Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Warga Dusun Krajan Barat, Desa Candi Jati, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengeluhkan pembuangan limbah sampah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di dekat permukiman. Warga mengaku terganggu dengan bau busuk yang muncul dari lubang pembuangan sampah tersebut.

Bau menyengat mulai tercium sejak dapur SPPG kembali beroperasi setelah libur sekolah. Selain menimbulkan aroma tidak sedap, warga juga mengaku kerap melihat belatung dan lalat muncul di sekitar lokasi pada sore hari.

Lubang pembuangan limbah berada di lahan milik pengelola SPPG dengan jarak sekitar lima meter dari permukiman warga. Kondisi ini membuat warga khawatir limbah dapat mencemari air sumur dan berdampak pada kesehatan lingkungan.

Pihak pengelola SPPG menyatakan pembuatan lubang pembuangan dilakukan mengacu pada surat edaran Bupati Jember, karena tempat pembuangan sampah di Pakusari disebut telah mengalami kelebihan kapasitas (overload).

Warga berharap pemerintah memperketat pengawasan terhadap pengelolaan limbah dapur SPPG agar tidak mencemari lingkungan maupun menimbulkan dampak kesehatan bagi masyarakat sekitar.

#Jember #SPPG #LimbahSampah #JawaTimur

Baca Juga Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang di https://www.kompas.tv/nasional/681768/prabowo-resmi-lantik-sudaryono-sebagai-kepala-bgn-gantikan-nanik-s-deyang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681771/warga-jember-keluhkan-limbah-sppg-bau-belatung-dan-lalat-muncul-dekat-permukiman-sapa-siang
Transkrip
00:00Saudara warga dusun Kerajaan Barat Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Jember, Jawa Timur,
00:06resah dengan pembuangan sampah SPPG di dekat permukiman yang menimbulkan bau busuk.
00:13Pihak pengelola SPPG membuat lubang dengan alasan mengikuti surat edaran Bupati Jember
00:19terkait tempat pembuangan sampah sudah overload.
00:28Bau busuk yang menyengat berasal dari lubang pembuangan limbah sampah Satuan Pelayanan Pembunuhan Gizi
00:34di Dusun Kerajaan Barat Desa Candijati, Kecamatan Arjasa, Jember, Jawa Timur.
00:40Warga resah dan khawatir bau ini menimbulkan penyakit.
00:44Bau busuk menyengat ini tercium sejak beroperasinya kembali dapur SPPG setelah libur sekolah.
00:49Apalagi terkadang muncul belatung dan lalat jika sore hari.
00:54Letak lubang sampah berdekatan dengan permukiman warga berjarak kurang lebih 5 meter.
01:00Warga khawatir air sumber mereka jadi tercemar.
01:04Gangguannya ya baunya yang sangat tidak sedap.
01:09Terus teman-teman saya ini gak ada yang mau kesini gara-gara bau dari sampah SPPG.
01:19Sudah sebut berapa lama ini?
01:22Mulai buka itu dah, mulai buka MBG beroperasi itu, mulai dibuang kesini.
01:29Bukas makanan, makanan gak habis, dibuang kesini.
01:33Pihak pengelola SPPG mengaku membuat lubang sampah karena sesuai surat edaran bupati,
01:39karena tempat pembuangan sampah di Pakusari sudah overload.
01:43Lubang sampah juga dibuat di lahan miliknya sendiri yang dekat permukiman warga.
01:47Membuang sampah yang ada di Pakusari sudah open.
01:51Maka berangkat dari itu, kita punya inisiatif untuk membuang sampah di tempat pekarangan kita,
02:02di tanah milik kita sendiri.
02:04Dan itu pun murni di tanah milik pribadi saya.
02:07Kalau yang kering, itu kita bakar di belakang rumah saya sendiri.
02:15Itu sisa sampah basah.
02:18Sampah basah itu dari sayur-sayuran.
02:21Jadi dari sayur-sayuran, terus itu kita buatkan lubang.
02:27Nanti kalau sudah hampir penuh, kita tutup.
02:29Warga berharap, pemerintah memperketat pengawasan tentang pembuangan sampah,
02:34khususnya limbah SPPG, agar tidak mencemari dan merusak lingkungan.
02:38Hernawan Mustika, Kompas TV, Jember, Jawa Timur.
Komentar

Dianjurkan