Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Iran mengultimatum Amerika Serikat untuk memperluas perang jika serangan AS terus berlanjut. Lalu, bagaimana Iran mempersiapkan perang habis-habisan melawan AS dan sekutunya di kawasan?

Bersama praktisi dan pengajar Hubungan Internasional Synergy Policies, Dinna Prapto Raharja.



#iran #as #perang

Baca Juga Operasi Victory Two Dimulai, Iran Kembali Gempur Pangkalan Militer Amerika Serikat | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/internasional/681749/operasi-victory-two-dimulai-iran-kembali-gempur-pangkalan-militer-amerika-serikat-kompas-siang



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/681810/full-praktisi-hi-soroti-konflik-iran-as-meluas-jadi-perang-terbuka
Transkrip
00:01Iran mengultimatum Amerika Serikat untuk memperluas perang jika serangan Amerika Serikat terus berlanjut.
00:07Lalu bagaimana Iran mempersiapkan perang habis-habisan melawan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan bersama praktisi dan pengajar hubungan internasional.
00:16Synergy Polisis Dina Prapto Raharja, selamat petang Mbak Dina.
00:21Selamat petang Mbak Ilona.
00:22Ya, Iran ultimatum Amerika Serikat akan menyerang habis-habisan. Kalau adu kuat, apa respon Amerika?
00:32Iran dalam posisi nggak mungkin mundur ya. Sehingga sebenarnya apapun yang terjadi, Iran pasti berusaha untuk mendapatkan status yang lebih
00:42baik di kawasan.
00:43Dan sebenarnya posisinya tetap sama ya, dia berharap mendapatkan rekognisi bahwa stabilitas di kawasan Timur Tengah itu wajib melibatkan Iran.
00:54Sehingga isolasi dan sanksi ekonomi yang berkepanjangan terhadap Iran otomatis harus dicabut.
00:59Makanya Hormuz dia pegang terus.
01:01Jadi, Amerika Serikat dalam posisi dalam kepentingan dalam negerinya sendiri adalah untuk menunjukkan bahwa apa yang diinisiasi tanggal 28 Februari
01:122026 itu adalah jalan yang benar.
01:14Itu aja dia berusaha mempertahankan bahwa apa yang dilakukan itu bukan yang keliru gitu.
01:21Masalahnya ya memang ternyata sepanjang perjalanan ini ada begitu banyak resistensi yang besar ya dari pihak Iran.
01:28Kalau Iran tidak mungkin mundur, bahkan mengultimatum Amerika Serikat, dia dapat dukungan politik dari mana, Madina?
01:37Dapat tidaknya dukungan politik dari negara lain itu adalah hal tambahan begitu buat Iran.
01:43Jadi, satu saya mau sorot dari dalam negerinya Iran sendiri.
01:47Iran itu kan punya pengalaman historis diserang habis-habisan ya.
01:51Dalam perang Iran-Irak, kemudian juga saat dia dilumpuhkan di revolusi Iran.
01:57Sehingga dengan posisi yang sudah terjepit habis jatuh revolusi 79 itu, dia langsung diserang oleh Irak.
02:04Irak dibantu oleh Amerika Serikat.
02:06Bisa dibayangkan situasi di dalam negeri Iran itu melakukan penyesuaian.
02:13Jadi yang kita hadapi sekarang ini, mereka akan terlintas lagi apa yang pernah mereka alami.
02:18Sehingga mereka melihat nggak mungkin bahwa perang ini akan berlangsung pendek, mereka justru harus bersiap jangka panjang.
02:26Dari sisi dukungan eksternal, saya melihatnya negara-negara di kawasan, terutama negara Gulf, negara-negara Teluk,
02:34ini dalam posisi yang sekarang diperlakukan kurang patut sebenarnya sebagai mitranya Amerika Serikat.
02:40Jadi pihak negara-negara Teluk ini sekarang posisi berusaha sebenarnya jangan sampai Iran itu terlalu digencet.
02:49Karena kalau digencet, ditekan, efeknya itu justru Iran akan melawan ke negara-negara yang terdekat.
02:56Tapi kenapa, kepertanyaannya adalah kenapa Iran justru memilih untuk menyerang negara-negara Teluk?
03:03Negara-negara Teluk itu simbol, dan di satu sisi negara-negara Teluk itu juga punya basis militer.
03:10Dan mereka mengandalkan ketergantungan pada jasa perlindungan militer dari Amerika Serikat.
03:17Itu yang menjadi simbol bahwa eksistensi Iran itu tidak mungkin dengan eksistensi dari Amerika Serikat di kawasan itu bisa bersama.
03:30Harus ada posisi yang disepakati dari kedua belakang, entah Amerika cabut dari Timur Tengah,
03:38dari military basis yang ada di negara-negara Teluk,
03:41atau memang Iran harus diakui bahwa dia memang pemain yang penting di kawasan.
03:47Ya, kalau sebagai simbol pun kita ketahui bahwa negara Teluk itu ada pangkalan militer Amerika Serikat.
03:52Begitu ya, lalu apakah nanti negara Teluk akan diam saja atau menunggu apa gerakan permintaan dari Amerika?
03:58Negara-negara Teluk sekarang dalam posisi melakukan transisi sebenarnya.
04:02Mereka juga melakukan penyesuaian.
04:04Mereka tahu dengan semakin lemahnya Amerika Serikat dari segi amunisi,
04:11kemudian juga dari segi teknologi persenjataan, sekarang sudah ada pesaing dari Amerika Serikat.
04:16Rusia dalam kondisi tertekan, tapi sudah ada China yang sekarang menjadi penyedia teknologi alternatif.
04:22Sebenarnya kerjasama Iran dengan China, kemudian Saudi Arabia dengan China,
04:29bahkan Pakistan dengan China, itu kan sudah berkembang.
04:34Artinya pemain alternatif dari Amerika Serikat itu ada.
04:39Hanya saja proses penyesuaian sehingga semua bisa berpindah ke jalur kerjasama yang lebih luas dengan China,
04:47itu masih butuh waktu.
04:48Nah itu yang juga akhirnya ada negosiasi sama Amerika Serikat lah.
04:52Cuman Amerika Serikat ini negosiasinya lewat senjata.
04:54Ada opsi lain sebenarnya bagi Iran misalnya untuk melakukan penyerangan militer Amerika Serikat
04:59yang melakukan blokade, kenapa bukan langkah itu yang diambil?
05:05Jadi gunanya menyerang itu sebenarnya adalah untuk menunjukkan bahwa jalur-jalur yang ada sekalipun
05:12itu bukanlah yang terbaik.
05:14Bahkan ketika ditawarkan oleh Iran, ini kan gosipnya ada tawaran dari Iran ya,
05:20tapi kalau saya sih menduganya sebenarnya bukan dari Iran, tapi dari negara-negara tetangga.
05:24Tawaran untuk gencatan senjata yang 10 hari itu.
05:27Jadi kalau beritanya kan ini dari pihak Iran kalau menurut Amerika Serikat.
05:32Tapi dugaan saya sebenarnya negara-negara di kawasan itu juga dengan aktif berusaha untuk mengendalikan
05:38arah perang dengan cara memberi dorongan lah untuk tolonglah di-stop dulu serangannya
05:49supaya jangan sampai eskalasinya ini terlalu berlebihan.
05:53Ya tadi posisi negara Teluk sudah kita ketahui, tapi bagaimana dengan posisi negara NATO seperti Rusia?
05:59Responnya seperti apa dengan melihat sudah hampir dua pekan saling serang antara Amerika Serikat dengan Iran?
06:03Negara NATO atau Rusia?
06:05Sorry, negara NATO dan Rusia maksud saya.
06:09Oh negara NATO dan Rusia, oke.
06:11Negara-negara NATO posisinya satu, kemarin di pertemuan terakhir di Ankara,
06:16mereka tidak mau terlibat langsung dalam perang di Iran.
06:19Dan konsekuensinya kemudian Menteri Perang Amerika Serikat sudah datang kembali lagi,
06:23kemudian bilang kalau gitu kita evaluasi kehadiran Amerika Serikat di pangkalan-pangkalan militer
06:28di negara-negara NATO, khususnya yang disorot adalah Spanyol dan Itali.
06:32Artinya ke depannya ini sudah pastilah Spanyol dan Itali akan melakukan upaya-upaya
06:39di mana mereka bisa lebih mandiri secara militer.
06:42Dari segi Rusia, kita lihat bahwa pertemuan terakhir di Ankara itu menunjukkan
06:48militerisasi yang lebih tinggi, anggaran pertahanan bahkan ada bank multilateral
06:53yang diciptakan oleh negara-negara NATO bersama dengan Kanada
06:56untuk membiayai pengembangan senjata-senjata presisi jarak jauh.
07:00Dan ini artinya Rusia itu menjadi salah satu target sasaran.
07:05Jadi Rusia ini dalam posisi yang dibidik betul oleh Rusia,
07:08jadi tetap, eh sorry, oleh NATO, sehingga artinya ke depannya ini
07:12sebenarnya posisi Rusia dalam posisi yang masih ditekan oleh NATO.
07:17Berarti urusan Timur Tengah sebenarnya itu masih menjadi domennya Amerika Serikat.
07:23Dan apakah memang Anda melihat bahwa nanti akan terbuka perang yang lebih luas
07:28apalagi kita lihat juga ada ancaman terkait dengan Selat Hormuz
07:30atau mungkin juga ada ketegangan di Al-Mandep.
07:33Bagaimana dengan situasi harga minyak saat ini juga sudah mulai mendidih begitu?
07:37Mbak Dina, bagaimana dampaknya terhadap negara-negara kawasan?
07:40Satu, negara-negara kawasan jelas agenda mereka untuk menjadikan ekonominya lebih diversified,
07:48punya sumber penghasilan baru dari pengembangan AI, kemudian juga perbankan, kemudian ada turisme.
07:55Mereka kan sebenarnya sudah menyiapkan anekah infrastruktur dasar
07:58supaya investasi-investasi asing masuk ke kawasan teluk.
08:02Ternyataannya dengan ketidakpastian yang ada dan diprediksi ini akan jangka panjang,
08:07maka dana yang mereka miliki itu harus dipindahkan ke luar negeri.
08:11Artinya yang kita lihat di dalam negeri, negara-negara teluk itu pasti ada penyusutan ekonomi
08:18selama mereka bertransisi memindahkan dana-dananya ke luar kawasan.
08:23Yang diharapkan oleh Amerika Serikat, ini yang kemarin negosiasi juga dari pihak Amerika dengan negara teluk adalah
08:29pindahnya ke Amerika dong.
08:31Kalau saya lihat sih dalam jangka panjang justru negara-negara kawasan di teluk itu akan berusaha untuk
08:39satu sisi tidak akan mengkonfrontir langsung bilang tidak pada Amerika Serikat,
08:44tapi mereka menyimpan dananya untuk bekerjasama dengan mitra lain.
08:47Salah satunya yang paling utama adalah China.
08:49Baik, terima kasih Mbak Dina telah bergabung di Kompas Petang.
08:52Sampai ketemu lagi.
08:53Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan