Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam dialog Kompas Bisnis, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, membahas pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia serta implikasinya terhadap arah kebijakan moneter dan kepercayaan pasar.

Menurutnya, pengunduran diri tersebut memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar, meski alasan resmi yang disampaikan adalah alasan pribadi.

Baca Juga [FULL] Yenti Garnasih dan Febri Kupas Kasus Eks Jampidsus Febrie, Soroti Proses Hukum - KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/video/682641/full-yenti-garnasih-dan-febri-kupas-kasus-eks-jampidsus-febrie-soroti-proses-hukum-kompas-pagi

Liza juga menyoroti revisi UU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang dinilainya berpotensi mempersempit independensi Bank Indonesia melalui perluasan peran pemerintah dan DPR dalam sejumlah aspek kelembagaan.

Ia mengingatkan bahwa pasar akan mencermati proses penunjukan Gubernur BI definitif serta konsistensi kebijakan moneter di tengah masa transisi kepemimpinan Bank Indonesia.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Vila

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/682642/full-liza-camelia-soal-mundurnya-perry-warjiyo-revisi-uu-p2sk-ancam-independensi-bi-kompas-pagi
Transkrip
00:01Intro
00:07Saudara Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Nanda Aprilia, Perry Wargio, mundur dari Gubernur Bank Indonesia.
00:15Untuk sementara, posisi pimpinan Bank Sentral akan diisi oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti.
00:25Destri ditunjuk sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia hingga Gubernur BI definitif ditetapkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,
00:34yakni diusulkan oleh Presiden Prabowo dan juga mendapat persetujuan oleh DPR RI.
00:39Menurut, penunjukan Destri ini sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia dilakukan secara otomatis sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
00:48Destri memastikan operasional Bank Indonesia tetap berjalan normal selama masa transisi.
00:54Menurutnya Saudara, seluruh tugas Bank Sentral akan dijalankan seperti biasa, dengan mekanisme pengambilan keputusan yang telah berlaku.
01:06Kami menggunakan pasal 80, di mana di situ berisi terkait dengan persyaratan sebagai anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.
01:15Jadi itu isinya persyaratan ABCD dan seterusnya.
01:19Kemudian pasal 42 adalah mekanisme berikutnya, di mana calon anggota Dewan Gubernur tersebut akan diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan
01:31persetujuan DPR.
01:33Ini adalah posisi pejabat Gubernur sementara, sampai nanti definitif mengikuti pasal 40 dan pasal 42 seperti tadi yang saya sampaikan.
01:47Usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana pada Senin malam, Saudara, pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia, Destri Damayanti, meminta
01:55pelaku pasar untuk tetap tenang.
01:57Usai pengunduran diri Gubernur BI, Peri Warjio.
02:00Destri menegaskan arah kebijakan monitor BI tak berubah dan kepemimpinan Bank Sentral dijalankan secara kolektif kolegial.
02:07Seperti diketahui setelah pengumuman mundurnya Peri, pasar saham merespons dengan penurunan tipis ke level 6.185 dan sektor perbankan jadi
02:18salah satu pemberat kinerja IHSG.
02:25Tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik.
02:32Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya.
02:42Jadi stance kebijakan kami tidak berubah bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini.
02:51Sehingga kami juga akan terus berada di pasar baik dengan melalui intervensi di spot, di NDF ataupun NDF.
02:59Dan juga tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-group akan kami teruskan melalui kebijakan makropodensial
03:10kami.
03:14Sebelumnya saudara pemerintah secara resmi telah menerima surat pengunduran diri Peri yang ditunjukkan kepada Presiden Prabowo Subianto pada hari Minggu.
03:22Mensesnek Prasetyo Hadi tidak merinci terkait dengan alasan yang disampaikan Peri dalam surat pengunduran dirinya.
03:28Ia hanya menjelaskan bahwa Presiden telah menerima surat pengunduran diri Peri dan menyampaikan apresiasi atas pengabdian Peri di Bank Indonesia.
03:38Pemerintah akan menjalankan proses administratif sesuai dengan mekanisme dan juga peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan menetipkan keputusan Presiden.
03:47Mengenai pemberantian Peri secara hormat dari Jabatan Gubernur Indonesia.
03:57Bahwa kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden.
04:11Yang kemudian sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
04:20Terutama kita mengaju kepada Undang-Undang Bank Indonesia.
04:26Maka yang pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Peri Warjio untuk disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan
04:38yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia.
04:48Berkenaan dengan surat pengunduran diri tersebut, karena sesuai mekanisme maka akan diterbitkanlah keputusan Presiden berkaitan dengan pemberhentian beliau secara hormat
05:05dari Jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia.
05:11Setelah pengunduran Peri Warjio dari Gubernur Bank Indonesia, lalu pertanyaannya bagaimana arah kebijakan Bank Indonesia ke depan dan sejauh mana
05:20mundurnya Peri jadi ujian independensi untuk Bank Indonesia.
05:23Kompas Bisnis akan membahasnya pagi ini bersama dengan Liza Camellia Suryanata, selaku Head of Equity Research, QWM Sekuritas yang sudah
05:30terhubung bersama kami melalui sambungan daring.
05:32Selamat pagi Mbak Liza, apa kabar?
05:35Halo, pagi Mbak Danda. Baik, kabar baik. Terima kasih.
05:38Oke, Mbak, kita sama-sama mendengar penyataan kemarin sebenarnya terkait dengan pemberitaan pengunduran diri Pak Peri dari Gubernur BI.
05:48Nah, ke depannya dari sudut pandang Anda, Anda membacanya bagaimana untuk kebijakan Bank Indonesia ke depannya?
05:54Oke, ya sebelum kita memulai diskusi ini mungkin pertama-tama perlu kita note dulu ya.
06:04Pengunduran Pak Peri yang tiba-tiba ini di Senin kemarin ini memang alasan beliau adalah alasan pribadi ya.
06:13Tapi tentu kita juga punya pertanyaan dibalik itu, kenapa terkesannya tiba-tiba sekali gitu ya.
06:21Nah, jujur ini sudah rahasia umum, sudah banyak spekulasi yang beredar di pasar gitu.
06:28Apakah pengunduran Pak Peri ini ada suatu unsur intervensi di dalamnya gitu.
06:35Nah, tapi sebelum kita berabsumsi lebih jauh, mungkin perlu berpikir agak forward thinking juga ke depan gitu.
06:44Apa yang menyebabkan mungkin posisi jika ini adalah alasan ketidaknyamanan di dalam pekerjaan.
06:52Apa yang menyebabkan bahwa BI ini dirasa mungkin bisa kehilangan independensinya.
06:59Nah, yang menjadi pemikiran saya saat ini adalah mungkin ya ada hubungannya dengan revisi P2SK ya.
07:08Undang-undang P2SK tersebut.
07:12Ini yang kalau kita teliti lebih jauh pasal-pasalnya, inilah yang sepertinya membuat pagar antara BI, pemerintah, dan DPR ini
07:23menjadi lebih tipis gitu.
07:25Harusnya secara independen, BI ini adalah sebuah lembaga yang independen ya.
07:31Undang-undang juga menetapkan BI ini harus lepas dari campur tangan pemerintah.
07:36Posisinya dengan Presiden, dengan DPR ini koordinasi, bukan bawahan gitu.
07:41Walaupun BI memang melakukan pertanggung jawaban kepada Presiden dan DPR melaporkan.
07:48Dan BI juga punya hak untuk menolak intervensi gitu.
07:54Tapi sejak dibuatnya UU revisi P2SK ini, mandat BI jadi jauh lebih luas.
08:00Tidak cuma sekedar jaga stabilitas di rupiah.
08:03Tadi Ibu Destri juga kemukakan sudah kebijakan yang berkaitan dengan progross, pertumbuhan sektoril,
08:12terus stabilitas sistem pembayaran, sistem keuangan, bahkan penciptaan lapangan kerja sekarang juga ada di pundak BI gitu.
08:18So, you know, walaupun mandat ini positif, tapi in a way itu juga membuka ruang tekanan yang lebih besar kepada
08:27BI gitu.
08:27Jadi, keputusan untuk menurunkan suku bunga atau untuk memperkuat stabilitas rupiah itu menjadi,
08:35pressure-nya itu menjadi semakin besar gitu.
08:38Walaupun kondisi inflasi atau eksternal itu belum memungkinkan,
08:43tapi ya somehow ada kepentingan yang memberikan opini bahwa rupiah harusnya secara fundamental itu berada di angka 15 ribu per
08:54USD.
08:56Nah, hal lain yang cukup sensitif adalah mungkin kita suka lihat belakangan ini,
09:02kalau misalnya Pak Peri kasih pidato di depan awak media itu selalu didampingi oleh menteri.
09:10Menteri memang cuma memiliki hak bicara, tapi tidak memiliki hak suara,
09:14tapi kehadiran pemerintah gitu di dalam ruangan ketika kebijakan moneter dibicarakan,
09:21itu rasanya mungkin sudah membuat suasana cukup mempengaruhi arah suasana pengambilan keputusan.
09:33Terhadap DPR, BI hubungannya, sekarang DPR juga punya leverage lebih tinggi terhadap BI.
09:40Jadi, DPR itu yang mengatur anggaran operasional BI, standar biaya, struktur organisasi SDM,
09:48bahkan juga remunerasi, ini juga butuh persetujuan DPR gitu.
09:52Jadi, enggak cuma sekedar nanti aja nih,
09:55apa gubernur BI definitif yang nantinya akan dilempar ke komisi 11,
09:59kemudian diadakan street and property test gitu.
10:02Jadi, semakin banyak hal-hal yang mungkin diatur oleh DPR mempengaruhi BI juga gitu.
10:10Oke, Mbak Liza maaf saya potong, jadi maksud yang ingin Mbak Liza sampaikan begitu,
10:15sebenarnya ini ada kaitan ya antara implementasi UUP2SK dengan mundurnya Periwarjio?
10:22Kita tidak bisa menudus seperti itu, maksudnya.
10:29Tapi, ya memang ada indikasi gitu ya, bahwa independensi BI sekarang,
10:35karena revisi UUP2SK itu semakin bisa dimasuki oleh pihak eksternal,
10:40ini menjadi semakin legal dan membuat BI mau protes pun jadi lebih sulit gitu,
10:47untuk bergerak bebas.
10:51Oke, tapi kalau misalnya kita melihat pernyataan kemarin yang disampaikan oleh PJS Gubernur Bank Indonesia,
10:59Bu Destri begitu ya, Mbak Liza, beliau kan meminta untuk pasar tetap tenang,
11:05apalagi di masa transisi ini.
11:07Tapi kalau dari sudut pandang Anda, melihatnya sesungguhnya yang paling dikhawatirkan
11:10sejauh ini dari pasar setelah pengunduran diri Peri, apa Mbak Liza?
11:16Oke, setelah jabatan kosong tentu harus diisi, ya kan?
11:21Jadi, memang pihak BI sudah menenangkan bahwa kerja mereka akan terus berlanjut,
11:28kebijakan monartya tidak berubah, stance-nya yang pandangan terhadap progross juga iya,
11:34stabilitasi rupiah tetap dilatuhkan, oke.
11:36But still, Ibu Destri yang bilang sendiri, bahwa walaupun dia saat ini adalah PJS,
11:41nanti posisi Gubernur BI yang definitif akan ditentukan kemudian.
11:45Dan kita tahu itu ada di tangan siapa penunjukannya, gitu.
11:52Ya, presiden, in this case, gitu.
11:55Punya kuasa untuk menentukan pengganti Pak Peri, kemudian mengajukan ke DPR,
12:04ya kemudian mereka kalau misalnya calonnya cocok, diadakan fit and proper test, gitu.
12:08So, in this case, menarik untuk memperhatikan bahwa ada sosok keluarga dari Pak Presiden sendiri
12:17yang berada di Dewan Gubernur, yaitu Pak Thomas Jiwandono, ya.
12:22Nah, kehadiran beliau di Dewan Gubernur, walaupun cuma beberapa bulan,
12:31tapi seenggaknya, ya mau nggak mau ya, ini karena adanya hubungan spesial tersebut,
12:37membuat dia tersorok, gitu.
12:40Sebagai political frontrunner, ya namanya ini banyak disebut-sebut sebagai political frontrunner.
12:45Sedangkan kalau Ibu Destri dengan pengalaman dan senioritasnya itu,
12:50harusnya dialah yang paling cocok menjadi institutional frontrunner, gitu.
12:54Nah, di sini matkat akan melihat, apakah pemerintah sekali lagi,
12:59akan mendahulukan kepentingan negara instead of kepentingan politik yang sudah sering banyak terjadi di belakangan ini, gitu.
13:10Oke, kita masih mengaitkan di sini dari pernyataan PJS Gubernur BI,
13:16di mana yang meminta pasar untuk tetap tenang, Baliza.
13:19Namun, kalau kita melihat kemarin di hari yang sama ketika Pak Peri mundur,
13:23dan antara masuk ke KSSK, jadi KSSK Plus,
13:28bagaimana Anda melihat ini? Apakah sebenarnya hal ini mempengaruhi persepsi market, Baliza?
13:36Oke, persepsi market di tengah situasi ketidakpastian yang cepat bergulir, ya.
13:43Kayak kemarin itu, itu sungguh di luar dogaan, Pak Peri mengundurkan diri,
13:48kemudian dan antara masuk.
13:50Nah, ini kemudian ada langkah apa lagi?
13:52Ini adalah sesuatu faktor uncertainty yang perlu dicerna oleh para pelaku pasar.
13:57So, I think, ya, wajar aja kalau market bersikap hati-hati kayak kemarin, gitu.
14:05Sempat, IHSG-nya sempat turun ke berapa itu,
14:07walaupun finally ditutupnya cuma minus 0,17 persen saja, gitu.
14:12Masih minor lah, minor consolidation.
14:15Tapi saya lihat juga di rupiah, ya.
14:18Rupiahnya ini kenapa tembus 18.000 lagi.
14:21So, dan asing juga finally setelah kemarin itu,
14:28apa minggu lalu, tepatnya?
14:32Sejak 2 minggu, 2 minggu lagi, 2 minggu yang lalu.
14:35Sejak Kamis 2 minggu yang lalu.
14:36Padahal sudah sempat masuk foreign aid by 4 hari, berturut-turut-turut.
14:41Tapi langsung ke babat habis lagi di hari Rabu, Kamis, minggu lalu, gitu.
14:51So, ya, inilah faktor ketidakpastian yang masih perlu market digest lebih lanjut, gitu.
14:59Bagi ke depannya.
15:01Oke, berarti kalau kita tanya mengenai resiko,
15:03resiko apa yang perlu untuk pasar waspadai,
15:06termasuk dengan soal fiscal dominance di sini?
15:09Singkat saja, Mbak Liza.
15:10Ya, oke.
15:11Jadi, kebijakan, oke.
15:13BI tugasnya adalah kebijakan moneter.
15:15Nah, kebijakan moneter ini takut,
15:19yang dikuatirkan adalah untuk semakin diarahkan
15:23untuk membantu kebutuhan pemerintah, gitu.
15:26Misalkan, mendapatkan biaya utang negara,
15:28kemudian jaga likuiditas program pemerintah,
15:31itu tadi mempercepat pertumbuhan,
15:33dukung pembiayaan fiskal.
15:35Nah, kalau itu terjadi, fokus utama BI bisa bergeser, gitu.
15:39Dan keputusan moneter ini tidak lagi sepenuhnya didasarkan pada inflasi
15:44atau rupiah atau stabilisasi eksternal,
15:46tapi ikut menyesuaikan dengan agenda politik pemerintah, gitu ya.
15:53Nah, ini sebenarnya adalah rumor yang sudah disampaikan kepada saya pribadi
15:58oleh institusi asing yang kita takutkan menjadi kenyataan
16:02bahwa finally, bank-bank besar di Indonesia ini
16:05makin kesini tuh makin dijadikan alat
16:07untuk akomodir kepentingan pemerintah instead of shareholders, gitu.
16:13Jadi, kalau saya tangkap, apa yang disampaikan oleh Mbak Liza
16:15adalah kita lihat dulu sebenarnya bagaimana di masa transisi ini,
16:18apalagi PJS Gubernur BI mengatakan bahwa tenang dulu,
16:22pasar tenang saja terkait dengan hal ini.
16:24Jadi, terima kasih sudah berbagi perspektif bersama dengan kami
16:26di Kompas Bisnis.
16:27Liza Kamelia Suryanata, Head of Equity Research,
16:30Keyworm Securitas, telah berbagi perspektifnya di Kompas Bisnis.
16:33Selamat pagi, Mbak. Sehat selalu.
16:35Ya, thank you, Mbak.
16:38Saudara Bursa Efek Indonesia,

Dianjurkan