Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 1 hari yang lalu
JAKAARTA, KOMPAS.TV - Pengacara Hotman Paris menjelaskan bahwa keputusan mengundurkan diri sebagai kuasa hukum diambil murni karena kondisi kesehatannya.

Ia mengaku baru menyadari bahwa kesibukan menangani ratusan perkara telah berdampak pada kesehatannya hingga harus memprioritaskan proses pemulihan.

Dalam pernyataannya, Hotman menegaskan bahwa dirinya kini memahami uang bukanlah segalanya.

Menurutnya, sebanyak apa pun penghasilan yang dimiliki tidak akan berarti jika kesehatan terganggu dan seseorang tidak lagi dapat menikmati hasil jerih payahnya.

Ia pun memutuskan mengurangi aktivitas profesional demi fokus pada pemulihan kondisi fisiknya.

Produser: Prayogi Haro

Editor Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/681925/selain-kesehatan-hotman-soal-mundur-dari-pengacara-eks-jampidsus-febrie-uang-tak-ada-artinya
Transkrip
00:00Bang, jadi keputusan memundurnya itu tidak ada alasan lain di luar kondis kesehatan abang ya?
00:06Ya, memang. Apa lagi diri ini? Kurang apa lagi?
00:12Tadi saya juga nggak nyangka, tadi ditekan sama ibu sakit banget ya.
00:16Jadi ibu yang dekan, aku kan selama ini karena sakitnya itu sampai ke pantas semua.
00:20Ya saya sudah sadar, saya membahayakan kesehatan ini, dagingnya itu.
00:26Ini dari belakang diambil, dari spine ya.
00:30Jadi berarti kan kondisi kesehatan ya?
00:32Ya, iyalah. Dan juga kan hampir semua perkara bisnis kan saya yang pegang, jadi bisa seratusan perkara gue.
00:38Aku sadar bahwa, saya baru sadar uang itu nggak ada artinya kalau memang kita nggak bisa nikmatin.
00:45Ini yang kesekian kali.
00:46Efektif hari ini berarti mundur ya Pak?
00:49Harusnya dari dua hari lalu, tapi saya akan tutus sopan santun.
00:53Saya harus ngomong, tapi iya pun saya udah nggak bisa apa-apa kan, karena saya kan di Singapura.
00:58Tapi saya udah bilang beliau dari dua hari lalu.
01:01Kira-kira ini.
01:02Masih panggap Ebrie gimana?
01:03Apa?
01:04Masih panggap Ebrie gimana Pak?
01:06Apa?
01:07Kan ada pengacaranya Pak.
01:09Pak Risi ada.
01:10Itu pensiunan jaksa senior itu.
01:13Tapi memang dulu pernah kerja juga, pernah anak buah saya.
01:16Dan ada tim lain.
01:18Kalau ada puluhan pengacara kan pasti nggak dipersuali.
01:22Tapi kalau Hotman, ya aku kan walaupun sebagian kecil musuh gue, tapi kan saya milik masyarakat.
01:30Sudah jutaan orang, saya tolong gitu loh.
01:32Apapun dari Pak Ebrie gimana Pak Pak Risi?
01:35Ya dia bisa maklumin, nggak apa-apa.
01:37Dia sahabat saya, dia juga maklumin.
01:44Saya nggak mau ngomong substansi deh.
01:47Jangan deh.
01:48Orang sakit masa ditanya, substansi.
01:50Bang, soal pemeriksaan kemarin kan harusnya Pak Ebrie...
01:52Apa?
01:54Apa?
01:54Harusnya Pak Ebrie dipanggil kemarin.
01:56Cuma kan akseskan alat-alat.
01:57Saya nggak mau komentar lagi soal itu.
02:00Kan saya udah dua hari lalu tidak mundur.
02:02Jadi saya nggak mau komentar.
02:02Saya belum dengar lagi tuh.
02:14Udah deh jangan ngomong gitulah.
02:16Udah deh jangan lah.
02:18Ini kan gue lagi sakit.
02:19Lu baca di postingan gue lah.
02:22Postingan gue kan gue tahan orang-orang kantor pajak malah.
02:25Itu pina banget itu.
02:27Terus dikaitkan kerja.
02:29Orang sumpah mati tau nggak?
02:31Sumpah demi Tuhan.
02:32Gue baru kenal, gue baru pertama kali ketemu Pak Ebrie adalah pada saat penandatangan surat kuasa.
02:39Jadi, oh udah-udah.
02:40Udah lah.
02:41Semua postingan juga ada.
02:42Jadi bilang pajak mana?
02:44Tanya kantor pajak Tanjung Priok.
02:47Nggak pernah gue.
02:49Gini lah.
02:50Nggak mungkin.
02:50Abang juga diagukan oleh...
02:52Abang juga diagukan oleh...
02:52Buat-udah.
02:52Abang juga diagukan oleh...
02:53Sedin.
Komentar

Dianjurkan