Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Di balik pelantikan para perwira remaja TNI Angkatan Darat, tersimpan kisah perjuangan yang menginspirasi.

Seorang buruh serabutan asal Blora berhasil mengantarkan putranya menjadi perwira TNI Angkatan Darat, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita.

Wagiyantoro, warga Kota Cepu, Kabupaten Blora, tak henti bersyukur saat menyaksikan sang putra resmi dilantik sebagai perwira remaja TNI Angkatan Darat.

Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh serabutan dan kuli bangunan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Perjalanan putranya dimulai sejak diterima di SMA Taruna Nusantara. Setelah lulus, sang anak memilih melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer hingga akhirnya berhasil menjadi perwira.

Perjuangan dan pengorbanan kedua orang tuanya menjadi motivasi untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara. Ia berjanji akan melanjutkan perjuangan orang tuanya dengan memberikan pengabdian terbaik sebagai seorang prajurit TNI.

Kisah keluarga Rizki, perwira remaja TNI Angkatan Darat asal Blora, ini menjadi pengingat bahwa kerja keras, doa, dan dukungan keluarga mampu mengantarkan seseorang meraih impiannya, termasuk menjadi seorang perwira TNI Angkatan Darat.

Baca Juga BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Jadi Rp229 T, Selaras dengan Perbaikan Tata Kelola di https://www.kompas.tv/regional/681979/bgn-klaim-efisiensi-anggaran-mbg-jadi-rp229-t-selaras-dengan-perbaikan-tata-kelola

#perwiratni #tniad #buruh #akmil

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681982/bangga-kisah-buruh-serabutan-asal-blora-antar-putranya-menjadi-perwira-remaja-tni-ad
Transkrip
00:01Di balik pelantikan para perwira remaja TNI Angkatan Daerah tersimpan kisah perjuangan yang menginspirasi.
00:08Seorang buruh serabutan Asa Blora berhasil mengantarkan putranya menjadi perwira TNI AD
00:13dan membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita.
00:24Wajian Toro, warga kota Cepu, Kabupaten Blora, tak henti bersyukur saat menyaksikan sang putra resmi dilantik sebagai perwira remaja TNI
00:34Angkatan Daerah.
00:36Sehari-hari, ia bekerja sebagai buruh serabutan dan kuli bangunan demi memenuhi kebutuhan keluarga.
00:43Perjalanan putranya dimulai sejak diterima di SMA Tarunan Nusantara.
00:49Setelah lulus, sang anak memilih melanjutkan pendidikan ke Akademi Militer hingga akhirnya berhasil menjadi perwira.
00:56Saya berada dari kota Cepu, Kabupaten Blora. Ini anak saya.
01:02Saya hanya berpengaruh sebagai buruh serabutan dan kuli bangunan.
01:07Alhamdulillah, kecil-kecil anak saya, dia bisa jadi perwira hari ini.
01:10Selanjutnya, dia sendiri yang kuli ke AKNIL dan Alhamdulillah juga diterima.
01:16Dan dari semua ini ada sosok satu orang yang sangat luar biasa, yaitu istri saya, ibunya.
01:24Biarnya sosok luar biasa yang membantu perjalanan dia.
01:28Serta semuanya juga dari bantuan orang-orang yang bertangan baik,
01:32yang dikirim oleh Allah kepada saya lewat jalan mereka.
01:36Semoga hanya Allah yang bisa membalasnya.
01:39Perjuangan dan pengorbanan kedua orang tuanya menjadi motivasi untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara.
01:45Ia berjanji akan melanjutkan perjuangan orang tuanya dengan memberikan pengabdian terbaik sebagai seorang prajurit TNI.
01:53Pesan-pesan saya untuk kedua orang tua saya adalah saya bangga.
01:57Apapun saya dasarnya dari pekerjaan orang tua saya apa, dan itu hanya pekerjaan orang tua saya.
02:03Selanjutnya, saya akan melanjutkan perjuangan dari orang tua saya untuk mengejar kebanggaan sejauh mungkin,
02:08dan untuk banggaan kedua orang tua saya dengan takit tangan saya sendiri.
02:11Terima kasih.
02:11Terima kasih kepada kedua orang tua saya,
02:13haraplah membantu merawat saya dan membesarkan saya dengan penuh rasa kasih sayang,
02:17sehingga saya dapat beri di titik ini,
02:19dan kedepannya saya akan senantiasa mengabdi kepada negara dan bangsa,
02:23dan tidak luput pula kepada orang tua,
02:25dan tidak luput pula saya akan tetap bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
02:29Terima kasih.
02:30Nasihat utama saya,
02:33yang saya pegang teguh selama saya jadi Taurna dan sampai sekarang adalah
02:37tidak usah menuruti kata-kata minder,
02:39ataupun menuruti kata-kata gengsi,
02:41karena kalau kita menuruti kata-kata tersebut,
02:44maka tidak akan ada habisnya.
02:46Kisah keluarga Rizki,
02:48perwira remaja TNI Adi asal Blora ini,
02:51menjadi pengingat bahwa kerja keras,
02:53doa,
02:54dan dukungan keluarga,
02:55mampu mengantarkan seseorang meraih impiannya,
02:58termasuk menjadi seorang perwira TNI Angkatan Dara.
03:02Asri Gunawan,
03:04Arief Rahman,
03:05Kupas TV,
03:06Jakarta.
Komentar

Dianjurkan