Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 menit yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat aksi saling serang yang kemudian direspons Israel dengan menyatakan kesiapan menghadapi Iran.

Dosen Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia (UI) Stanislaus Riyanta menilai kondisi tersebut menunjukkan hubungan Amerika Serikat dan Israel masih sangat erat meski sebelumnya sempat muncul anggapan keduanya mengalami perbedaan kepentingan.

"Situasi di Timur Tengah saat ini adalah kompleksitasnya tinggi, yang berarti banyak sekali kepentingan dan banyak sekali aktor yang terlibat sehingga hal itu tidak mudah diurai," kata Stanislaus Riyanta dalam program Sapa Indonesia Pagi, Sabtu (11/7/2026) (1:08).

Baca Juga Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Menlu Sugiono-Muzani Disambut Araghchi & Ketua Parlemen Iran di https://www.kompas.tv/internasional/679909/hadiri-pemakaman-ali-khamenei-menlu-sugiono-muzani-disambut-araghchi-ketua-parlemen-iran



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/679941/full-as-iran-kembali-saling-serang-pengamat-ungkap-situasi-timur-tengah-makin-kompleks
Transkrip
00:00Selamat pagi Mas Tanis
00:01Selamat pagi Mbak
00:02Mas Tanis saling serang Amerika dan Iran di respon Israel
00:05dengan menyatakan siap menyerang Iran
00:08ini karena Israel merasa sebagai sekutu Amerika
00:10atau memang karena ada obsesi tersendiri dari Israel untuk unjuk kekuatan?
00:17Ya ini kan sebenarnya membuktikan bahwa ketika perjanjian kemarin itu
00:20tidak seperti yang dikatakan publik bahwa Amerika dan Israel pecah kongsi
00:24tapi ternyata mereka masih menjalin hubungan erat
00:27berbukti Israel mendukung kepentingan dari Amerika
00:31itu yang pertama
00:32yang kedua soal serangan
00:33kita harus lihat objektif bahwa
00:36kalau versi Donald Trump itu terjadi karena
00:40Iran melalui kadar revolusinya melakukan provokasi atau serangan terhadap tiga kapal niaga
00:45tiga kapal dagang yang melewati Selat Hormuz
00:47tapi kemudian Amerika melakukan serangan balasan karena atas hal itu
00:52kemudian saling serang
00:53Iran melakukan serangan kembali ke negara-negara telur
00:56dimana menjadi sekutu dari Amerika
00:58jadi kalau kita melihat situasi seperti ini
01:00dalam sebuah perang itu tidak ada aktor tunggal dan tidak ada kepentingan tunggal
01:05jadi saling mempengaruhi
01:06artinya bahwa situasi di timur tengah saat ini adalah kompleksitasnya tinggi
01:11yang berarti banyak sekali kepentingan dan banyak sekali aktor yang terlibat
01:16sehingga hal itu tidak mudah diurai
01:18apalagi ketika yang terlibat atau yang melakukan perjanjian hanya dua belah pihak
01:23saya kira tidak bisa serta-merta terus langsung damai
01:26jadi perlu ada kekuatan besar yang menjadi perengah di dalam situasi ini
01:31oke situasinya jadi seperti saling pancing sampai akhirnya bisa saling serang
01:35tapi begini mas talis Amerika ini kan menyerang Iran saat dalam keadaan berduka
01:38apakah bisa dikatakan ini sebagai pemicu Iran membalas dengan keras dengan menyerang negara telur sekutu Amerika
01:45ya siapapun yang akan menjadi Iran ketika sedang berduka
01:49pemimpinnya sedang ada prosesi pemakaman pemimpinnya kemudian dilakukan serangan
01:53pasti akan melakukan hal yang sama
01:55pasti akan melakukan balasan dengan sangat keras
01:57karena ini saya kira aspeknya bukan hanya aspek soal serangan
02:01tetapi ini ada soal ya kalau misalnya kita sedang berduka di rumah punya hajatan
02:06atau punya suasana seperti ini kemudian diserang
02:08orang pasti akan marah
02:09pasti akan marah dan kemarahan ini ditunjukkan Iran
02:13dan melakukan serangan-serangan terhadap negara-negara yang menjadi sekutu Amerika di kawasan telur
02:19kita dapat memahami itu
02:20tapi versinya Donald Trump ketika tadi kita melihat persakapan Donald Trump mengatakan bahwa
02:25ada tiga kapal diserang di Selat Hormus
02:27dan itu dianggap mengabekan perjanjian sebelumnya bahwa Selat Hormus adalah sudah terbuka
02:33terbuka untuk perdagangan
02:35ya saya kira kita kalau melihat alasannya masing-masing
02:38memang ya mereka melakukan itu sudah punya alasan masing-masing
02:41tetapi ini yang akan jadi persoalan adalah dampak dari tindakan-tindakan Iran
02:46dan tindakan Amerika yang saling serang ini kan tidak hanya untuk mereka
02:49tetapi dampaknya terhadap dunia
02:51tapi memang sebaiknya sih menahan diri ya ini suasana sedang berduka
02:56kemudian untuk Iran kemudian ini dunia juga sedang mau memulihkan diri dari situasi ekonomi yang kurang baik
03:02harusnya menahan diri tidak saling memprovokasi
03:04saya kira ini tidak bisa diserangkan satu pihak
03:07pasti kedua belah pihak saling memprovokasi dan saling serang ya
03:11jadi kedua-duanya ya seharusnya bisa menahan diri
03:13oke Mas Tanis di tengah kondisi tadi yang sedang berduka
03:16kemudian juga belum lama juga pemakaman Hali Kamene
03:19apakah Anda melihat ada perbedaan kekuatan militernya Iran dari sebelum dan juga setelah pemakaman Kamene?
03:26saya kira Iran adalah sebuah negara yang cukup stabil ya
03:29walaupun dia secara ranking kekuatan alusista itu ada di nomor 16
03:34di bawah Israel yang 15 kemudian Amerika nomor 1 ya
03:37tetapi Iran itu cukup stabil
03:39ini terbukti dari 4 bulan kemarin perang
03:42Amerika belum bisa membuat Iran kalah
03:45jadi ketika sebuah negara menghadap Amerika yang kekuatannya sangat besar
03:49dengan budget yang sangat besar
03:51tetapi dia tidak kalah ini kekuatannya cukup besar
03:53beda dengan Venezuela misalnya 1 hari 2 hari selesai
03:56Iran berbeda
03:58Iran mempunyai alusista yang cukup kuat
04:00apalagi kemarin sempat terlihat ya
04:01sempat terlihat beberapa minggu
04:03itu pasti akan reload amunisi istilahnya
04:06dia akan mengembalikan kekuatan militernya
04:09kalau sebelum perundingan itu sumber-sumber tidak resmi CIA mengatakan bahwa
04:14kekuatan militer Iran itu masih 70%
04:18saya kira dengan kemarin setelah perundingan
04:21sepakatan kemudian ada jeda
04:23saya yakin Iran bisa memulihkan itu cukup signifikan
04:26mungkin 80%
04:29antara 80-85% bisa pulih lagi
04:32jadi ini cukup signifikan untuk melawan Amerika
04:34Mas Tadis yang juga menjadi sorotan yang ditunggu-tunggu juga
04:38ini kan pemimpin Iran Mojtaba Kamene belum juga menunjukkan diri
04:42apakah ini jadi strategi perang Iran atau untuk melindungi pemimpin mereka?
04:48ya strategi untuk melindungi pemimpin saya kira
04:50jadi kita lihat bahwa di tengah pacara pemakaman saja
04:54di tengah berkabung itu Amerika melakukan serangan-serangan
04:57melakukan serangan-serangan
04:58tentu kemunculan Mojtaba sangat ditunggu-tunggu oleh Amerika
05:01ditunggu-tunggu posisinya di mana
05:03dan untuk melakukan serangan itu alasan apapun bisa dibuat
05:07jadi saya kira itu strategi dari Iran untuk keselamatan pemimpinnya
05:12sehingga negara mereka tidak kehilangkan pemimpin
05:16tetapi gini, negara ideologi seperti Iran
05:18itu sangat cepat sekali melakukan transisi pemimpin
05:22jika pemimpinnya berhalangan
05:23jadi itu ciri khas negara-negara yang berbasiskan ideologi
05:27jadi ketika pemimpinnya sudah mungkin berhalangan
05:30entah itu meninggal dunia, kukur atau apapun
05:32itu mereka sudah menyiapkan siapa pemimpin penggantinya dengan cepat
05:36jadi saya kira seandainya hal terburuk pun terjadi
05:38Iran tidak akan langsung menjadi lemah
05:42tidak, tetapi akan terjadi transisi kepemimpinan
05:44paling ada gaya baru atau ada kebijakan baru
05:48tetapi kekuatan mereka soal leader
05:50yang berbasiskan ideologi itu tetap kuat
05:53oke, kalau begitu artinya
05:54dengan belum munculnya pemimpin Iran ini
05:57menjadi strategi yang baikkah untuk Iran
05:59kemudian apa yang bisa terjadi
06:00jika misalnya nanti suatu hari pemimpin Iran ini
06:02akan menunjukkan diri, Mas Tanis
06:04apa bahayanya?
06:05seandainya pemimpin Iran itu muncul
06:07kemudian dilakukan serangan terhadap pemimpinnya
06:10ini tentu akan menjadi perhatian dunia
06:13dan ini pasti akan menjadi sorotan
06:14dan ada guncangan, pasti ada guncangan
06:16tetapi mereka akan mudah sekali melakukan recovery
06:19Iran akan melakukan recovery
06:20tapi tentu perlindungan terhadap pemimpin
06:22itu menjadi salah satu strategi yang cukup kuat dilakukan Iran
06:26jadi siapapun yang sedang melakukan perang
06:29seperti ini pasti akan melakukan strategi
06:33untuk menyembunyikan lokasi pemimpin
06:35tetapi pemimpin yang penting adalah
06:37dia tetap bisa melakukan perintah
06:38dia bisa melakukan komunikasi dengan warga
06:40komunikasi dengan instrumennya
06:41itu yang paling penting
06:42kan dimana keberadaannya
06:44ini kan dipancing-pancing terus kan sama Iran
06:45dipancing-pancing terus sama Amerika
06:47maka keberadaannya dimana
06:49dipancing supaya muncul
06:50tetapi Iran tetap kekeh
06:52tidak memunculkan ujaga
06:53Oke, Mas Tanis singkat saja
06:54terakhir ini dengan ancaman dari Israel
06:56apakah bisa diperkirakan perang akan berlanjut
06:58dengan lebih panas atau seperti apa?
07:00Ya, jika provokasi terus terjadi
07:02maka situasi di kawasan akan terus panas
07:04jadi sebaiknya kalau untuk menghindari itu
07:06ya jangan melakukan provokasi
07:07Oke, harus bisa menandir ya untuk kedua belah pihak
07:10Terima kasih
07:10Tanis Lausrianta, dosen kajian ketahanan nasional UI
07:13sudah bersama di Sampai Indonesia Pagi
07:15sehat selalu Mas Tanis
07:16Terima kasih
Komentar

Dianjurkan