00:00...dicabut dalam kasus dugaan penculikan atlet golf perlahan terungkap.
00:04Pelaporan dilakukan teman dekat pegolf perempuan itu usai kejadian.
00:08Polisi menduga sang pegolf telah berangkat ke Malaysia bersama dua orang.
00:22Teka-teki penarikan laporan dugaan penculikan atlet golf Jaislin Wijaya akhirnya terungkap.
00:28Menurut pria yang mengaku sebagai calon suaminya, pelaporan dilakukan sahabat Jaislin.
00:35Tapi akhirnya dicabut karena pelapor mendapat telepon dari berbagai pihak.
00:40Teman baiknya Jaislin lah. Nah itu dia konsen sekali untuk keberadaan Jaislin.
00:45Kemudian dia pengen cepat-cepat untuk bisa menemukan Jaislin.
00:48Kemudian dia mau mencabut karena dia merasa terganggu karena dihubungi oleh begitu banyak pihak sedangkan dia ada pekerjaan.
00:55Jadi dan saya juga adalah orang yang lebih berkepentingan daripada si teman baiknya ini.
01:02Walaupun dia juga ada kepentingan ya untuk menemukan teman baiknya ya.
01:05Tapi saya sebagai calon suami saya bermaksud untuk memberikan laporan baru untuk menghadirkan si laporan teman baiknya itu supaya dia
01:15tidak terlalu terganggu.
01:17Didampingi penasihat hukum, Evan memperkuat laporan dugaan penculikan yang dialami Jaislin Wijaya.
01:24Kesaksian dari penjaga dan tukang parkir restoran jadi acuan.
01:29Pihak restoran bahwa tidak ada penculikan tapi hanya diajak, dijemput gitu tanpa ada kekerasan.
01:34Tentang apa yang seperti apa itu?
01:37Kalau untuk pihak restoran yang menyatakan seperti itu, itu kenapa berbeda sekali dengan yang kami terima dan yang dikuatkan oleh
01:45dua orang penjaga, tukang parkir yang ada di sana ya kan.
01:50Awalnya keterangan yang kami dapatkan sudah kami ada pada kami dan itu akan menjadi apa namanya bukti juga buat kami,
01:59akan kami serahkan.
02:01Hasil penyelidikan Polres Metro Jakarta Pusat mulai menemukan titik terang.
02:06Dari pemeriksaan manifest penerbangan pesawat, sang atlet golf telah meninggalkan Indonesia dari Bandara Ahmad Yani di Semarang, Jawa Tengah.
02:15Dia teridentifikasi dalam pesawat tujuan Kuala Lumpur bersama dua orang lain.
02:20Kami juga ketahui dua orang itu adalah kerabatnya, EA dan EI.
02:26Nah namun untuk pemberangkatan ini apakah dengan keinginan sendiri atau dengan paksaan,
02:34tentu saja kami masih mencoba mendalami melalui rangkaian khususnya untuk menemui korban atau J yang dilakukan sebagai korban.
02:44Kalau ke keluarga sendiri, apakah sudah dilakukan pembiksaan atau mencari keterangan dari pihak keluarga?
02:50Sampai saat ini keluarga korban masih belum memberikan keterangan secara resmi.
02:58Kami masih mengundang baik itu dari ayah, ibu dan bibinya untuk memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Pusat.
03:08Atlet golf, Jesslyn Wijaya dilaporkan menjadi korban penculikan saat berada di restoran di kawasan Mangga Besar, Jakarta Pusat.
03:17Saat itu, dia sedang menghadiri acara ulang tahun keluarga.
03:21Tim Liputan, Kopas TV
03:27Dan saudara awalnya diduga diculik, atlet golf putri Jesslyn Wijaya terakhir kali diketahui berangkat ke Malaysia.
03:33Apa yang sebenarnya terjadi?
03:36Untuk mengetahuinya kita akan berbincang dengan kasat reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Robi Heri Saputra.
03:42Selamat siang Pak Robi.
03:44Pak Robi, jadi bagaimana perkembangan penyelidikan?
03:46Ini di satu sisi rekan korban mencabut laporan, namun suami korban atau calon suaminya ini justru datang ke polisi.
03:54Seperti apa perkembangannya?
03:57Baik, terima kasih.
04:00Jadi perkembangannya memang pada hari Minggu, tanggal 19 Juli 2026,
04:07laporan dari nama NA mencabut laporannya dengan alasan
04:11Yang pertama, yang bersangkutan bukan saudara atau hubungan keluarga dengan Jesslyn.
04:18Yang kedua, karena tidak melihat atau mengalami langsung peristiwa dugaan penyelidikan yang dia laporkan.
04:29Namun berdasarkan fakta yang kami terima atau yang kami temukan,
04:34Memang ada peristiwa tersebut pada tanggal 13 di Rumah Makan Saung kita,
04:42artinya ada saksi yang melihat Jesslyn dibawa oleh kelima orang tersebut.
04:48Namun apakah merupakan suatu tidak-tidak penculikan atau bukan,
04:54kita masih terus mendalami proses penyelidikannya.
04:57Tanggal 14, kita temukan data bahwa yang bersangkutan melintas ke luar negeri atau ke Kuala Lumpur
05:08melalui Bandara Ahmad Yani, Semarang, bersama dua perempuan lainnya.
05:16Hadir menurut atau dari CCTV yang kami lihat,
05:24yang bersangkutan tiba dengan tiga kendaraan,
05:28kemudian turun tiga perempuan,
05:31yaitu salah satunya Jesslyn,
05:33dua orang lainnya itu adalah ibunya,
05:40Eli, EA,
05:42kemudian satunya lagi perempuan, tantenya,
05:48kemudian diantar oleh beberapa pria sampai dengan tempat check-in.
05:52Terus kemudian terbang melalui pesawat air Asia ke Kuala Lumpur.
05:57Kemudian fakta terbaru,
05:59hasil koordinasi kita dengan
06:02tengol datar kait bahwa yang bersangkutan setelah dari Kuala Lumpur
06:06melanjutkan penerbangan ke Thailand.
06:09Jadi saat ini yang bersangkutan kita dunga masih berada di Thailand.
06:13Baik, Pak Robi, ada tiga kali Jesslyn itu terdeteksi begitu.
06:18Yang pertama di restoran, kemudian di Bandara Ahmad Yani,
06:21kemudian yang ketiga di Thailand.
06:23Menurut penyelidikan polisi atau pemeriksaan saksi-saksi,
06:26apakah di tiga peristiwa itu ada indikasi paksaan terhadap Jesslyn?
06:31Sampai saat ini kita belum menemukan adanya kekerasan
06:36atau pemaksaan yang berlebihan ya,
06:39dari rangkaian CCTV juga kita belum melihat demikian.
06:42Jadi untuk paksaan atau tidaknya,
06:45sampai saat ini kita belum menemukan,
06:47belum menemukan adanya upaya paksa yang terlihat,
06:52khususnya dari CCTV.
06:54Kecuali saat pertama kali di rumah makan sawung kita
06:59yang membawa Jesslyn ke mobil.
07:01Kalau dari TKP yang pertama itu,
07:04saksi menyatakan memang melihat Jesslyn itu dibawa secara paksa.
07:10Baik, lalu perkembangannya saat ini,
07:12tadi Anda bilang sudah ada juga di sana ada orang tua dari Jesslyn,
07:16ibu di Bandara Ahmad Yani, kemudian tantenya.
07:18Ini kemudian akan seperti apa pemeriksaannya?
07:21Apakah mereka juga akan ditelusuri atau seperti apa?
07:25Hari ini kita jadwalkan memang panggilan,
07:28undangan, undangan kepada keluarga Jesslyn,
07:31yang kita undang itu adalah ibunya, tantenya, dan adiknya.
07:36Namun sampai dengan sekarang belum ada konfirmasi
07:38untuk kehadirannya.
07:40Juga kita masih melakukan pendekatan
07:43untuk memeriksa neneknya dari Jesslyn
07:47yang sebelumnya berada di TKP pada tanggal 13 Juli 2026.
07:54Baik, kalau yang di lokasi di TKP ketika Jesslyn dibawa,
07:58sudah teridentifikasi siapa saja orang-orangnya yang membawa Jesslyn?
08:03Masih dalam proses penyelidikan kami,
08:06kami sudah mengumpulkan data
08:08untuk informasi orang-orang maupun kendaraan
08:11yang membawa Jesslyn dari TKP,
08:15kemudian juga yang membawa Jesslyn
08:16sampai ke Bandara Ahmad Yani, Semarang.
08:22Baik, jadi kalau dari kesaksian yang ada orang-orang di sana,
08:26ketika di restoran itu,
08:27memang ada tindakan pemaksaan terhadap Jesslyn ya?
08:30Ini yang mana yang betul, Pak?
08:33Yang mana yang benar maksudnya gimana?
08:35Yang apakah memang ada pemaksaan atau tidak atau seperti apa?
08:39Pemilik restoran bilang gak ada pemaksaan malah.
08:43Menurut saksi yang kami periksa,
08:46memang dia dibawa,
08:49dibawa langsung ke mobil dengan
08:53subjektif sih memang,
08:54tapi menurutnya adalah pemaksaan.
08:56Baik, Pak Robi, kemudian ini
08:59terbang ke Bandara Ahmad Yani,
09:02mungkin saja sudah berada di luar negeri,
09:04ini nanti koordinasinya akan seperti apa?
09:06Kalau prosesnya seperti ini, Pak?
09:09Kita masih melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait,
09:12juga melalui,
09:13kita upayakan melalui Interpol
09:15untuk mencari data
09:17di mana keberadaan dari Jesslyn ini
09:20agar kita dapat meraih
09:23atau berkomunikasi
09:24untuk memastikan keselamatan
09:26dan peristiwa yang terjadi sesungguhnya.
09:28Baik, Pak Robi, berarti kita konfirmasi lagi
09:31saat ini terdeteksi posisi Jesslyn
09:34di Malaysia atau Thailand, Pak?
09:36Di negara mana?
09:38Untuk hari ini kita pastikan
09:40yang bersangkutan ke Thailand.
09:45Baik, sudah ada di Thailand berarti ya?
09:48Ya.
09:50Oke, baik.
09:51Pak Robi, AKBP Robi, terima kasih untuk waktunya,
09:56untuk keterangannya di Sapa Indonesia siang hari ini.
09:58Selamat bertugas kembali, Pak Robi.
10:01Terima kasih.
10:02Terima kasih.
10:02Terima kasih.
10:04Terima kasih.
Komentar