Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Berulang kali Don Ritto, tersangka korupsi di kasus yang menyeret nama eks Jampidsus, lewat kuasa hukumnya mengakui jika uang ratusan miliar rupiah dan emas 74 kilogram yang disita penyidik dalam penggeledahan di Sentul adalah miliknya.

Kuasa Hukum Don Ritto, Handika Honggowongso menjelaskan hal itu setelah kliennya menjalani proses pemeriksaan tersangka untuk pertama kalinya di Kejaksaan Agung kemarin.

Don Ritto menyebut sudah meminta izin kepada Febrie untuk membuat brankas yang digunakan untuk menaruh uang valas dan emas.

Sebelumnya, Febrie juga sempat mengakui rumah di Sentul adalah rumah pribadinya.

Namun, kemarin usai menjalani pemeriksaan, Kuasa Hukum Hotman Paris Hutapea menyatakan rumah di Sentul tempat polisi menemukan uang dan emas 74 kilogram bukanlah rumah Febrie Adriansyah.

Hotman menjelaskan bahwa Febrie tidak mengetahui soal apa yang dilakukan terhadap rumah itu sejak 2022 karena sejak saat itu rumah itu di bawah penguasaan Don Ritto.

Peneliti PUKAT UGM, Zaenur Rohman menyebut penyidik Kejagung harus menyelidiki aliran uang yang diklaim milik tersangka Don Ritto digunakan untuk keperluan yayasan.

Aliran uang ini harus dibuktikan apakah terkait dengan tindak pidana pencucian uang atau tidak.

Sementara, Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto menilai pengakuan Don Ritto patut dicermati secara kritis.

Menurut Bambang, pengakuan tersebut diduga merupakan upaya "pasang badan" untuk melindungi Febrie Adriansyah.

Bambang menilai sulit diterima akal jika seorang pemilik rumah tidak mengetahui keberadaan uang dalam jumlah miliaran rupiah dan emas seberat 74 kilogram yang disimpan di rumahnya.

Baca Juga Yusril Buka Suara soal Perbedaan Penahanan Don Ritto dan Febrie Adriansyah di https://www.kompas.tv/nasional/681228/yusril-buka-suara-soal-perbedaan-penahanan-don-ritto-dan-febrie-adriansyah

#donritto #febriandriansyah #emas



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/681324/don-ritto-mengaku-uang-dan-emas-74-kg-di-rumah-sentul-miliknya-mengapa
Transkrip
00:09Intro
00:19Don Rito, tersangka dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang,
00:24pengadaan batubara PLTU, PT Asabri dan Krakatau Steel membuat pengakuan mengejutkan.
00:31Melalui kuasa hukumnya, ia mengaku uang ratusan miliar rupiah dan emas seberat 74 kg
00:36yang ditemukan penyidik di rumah kawasan Sentul merupakan miliknya.
00:42Pengakuan itu disampaikan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kejaksaan Agung.
00:49Lalu, mengapa Don Rito mengaku seluruh uang dan emas itu merupakan miliknya?
00:54Kuasa hukum Don Rito menyebut kelayannya memang menyimpan uang, valuta asing, dan emas di rumah tersebut.
01:01Menurut kuasa hukum, Don Rito bahkan telah meminta izin kepada ex-jampitsus Febri Adiansyah
01:06untuk membuat berangka sebagai tempat penyimpanan.
01:1414 juta USD Singapura dan 4 juta Amerika, pada saatnya akan kami buka ke publik seluas-seluasnya.
01:26Penguasaan, kepemilikan.
01:29Jadi itu bukan milik Pak Febri.
01:33Rumah itu sudah 10 tahun, informasinya nggak pernah dipakai sama Pak Febri.
01:39Tapi di 2023 dipinjem oleh si Pak Idon untuk kantor yayasan.
01:51Mengajukan permohonan menggunakan.
01:54Ini dibuktikan dengan bukti pendukung ada dua.
01:58Satu, semua biaya maintenance.
02:01Listrik, air, dan staff yang kerja di situ yang bayar Pak Idon semua.
02:05Bukan Pak Febri.
02:06Per 2023?
02:07Per 2023.
02:09Itu.
02:10Awal.
02:11Awal 2023.
02:15Namun, penjelasan itu justru memunculkan pertanyaan baru.
02:19Sebab sebelumnya, rumah tersebut diakui sebagai rumah pribadi ex-jampitsus Febri Adiansyah.
02:25Kini, melalui kuasa hukumnya, Hotman Paris, Febri menyatakan rumah itu sudah berada dalam penguasaan Don Rito sejak tahun 2022,
02:34sehingga dirinya disebut tidak mengetahui aktivitas maupun barang yang disimpan di dalamnya.
02:41Yang kedua tentang rumah sentul.
02:45Itu memang rumah pribadi jampitsus yang sudah sejak lama.
02:51Itu bisa dilihat bagaimana proses kepemilikan sejak awal.
02:55Dan mengenai uang, tadi kan sudah saya jelaskan yang ditemukan.
02:59Bahwa itu ada pemilik, bahwa itu ada kegiatan, ada orang-orang juga terima kegiatan.
03:06Itu bisa juga ditanya, kemudian juga ada beberapa kegiatan bangunan yang bisa dicek.
03:13Semua kami yakin dapat dipertanggungjawabkan dengan benar.
03:18Tetapi tentunya tidak melalui forum seperti ini.
03:23Yang ketiga menyangkut rumah di sentul.
03:28Di rumah sentul itu, sejak tahun sampai tahun 2022, housekeeping-nya pun, IRT-nya pun sudah bukan Febri yang bayar,
03:40karena sudah waktu itu diberikan, dipakai oleh, sama lagi, Don Rito.
03:47Ya, sudah dipakai, dan dia juga berhak renovasi.
03:52Jadi total, tidak ada lagi penguasa secara fisik.
03:56Demikian juga, money changer juga, dia tidak ada kaitan apapun.
03:59Jadi baik mengenai renovasi, kenapa ada tempat uang di resto, maupun di sentul, dia tidak tahu menang.
04:09Karena contoh menyangkut rumah di sentul itu kan, itu kan kalau renovasi memang setelah tahun 2022 sudah dibawa penguasaan,
04:18pengelolaan dari Don Rito, kelianya beliau, dan renovasi kecil-kecil di dalam kan ya tidak diketahui oleh Pak Febri.
04:27Jadi semua terbantahkan menyangkut itu, semua disangkau.
04:37Lalu, apakah pengakuan Don Rito otomatis membuktikan seluruh uang dan emas itu memang miliknya?
04:44Peneliti Pukat UGM, Zenur Rohman, menilai pengakuan tersebut tetap harus dibuktikan
04:48melalui penelusuran asal-usul uang dan aliran dananya.
04:51Ia mengatakan siapa saja bisa mengklaim kepemilikan emas dan uang tersebut, namun harus ada buktinya.
04:57Penyidik juga harus memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana pencucian uang.
05:05Penegakan hukum itu tidak bergantung kepada pengakuan dari seorang tersangka atau nantinya terdakwa.
05:13Semua orang boleh mengatakan, oh itu emas saya, oh itu uang saya.
05:16Tetapi kan apa buktinya?
05:18Kalaupun memang uang dia atau emas dia, pertanyaannya diperoleh dari mana?
05:22Nah di dalam pasal 77 dan pasal 78 undang-undang TPPU ada pembalikan beban pembuktian.
05:29Ya DR ini kalau ngaku-ngaku dia harus buktikan apakah dia nemu harta karun misalnya atau hasil bisnis misalnya.
05:36Logis nggak kalau dia punya uang segitu banyak?
05:38Apa bisnisnya? Berapa keuntungannya? Bagaimana laporan keuangannya?
05:42Bagaimana audit terhadap bisnisnya? Bagaimana SPT-nya?
05:46Jadi ini semua akan dibuktikan, akan diuji nantinya di depan persidangan.
05:51Nah concern saya adalah ya keterangan-keterangan dari kuasa hukum itu tidak perlu kemudian harus membuat gentar baik dari sisi
06:00penyidik atau membingungkan masyarakat.
06:02Sudah merupakan tugas dari pembela hukum untuk membela kepentingan klien termasuk membuat tabur perkara, mempengaruhi opini publik.
06:10Sehingga tujuan akhirnya tentu adalah agar klien bisa bebas dari jeratan hukum.
06:15Tapi kemurut saya ini semua tidak mudah untuk dikibulin gitu ya.
06:21Kenapa? Karena pasti penyidik sebelumnya pun dari Polri sudah punya informasi nexus ya.
06:25Hubungan antara DR dengan FA, komunikasi digital mereka.
06:30Ya mulai dari kegiatan bisnis bersama mereka.
06:33Termasuk juga aliran-aliran dana di antara mereka.
06:36Dan juga yang paling penting adalah karena ini diduga terkait dengan perkara-perkara yang ditangani oleh Jampitsus,
06:43yaitu perkara Asabri, perkara lain-lain, itu kemudian nanti akan dilihat.
06:49Ini DR ini dapat uang dari mana?
06:51Kan dugaannya dari perkara-perkara yang dihandle oleh pihak kejaksaan.
06:59Sementara itu, pengamat kepolisian Bambang Rukminto justru memiliki penilaian berbeda.
07:05Ia menilai pengakuan Don Rito patut dicermati secara kritis karena diduga merupakan upaya pasang badan
07:11untuk melindungi ex-Japitsus Febri Adensia.
07:15Menurut Bambang, sulit diterima akal apabila pemilik rumah tidak mengetahui keberadaan uang ratusan miliar rupiah
07:21dan emas seberat 74 kilogram yang disimpan di rumahnya.
07:26Oke, Pak Bambang, ini ada hal yang membuat kita bertanya-tanya.
07:30Sebenarnya apa yang bisa Anda baca dari pengakuan Don Rito melalui kuasa hukumnya?
07:35Ya, saya melihat Don Rito dalam yang seperti yang disampaikan oleh pengakuan kuasa hukumnya,
07:42ini sedang pasang badan terhadap apa yang sudah dituduhkan pada mantan Jampitsus Febri Adensia.
07:52Dan hal ini wajar, bagi masyarakat dengan bukti sebesar itu, hampir lebih dari setengah triliun,
08:03ya orang bisa mau saja untuk pasang badan.
08:06Paling nanti juga mikir hukumannya berapa sih, sementara apalagi ini menyangkut kejaksaan ya,
08:13petinggi kejaksaan.
08:14Selama ini kalau kita melihat, mengapa, kalau tadi seperti disampaikan oleh kuasa hukumnya,
08:20mengapa itu dititipkan di sana, artinya Don Rito ini paham bahwa berada di,
08:27menyimpan uang, kalau itu benar seperti dia, punya menyimpan uang, menyimpan emas sebesar itu di rumah Jampitsus,
08:36itu aman, artinya memang ada hubungan yang sangat terat ketika seseorang yang melakukan,
08:45yang diduga melakukan tindak pidana itu berusaha untuk mendapatkan proteksi dari penegak hukum.
08:51Artinya ex-Jampitsus tahu benar bahwa ada uang miliaran termasuk 74 kg emas disimpan di rumahnya?
09:01Sangat tidak masuk akal kalau Jampitsus tidak tahu.
09:04Uang itu sebesar itu sangat besar, dan dari mana perolehannya seharusnya juga tahu.
09:10Tidak masuk akal, tidak bisa masuk dalam nalar publik bila Jampitsus tidak mengetahui uang itu dari mana,
09:18jumlahnya berapa, seperti itu. Apalagi kalau kita melihat bahwa ada hubungan-hubungan ketekatan yang sudah lama.
09:26Jadi kira-kira kalaupun memang ex-Jampitsus tahu, kenapa dia membiarkan ada uang sebikian besar beroperasi di rumahnya?
09:34Angka itu terlalu besar, terlalu fantastis.
09:37Menurut saya karena merasa dia tidak akan pernah tersentuh sebagai elit di dalam penegak hukum,
09:46dia tidak akan pernah tersentuh dalam kasus yang melibatkan Don Rito ini,
09:51terkait dengan kasus uang yang ada di situ, seperti itu.
09:53Makanya dia tenang-tenang saja dan kemudian seminggu kemarin menjadi rame karena tiba-tiba saja.
09:59Dan kasus ini kan tidak instan, karena upaya penyelidikan terhadap Fabriar Diansa,
10:06ini kan sudah 2 tahun, terus kemudian sempat setahun kemarin kan sempat rame Jampitsus diinteli oleh kawan-kawan kepolisian.
10:17Dan seperti itu, jadi hal yang setahun yang lalu membuktikan bahwa dia memang tidak tersentuh.
10:24Oke, apa yang dituju dari dugaan Anda bahwa Don Rito pasang badan untuk ex-Jampitsus?
10:32Ya, dengan harapan dengan pasang badannya Don Rito ini, Jampitsus ini nanti akan mendapatkan sanksi yang lebih ringan dibandingkan Don
10:45Rito.
10:46Tidak menjadi masalah, kalau dalam geng kriminal itu kan saling melindungi, bahkan melindungi keluarganya,
10:57nah itu kan hal yang wajar terjadi kan, okelah kamu masuk di penjara paling berapa tahun,
11:04apalagi kalau kita melihat politik hukum di kita kan masih sangat jauh dari rasa keadilan.
11:10Jadi, silahkan Anda masuk, nanti di luar kita jamin, nanti tetap keluar dari sana, tetap kaya, seperti itu kan.
11:17Jadi siapa yang paling diuntungkan dari pengakuan Don Rito ini?
11:19Ya, pasti Febriar biasa, dan kalau kita melihat apa yang disampaikan oleh Hutman Maris,
11:28ya ini juga akhirnya kan berkelindan dengan pernyataan puasa hukum dan itu.
11:34Artinya apakah memungkinkan mengubah peta tu dengan terhadap ex-Jampitsus?
11:38Meskipun Anda juga menduga bahwa seharusnya ex-Jampitsus itu mustahil tidak tahu ada uang, ada emas,
11:46sedemikian besar jumlahnya disimpan.
11:48Ya, ini bola panas ini kan berada di Kejaksaan.
11:55Ini adalah waktunya Kejaksaan untuk membuktikan persepsi masyarakat yang negatif kepada Kejaksaan selama ini.
12:06Apakah ini nanti Jampitsus ini akan dikenai tuduhan yang ringan atau seperti apa?
12:13Ya, semuanya kembali kepada bola panas yang ada di tangan Kejaksaan.
12:19Jadi mengapa Don Rito mengaku uang dan emas 74 kg itu miliknya?
12:25Dari versi Don Rito pengakuan itu muncul karena uang dan emas tersebut diklaim sebagai aset pribadinya yang disimpan di rumah
12:32yang saat itu berada dalam penguasaannya.
12:35Namun, menurut pengamat, pengakuan itu belum bisa langsung diterima sebagai kebenaran karena masih harus dibuktikan melalui penyidikan dan berpotensi menjadi
12:43upaya melindungi pihak lain.
12:47Karena itu jawaban akhirnya masih bergantung pada pembuktian penyidik dan fakta yang akan terungkap di persidangan.
Komentar

Dianjurkan