Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang di Istana, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Usai dilantik, Sudaryono mengakui bahwa ada hal yang perlu diperbaiki dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki. Yang tidak transparan harus buat transparan," ujar Sudaryono.

Baca Juga Detik-Detik Presiden Prabowo Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN Gantikan Nanik S Deyang di https://www.kompas.tv/nasional/681762/detik-detik-presiden-prabowo-lantik-sudaryono-jadi-kepala-bgn-gantikan-nanik-s-deyang

#prabowo #sudaryono #bgn

Produser: Ikbal Maulana

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681766/full-pernyataan-sudaryono-usai-resmi-dilantik-prabowo-jadi-kepala-bgn-gantikan-nanik
Transkrip
00:00Saya hari ini sebagaimana tadi sudah dilaksanakan acara pelantikan dan secara resmi telah menjadi kepala badan bisnis nasional yang per
00:10hari ini kemudian saya telah aktif.
00:12Tentu saja ini adalah amanah yang amanah besar bagi saya.
00:16Ini satu amanah besar karena memang program makan beri gratis ini adalah program besar, grande, dan satu di antara program
00:26prioritas pemerintahan Bapak Prabu Subianto dan Pak Gibran Raka Bumi Raka.
00:31Tentu saja saya di momen kesempatan yang baik ini mengucapkan bersyukur dan juga innalillahi wa innaliruji'un artinya segala sesuatu
00:41berasal dari Allah dan semuanya akan kembali kepada Allah.
00:44Insya Allah saya akan terus berjuang dan berusaha untuk bekerja sebaik mungkin.
00:50Selanjutnya saya ingin memberi apresiasi kepada Bu Nani Diang dan juga mendoakan beliau yang saat ini atau kemarin barangkali wakil
01:01dia juga tahu bahwa Bu Nani mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
01:06Jadi kita semua mari kita doakan beliau agar segera prima dan bisa kemudian seger waras seperti biasanya.
01:15Untuk selanjutnya Bapak dan Ibu semua yang saya hormati, kita atau kami mengakui bahwa memang ada hal-hal yang memang
01:24harus diperbaiki bahkan kita sendiri telah menyaksikan bahwa ada terjadi pelanggaran dari sisi tidak transparannya tata kelola.
01:33Yang pada intinya ada satu persoalan di bidang tata kelola.
01:37Ini adalah PR besar yang tentu saja saya sebagai kepala dibantu oleh dua wakil kepala dan seluruh jajaran BGN dan
01:48tentu saja didukung oleh semua jajaran kabinet, kementerian dan lembaga yang lain.
01:52Saya sebagai kepala akan bekerja keras untuk memperbaiki yang memang harus kita perbaiki.
02:01Yang tidak transparan harus kita buat transparan.
02:05Mungkin barangkali kalau ada yang masih manual bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada rekodnya.
02:12Dan yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang-benderang.
02:20Ini adalah anggaran besar yang bersumber dari rakyat dan harus diperuntukkan oleh untuk rakyat.
02:27Jadi ini adalah program dari rakyat untuk rakyat.
02:31Tentu saja setiap tetes rupiah yang dikeluarkan harus betul-betul sesuai dengan tujuan program.
02:39Jadi bukan hanya menyediakan makan tapi menyediakan gizi yang sesuai, yang baik untuk anak-anak kita, ibu-ibu yang hamil,
02:50ibu-ibu yang menyusui dan juga paralansia.
02:53Selain itu, selain penyediaan gizi tentu saja ada efek positif karena memang background kami dari Wakil Menteri Pertanian adalah
03:01bagaimana efek positif dari sisi produktivitas pertanian kita yang terserap dengan lembaga MBG ini, dengan lembaga makan atau program makan
03:11belisik gratis ini.
03:12Ini adalah program grande.
03:14Saya di beberapa kesempatan menyampaikan bahwa program ini itu ibarat pegmen, jadi apa-apa dimakan.
03:21Kalau kita lihat dulu ada orang mandi-mandi susu sekarang insya Allah tidak ada lagi, ada orang buang-buang wortel
03:29insya Allah tidak ada lagi,
03:31ada orang petani buang-buang sayuran, buang-buang bawang dan lain-lain insya Allah dengan program ini maka tinggal urusan
03:39distribusi yang kita perhatikan.
03:41Dan salah satunya adalah, mohon maaf mungkin sedikit flashback di Kementerian Pertanian, adalah adanya program pemenuhan telur dan ayam yang
03:51tersebar di luar Jawa.
03:52Karena memang secara distribusi di luar Jawa ini dipandang memang masih kurang dan oversupply di Pulau Jawa.
03:59Bapak, Ibu, semua yang saya hormati, saya di momen kesempatan yang baik ini dan diliput oleh seluruh media,
04:06ingin menyampaikan bahwa dengan menjadi kepala ini, tentu ini suatu tanggung jawab,
04:12dan saya ingin menggunakan media ini untuk menekankan secara publik bahwa saya memiliki keluarga,
04:19saya memiliki sahabat, saya memiliki teman, rekan, siapa menitu termasuk alumni dan seterusnya.
04:25Dan saya ingin menyampaikan bahwa di, sebagai saya, sebagai kepala ini,
04:31kalau nantinya ada orang misalnya menawarkan jasa, barangkali dengan imbalan,
04:38ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya, sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya, dan lain-lain,
04:43yang dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar.
04:48Dan saya minta kepada yang bersangkutan misalnya, itu kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwajib.
04:55Karena ini betul-betul kita serius untuk menangani perkara ini.
05:00Selain itu, saya juga ingin menyampaikan kepada seluruh sahabat, keluarga, rekan,
05:03dan semua orang yang mengenal saya dan saya juga mengenalnya,
05:07yang mencintai saya dan saya juga mencintainya,
05:10minta maaf mungkin barangkali saya tidak,
05:13atau tidak kemudian memberikan atensi khusus,
05:16atau tidak memberikan semacam prioritas,
05:20kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan.
05:24Saya ingin penyelesaian masalah,
05:27saya ingin penyelesaian persoalan,
05:30follow-up dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem.
05:34Jadi kita bukan lagi trust in person,
05:37kemudian kita bicara di ruang-ruang yang remang-remang yang gelap,
05:40di private-private room, di restoran,
05:42tapi segala sesuatu harus dibahas di ruang-ruang yang terang,
05:46dan transparan, dan dilihat orang.
05:48Saya kira penting untuk saya sampaikan.
05:50Untuk selanjutnya, Bapak, Ibu, semua,
05:53publik termasuk juga di sini, Awak Media,
05:56saya mohon doa, mohon dukungan, mohon restu,
05:59untuk kami bersama-sama dengan Wakil Kepala,
06:03Bu Arun Sari dan Pak Tenggono,
06:05beserta seluruh jajaran BKN,
06:07dan seluruh stakeholder.
06:09Di sini ada SPPG, ada SPPI, ada Mitra, dan lain-lain.
06:13Doakan kami semua untuk bisa amanah dan menjalankan program ini
06:17dengan sebaik-baiknya zero toleran untuk praktek-praktek korupsi
06:23dan hengki-pengki dan copet-copetan
06:26sebagaimana barangkali ini yang paling dibenci oleh seluruh rata Indonesia.
06:31Saya di sini meyakinkan bahwa,
06:33yakinlah bahwa saya di detik ini berkomitmen untuk kemudian kita kerja dengan sebaik-baiknya
06:39dan sebersih-bersihnya.
06:40Namun kami bukanlah superman,
06:43ya tentu saja kan tidak mungkin saya selesaikan persoalan
06:47atau program ini saya selesaikan sendiri.
06:50Tentu saja kami beserta dengan semua tim,
06:53baik yang aktif maupun barangkali yang juga stakeholder semuanya.
06:57Kami yakinkan bahwa di momen ini kami mendengar,
07:01kami ingin lebih banyak mendengar,
07:03ingin kemudian lebih banyak menerima masukan dari semua.
07:08Ya, ada barangkali ditemukan hal-hal yang janggal,
07:12ada ide-ide baru dan lain-lain,
07:14kami siap untuk menerima masukan dan menjadi bahan pertimbangan
07:19untuk kami mengambil sebuah keputusan.
07:21Bapak-Ibu semua yang saya hormati ini adalah tugas berat,
07:25anggaranya besar, grande, seluruh Indonesia dan
07:27ini adalah program bawa presiden menyangkut
07:32demokrasi atau demokratisasi
07:35gizi ke seluruh anak kita.
07:38kita harus melihat diri kita bahwa memang masih banyak
07:44anak-anak di mana-mana yang membutuhkan
07:48sentuhan asupan gizi
07:50lebih supaya tumbuh kembang
07:53baik otak maupun fisiknya maksimal.
07:56Ini adalah program besar,
07:58program jangka panjang,
07:59dan saya siap untuk kemudian mendengar semua aspirasi
08:02untuk kami pertimbangkan
08:04dalam kami mengambil keputusan.
08:05Saya kira itu yang bisa saya sampaikan.
08:07Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
08:16Enggak ada.
08:18Enggak ada.
08:19Saya tidak punya SPPG,
08:21saya tidak punya dapur,
08:22saya tidak ada keluarga saya yang punya dapur
08:24dan punya SPPG.
08:30Arahan khusus kan begini ya,
08:33ini kan bukan hanya kemudian
08:35kita bikin panitia membagi-bagi makanan.
08:38Bukan.
08:39Tujuannya kan adalah beyond itu.
08:41Bahwa kita menyediakan gizi yang sesuai.
08:45Ingat itu ya,
08:46kita menyediakan gizi yang sesuai.
08:48Ini namanya makan bergizi gratis.
08:51Bukan makan enak gratis
08:52atau bukan makan banyak gratis.
08:54Bukan.
08:54Tapi makan bergizi gratis.
08:57Tentu saja yang menjadi perhatian adalah
08:59bagaimana pemenuhan gizi
09:01kepada anak-anak yang memang harus diberi sentuhan gizi.
09:05Termasuk juga ibu hamil,
09:07ibu menyusui,
09:08dan juga lansia.
09:10Jadi, beyond di situ.
09:11Dan efeknya adalah
09:13satu, orangnya
09:14tambah gizi.
09:16Saya mohon maaf mungkin
09:17kalau agak panjang di kita nih,
09:18ada yang lain juga nih.
09:20Saya adalah
09:22orang yang lahir di desa.
09:24Oh ibu saya memelihara ayam
09:26di rumah.
09:26Dan saya adalah
09:28efek dari makan bergizi.
09:29Mohon maaf,
09:30mungkin kami bukan orang kaya,
09:32tapi kami dari kecil
09:34biasa makan telur banyak.
09:35Karena kami pelihara ayam di rumah.
09:37Sehingga
09:37memang gizi itu penting.
09:40Gizi itu penting.
09:42Kadang-kadang
09:42orang itu melihat kenyangnya
09:44karena memang kemampuannya.
09:45Dan di sini adalah
09:46program yang begini adalah
09:48sentuhan langsung
09:49program pemerintah
09:50yang langsung
09:51orang lapar
09:52dikasih makan,
09:53orang butuh gizi
09:54dikasih gizi.
09:55Tidak bisa,
09:55kemudian hanya dikasih
09:56imbuan-imbuan.
09:58Tentu saja
09:59itu
10:00saya sendiri
10:01sekali lagi
10:01saya anak dari desa
10:03yang kemudian
10:04ibu saya pelihara ayam
10:05di poco-poco rumah
10:06dan saya selalu makan itu
10:08sampai
10:08mohon maaf
10:09sampai bisulan
10:10di mana-mana.
10:11Dan saya merasa
10:12saya ini anak
10:13tumbuh kembang
10:14karena telur.
10:15Karena ikan
10:17jarang lah ya.
10:18Karena memang
10:18kita di gerobokan ini kan
10:20daerah jauh dari pantai.
10:22Itu sih kira-kira.
10:23Jadi dan efeknya adalah
10:24dengan memberikan gizi
10:25tapi efeknya adalah
10:27mengabsorb
10:28ekonomi lokal
10:29khususnya peternak,
10:31khususnya nelayan,
10:32khususnya kemudian
10:33pertani kita
10:34di daerah.
10:35Ini adalah program
10:36dari rakyat untuk rakyat
10:39dana APBN yang besar
10:41itu kemudian beredar
10:42di desa-desa.
10:44Dan saya
10:44karena background saya
10:45adalah Wakil Menteri Pertanian
10:47dan selama dua tahun ini
10:48kemudian berada
10:49di Kementerian Pertanian
10:50kami melihat
10:51melihat langsung
10:53bagaimana efeknya
10:54kami melihat langsung
10:55bagaimana manfaatnya
10:57kepada ekonomi kita
10:58di desa-desa
10:59yang dirasakan
11:00secara penuh oleh
11:01para masyarakat kita
11:02khususnya pertanian,
11:03peternak dan nelayan
11:04di desa-desa.
11:05Anggara Mekin kan berkurang
11:06dari 28-28
11:07mas.
11:08Terima kasih.
11:08Terima kasih.
11:09Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan