Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
Ego Rapuh dan Agresi Verbal: Penggunaan diksi kasar seperti "Bajingan" atau "Londo Ireng" dalam pidato resmi mencerminkan harga diri yang tinggi namun sangat rapuh (fragile high self-esteem). Kritik dari jurnalis atau LSM tidak dianggap sebagai dinamika demokrasi, melainkan ancaman eksistensial (narcissistic injury) yang direspons dengan agresi verbal untuk melindungi citra diri sebagai "Penyelamat Bangsa".
Komentar
Purwandono
Kreator
Anatomi Ego di Takhta Tertinggi: Membedah Kebocoran Kontrol Impuls Pemimpin

Dianjurkan