00:00Selamat pagi Mas Tanis
00:01Selamat pagi Mbak
00:02Mas Tanis saling serang Amerika dan Iran di respon Israel
00:05dengan menyatakan siap menyerang Iran
00:08ini karena Israel merasa sebagai sekutu Amerika
00:10atau memang karena ada obsesi tersendiri dari Israel untuk unjuk kekuatan?
00:17Ya ini kan sebenarnya membuktikan bahwa ketika perjanjian kemarin itu
00:20tidak seperti yang dikatakan publik bahwa Amerika dan Israel pecah kongsi
00:24tapi ternyata mereka masih menjalin hubungan erat
00:27berbukti Israel mendukung kepentingan dari Amerika
00:31itu yang pertama
00:32yang kedua soal serangan
00:33kita harus lihat objektif bahwa
00:36kalau versi Donald Trump itu terjadi karena
00:40Iran melalui kadar revolusinya melakukan provokasi atau serangan terhadap tiga kapal niaga
00:45tiga kapal dagang yang melewati Selat Hormuz
00:47tapi kemudian Amerika melakukan serangan balasan karena atas hal itu
00:52kemudian saling serang
00:53Iran melakukan serangan kembali ke negara-negara telur
00:56dimana menjadi sekutu dari Amerika
00:58jadi kalau kita melihat situasi seperti ini
01:00dalam sebuah perang itu tidak ada aktor tunggal dan tidak ada kepentingan tunggal
01:05jadi saling mempengaruhi
01:06artinya bahwa situasi di timur tengah saat ini adalah kompleksitasnya tinggi
01:11yang berarti banyak sekali kepentingan dan banyak sekali aktor yang terlibat
01:16sehingga hal itu tidak mudah diurai
01:18apalagi ketika yang terlibat atau yang melakukan perjanjian hanya dua belah pihak
01:23saya kira tidak bisa serta-merta terus langsung damai
01:26jadi perlu ada kekuatan besar yang menjadi perengah di dalam situasi ini
01:31oke situasinya jadi seperti saling pancing sampai akhirnya bisa saling serang
01:35tapi begini mas talis Amerika ini kan menyerang Iran saat dalam keadaan berduka
01:38apakah bisa dikatakan ini sebagai pemicu Iran membalas dengan keras dengan menyerang negara telur sekutu Amerika
01:45ya siapapun yang akan menjadi Iran ketika sedang berduka
01:49pemimpinnya sedang ada prosesi pemakaman pemimpinnya kemudian dilakukan serangan
01:53pasti akan melakukan hal yang sama
01:55pasti akan melakukan balasan dengan sangat keras
01:57karena ini saya kira aspeknya bukan hanya aspek soal serangan
02:01tetapi ini ada soal ya kalau misalnya kita sedang berduka di rumah punya hajatan
02:06atau punya suasana seperti ini kemudian diserang
02:08orang pasti akan marah
02:09pasti akan marah dan kemarahan ini ditunjukkan Iran
02:13dan melakukan serangan-serangan terhadap negara-negara yang menjadi sekutu Amerika di kawasan telur
02:19kita dapat memahami itu
02:20tapi versinya Donald Trump ketika tadi kita melihat persakapan Donald Trump mengatakan bahwa
02:25ada tiga kapal diserang di Selat Hormus
02:27dan itu dianggap mengabekan perjanjian sebelumnya bahwa Selat Hormus adalah sudah terbuka
02:33terbuka untuk perdagangan
02:35ya saya kira kita kalau melihat alasannya masing-masing
02:38memang ya mereka melakukan itu sudah punya alasan masing-masing
02:41tetapi ini yang akan jadi persoalan adalah dampak dari tindakan-tindakan Iran
02:46dan tindakan Amerika yang saling serang ini kan tidak hanya untuk mereka
02:49tetapi dampaknya terhadap dunia
02:51tapi memang sebaiknya sih menahan diri ya ini suasana sedang berduka
02:56kemudian untuk Iran kemudian ini dunia juga sedang mau memulihkan diri dari situasi ekonomi yang kurang baik
03:02harusnya menahan diri tidak saling memprovokasi
03:04saya kira ini tidak bisa diserangkan satu pihak
03:07pasti kedua belah pihak saling memprovokasi dan saling serang ya
03:11jadi kedua-duanya ya seharusnya bisa menahan diri
03:13oke Mas Tanis di tengah kondisi tadi yang sedang berduka
03:16kemudian juga belum lama juga pemakaman Hali Kamene
03:19apakah Anda melihat ada perbedaan kekuatan militernya Iran dari sebelum dan juga setelah pemakaman Kamene?
03:26saya kira Iran adalah sebuah negara yang cukup stabil ya
03:29walaupun dia secara ranking kekuatan alusista itu ada di nomor 16
03:34di bawah Israel yang 15 kemudian Amerika nomor 1 ya
03:37tetapi Iran itu cukup stabil
03:39ini terbukti dari 4 bulan kemarin perang
03:42Amerika belum bisa membuat Iran kalah
03:45jadi ketika sebuah negara menghadap Amerika yang kekuatannya sangat besar
03:49dengan budget yang sangat besar
03:51tetapi dia tidak kalah ini kekuatannya cukup besar
03:53beda dengan Venezuela misalnya 1 hari 2 hari selesai
03:56Iran berbeda
03:58Iran mempunyai alusista yang cukup kuat
04:00apalagi kemarin sempat terlihat ya
04:01sempat terlihat beberapa minggu
04:03itu pasti akan reload amunisi istilahnya
04:06dia akan mengembalikan kekuatan militernya
04:09kalau sebelum perundingan itu sumber-sumber tidak resmi CIA mengatakan bahwa
04:14kekuatan militer Iran itu masih 70%
04:18saya kira dengan kemarin setelah perundingan
04:21sepakatan kemudian ada jeda
04:23saya yakin Iran bisa memulihkan itu cukup signifikan
04:26mungkin 80%
04:29antara 80-85% bisa pulih lagi
04:32jadi ini cukup signifikan untuk melawan Amerika
04:34Mas Tadis yang juga menjadi sorotan yang ditunggu-tunggu juga
04:38ini kan pemimpin Iran Mojtaba Kamene belum juga menunjukkan diri
04:42apakah ini jadi strategi perang Iran atau untuk melindungi pemimpin mereka?
04:48ya strategi untuk melindungi pemimpin saya kira
04:50jadi kita lihat bahwa di tengah pacara pemakaman saja
04:54di tengah berkabung itu Amerika melakukan serangan-serangan
04:57melakukan serangan-serangan
04:58tentu kemunculan Mojtaba sangat ditunggu-tunggu oleh Amerika
05:01ditunggu-tunggu posisinya di mana
05:03dan untuk melakukan serangan itu alasan apapun bisa dibuat
05:07jadi saya kira itu strategi dari Iran untuk keselamatan pemimpinnya
05:12sehingga negara mereka tidak kehilangkan pemimpin
05:16tetapi gini, negara ideologi seperti Iran
05:18itu sangat cepat sekali melakukan transisi pemimpin
05:22jika pemimpinnya berhalangan
05:23jadi itu ciri khas negara-negara yang berbasiskan ideologi
05:27jadi ketika pemimpinnya sudah mungkin berhalangan
05:30entah itu meninggal dunia, kukur atau apapun
05:32itu mereka sudah menyiapkan siapa pemimpin penggantinya dengan cepat
05:36jadi saya kira seandainya hal terburuk pun terjadi
05:38Iran tidak akan langsung menjadi lemah
05:42tidak, tetapi akan terjadi transisi kepemimpinan
05:44paling ada gaya baru atau ada kebijakan baru
05:48tetapi kekuatan mereka soal leader
05:50yang berbasiskan ideologi itu tetap kuat
05:53oke, kalau begitu artinya
05:54dengan belum munculnya pemimpin Iran ini
05:57menjadi strategi yang baikkah untuk Iran
05:59kemudian apa yang bisa terjadi
06:00jika misalnya nanti suatu hari pemimpin Iran ini
06:02akan menunjukkan diri, Mas Tanis
06:04apa bahayanya?
06:05seandainya pemimpin Iran itu muncul
06:07kemudian dilakukan serangan terhadap pemimpinnya
06:10ini tentu akan menjadi perhatian dunia
06:13dan ini pasti akan menjadi sorotan
06:14dan ada guncangan, pasti ada guncangan
06:16tetapi mereka akan mudah sekali melakukan recovery
06:19Iran akan melakukan recovery
06:20tapi tentu perlindungan terhadap pemimpin
06:22itu menjadi salah satu strategi yang cukup kuat dilakukan Iran
06:26jadi siapapun yang sedang melakukan perang
06:29seperti ini pasti akan melakukan strategi
06:33untuk menyembunyikan lokasi pemimpin
06:35tetapi pemimpin yang penting adalah
06:37dia tetap bisa melakukan perintah
06:38dia bisa melakukan komunikasi dengan warga
06:40komunikasi dengan instrumennya
06:41itu yang paling penting
06:42kan dimana keberadaannya
06:44ini kan dipancing-pancing terus kan sama Iran
06:45dipancing-pancing terus sama Amerika
06:47maka keberadaannya dimana
06:49dipancing supaya muncul
06:50tetapi Iran tetap kekeh
06:52tidak memunculkan ujaga
06:53Oke, Mas Tanis singkat saja
06:54terakhir ini dengan ancaman dari Israel
06:56apakah bisa diperkirakan perang akan berlanjut
06:58dengan lebih panas atau seperti apa?
07:00Ya, jika provokasi terus terjadi
07:02maka situasi di kawasan akan terus panas
07:04jadi sebaiknya kalau untuk menghindari itu
07:06ya jangan melakukan provokasi
07:07Oke, harus bisa menandir ya untuk kedua belah pihak
07:10Terima kasih
07:10Tanis Lausrianta, dosen kajian ketahanan nasional UI
07:13sudah bersama di Sampai Indonesia Pagi
07:15sehat selalu Mas Tanis
07:16Terima kasih
Komentar