Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
MADIUN, KOMPAS.TV - Pihak travel yang kehilangan satu peserta wisatanya masih mencari keberadaan Femas Yani Arianto, pria asal Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang hilang saat berwisata ke Korea Selatan.

Pemuda tersebut dilaporkan dengan dugaan sengaja memisahkan diri dari rombongan tur sejak hari pertama tiba di Korea.

Pihak travel pertama kali mengabarkan kehilangan peserta wisatanya di media sosial dengan harapan ada masyarakat yang mengenalinya dan melaporkan keberadaannya.

Kronologinya, Femas tiba-tiba hilang saat rombongan perjalanan berada di kawasan perbelanjaan Myeongdong, Seoul, Korea Selatan.

Sebelum hilang, Femas sempat berpamitan dengan alibi ingin membeli sepatu. Namun, sejak saat itu, Femas tidak pernah kembali ke rombongan.

Masa berlaku visa Femas diketahui telah habis atau overstay sejak 12 atau 13 Juli lalu. Pihak travel bersama KBRI dan kepolisian setempat terus melakukan pencarian.

Keluarga dari Femas, WNI asal Madiun, Jawa Timur yang dilaporkan hilang dari rombongan tur saat berwisata di Korea Selatan, mengaku tak tahu tentang keberangkatan anaknya.

Ia baru tahu setelah mendapat tagihan dari pihak agen perjalanan yang meminta ganti rugi karena harus membayar denda jutaan rupiah atas hilangnya satu peserta travel.

Menurut pihak kepala desa, keluarga dari Femas hingga saat ini belum mendapatkan kabar terbaru mengenai keberadaan putranya.

Baca Juga Dua ABK WNI Hilang di Perairan Korea Selatan, Kemlu Koordinasi dengan Penjaga Pantai Setempat di https://www.kompas.tv/internasional/677132/dua-abk-wni-hilang-di-perairan-korea-selatan-kemlu-koordinasi-dengan-penjaga-pantai-setempat

#wni #koreaselatan #travel

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/681454/wni-asal-madiun-diduga-hilang-di-korea-selatan-visa-overstay-dan-keluarga-ditagih-denda
Transkrip
00:00Kita ke informasi lain, pihak travel yang kehilangan satu peserta wisatanya masih mencari keberadaan Femos Yanyaryanto,
00:07pria aslak Bupaten Madiun, Jawa Timur, yang hilang saat berwisata ke Korea Selatan.
00:13Pemuda tersebut dilaporkan dengan dugaan sengaja memisahkan diri dan rombongan tur sejak hari pertama tiba di Korea.
00:20Pihak travel pertama kali mengabarkan kehilangan peserta wisatanya di media sosial,
00:25dengan harapan ada masyarakat yang mengenalinya dan melaporkan keberadaan serta kronologinya saudara,
00:32Femos tiba-tiba hilang saat rombongan perjalanan berada di kawasan perbelanjaan di Seoul, Korea Selatan.
00:39Sebelum hilang, Femos sempat berpamitan dengan alibi ingin membeli sepatu.
00:45Namun sejak saat itu, Femos tidak pernah kembali ke rombongan.
00:49Masa berlaku visa Femos diketahui telah habis atau overstay sejak 12 atau 13 Juli lalu.
00:57Pihak travel bersama KBRI dan kepolisian setempat terus melakukan pencarian.
01:04Itu kabur dengan sengaja.
01:08Jadi di hari pertama sampai di Korea, dia itu masih ikut tur, masih foto bersama.
01:15Tapi ketika foto bersama, dia tidak showing, tidak terlihat.
01:19Pakai handbook juga.
01:20Malamnya, waktu ada waktu free gitu ya.
01:25Kan pasti kalau malam pasti belanja.
01:27Nah dia pamit untuk beli sepatu.
01:30Dan dia, disitulah dia tidak, sudah terlepas dari kita.
01:35Dan sebelum dia melarikan diri, itu dia sempat ngomong ke peserta bahwa dia itu daftar roaming 30 hari.
01:44Keluarga dari Femos, Weni Essel Madiun, Jawa Timur, yang dilaporkan hilang dari rombongan tur sabur wisata di Korea Selatan,
01:51mengaku tak tahu tentang keberangkatan anaknya.
01:54Ia baru tahu setelah mendapat tagihan dari pihak agen perjalanan yang meminta ganti rugi,
02:00karena harus membayar denda juta rupiah atas hilangnya satu peserta travel.
02:05Menurut pihak kepala desa, keluarga dari Femos hingga saat ini belum mendapatkan kabar terbaru mengenai keberadaan putranya.
02:17Dari teman-teman kemarin, sudah mengkonfirmasi ke pihak keluarga,
02:24tapi pihak keluarga sudah ngasih ujapan, belum tahu,
02:29tapi diberitahu tetangga sekitar bahwa kemas hilangnya.
02:35Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan