00:00Serangan demi serangan terus dibalas, sementara korban di kedua belah pihak terus bertambah.
00:05Seberapa jauh konflik Iran, Amerika Serikat akan berkembang.
00:08Dan apakah kawasan Timur Tengah kini berada di ambang perang yang lebih luas?
00:13Kita bahas bersama Evata Filomeno, dosen ilmu politik Universitas Udayana.
00:19Mas Evata, selamat sore. Ada tiga tentara Amerika Serikat yang tewas dalam perang baru-baru ini.
00:25Jadi apakah tewasnya atau gugurnya tentara Amerika Serikat ini bisa jadi menjadi titik balik yang akan mendorong perang ke level
00:35yang lebih besar lagi?
00:39Baik, ketika kita melihat ya sebenarnya sudah ada peristiwa besar.
00:44Sebelas peristiwa besar ya terkait dengan tewasnya pasukan Amerika Serikat sempat ada.
00:48Waktu itu di Kuwait ya, di Shuaiba, terus juga sempat di Arab Saudi 1, dan di Yornadia 3 ya, di
00:56Irak Utara 1, dan ada beberapa catatan-catatan yang lain.
01:01Dan tentu saja hal ini dikonfirmasi bahwa Donald Trump mengatakan bahwa dia akan melakukan serangan besar-besaran anti-malam gitu.
01:09Dan ini tanda bahwa memang selama ini Amerika Serikat selalu mencari cara begitu.
01:15Bagaimana caranya untuk melemahkan Iran dalam berapa posisi.
01:19Dan serangan yang dilakukan oleh Iran tersebut ternyata malah menyebabkan eskalasi ini menjadi titik pecah ya.
01:26Kita tahu bahwa sebenarnya diplomasi masih menjadi titik temu yang mencoba untuk mendamaikan situasi.
01:31Dan Abbas Aragaci juga menyampaikan bahwa meskipun hanya 10 persen, kita harus tetap bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
01:37Tetapi Amerika Serikat terus melakukan banyak manuver untuk mencegah diplomasi.
01:42Dan kita tahu bahwa gugurnya dan tewasnya prajurit dari Amerika Serikat ini akan memperpanjang dan memperparah situasi di Selat Hormuz
01:49juga nanti ke depan.
01:51Jika situasi akan semakin memanas tidak hanya di Selat Hormuz, tapi juga antara Amerika Serikat dan Iran.
01:58Seberapa besar peluang Iran ini akan terus membalas setiap serangan Amerika Serikat?
02:05Ya, serangan dari Iran kita tahu memang ditujukan untuk melakukan pembalasan begitu ya.
02:10Tetapi serangan-serangan punitif seperti ini sebenarnya harus dilihat lagi lebih dalam bahwa fasilitas Iran ini memang sudah rusak ya.
02:18Terkait dengan logistik mereka, terus juga depot-depot pertahanan mereka itu sudah hancur kurang lebih 85 persen.
02:23Maka serangan-serangan yang mereka bisa lakukan adalah serangan-serangan simbolik begitu.
02:28Meskipun tentunya ini akhirnya menyebabkan tewasnya dari pasukan Amerika Serikat.
02:33Tetapi kancuran yang diciptakan oleh Amerika Serikat dengan serangan berapa malam ya.
02:38Hingga nanti mungkin masuk ke malam ke-9 dan masuk ke malam ke-10.
02:42Tentu ini jauh lebih parah gitu.
02:44Ada 170 titik, terus Amerika juga akan melakukan serangan dengan pesawat tempur canggih mereka lagi.
02:49Ya, otomatis pengeboman demi pengeboman.
02:51Dan jaru-jaru logistik yang selama ini harusnya menjadi nadi kekuatan dari Iran ini sendiri malah lumpuh total.
02:57Nah maka serangan ini harus dibaca hati-hati oleh Iran gitu.
03:01Ketika mereka ingin mendeeskalasi harusnya hal tersebut mulai muncul.
03:05Dan kita tahu bahwa Amerika Serikat juga sudah membuka ruang diplomasi yang cukup besar.
03:09Tetapi apakah ini ditangkap dengan sangat baik?
03:11Ataukah mereka ingin melakukan serangan total gitu atau perang total ke depannya.
03:16Dan kecurigaan bahwa nanti Amerika akan melakukan invasi darat bisa saja semakin dekat.
03:21Saya lihatnya demikian.
03:21Berapa persen sebenarnya kemungkinan invasi darat akan dilakukan Amerika Serikat?
03:26Jika kita melihat eskalasi belakangan ini, Mas Yafata?
03:30Ya, kita melihat bahwa pasukan Amerika ya yang berada di wilayah Timur Tengah ini datanya memang itu kurang lebih 50
03:36ribu.
03:37Tetapi dengan peningkatan eskalasi seperti ini tentunya arti tersebut terlihat dari banyaknya intensitas kapal perang mereka yang melintas ya.
03:44Kurang lebih sekitar sekarang yang kalau terdata itu ada 24.
03:48Dan itu semuanya membawa pasukan gitu.
03:50Maka hal-hal seperti ini membuktikan bahwa Amerika Serikat sebenarnya sudah secara presisi melakukan pelemahan-pelemahan.
03:57Pertama mereka melakukan pelemahan di wilayah pesisir.
04:00Ini kan tanda gitu.
04:02Wilayah radar-radar dari Iran mereka lemahkan.
04:04Nanti kalau misalkan mereka melakukan operasi serangan darat, maka tidak akan begitu sulit.
04:08Dan pesawat tempur digunakan untuk menghantam wilayah-wilayah yang berada tepat di pusat pemerintahan dan juga di wilayah-wilayah depot
04:15-depot pertahanan dari Iran itu sendiri.
04:17Dan ini juga tidak lepas karena Amerika tahu bahwa Iran memang tidak bisa diajak negosiasi.
04:22Iran memang harus diminta untuk mendeklarasikan bahwa mereka kalah secara total.
04:26Maka dengan adanya operasi invasi secara darat ini justru akan memperbesar kemenangan dari Amerika.
04:33Meskipun itu adalah opsi yang terburuk.
04:35Dan kayaknya Amerika tidak dalam waktu dekat melakukan hal tersebut.
04:38Tergantung nanti dari dorongan Israel itu sendiri.
04:41Mas Hefata, jika ada kemungkinan invasi darat yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran.
04:46Kemudian tadi Anda menyebutkan juga ada fasilitas Iran yang memang sudah rusak bahkan sekitar 80 persen.
04:53Apakah Iran masih memiliki kapasitas militer yang cukup kuat untuk mempertahankan perang dalam jangka panjang
05:01ataupun melawan Amerika Serikat melalui invasi darat ini?
05:07Ya tentu kalau secara propaganda kita akan melihat bahwa sebenarnya Iran mampu meregenerasi kekuatan militer mereka.
05:14Mereka juga tidak mudah menyerah begitu.
05:16Akan tetapi pada kenyataannya itu Amerika justru terus memaksa Iran untuk menguras biaya perang mereka.
05:25Kita tahu bahwa Iran ini mengalami kelangkaan air.
05:28Iran juga mengalami kondisi yang cukup pelik.
05:31Nilai rial itu di pasar gelap maupun di pasar secara total begitu jatuh.
05:36Anjlok ya.
05:36Dan juga prekonomi mereka yang sudah tercekik lama begitu.
05:38Dan kita lihat juga bahwa ternyata ketika Iran mau melakukan sesuatu dipelototi juga oleh India dan juga China
05:45yang memiliki kepentingan di Selat Hormuz karena Selat Hormuz ini membawa 20 persen energi bagi dunia.
05:50Maka posisi Iran yang serba salah ini membuat mereka juga kesulitan untuk bertahan hari ini.
05:55Maka ini yang sebenarnya dibaca sangat baik oleh intelijen Amerika
05:58dan mereka melakukan tahanan demi tahanan untuk membuat posisi Iran menjadi sangat tidak terkendali.
06:03Di dalam tubuh dalam negeri Merefa ataupun dalam diplomasi internasional.
06:08Akhirnya Iran terikut dalam arus-arus yang dikendalikan oleh Amerika.
06:11Takutnya begitu.
06:12Oke.
06:13Ketika MOU ataupun upaya perdamaian sempat dilakukan bahkan bisa dikatakan
06:19kita hampir menduga bahwa akan ada kata damai tapi kenyataannya saat ini berbeda.
06:25Apakah menurut Anda sendiri ini situasinya sudah tidak terkendali Mas Hefata?
06:31Ya itu dia.
06:32Pertama bahwa memang pengendalian ya pengendalian politik di dalam tubuh Iran ini tuh
06:37tidak terkonsentrasi dengan baik lagi ya.
06:40Awalnya kan kita melihat bahwa ketika serangan demi serangan
06:43yang akhirnya namanya berubah ya terus dengan pola-pola yang begitu sangat ciamik
06:48tetapi dalam kenyataannya begitu posisi daya tawar ya di dalam tubuh politik Iran ini
06:54menjadi carut-marut begitu sehingga basis-basis otonom ya pasukan IRGC ini melakukan
06:59retaliasi tanpa koordinasi begitu.
07:02Nah ketika mereka melakukan serangan tersebut dampaknya itu kan sangat buruk bagi negosiasi ke depan.
07:07Nah ini yang sebenarnya diharapkan dengan sangat baik oleh kaum, bukan hanya kaum moderat ya
07:12tetapi perpolitikan di dalam negeri Iran gitu bahwa perang ini harus sering selesai
07:16dan kita tahu bahwa diplomasi yang kemarin ini membawa kita pada satu kelegaan dan relaksasi yang clear begitu.
07:22Dan Iran juga tahu bahwa tidak mungkin mereka melakukan serangan yang begitu sangat besar ya
07:26dengan Amerika Serikat.
07:27Tetapi serangan yang muncul ini adalah serangan yang bisa saja ya sebenarnya kan ada beberapa titik
07:33yang tidak merupakan serangan dari Iran tetapi diklaim oleh Amerika adalah serangan dari Iran begitu.
07:38Nah ini kan ini fakta bahwa Amerika terus mencari kambing hitam,
07:41Amerika melakukan banyak manuver untuk memperbolehkan mereka melakukan serangan
07:45agar mereka tertepas dari sanksi internasional gitu.
07:49Nah inilah merupakan situasi yang cukup pelik dan situasi ini tampaknya terkooptasi oleh negara-negara yang punya kepentingan ya
07:57untuk mengacaukan harga pasar, harga minyak dan juga terkait dengan sekuritas yang berada.
08:01Oke, Mas Evata singkat saja kita tahu bahwa Iran kerap menggunakan strategi perang asimetris.
08:08Lalu apakah strategi Iran saat ini lebih mengandalkan perang langsung
08:12atau justru perang melalui kelompok-kelompok sekutunya di kawasan Mas Evata singkat saja?
08:18Ya, sebenarnya harapan dari Iran adalah nanti ke depannya ya Lebanon juga melakukan agresivitas di wilayah utara ya.
08:26Akan tetapi tentu Lebanon ya dengan terus dengan Yaman juga ada Houthi ya
08:32dan juga ada beberapa milisi Irak juga ya, Hezbollah maksud saya tadi Hezbollah ya di wilayah Lebanon.
08:39Ternyata semua tidak tergoreng ini dengan sangat baik begitu.
08:42Hal ini tidak pas karena serangan-serangan yang dilakukan kadang justru malah memicu
08:46dan juga membuat situasi Iran semakin buruk begitu.
08:49Awalnya kita melihat perang ini masih berada pada posisi yang ya mungkin berapa persen itu
08:55Iran bisa melakukan serangan balik.
08:57Tetapi dalam kondisi hari ini gitu ketika justru Amerika Serikat yang menggunakan war of aggression
09:03ini tanda bahwa strategi dari Iran itu dikopi oleh Amerika dan Amerika tahu bahwa
09:07Iran akan kehabisan darah ke depannya begitu.
09:09Maka tentunya kali ini akan sangat sulit bagi Iran untuk bertahan.
09:14Baik, terima kasih atas perspektif Anda Mas Evata Filomeno,
09:17dosen ilmu politik Universitas Udayana sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
09:21Selamat sore Mas Evata.
09:22Terima kasih.
09:23Selamat sore Mas.
Komentar