Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Teka-teki penarikan laporan dugaan penculikan atlet golf Jesslyn Wijaya akhirnya terungkap.

Menurut pria yang mengaku sebagai calon suaminya, pelaporan awal dilakukan oleh sahabat Jesslyn. Namun, laporan tersebut akhirnya dicabut karena pelapor mendapat telepon dari berbagai pihak.

Didampingi penasihat hukum, Evan memperkuat laporan dugaan penculikan yang dialami Jesslyn Wijaya. Kesaksian dari penjaga dan tukang parkir restoran menjadi acuan dalam laporan tersebut.

Hasil penyelidikan Polres Metro Jakarta Pusat mulai menemukan titik terang. Dari pemeriksaan manifes penerbangan, atlet golf Jesslyn Wijaya diketahui telah meninggalkan Indonesia melalui Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

Jesslyn teridentifikasi berada dalam pesawat tujuan Kuala Lumpur bersama dua orang lainnya.

Sebelumnya, atlet golf Jesslyn Wijaya dilaporkan menjadi korban dugaan penculikan saat berada di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat. Saat itu, ia tengah menghadiri acara ulang tahun keluarganya.

Untuk mengetahui perkembangan kasus ini, kita akan berbincang dengan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

Baca Juga Polisi Terkendala Belum Dapat Keterangan Pihak Keluarga tentang Keberadaan Atlet Golf Jesslyn di https://www.kompas.tv/nasional/681985/polisi-terkendala-belum-dapat-keterangan-pihak-keluarga-tentang-keberadaan-atlet-golf-jesslyn

#penculikan #atletgolf #jesslynwijaya

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681993/full-polisi-ungkap-fakta-di-balik-dugaan-kasus-penculikan-atlet-golf-jesslyn-wijaya-sapa-siang
Transkrip
00:00...dicabut dalam kasus dugaan penculikan atlet golf perlahan terungkap.
00:04Pelaporan dilakukan teman dekat pegolf perempuan itu usai kejadian.
00:08Polisi menduga sang pegolf telah berangkat ke Malaysia bersama dua orang.
00:22Teka-teki penarikan laporan dugaan penculikan atlet golf Jaislin Wijaya akhirnya terungkap.
00:28Menurut pria yang mengaku sebagai calon suaminya, pelaporan dilakukan sahabat Jaislin.
00:35Tapi akhirnya dicabut karena pelapor mendapat telepon dari berbagai pihak.
00:40Teman baiknya Jaislin lah. Nah itu dia konsen sekali untuk keberadaan Jaislin.
00:45Kemudian dia pengen cepat-cepat untuk bisa menemukan Jaislin.
00:48Kemudian dia mau mencabut karena dia merasa terganggu karena dihubungi oleh begitu banyak pihak sedangkan dia ada pekerjaan.
00:55Jadi dan saya juga adalah orang yang lebih berkepentingan daripada si teman baiknya ini.
01:02Walaupun dia juga ada kepentingan ya untuk menemukan teman baiknya ya.
01:05Tapi saya sebagai calon suami saya bermaksud untuk memberikan laporan baru untuk menghadirkan si laporan teman baiknya itu supaya dia
01:15tidak terlalu terganggu.
01:17Didampingi penasihat hukum, Evan memperkuat laporan dugaan penculikan yang dialami Jaislin Wijaya.
01:24Kesaksian dari penjaga dan tukang parkir restoran jadi acuan.
01:29Pihak restoran bahwa tidak ada penculikan tapi hanya diajak, dijemput gitu tanpa ada kekerasan.
01:34Tentang apa yang seperti apa itu?
01:37Kalau untuk pihak restoran yang menyatakan seperti itu, itu kenapa berbeda sekali dengan yang kami terima dan yang dikuatkan oleh
01:45dua orang penjaga, tukang parkir yang ada di sana ya kan.
01:50Awalnya keterangan yang kami dapatkan sudah kami ada pada kami dan itu akan menjadi apa namanya bukti juga buat kami,
01:59akan kami serahkan.
02:01Hasil penyelidikan Polres Metro Jakarta Pusat mulai menemukan titik terang.
02:06Dari pemeriksaan manifest penerbangan pesawat, sang atlet golf telah meninggalkan Indonesia dari Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah.
02:15Dia teridentifikasi dalam pesawat tujuan Kuala Lumpur bersama dua orang lain.
02:20Kami juga ketahui dua orang itu adalah kerabatnya, EA dan EI.
02:26Nah namun untuk pemberangkatan ini apakah dengan keinginan sendiri atau dengan paksaan,
02:34tentu saja kami masih mencoba mendalami melalui rangkaian khususnya untuk menemui korban atau J yang dilakukan sebagai korban.
02:44Kalau ke keluarga sendiri, apakah sudah dilakukan pembiksaan atau mencari keterangan dari pihak keluarga?
02:50Sampai saat ini keluarga korban masih belum memberikan keterangan secara resmi.
02:58Kami masih mengundang baik itu dari ayah, ibu dan bibinya untuk memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Pusat.
03:08Atlet golf, Jesslyn Wijaya dilaporkan menjadi korban penculikan saat berada di restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.
03:17Saat itu, dia sedang menghadiri acara ulang tahun keluarga.
03:21Tim Liputan, Kopas TV
03:27Dan saudara awalnya diduga diculik, atlet golf putri Jesslyn Wijaya terakhir kali diketahui berangkat ke Malaysia.
03:33Apa yang sebenarnya terjadi?
03:36Untuk mengetahuinya kita akan berbincang dengan kasat reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robi Heri Saputra.
03:42Selamat siang Pak Robi.
03:44Pak Robi, jadi bagaimana perkembangan penyelidikan?
03:46Ini di satu sisi rekan korban mencabut laporan, namun suami korban atau calon suaminya ini justru datang ke polisi.
03:54Seperti apa perkembangannya?
03:57Baik, terima kasih.
04:00Jadi perkembangannya memang pada hari Minggu, tanggal 19 Juli 2026,
04:07laporan dari nama NA mencabut laporannya dengan alasan
04:11Yang pertama, yang bersangkutan bukan saudara atau hubungan keluarga dengan Jesslyn.
04:18Yang kedua, karena tidak melihat atau mengalami langsung peristiwa dugaan penyelidikan yang dia laporkan.
04:29Namun berdasarkan fakta yang kami terima atau yang kami temukan,
04:34Memang ada peristiwa tersebut pada tanggal 13 di Rumah Makan Saung kita,
04:42artinya ada saksi yang melihat Jesslyn dibawa oleh kelima orang tersebut.
04:48Namun apakah merupakan suatu tidak-tidak penculikan atau bukan,
04:54kita masih terus mendalami proses penyelidikannya.
04:57Tanggal 14, kita temukan data bahwa yang bersangkutan melintas ke luar negeri atau ke Kuala Lumpur
05:08melalui Bandara Ahmad Yani, Semarang, bersama dua perempuan lainnya.
05:16Hadir menurut atau dari CCTV yang kami lihat,
05:24yang bersangkutan tiba dengan tiga kendaraan,
05:28kemudian turun tiga perempuan,
05:31yaitu salah satunya Jesslyn,
05:33dua orang lainnya itu adalah ibunya,
05:40Eli, EA,
05:42kemudian satunya lagi perempuan, tantenya,
05:48kemudian diantar oleh beberapa pria sampai dengan tempat check-in.
05:52Terus kemudian terbang melalui pesawat air Asia ke Kuala Lumpur.
05:57Kemudian fakta terbaru,
05:59hasil koordinasi kita dengan
06:02tengol datar kait bahwa yang bersangkutan setelah dari Kuala Lumpur
06:06melanjutkan penerbangan ke Thailand.
06:09Jadi saat ini yang bersangkutan kita dunga masih berada di Thailand.
06:13Baik, Pak Robi, ada tiga kali Jesslyn itu terdeteksi begitu.
06:18Yang pertama di restoran, kemudian di Bandara Ahmad Yani,
06:21kemudian yang ketiga di Thailand.
06:23Menurut penyelidikan polisi atau pemeriksaan saksi-saksi,
06:26apakah di tiga peristiwa itu ada indikasi paksaan terhadap Jesslyn?
06:31Sampai saat ini kita belum menemukan adanya kekerasan
06:36atau pemaksaan yang berlebihan ya,
06:39dari rangkaian CCTV juga kita belum melihat demikian.
06:42Jadi untuk paksaan atau tidaknya,
06:45sampai saat ini kita belum menemukan,
06:47belum menemukan adanya upaya paksa yang terlihat,
06:52khususnya dari CCTV.
06:54Kecuali saat pertama kali di rumah makan sawung kita
06:59yang membawa Jesslyn ke mobil.
07:01Kalau dari TKP yang pertama itu,
07:04saksi menyatakan memang melihat Jesslyn itu dibawa secara paksa.
07:10Baik, lalu perkembangannya saat ini,
07:12tadi Anda bilang sudah ada juga di sana ada orang tua dari Jesslyn,
07:16ibu di Bandara Ahmad Yani, kemudian tantenya.
07:18Ini kemudian akan seperti apa pemeriksaannya?
07:21Apakah mereka juga akan ditelusuri atau seperti apa?
07:25Hari ini kita jadwalkan memang panggilan,
07:28undangan, undangan kepada keluarga Jesslyn,
07:31yang kita undang itu adalah ibunya, tantenya, dan adiknya.
07:36Namun sampai dengan sekarang belum ada konfirmasi
07:38untuk kehadirannya.
07:40Juga kita masih melakukan pendekatan
07:43untuk memeriksa neneknya dari Jesslyn
07:47yang sebelumnya berada di TKP pada tanggal 13 Juli 2026.
07:54Baik, kalau yang di lokasi di TKP ketika Jesslyn dibawa,
07:58sudah teridentifikasi siapa saja orang-orangnya yang membawa Jesslyn?
08:03Masih dalam proses penyelidikan kami,
08:06kami sudah mengumpulkan data
08:08untuk informasi orang-orang maupun kendaraan
08:11yang membawa Jesslyn dari TKP,
08:15kemudian juga yang membawa Jesslyn
08:16sampai ke Bandara Ahmad Yani, Semarang.
08:22Baik, jadi kalau dari kesaksian yang ada orang-orang di sana,
08:26ketika di restoran itu,
08:27memang ada tindakan pemaksaan terhadap Jesslyn ya?
08:30Ini yang mana yang betul, Pak?
08:33Yang mana yang benar maksudnya gimana?
08:35Yang apakah memang ada pemaksaan atau tidak atau seperti apa?
08:39Pemilik restoran bilang gak ada pemaksaan malah.
08:43Menurut saksi yang kami periksa,
08:46memang dia dibawa,
08:49dibawa langsung ke mobil dengan
08:53subjektif sih memang,
08:54tapi menurutnya adalah pemaksaan.
08:56Baik, Pak Robi, kemudian ini
08:59terbang ke Bandara Ahmad Yani,
09:02mungkin saja sudah berada di luar negeri,
09:04ini nanti koordinasinya akan seperti apa?
09:06Kalau prosesnya seperti ini, Pak?
09:09Kita masih melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait,
09:12juga melalui,
09:13kita upayakan melalui Interpol
09:15untuk mencari data
09:17di mana keberadaan dari Jesslyn ini
09:20agar kita dapat meraih
09:23atau berkomunikasi
09:24untuk memastikan keselamatan
09:26dan peristiwa yang terjadi sesungguhnya.
09:28Baik, Pak Robi, berarti kita konfirmasi lagi
09:31saat ini terdeteksi posisi Jesslyn
09:34di Malaysia atau Thailand, Pak?
09:36Di negara mana?
09:38Untuk hari ini kita pastikan
09:40yang bersangkutan ke Thailand.
09:45Baik, sudah ada di Thailand berarti ya?
09:48Ya.
09:50Oke, baik.
09:51Pak Robi, AKBP Robi, terima kasih untuk waktunya,
09:56untuk keterangannya di Sapa Indonesia siang hari ini.
09:58Selamat bertugas kembali, Pak Robi.
10:01Terima kasih.
10:02Terima kasih.
10:02Terima kasih.
10:04Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan