Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan udara baru pada Senin (20/7/2026) dini hari yang menargetkan Iran sebagai balasan atas tewasnya tiga personel militer AS.

Komando Pusat AS menyatakan pihaknya menargetkan pusat komando militer Iran, lokasi pertahanan udara dan pengawasan pesisir, lokasi peluncuran rudal dan drone, serta jaringan komunikasi.

Serangan-serangan terbaru ini kembali memperlihatkan bagaimana AS dan Iran perlahan-lahan semakin mendekati perang terbuka, seiring gagalnya kesepakatan sementara bulan lalu yang bertujuan mengakhiri pertempuran secara permanen.

Serangan demi serangan terus dibalas, sementara korban di kedua belah pihak terus bertambah. Seberapa jauh konflik Iran-Amerika Serikat akan berkembang dan apakah kawasan Timur Tengah kini berada di ambang perang yang lebih luas? Kita bahas bersama Efatha Filomeno, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana.

Baca Juga Saling Serang Rudal & Drone! Perang AS-Iran Saling Rilis Rekaman Serangan, Ini Respons Donald Trump di https://www.kompas.tv/video/681364/saling-serang-rudal-drone-perang-as-iran-saling-rilis-rekaman-serangan-ini-respons-donald-trump

#iran #amerika #perang

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/681443/analisis-dosen-ilmu-politik-unud-soal-iran-as-kembali-saling-serang-potensi-perang-lebih-besar
Transkrip
00:00Serangan demi serangan terus dibalas, sementara korban di kedua belah pihak terus bertambah.
00:05Seberapa jauh konflik Iran, Amerika Serikat akan berkembang.
00:08Dan apakah kawasan Timur Tengah kini berada di ambang perang yang lebih luas?
00:13Kita bahas bersama Evata Filomeno, dosen ilmu politik Universitas Udayana.
00:19Mas Evata, selamat sore. Ada tiga tentara Amerika Serikat yang tewas dalam perang baru-baru ini.
00:25Jadi apakah tewasnya atau gugurnya tentara Amerika Serikat ini bisa jadi menjadi titik balik yang akan mendorong perang ke level
00:35yang lebih besar lagi?
00:39Baik, ketika kita melihat ya sebenarnya sudah ada peristiwa besar.
00:44Sebelas peristiwa besar ya terkait dengan tewasnya pasukan Amerika Serikat sempat ada.
00:48Waktu itu di Kuwait ya, di Shuaiba, terus juga sempat di Arab Saudi 1, dan di Yornadia 3 ya, di
00:56Irak Utara 1, dan ada beberapa catatan-catatan yang lain.
01:01Dan tentu saja hal ini dikonfirmasi bahwa Donald Trump mengatakan bahwa dia akan melakukan serangan besar-besaran anti-malam gitu.
01:09Dan ini tanda bahwa memang selama ini Amerika Serikat selalu mencari cara begitu.
01:15Bagaimana caranya untuk melemahkan Iran dalam berapa posisi.
01:19Dan serangan yang dilakukan oleh Iran tersebut ternyata malah menyebabkan eskalasi ini menjadi titik pecah ya.
01:26Kita tahu bahwa sebenarnya diplomasi masih menjadi titik temu yang mencoba untuk mendamaikan situasi.
01:31Dan Abbas Aragaci juga menyampaikan bahwa meskipun hanya 10 persen, kita harus tetap bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
01:37Tetapi Amerika Serikat terus melakukan banyak manuver untuk mencegah diplomasi.
01:42Dan kita tahu bahwa gugurnya dan tewasnya prajurit dari Amerika Serikat ini akan memperpanjang dan memperparah situasi di Selat Hormuz
01:49juga nanti ke depan.
01:51Jika situasi akan semakin memanas tidak hanya di Selat Hormuz, tapi juga antara Amerika Serikat dan Iran.
01:58Seberapa besar peluang Iran ini akan terus membalas setiap serangan Amerika Serikat?
02:05Ya, serangan dari Iran kita tahu memang ditujukan untuk melakukan pembalasan begitu ya.
02:10Tetapi serangan-serangan punitif seperti ini sebenarnya harus dilihat lagi lebih dalam bahwa fasilitas Iran ini memang sudah rusak ya.
02:18Terkait dengan logistik mereka, terus juga depot-depot pertahanan mereka itu sudah hancur kurang lebih 85 persen.
02:23Maka serangan-serangan yang mereka bisa lakukan adalah serangan-serangan simbolik begitu.
02:28Meskipun tentunya ini akhirnya menyebabkan tewasnya dari pasukan Amerika Serikat.
02:33Tetapi kancuran yang diciptakan oleh Amerika Serikat dengan serangan berapa malam ya.
02:38Hingga nanti mungkin masuk ke malam ke-9 dan masuk ke malam ke-10.
02:42Tentu ini jauh lebih parah gitu.
02:44Ada 170 titik, terus Amerika juga akan melakukan serangan dengan pesawat tempur canggih mereka lagi.
02:49Ya, otomatis pengeboman demi pengeboman.
02:51Dan jaru-jaru logistik yang selama ini harusnya menjadi nadi kekuatan dari Iran ini sendiri malah lumpuh total.
02:57Nah maka serangan ini harus dibaca hati-hati oleh Iran gitu.
03:01Ketika mereka ingin mendeeskalasi harusnya hal tersebut mulai muncul.
03:05Dan kita tahu bahwa Amerika Serikat juga sudah membuka ruang diplomasi yang cukup besar.
03:09Tetapi apakah ini ditangkap dengan sangat baik?
03:11Ataukah mereka ingin melakukan serangan total gitu atau perang total ke depannya.
03:16Dan kecurigaan bahwa nanti Amerika akan melakukan invasi darat bisa saja semakin dekat.
03:21Saya lihatnya demikian.
03:21Berapa persen sebenarnya kemungkinan invasi darat akan dilakukan Amerika Serikat?
03:26Jika kita melihat eskalasi belakangan ini, Mas Yafata?
03:30Ya, kita melihat bahwa pasukan Amerika ya yang berada di wilayah Timur Tengah ini datanya memang itu kurang lebih 50
03:36ribu.
03:37Tetapi dengan peningkatan eskalasi seperti ini tentunya arti tersebut terlihat dari banyaknya intensitas kapal perang mereka yang melintas ya.
03:44Kurang lebih sekitar sekarang yang kalau terdata itu ada 24.
03:48Dan itu semuanya membawa pasukan gitu.
03:50Maka hal-hal seperti ini membuktikan bahwa Amerika Serikat sebenarnya sudah secara presisi melakukan pelemahan-pelemahan.
03:57Pertama mereka melakukan pelemahan di wilayah pesisir.
04:00Ini kan tanda gitu.
04:02Wilayah radar-radar dari Iran mereka lemahkan.
04:04Nanti kalau misalkan mereka melakukan operasi serangan darat, maka tidak akan begitu sulit.
04:08Dan pesawat tempur digunakan untuk menghantam wilayah-wilayah yang berada tepat di pusat pemerintahan dan juga di wilayah-wilayah depot
04:15-depot pertahanan dari Iran itu sendiri.
04:17Dan ini juga tidak lepas karena Amerika tahu bahwa Iran memang tidak bisa diajak negosiasi.
04:22Iran memang harus diminta untuk mendeklarasikan bahwa mereka kalah secara total.
04:26Maka dengan adanya operasi invasi secara darat ini justru akan memperbesar kemenangan dari Amerika.
04:33Meskipun itu adalah opsi yang terburuk.
04:35Dan kayaknya Amerika tidak dalam waktu dekat melakukan hal tersebut.
04:38Tergantung nanti dari dorongan Israel itu sendiri.
04:41Mas Hefata, jika ada kemungkinan invasi darat yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran.
04:46Kemudian tadi Anda menyebutkan juga ada fasilitas Iran yang memang sudah rusak bahkan sekitar 80 persen.
04:53Apakah Iran masih memiliki kapasitas militer yang cukup kuat untuk mempertahankan perang dalam jangka panjang
05:01ataupun melawan Amerika Serikat melalui invasi darat ini?
05:07Ya tentu kalau secara propaganda kita akan melihat bahwa sebenarnya Iran mampu meregenerasi kekuatan militer mereka.
05:14Mereka juga tidak mudah menyerah begitu.
05:16Akan tetapi pada kenyataannya itu Amerika justru terus memaksa Iran untuk menguras biaya perang mereka.
05:25Kita tahu bahwa Iran ini mengalami kelangkaan air.
05:28Iran juga mengalami kondisi yang cukup pelik.
05:31Nilai rial itu di pasar gelap maupun di pasar secara total begitu jatuh.
05:36Anjlok ya.
05:36Dan juga prekonomi mereka yang sudah tercekik lama begitu.
05:38Dan kita lihat juga bahwa ternyata ketika Iran mau melakukan sesuatu dipelototi juga oleh India dan juga China
05:45yang memiliki kepentingan di Selat Hormuz karena Selat Hormuz ini membawa 20 persen energi bagi dunia.
05:50Maka posisi Iran yang serba salah ini membuat mereka juga kesulitan untuk bertahan hari ini.
05:55Maka ini yang sebenarnya dibaca sangat baik oleh intelijen Amerika
05:58dan mereka melakukan tahanan demi tahanan untuk membuat posisi Iran menjadi sangat tidak terkendali.
06:03Di dalam tubuh dalam negeri Merefa ataupun dalam diplomasi internasional.
06:08Akhirnya Iran terikut dalam arus-arus yang dikendalikan oleh Amerika.
06:11Takutnya begitu.
06:12Oke.
06:13Ketika MOU ataupun upaya perdamaian sempat dilakukan bahkan bisa dikatakan
06:19kita hampir menduga bahwa akan ada kata damai tapi kenyataannya saat ini berbeda.
06:25Apakah menurut Anda sendiri ini situasinya sudah tidak terkendali Mas Hefata?
06:31Ya itu dia.
06:32Pertama bahwa memang pengendalian ya pengendalian politik di dalam tubuh Iran ini tuh
06:37tidak terkonsentrasi dengan baik lagi ya.
06:40Awalnya kan kita melihat bahwa ketika serangan demi serangan
06:43yang akhirnya namanya berubah ya terus dengan pola-pola yang begitu sangat ciamik
06:48tetapi dalam kenyataannya begitu posisi daya tawar ya di dalam tubuh politik Iran ini
06:54menjadi carut-marut begitu sehingga basis-basis otonom ya pasukan IRGC ini melakukan
06:59retaliasi tanpa koordinasi begitu.
07:02Nah ketika mereka melakukan serangan tersebut dampaknya itu kan sangat buruk bagi negosiasi ke depan.
07:07Nah ini yang sebenarnya diharapkan dengan sangat baik oleh kaum, bukan hanya kaum moderat ya
07:12tetapi perpolitikan di dalam negeri Iran gitu bahwa perang ini harus sering selesai
07:16dan kita tahu bahwa diplomasi yang kemarin ini membawa kita pada satu kelegaan dan relaksasi yang clear begitu.
07:22Dan Iran juga tahu bahwa tidak mungkin mereka melakukan serangan yang begitu sangat besar ya
07:26dengan Amerika Serikat.
07:27Tetapi serangan yang muncul ini adalah serangan yang bisa saja ya sebenarnya kan ada beberapa titik
07:33yang tidak merupakan serangan dari Iran tetapi diklaim oleh Amerika adalah serangan dari Iran begitu.
07:38Nah ini kan ini fakta bahwa Amerika terus mencari kambing hitam,
07:41Amerika melakukan banyak manuver untuk memperbolehkan mereka melakukan serangan
07:45agar mereka tertepas dari sanksi internasional gitu.
07:49Nah inilah merupakan situasi yang cukup pelik dan situasi ini tampaknya terkooptasi oleh negara-negara yang punya kepentingan ya
07:57untuk mengacaukan harga pasar, harga minyak dan juga terkait dengan sekuritas yang berada.
08:01Oke, Mas Evata singkat saja kita tahu bahwa Iran kerap menggunakan strategi perang asimetris.
08:08Lalu apakah strategi Iran saat ini lebih mengandalkan perang langsung
08:12atau justru perang melalui kelompok-kelompok sekutunya di kawasan Mas Evata singkat saja?
08:18Ya, sebenarnya harapan dari Iran adalah nanti ke depannya ya Lebanon juga melakukan agresivitas di wilayah utara ya.
08:26Akan tetapi tentu Lebanon ya dengan terus dengan Yaman juga ada Houthi ya
08:32dan juga ada beberapa milisi Irak juga ya, Hezbollah maksud saya tadi Hezbollah ya di wilayah Lebanon.
08:39Ternyata semua tidak tergoreng ini dengan sangat baik begitu.
08:42Hal ini tidak pas karena serangan-serangan yang dilakukan kadang justru malah memicu
08:46dan juga membuat situasi Iran semakin buruk begitu.
08:49Awalnya kita melihat perang ini masih berada pada posisi yang ya mungkin berapa persen itu
08:55Iran bisa melakukan serangan balik.
08:57Tetapi dalam kondisi hari ini gitu ketika justru Amerika Serikat yang menggunakan war of aggression
09:03ini tanda bahwa strategi dari Iran itu dikopi oleh Amerika dan Amerika tahu bahwa
09:07Iran akan kehabisan darah ke depannya begitu.
09:09Maka tentunya kali ini akan sangat sulit bagi Iran untuk bertahan.
09:14Baik, terima kasih atas perspektif Anda Mas Evata Filomeno,
09:17dosen ilmu politik Universitas Udayana sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
09:21Selamat sore Mas Evata.
09:22Terima kasih.
09:23Selamat sore Mas.
Komentar

Dianjurkan