Ego Rapuh dan Agresi Verbal: Penggunaan diksi kasar seperti "Bajingan" atau "Londo Ireng" dalam pidato resmi mencerminkan harga diri yang tinggi namun sangat rapuh (fragile high self-esteem). Kritik dari jurnalis atau LSM tidak dianggap sebagai dinamika demokrasi, melainkan ancaman eksistensial (narcissistic injury) yang direspons dengan agresi verbal untuk melindungi citra diri sebagai "Penyelamat Bangsa".
Komentar