Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Koperasi Desa Merah Putih: Dari Lokasi di Tempat 'Aneh' hingga Pengadaan Kipas Rp1,8 T


Program Koperasi Desa Merah Putih yang digagas untuk memperkuat ekonomi desa kini tengah menjadi perhatian publik. Sorotan utama tertuju pada sejumlah bangunan fisiknya yang viral di media sosial karena berdiri di titik tidak lazim, seperti di pinggir sungai, area tambak, tengah hutan, hingga menutup badan jalan.

Selain persoalan lokasi, megaproyek ini juga diwarnai sejumlah isu strategis lainnya. Mulai dari sorotan DPR terkait anggaran pengadaan kipas angin bernilai Rp1,8 triliun, rencana Kementerian Sosial menyalurkan bansos lewat jaringan koperasi, hingga wacana pemberian izin pengelolaan sektor pertambangan untuk koperasi desa.

Menanggapi polemik lokasi bangunan yang kurang strategis, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menegaskan bahwa penentuan titik lahan merupakan hasil musyawarah murni di tingkat desa. Pihak pusat pada dasarnya hanya menghormati keputusan dan independensi lahan yang telah disepakati oleh warga setempat.

Selengkapnya dalam video di atas.

#KDKMP #koperasidesamerahputih

Creative/Video Editor: Lia/Atha
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Program Koperasi Desa Merah Putih merupakan salah satu pilar strategis nasional yang digagas pemerintah
00:05guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat desa.
00:10Diperuntukkan bagi warga berdomisili setempat,
00:12lembaga ini difungsikan sebagai pusat pemenuhan kebutuhan pokok,
00:16penyaluran subsidi, hingga penyedia layanan simpan pinjam.
00:20Meski bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat desa,
00:23sejumlah Kopdes Merah Putih justru menjadi sorotan
00:26karena dibangun di lokasi yang dinilai kurang strategis bahkan terkesan tidak lazim.
00:31Berikut adalah beberapa Koperasi Desa Merah Putih yang viral di media sosial karena dianggap berlokasi tidak lazim.
00:38Yang pertama ada Koperasi Desa Merah Putih di Desa Sidodadi,
00:42Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang yang berada di pinggir sungai tanpa akses jalan yang memadai.
00:48Kedua ada Koperasi Desa Merah Putih di Kampung Girimulia, Desa Gunung Masigit, Kabupaten Bandung Barat
00:55yang juga menjadi perhatian karena berada di kawasan Stone Garden.
00:59Dalam video yang viral, Koperasi tersebut tampak berada di antara semak belukar.
01:04Yang ketiga ada Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Pati, Jawa Tengah
01:08yang didirikan di area tambak ikan yang jauh dari pemungkiman warga.
01:12Akses menuju lokasi pun juga masih berupa jalan tanah.
01:17Keempat ada Koperasi Desa Merah Putih di Desa Plosorejo,
01:20Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Monogiri yang viral setelah disebut berdiri di tengah hutan
01:26dan jauh dari pemungkiman warga.
01:28Selanjutnya yang kelima ada Koperasi Desa Merah Putih
01:31yang berada di Desa Kaloran, Kabupaten Temagung, Jawa Tengah
01:34yang juga menjadi sorotan karena posisi bangunannya menutup sebagian jalan umum
01:39yang biasa dilalui kendaraan.
01:42Selain masalah lokasi, ada beberapa perkembangan unik lain
01:45yang belakangan menyita perhatian.
01:47Dari Senayan Rapat Kerja Komisi 6 DPR RI,
01:50pertengahan Juli ini sempat diwarnai sorotan tajam
01:53terkait agaran pengadaan fasilitas kipas angin untuk KDKMP
01:57yang nilainya mencapai angka fantastis yaitu 1,8 triliun rupiah.
02:03Di saat yang sama, Kementerian Sosial lewat Menteri Sosial Saifullah Yusuf
02:07atau Gus Ipul juga mengonsolidasikan skema baru
02:10di mana penyaluran bansos seperti BPMT dan PKH rencananya akan diujicoba
02:15terintegrasi langsung lewat jaringan kooperasi Desa Merah Putih.
02:19Namun yang paling menyita perhatian adalah wacana keterlibatan kooperasi desa ini
02:24di sektor pertambangan.
02:26Menanggapi kabar tersebut, Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI dari fraksi Gerindra,
02:31Bahterabano, menilai bahwa pada prinsipnya kooperasi memang punya ruang bergerak
02:36di berbagai bidang usaha demi mendongkrak ekonomi warga.
02:40Kemudian terkait banyaknya bangunan fisik KDKMP yang berdiri di lokasi kurang strategis,
02:46Bahterabano juga menjelaskan bahwa penentuan titik lokasi pembangunan
02:50merupakan hasil keputusan bersama melalui musyawarah di tingkat desa,
02:54sehingga pihak pusat pada dasarnya hanya menghormati independensi lahan
02:59yang sudah disepakati warga setempat.
03:01Melihat beragam penjelasan serta deretan dinamika yang mengiringi perjalanan kooperasi desa meraputi ini,
03:08bagaimana pandangan Anda mengenai efektivitas dan arah kebijakan program tersebut ke depan?
03:13Tulis pendapat Anda di kolom komentar.
Komentar

Dianjurkan