Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
PRETORIANISME TERSELUBUNG: KUDETA REGULASI DAN EKSEKUSI MATI SUPREMASI SIPIL DI ERA PRABOWO
by Ipung Purwandono

Indonesia saat ini sedang berada pada titik nadi sejarah yang kelam, di mana "Arus Balik Demokratisasi" sedang bekerja secara sistematis untuk menghancurkan supremasi sipil yang dibangun dengan darah pada era Reformasi. Di bawah rezim Presiden Prabowo, negara tidak lagi dikelola melalui penguatan institusi demokrasi, melainkan melalui doktrin "Militerisme Pembangunan Terintegrasi"—sebuah mekanisme yang memosisikan militer sebagai aktor utama urusan domestik dengan dalih efisiensi dan stabilitas, namun pada praktiknya mengikis habis kapasitas institusi sipil.

Secara radikal, kita harus melihat bahwa fenomena ini adalah "Pretorianisme Terselubung" (Creeping Praetorianism); sebuah penaklukan ruang sipil yang dilakukan bukan melalui moncong senjata secara langsung, melainkan melalui jalur regulasi, penetrasi birokrasi, dan normalisasi kehadiran militer di segala lini kehidupan publik. Penempatan perwira aktif di jabatan birokrasi (melalui revisi UU TNI dan UU ASN) serta pelibatan tentara dalam sektor swasembada pangan hingga pengadaan air adalah bentuk mission creep yang sangat berbahaya karena melatih masyarakat untuk memaklumi kehadiran militer di ruang publik, yang pada akhirnya menciptakan kultur paternalistik yang melumpuhkan partisipasi politik warga.

Ancaman ini semakin nyata dengan munculnya kandidat pimpinan militer yang memiliki "kapasitas intervensi domestik sangat tinggi" seperti Jenderal Maruli Simanjuntak, yang bertindak sebagai jembatan antara Istana, oligarki bisnis, dan mesin teritorial Angkatan Darat. Jika ketergantungan pada militer dalam urusan sipil ini terus dipelihara, Indonesia sedang bergerak cepat menjauhi model sukses Vietnam yang berbasis supremasi sipil-teknokratis dan perlahan namun pasti menuju model gagal Myanmar, di mana militer memperlakukan ekonomi negara layaknya jarahan perang yang berujung pada bencana kemanusiaan dan kemiskinan struktural. Kedaulatan rakyat kini sedang ditumbalkan di atas altar stabilitas rezim yang dibangun oleh kolaborasi antara modal dan senjata.
Komentar
Purwandono
Kreator
Militerisme Pembangunan Terintegrasi: Anatomi Pembajakan Birokrasi dan Ilusi Kemakmuran di Bawah Bayang-Bayang Kegagalan Myanmar