalam ilmu forensik. Ia kemudian menjelaskan empat kemungkinan penyebab kematian tersebut.

"Kemungkinan pertama, natural, alami. Yang kedua adalah kecelakaan atau accident. Kemungkinan yang ketiga, yaitu suicide. Keempat adalah homicide," ungkapnya.

Reza juga menilai kedekatan waktu antara kematian Sutrimo dengan penahanan mantan Jampidsus memang memunculkan ruang untuk dianalisis, tetapi belum dapat dijadikan kesimpulan.

Reza juga menyinggung dugaan perkara korupsi berskala besar yang sedang ditangani aparat penegak hukum.

Namun, menurutnya, kondisi mulut korban yang berbusa dapat menjadi bagian dari pembuktian ilmiah apabila dikaitkan dengan hasil pemeriksaan forensik.

Reza mengatakan, apabila terbukti terdapat zat berbahaya di dalam tubuh korban, penyidik harus memastikan bagaimana zat tersebut masuk ke tubuh Sutrimo.

Terkait kemungkinan adanya perintangan penyidikan (obstruction of justice), Reza menegaskan hal tersebut baru relevan dibahas jika penyebab kematian terbukti akibat tindakan orang lain.

"Saya memilih untuk berpikir overdosis ketimbang berpikir di bawah dosis," pungkasnya.




Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/XM6neCvAkpQ



#eksjampidsus #febrieadriansyah #sutrimo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/683839/kematian-sutrimo-dikaitkan-dengan-kasus-eks-jampidsus-reza-indragiri-autopsi-kuncinya-dipo
Transkrip
00:01Aksumasi itu dilakukan nanti apabila untuk menentukan kita mencari tahu akibat kematian seseorang.
00:09Tahapannya nanti itu udah tahap akhir.
00:14Terus telah menyusuri sejumlah lokasi penting untuk menjawab teka-teki kematian dari Sutrimo,
00:19saya akan membedah lebih dalam sejumlah hal yang masih menyisakan tanya bersama dengan psikolog forensik Pak Reza Indra Giri.
00:26Pak Reza terima kasih untuk waktunya.
00:28Terima kasih Mas Dipo.
00:29Bahwa kematian Sutrimo ini masih menjadi sorotan publik Pak,
00:31terlebih ketika publik mengetahui bahwa Sutrimo merupakan pegawai dari ex-Jampitsus
00:37yang saat ini berstatus tersangka kasus dugaan korupsi termasuk juga TPPU.
00:42Apakah menjadi relevan Pak ketika kematian Sutrimo dikaitkan dengan kasus yang menjerat ex-Jampitsus?
00:48Dengan kata lain perdebatannya adalah apakah meninggalnya Sutrimo merupakan peristiwa yang terisolasi,
00:54yang terpisah dari peristiwa-peristiwa lain,
00:57ataukah meninggalnya Sutrimo merupakan peristiwa yang memiliki mata rantai dengan kasus-kasus korupsi yang sudah menersangkakan FA gitu kan ya.
01:07Jawaban yang paling mutlak, yang paling definitif akan kita peroleh,
01:14kalau tidak ada pilihan, seandainya otoritas penegakan hukum melakukan otopsi terhadap jasad Sutrimo.
01:22Karena dari otopsi itu akan bisa dipastikan satu dari empat kemungkinan Sutrimo meninggal dunia.
01:28Kemungkinan pertama natural, alami.
01:31Mungkin Sutrimo memang mengidap penyakit keras yang tidak kunjung sembuh sampai akhirnya kehilangan nyawa.
01:36Yang kedua adalah kecelakaan, atau accident.
01:39Kita bayangkan seseorang tengah melakukan suatu aktivitas, tanpa dia duga, tanpa dia antisipasi,
01:45dia masuk ke dalam situasi yang berada di luar kendali dia.
01:48Kemungkinan yang ketiga, yaitu suicide.
01:51Kempat adalah homicide, seseorang meninggal akibat perbuatan orang lain.
01:55Kemungkinan yang ketiga tampaknya bisa kita kesampingkan,
01:58bahwa Sutrimo meninggal akibat kesengajaan atau niat dia untuk mengakhiri hidupnya sendiri, itu bisa kita kesampingkan.
02:03Tinggal tiga kemungkinan.
02:06Dari tiga kemungkinan yang tersisa, yang pidana cuma satu,
02:10yaitu ketika bisa diyakinkan Sutrimo meninggal akibat perbuatan orang lain.
02:16Itulah pidana.
02:17Kalau Sutrimo meninggal akibat yang satu ini, berarti homicide,
02:21berarti menjadi isu pidana, isu penegakan hukum,
02:24baru relevan otoritas kepolisian masuk lebih jauh.
02:27Tapi apakah artinya, kalau berdasarkan penjelasan dari Pak Reza,
02:30bahwa ketika polisi ingin mengetahui apakah kematian Sutrimo ini wajar atau tidak,
02:35termasuk juga apakah ada unsur pidana atau tidak,
02:37harus dilakukan otopsi.
02:38Tidak bisa tidak.
02:39Tidak hanya bisa lewat obrolan,
02:42lewat asumsi,
02:43tapi lewat pembuktian saintifik.
02:45Atau Kak Polri sendiri kan yang selalu mengatakan,
02:48Polri melakukan investigasi dengan pendekatan saintifik.
02:51Oke.
02:51Apakah statement ataupun proses otopsi ini juga landasannya,
02:56bisa diperkuat dengan berbagai kejanggeran yang muncul?
02:58Salah satunya adalah kematian Sutrimo ini bertempatan satu hari
03:03sebelum ex-jampitsus atau majikannya,
03:06Febri Adriancia ini muncul kehadapan publik dan ditahan di rutan KPK.
03:10Dari sejarah waktu,
03:12memang kedekatan antara peristua itu memberikan alasan bagi kita
03:16untuk bernalar ada tidaknya kaitan antara peristua meninggalnya Sutrimo
03:21dengan langkah berikutnya yang akan dijalani oleh FA,
03:24selaku tersangka korupsi.
03:26Itu satu hal.
03:26Yang kedua, saya memberikan pemaknaan bahwa
03:31tiga kasus kelas raksasa yang menersangkakan FA itu sebagai sebuah grand corruption.
03:39Definisinya apa?
03:40Mengacu Transparency International,
03:43ada tiga ciri grand corruption.
03:46Salah satunya adalah melibatkan para petinggi.
03:50Nah sekarang mari kita bernalar.
03:51masuk akalkah timbunan
03:56uang beratur 100 miliar ditambah lagi tumpukan batangan emas
04:00sekian banyak itu hingga hari ini baru menersangkakan dua atau tiga orang saja.
04:06Tampaknya terlalu simplisis kalau kita simpulkan sedemikian rupa.
04:11Nah berlandaskan pada definisi tentang grand corruption itu,
04:16maka sekali lagi kita memiliki justifikasi tambahan
04:19untuk melacak lebih jauh siapa-siapa saja yang tersangkut kasus ini.
04:24Termasuk salah satu pintunya, bahkan mungkin saksinya adalah
04:28sutrimo.
04:29Sutrimo.
04:29Karena mungkin juga tersedia alasan bagi otoritas penegakan hukum
04:34untuk mengatakan di kediaman FA,
04:36di situ sudah berlangsung tidak pidana.
04:38Jadi sesungguhnya kediaman FA pun merupakan TKP
04:42yang notabene sehari-hari dijaga oleh almarhum Sutrimo.
04:49Selain kejanggalan soal tanggal kematian Sutrimo
04:53dan juga tanggal dari ex-jampitsus ini ditahan di rutan KPK,
04:57Pak Reza, ada sejumlah kejanggalan lain mulai dari lokasi.
05:01Dari kematian Sutrimo ini yang berada di klinik kecantikan
05:04tidak jauh dari rumah ex-jampitsus.
05:07Dan kita tahu juga kondisi dari Sutrimo ini
05:09mulut dan hidung berbusa.
05:12Apakah ini juga perlu didalami oleh polisi?
05:13Kita fokus pada lokasi ditemukannya jasad Sutrimo
05:17dan pada pihak yang mengantar Sutrimo ke rumah sakit.
05:22Maksimal, dua poin itu maksimal hanya akan berfungsi sebagai petunjuk.
05:27Petunjuk sesungguhnya tidak terlalu mendesak otoritas kepolisian
05:31untuk melakukan langkah lebih lanjut.
05:33Berbeda kalau itu seharusnya adalah bukti.
05:35Nah, kita pindah.
05:36Bicara tentang mulut berbusa.
05:40Ini boleh jadi merupakan bukti.
05:41Kalau mulut berbusa itu adalah akibat masuknya zat-zat berbahaya tertentu
05:46dalam tubuh Sutrimo, pertanyaan yang muncul,
05:48masuknya zat berbahaya itu akibat ketidaksengajaan Sutrimo
05:52ataukah akibat perbuatan orang lain?
05:54Ya, sederhananya meracun Sutrimo.
05:57Pindana kan arahnya?
05:58Tapi apakah ketika memang betul ada dugaan ini,
06:02besar kemungkinan ada pihak-pihak yang ingin melakukan obstruction of justice?
06:07Hanya kalau bisa dipastikan
06:09bahwa Sutrimo meninggal akibat perbuatan orang lain,
06:15maka disitulah baru relevan kita bicara tentang kemungkinan obstruction of justice.
06:19Karena pemaknaan obstruction of justice adalah perintangan pidana.
06:24Tapi kalau Sutrimo bisa dipastikan meninggal bukan akibat perbuatan orang lain,
06:28berarti bukan homicide,
06:30maka tidak relevan bagi kita bicara tentang obstruction of justice.
06:33Namun begini, kalau saya pribadi,
06:36kita sedang menyoroti megakorupsi.
06:39Saya memilih untuk berpikir tanda petik overdosis
06:43ketimbang berpikir di bawah dosis.
06:46Artinya, saya akan menempatkan kecurigaan,
06:49kewaspadaan, bahkan hingga derajat tertentu paranoia
06:52semata-mata demi memastikan terungkapnya kasus ini.
Komentar

Dianjurkan