00:01Intro
00:07Saudara Anda menyaksikan Kompas Bisnis bersama saya Nanda Aprilia, Perry Wargio, mundur dari Gubernur Bank Indonesia.
00:15Untuk sementara, posisi pimpinan Bank Sentral akan diisi oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti.
00:25Destri ditunjuk sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia hingga Gubernur BI definitif ditetapkan sesuai dengan mekanisme yang berlaku,
00:34yakni diusulkan oleh Presiden Prabowo dan juga mendapat persetujuan oleh DPR RI.
00:39Menurut, penunjukan Destri ini sebagai pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia dilakukan secara otomatis sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia.
00:48Destri memastikan operasional Bank Indonesia tetap berjalan normal selama masa transisi.
00:54Menurutnya Saudara, seluruh tugas Bank Sentral akan dijalankan seperti biasa, dengan mekanisme pengambilan keputusan yang telah berlaku.
01:06Kami menggunakan pasal 80, di mana di situ berisi terkait dengan persyaratan sebagai anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.
01:15Jadi itu isinya persyaratan ABCD dan seterusnya.
01:19Kemudian pasal 42 adalah mekanisme berikutnya, di mana calon anggota Dewan Gubernur tersebut akan diusulkan dan diangkat oleh Presiden dengan
01:31persetujuan DPR.
01:33Ini adalah posisi pejabat Gubernur sementara, sampai nanti definitif mengikuti pasal 40 dan pasal 42 seperti tadi yang saya sampaikan.
01:47Usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana pada Senin malam, Saudara, pejabat sementara Gubernur Bank Indonesia, Destri Damayanti, meminta
01:55pelaku pasar untuk tetap tenang.
01:57Usai pengunduran diri Gubernur BI, Peri Warjio.
02:00Destri menegaskan arah kebijakan monitor BI tak berubah dan kepemimpinan Bank Sentral dijalankan secara kolektif kolegial.
02:07Seperti diketahui setelah pengumuman mundurnya Peri, pasar saham merespons dengan penurunan tipis ke level 6.185 dan sektor perbankan jadi
02:18salah satu pemberat kinerja IHSG.
02:25Tentunya untuk market kita berharap tidak perlu panik.
02:32Kenapa? Karena kami dari Bank Indonesia tetap akan menjalankan kebijakan kami seperti juga yang sudah kami lakukan sebelumnya.
02:42Jadi stance kebijakan kami tidak berubah bahwa stabilitas nilai tukar akan tetap menjadi kunci dari kebijakan kami saat ini.
02:51Sehingga kami juga akan terus berada di pasar baik dengan melalui intervensi di spot, di NDF ataupun NDF.
02:59Dan juga tentunya di satu sisi juga kebijakan kami yang bersifat untuk pro-group akan kami teruskan melalui kebijakan makropodensial
03:10kami.
03:14Sebelumnya saudara pemerintah secara resmi telah menerima surat pengunduran diri Peri yang ditunjukkan kepada Presiden Prabowo Subianto pada hari Minggu.
03:22Mensesnek Prasetyo Hadi tidak merinci terkait dengan alasan yang disampaikan Peri dalam surat pengunduran dirinya.
03:28Ia hanya menjelaskan bahwa Presiden telah menerima surat pengunduran diri Peri dan menyampaikan apresiasi atas pengabdian Peri di Bank Indonesia.
03:38Pemerintah akan menjalankan proses administratif sesuai dengan mekanisme dan juga peraturan perundang-undangan yang berlaku dan akan menetipkan keputusan Presiden.
03:47Mengenai pemberantian Peri secara hormat dari Jabatan Gubernur Indonesia.
03:57Bahwa kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden.
04:11Yang kemudian sesuai dengan mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
04:20Terutama kita mengaju kepada Undang-Undang Bank Indonesia.
04:26Maka yang pertama Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Peri Warjio untuk disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan
04:38yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih 7 tahun lamanya memimpin Bank Indonesia.
04:48Berkenaan dengan surat pengunduran diri tersebut, karena sesuai mekanisme maka akan diterbitkanlah keputusan Presiden berkaitan dengan pemberhentian beliau secara hormat
05:05dari Jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia.
05:11Setelah pengunduran Peri Warjio dari Gubernur Bank Indonesia, lalu pertanyaannya bagaimana arah kebijakan Bank Indonesia ke depan dan sejauh mana
05:20mundurnya Peri jadi ujian independensi untuk Bank Indonesia.
05:23Kompas Bisnis akan membahasnya pagi ini bersama dengan Liza Camellia Suryanata, selaku Head of Equity Research, QWM Sekuritas yang sudah
05:30terhubung bersama kami melalui sambungan daring.
05:32Selamat pagi Mbak Liza, apa kabar?
05:35Halo, pagi Mbak Danda. Baik, kabar baik. Terima kasih.
05:38Oke, Mbak, kita sama-sama mendengar penyataan kemarin sebenarnya terkait dengan pemberitaan pengunduran diri Pak Peri dari Gubernur BI.
05:48Nah, ke depannya dari sudut pandang Anda, Anda membacanya bagaimana untuk kebijakan Bank Indonesia ke depannya?
05:54Oke, ya sebelum kita memulai diskusi ini mungkin pertama-tama perlu kita note dulu ya.
06:04Pengunduran Pak Peri yang tiba-tiba ini di Senin kemarin ini memang alasan beliau adalah alasan pribadi ya.
06:13Tapi tentu kita juga punya pertanyaan dibalik itu, kenapa terkesannya tiba-tiba sekali gitu ya.
06:21Nah, jujur ini sudah rahasia umum, sudah banyak spekulasi yang beredar di pasar gitu.
06:28Apakah pengunduran Pak Peri ini ada suatu unsur intervensi di dalamnya gitu.
06:35Nah, tapi sebelum kita berabsumsi lebih jauh, mungkin perlu berpikir agak forward thinking juga ke depan gitu.
06:44Apa yang menyebabkan mungkin posisi jika ini adalah alasan ketidaknyamanan di dalam pekerjaan.
06:52Apa yang menyebabkan bahwa BI ini dirasa mungkin bisa kehilangan independensinya.
06:59Nah, yang menjadi pemikiran saya saat ini adalah mungkin ya ada hubungannya dengan revisi P2SK ya.
07:08Undang-undang P2SK tersebut.
07:12Ini yang kalau kita teliti lebih jauh pasal-pasalnya, inilah yang sepertinya membuat pagar antara BI, pemerintah, dan DPR ini
07:23menjadi lebih tipis gitu.
07:25Harusnya secara independen, BI ini adalah sebuah lembaga yang independen ya.
07:31Undang-undang juga menetapkan BI ini harus lepas dari campur tangan pemerintah.
07:36Posisinya dengan Presiden, dengan DPR ini koordinasi, bukan bawahan gitu.
07:41Walaupun BI memang melakukan pertanggung jawaban kepada Presiden dan DPR melaporkan.
07:48Dan BI juga punya hak untuk menolak intervensi gitu.
07:54Tapi sejak dibuatnya UU revisi P2SK ini, mandat BI jadi jauh lebih luas.
08:00Tidak cuma sekedar jaga stabilitas di rupiah.
08:03Tadi Ibu Destri juga kemukakan sudah kebijakan yang berkaitan dengan progross, pertumbuhan sektoril,
08:12terus stabilitas sistem pembayaran, sistem keuangan, bahkan penciptaan lapangan kerja sekarang juga ada di pundak BI gitu.
08:18So, you know, walaupun mandat ini positif, tapi in a way itu juga membuka ruang tekanan yang lebih besar kepada
08:27BI gitu.
08:27Jadi, keputusan untuk menurunkan suku bunga atau untuk memperkuat stabilitas rupiah itu menjadi,
08:35pressure-nya itu menjadi semakin besar gitu.
08:38Walaupun kondisi inflasi atau eksternal itu belum memungkinkan,
08:43tapi ya somehow ada kepentingan yang memberikan opini bahwa rupiah harusnya secara fundamental itu berada di angka 15 ribu per
08:54USD.
08:56Nah, hal lain yang cukup sensitif adalah mungkin kita suka lihat belakangan ini,
09:02kalau misalnya Pak Peri kasih pidato di depan awak media itu selalu didampingi oleh menteri.
09:10Menteri memang cuma memiliki hak bicara, tapi tidak memiliki hak suara,
09:14tapi kehadiran pemerintah gitu di dalam ruangan ketika kebijakan moneter dibicarakan,
09:21itu rasanya mungkin sudah membuat suasana cukup mempengaruhi arah suasana pengambilan keputusan.
09:33Terhadap DPR, BI hubungannya, sekarang DPR juga punya leverage lebih tinggi terhadap BI.
09:40Jadi, DPR itu yang mengatur anggaran operasional BI, standar biaya, struktur organisasi SDM,
09:48bahkan juga remunerasi, ini juga butuh persetujuan DPR gitu.
09:52Jadi, enggak cuma sekedar nanti aja nih,
09:55apa gubernur BI definitif yang nantinya akan dilempar ke komisi 11,
09:59kemudian diadakan street and property test gitu.
10:02Jadi, semakin banyak hal-hal yang mungkin diatur oleh DPR mempengaruhi BI juga gitu.
10:10Oke, Mbak Liza maaf saya potong, jadi maksud yang ingin Mbak Liza sampaikan begitu,
10:15sebenarnya ini ada kaitan ya antara implementasi UUP2SK dengan mundurnya Periwarjio?
10:22Kita tidak bisa menudus seperti itu, maksudnya.
10:29Tapi, ya memang ada indikasi gitu ya, bahwa independensi BI sekarang,
10:35karena revisi UUP2SK itu semakin bisa dimasuki oleh pihak eksternal,
10:40ini menjadi semakin legal dan membuat BI mau protes pun jadi lebih sulit gitu,
10:47untuk bergerak bebas.
10:51Oke, tapi kalau misalnya kita melihat pernyataan kemarin yang disampaikan oleh PJS Gubernur Bank Indonesia,
10:59Bu Destri begitu ya, Mbak Liza, beliau kan meminta untuk pasar tetap tenang,
11:05apalagi di masa transisi ini.
11:07Tapi kalau dari sudut pandang Anda, melihatnya sesungguhnya yang paling dikhawatirkan
11:10sejauh ini dari pasar setelah pengunduran diri Peri, apa Mbak Liza?
11:16Oke, setelah jabatan kosong tentu harus diisi, ya kan?
11:21Jadi, memang pihak BI sudah menenangkan bahwa kerja mereka akan terus berlanjut,
11:28kebijakan monartya tidak berubah, stance-nya yang pandangan terhadap progross juga iya,
11:34stabilitasi rupiah tetap dilatuhkan, oke.
11:36But still, Ibu Destri yang bilang sendiri, bahwa walaupun dia saat ini adalah PJS,
11:41nanti posisi Gubernur BI yang definitif akan ditentukan kemudian.
11:45Dan kita tahu itu ada di tangan siapa penunjukannya, gitu.
11:52Ya, presiden, in this case, gitu.
11:55Punya kuasa untuk menentukan pengganti Pak Peri, kemudian mengajukan ke DPR,
12:04ya kemudian mereka kalau misalnya calonnya cocok, diadakan fit and proper test, gitu.
12:08So, in this case, menarik untuk memperhatikan bahwa ada sosok keluarga dari Pak Presiden sendiri
12:17yang berada di Dewan Gubernur, yaitu Pak Thomas Jiwandono, ya.
12:22Nah, kehadiran beliau di Dewan Gubernur, walaupun cuma beberapa bulan,
12:31tapi seenggaknya, ya mau nggak mau ya, ini karena adanya hubungan spesial tersebut,
12:37membuat dia tersorok, gitu.
12:40Sebagai political frontrunner, ya namanya ini banyak disebut-sebut sebagai political frontrunner.
12:45Sedangkan kalau Ibu Destri dengan pengalaman dan senioritasnya itu,
12:50harusnya dialah yang paling cocok menjadi institutional frontrunner, gitu.
12:54Nah, di sini matkat akan melihat, apakah pemerintah sekali lagi,
12:59akan mendahulukan kepentingan negara instead of kepentingan politik yang sudah sering banyak terjadi di belakangan ini, gitu.
13:10Oke, kita masih mengaitkan di sini dari pernyataan PJS Gubernur BI,
13:16di mana yang meminta pasar untuk tetap tenang, Baliza.
13:19Namun, kalau kita melihat kemarin di hari yang sama ketika Pak Peri mundur,
13:23dan antara masuk ke KSSK, jadi KSSK Plus,
13:28bagaimana Anda melihat ini? Apakah sebenarnya hal ini mempengaruhi persepsi market, Baliza?
13:36Oke, persepsi market di tengah situasi ketidakpastian yang cepat bergulir, ya.
13:43Kayak kemarin itu, itu sungguh di luar dogaan, Pak Peri mengundurkan diri,
13:48kemudian dan antara masuk.
13:50Nah, ini kemudian ada langkah apa lagi?
13:52Ini adalah sesuatu faktor uncertainty yang perlu dicerna oleh para pelaku pasar.
13:57So, I think, ya, wajar aja kalau market bersikap hati-hati kayak kemarin, gitu.
14:05Sempat, IHSG-nya sempat turun ke berapa itu,
14:07walaupun finally ditutupnya cuma minus 0,17 persen saja, gitu.
14:12Masih minor lah, minor consolidation.
14:15Tapi saya lihat juga di rupiah, ya.
14:18Rupiahnya ini kenapa tembus 18.000 lagi.
14:21So, dan asing juga finally setelah kemarin itu,
14:28apa minggu lalu, tepatnya?
14:32Sejak 2 minggu, 2 minggu lagi, 2 minggu yang lalu.
14:35Sejak Kamis 2 minggu yang lalu.
14:36Padahal sudah sempat masuk foreign aid by 4 hari, berturut-turut-turut.
14:41Tapi langsung ke babat habis lagi di hari Rabu, Kamis, minggu lalu, gitu.
14:51So, ya, inilah faktor ketidakpastian yang masih perlu market digest lebih lanjut, gitu.
14:59Bagi ke depannya.
15:01Oke, berarti kalau kita tanya mengenai resiko,
15:03resiko apa yang perlu untuk pasar waspadai,
15:06termasuk dengan soal fiscal dominance di sini?
15:09Singkat saja, Mbak Liza.
15:10Ya, oke.
15:11Jadi, kebijakan, oke.
15:13BI tugasnya adalah kebijakan moneter.
15:15Nah, kebijakan moneter ini takut,
15:19yang dikuatirkan adalah untuk semakin diarahkan
15:23untuk membantu kebutuhan pemerintah, gitu.
15:26Misalkan, mendapatkan biaya utang negara,
15:28kemudian jaga likuiditas program pemerintah,
15:31itu tadi mempercepat pertumbuhan,
15:33dukung pembiayaan fiskal.
15:35Nah, kalau itu terjadi, fokus utama BI bisa bergeser, gitu.
15:39Dan keputusan moneter ini tidak lagi sepenuhnya didasarkan pada inflasi
15:44atau rupiah atau stabilisasi eksternal,
15:46tapi ikut menyesuaikan dengan agenda politik pemerintah, gitu ya.
15:53Nah, ini sebenarnya adalah rumor yang sudah disampaikan kepada saya pribadi
15:58oleh institusi asing yang kita takutkan menjadi kenyataan
16:02bahwa finally, bank-bank besar di Indonesia ini
16:05makin kesini tuh makin dijadikan alat
16:07untuk akomodir kepentingan pemerintah instead of shareholders, gitu.
16:13Jadi, kalau saya tangkap, apa yang disampaikan oleh Mbak Liza
16:15adalah kita lihat dulu sebenarnya bagaimana di masa transisi ini,
16:18apalagi PJS Gubernur BI mengatakan bahwa tenang dulu,
16:22pasar tenang saja terkait dengan hal ini.
16:24Jadi, terima kasih sudah berbagi perspektif bersama dengan kami
16:26di Kompas Bisnis.
16:27Liza Kamelia Suryanata, Head of Equity Research,
16:30Keyworm Securitas, telah berbagi perspektifnya di Kompas Bisnis.
16:33Selamat pagi, Mbak. Sehat selalu.
16:35Ya, thank you, Mbak.
16:38Saudara Bursa Efek Indonesia,