00:00Bang Edi, ini kok kayaknya anti klimaks ya, ada drama pengledahan kanan-kiri terus tiba-tiba dioper kekejaksaan, ini lazim
00:09atau polisi terpaksa?
00:10Saya kira kalau kita lihat daripada prosesnya dari awal, memang ini merupakan proses yang panjang ya, kenapa demikian?
00:17Karena memang dimulai dari penyelidikan ya, kemudian lanjut kepada penyelidikan, bahkan dilakukan dengan penahanan tersangka, itu si Dito tadi,
00:25kemudian lalu dilakukan pengledahan di mana-mana, namun demikian ketika terjadi pengledahan kalau kita lihat, ada gejolak terjadi antar penegak
00:36hukum.
00:38Jadi ketika ini terjadi, maka terjadilah mungkin inilah yang menyebabkan Kapori dan juga Jaksa Agung harus melakukan koordinasi, sosialisasi, apa
00:48namanya, menyamakan persepsi sehingga untuk mengetahui...
00:51Masalah hukum kok harus koordinasi menyamakan persepsi?
00:53Bukan, bukan. Untuk apa namanya, di dalam hal ini adalah untuk menghindari adanya gesekan di bawah, sebetulnya.
01:00Maka dilakukan pada saat itu, melakukan pertemuan silaturahmi, kemudian dilanjutkan dengan, apa namanya, termasuk juga DNT ini.
01:09Kita lihat kemarin, termasuk Polda Metro Jaya, waktu itu juga ada sempat ada didatang ya, sejumlah orang ya,
01:17yang maka untuk menghindari terjadi seperti ini, maka dilakukan.
01:21Artinya polisi terpaksa menyerahkan kasusnya, kekejaksaan?
01:24Saya kira ini untuk, apa ya, untuk menjaga ya, menjaga sebetulnya hal-hal yang tidak diinginkan ya.
01:32Upaya menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, untuk rakyat atau untuk siapa Mbak Bivitri?
01:36Nah itu dia, saya kira kan Pak Edy agak terbatas, saya harus diplomatis juga barangkali ya.
01:40Jadi izinkan saya agak menerangkan sedikit loh, Pak.
01:43Jadi menurut saya bahwa, misalnya tadi diceritakan sendiri bahwa ada sebagian anggota TNI yang datang ke Polda Metro Jaya.
01:50Itu saja sudah harus menimbulkan tanda tanya besar di kepala kita.
01:54Hubungan penegakan hukum dengan TNI sebagai aparat negara di bidang pertahanan, itu apa?
02:00Nah artinya saya mau menyoroti, ada politik di sini, karena pertanyaan ini sebenarnya apakah lazim dilakukan atau tidak,
02:11itu kan terjadi semua setelah pertemuan dengan Presiden.
02:14Ini semua diberita sudah banyak ya, jadi saya juga sumbernya jelas.
02:18Dimana juga tidak hanya kejaksaan dan kepolisian, tapi juga TNI.
02:23Sudah melakukan pertemuan, kemudian terjadilah perpindahan itu.
02:26Jadi kalau saya ingin menyoroti, ini highly political.
02:29Ini bukan penegakan hukum biasa, yang bikin melanggar kuhab, saya setuju, ini melanggar kuhab.
02:34Jadi ada upaya untuk melokalisir menurut Anda?
02:36Ada upaya untuk melokalisir dan membuat, jangan-jangan, kembali, ini tujuan penegakan hukumnya untuk siapa?
02:43Benar tidak ini untuk mengungkapkan kepada warga apa yang tengah terjadi?
02:47Ini uangnya kita kan terkejut nih, 74 kilogram emas dan lain sebagainya.
02:51Atau hanya ingin menghindari gesekan di bawah itu.
02:55Tujuan penegakan hukum apa sih?
02:56Apakah untuk supaya semuanya berdamai tidak ada gesekan?
03:00Atau kita mau mengungkap kasus korupsi seterang-terangnya?
03:03Nah ini yang saya kira urayannya harus dibaca dengan pertemuan dengan Presiden dua kali ya.
03:07Dalam catatan media kan Kamis, Tidana Antara, kemudian Jumat atau Sabtu begitu ya.
03:12Nah setelah itu ada perpindahan, bahkan polisi tidak bisa melanjutkan penggeledahan karena tiba-tiba dipindah.
03:19Kemudian barang buktinya harus diserahkan juga kepada kejaksaan.
03:24Nah buat saya ini sangat tidak lazim, tidak ada presidennya.
03:27Sehingga pertanyaannya ini koordinasi atau intervensi sebenarnya dari kepala negara dan kepala pemerintahan kita.
03:35Hukum jadi alat sandera menurut Anda?
03:37Saya sih melihatnya begitu.
03:39Karena tahu-tahu ada TNI buat saya itu juga tanda tanya besar dong.
03:42Ini bukan penegakan hukum yang lazim.
03:44Oke.
Komentar