00:00Dan tapi kan bicara soal kasus ini, ibaratnya starting line itu sudah dibuka,
00:06sudah ada bendera start yang diacungkan, artinya ini sudah berjalan prosesnya.
00:10Sementara tadi di lapangan hari ini, yang Pak Said Didu bilang pasti gak enak suasananya
00:15antar lembaga penegak hukum.
00:17So apa yang harus dilakukan Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan?
00:20Bagi saya pertama, Prabowo harus segera mengumpulkan semua dan memahami masalahnya.
00:26Kalau emang indikasi kuat, ada pejabat misalnya yang dia diduga korupsi,
00:31copot jabatannya agar dia tidak mengganggu independensi penyidikan.
00:33Golden time itu sebenarnya kapan sih harusnya?
00:36Satu-dua hari, satu-dua hari harusnya. Jangan sampai lambat.
00:39Yang kedua, ini ada keterkuncian. Misalnya kepolisian melakukan penyidikan,
00:44lanjut ke kejaksaan penuntutannya, pemeriksaan berkasnya, konsultasi dan lain-lainnya.
00:50Ini gimana secara psikologi?
00:53Apa kamu diproses oleh kejaksaan?
00:55Tidak aneh ini, makanya kan tadi seolah-olah orang kejaksaan bilang,
00:58ya dibawa ke kami, kami akan cek perkaranya.
01:00Pengelidikannya benar apa enggak.
01:01Terus kalau jaksa penelitinya bilang, pengelidikannya enggak sah, balikin semua berkas,
01:05mau apa penyidik?
01:07Nah ini menjadi bagi saya masalah Prabowo harus menyelesaikan.
01:12Jangan sampai kemudian penyidikan ini juga kemudian menjadi runtuh di tengah jalan.
01:16Kalau enggak dibawa sampai pengadilan.
01:18Bagaimana dibawa sampai pengadilan?
01:19Pembuktian ini pengadilan.
01:20Sehingga terdakwa pun nanti bisa membela diri dengan maksimal di ruang sidang.
01:24P2-1 aja belum tentu Pak Said.
01:26Kalau misalnya dibawa kejaksaan kan enggak mungkin juga timnya jump it sus misalnya untuk menelusur lebih dalam.
01:33Ya ini saya bilang, ini menurut saya apa ya?
01:38Ketergesa-gesaan atau mungkin juga ada hikmah.
01:41Hikmahnya apa?
01:42Dalam kondisi, in the worst case kita masih bicara soal hikmah apa itu?
01:46Dia yang presiden harus menyadari bahwa memang betapa amburadolnya lembaga hukum.
01:52Sehingga membangunan presiden, ternyata memang sudah saatnya aku benahi.
01:57Siapa tahu itu hikmahnya.
01:59Iya, karena kemarin kan harus enggak.
02:01Lembaga atau aparatur penegak hukum?
02:03Kemarin ada kesempatan untuk reformasi kepolisian.
02:05Tapi presiden juga tidak memanfaatkan secara maksimal.
02:07Tiba-tiba undang-undang kepolisian berubah begitu cepat.
02:10Yang kedua, makamah agung dikasih gaji hakim sangat tinggi sekarang.
02:14Tapi reformasi kelembagaannya bagaimana?
02:16Yang harus direformasi itu lembaga penegak hukum atau aparat penegak hukum ya?
02:19Dua-duanya.
02:21Dan bukan hanya satu lembaga semuanya.
02:23Kepolisian, kejaksaan, makamah agung.
02:24Di MA misalnya, bagaimana berulang kali sekretaris MA,
02:29yang terakhir hasil masbi korupsi, hakim agungnya Gazalba,
02:33panitra-nya Zorof Rikor, korupsi juga.
02:35Di level-level yang tinggi.
02:36Jadi harusnya presiden dan istana mengetahui betapa
02:40reformasi selama ini di kepolisian, kejaksaan, makamah agung
02:43belum berjalan secara maksimal.
02:45Harus dikocok pulang secara maksimal.
02:47Kalau di kasus ini, misalnya kalau mau memang buka-bukaan
02:50ini adalah murni penegakan hukum, harapannya demikian,
02:53bukan persaingan antar lembaga.
02:54Apa yang harusnya kita lihat dalam waktu dekat ini, Pak Said?
02:57Saya sih berharap, karena begini ya.
03:00Ini kan kasus-kasus lain yang besar juga banyak.
03:04Kasus lain yang jangan sampai seakan-akan selesainya kasus ini,
03:09masalah hukum selesai.
03:11Karena saya beginilah, ini kasus ini, kita enggak tahu kasusnya apa sampai sekarang.
03:16Dan siapa di level mana yang kena ini?
03:18Mari kan bikin tulisan Twitter banyak akan.
03:21Kalau memeriksa tentang DMO, apa namanya, Batubara.
03:275 triliun itu kekecilan.
03:29Kenapa terlalu kecil? Padahal kayaknya jumlahnya T itu kan besar sekali ya, Pak.
03:32Begini, DMO Batubara itu sekarang hari ini, 2026 itu mungkin sekitar selisih harga
03:39antara uang beredar, selisih harga antara harga pasar dengan harga yang harus diberikan PLN itu sekitar 250 triliun.
03:49Selisihnya.
03:50Itu selisihnya?
03:51Selisih.
03:51Artinya 5T hanya sepersekiannya 0 komentar.
03:531 persen.
03:55Jadi kalau hanya itu ketemuannya, saya yakin yang main lebih banyak.
04:01Yang main lebih banyak.
04:01Nah, itu orang kaget semua, loh saya kan perancang kebijakan itu dulu yang saya tidak pernah setuju
04:09namanya DMO dengan selisih harga.
04:11Karena saya katakan, saya dulu di BUMN sudah melarang.
04:15Di SDM saya larang.
04:16Karena ini malaikat pun melihat bisa jadi setan.
04:19Jadi dia korupsi secara sistemik sejak awal direncanakan.
04:22Direncanakan.
04:23Dan selalu begitu.
04:24Nah, sama dengan subsidi BBM saya itu.
04:28Nah, ini 250 triliun selisih harga.
04:31Bagaimana cara mainnya?
04:33Adalah satu.
04:34Saya, saya hidup punya tambah batu bara.
04:37Ya.
04:38Kan saya harus menyetor, menjual murah.
04:42Sekarang kan 140 dolar.
04:44Saya harus menjual 70 dolar per tahun.
04:4730 persen yang harus saya jual.
04:50Bagi saya, kalau saya bisa tidak menyetor ke sana, saya dapat dong.
04:55Cuan.
04:56Cuan 100 persen.
04:58Nah, gimana caranya?
04:59Maka, cara saya satu.
05:02Main dokumen.
05:03Mungkin saya hanya nyetor 50.
05:06100.
05:07Padahal 100 ribu.
05:08Atau kalorinya saya tuh naikkan.
05:11Kalori 3 ribu, saya bilang 5 ribu.
05:13Oke.
05:14Maka saya dapat uang.
05:15Jadi permainan.
05:16Nah, inilah menurut saya.
05:18Inilah kenapa.
05:19Saya tuh agak gregetan.
05:20Karena.
05:20Ini siapa yang membuat kebijakan ini?
05:22SDM.
05:22Ya, biasanya SDM.
05:24SDM.
05:24Nah, SDM ini tempat.
05:26Saya dulu pernah di SDM.
05:28Jadi saya paham bagaimana mereka bermain.
05:30RKAB dimainkan.
05:32Apa yang dimainkan.
05:34Ini dimainkan.
05:35Itulah yang tersiksa.
05:37Pemain-pemain ini main.
05:39250 triliun rupiah.
05:42Yang uang bisa beredar kemana-mana.
05:44Di Batu Barang.
05:45Jadi, siapa yang harusnya terjaring dalam kasus ini?
05:49Harusnya kemudian kalau berdasarkan informasi Mas Didu.
05:52Maka dugaan korupsi terkait blackout district ini.
05:55Harus sampai menyentuh lebih tinggi lagi.
05:58Bukan hanya satu level.
05:59Tapi misalnya menteri mana yang membuat kebijakan.
06:01Karena ternyata korupsinya sistemik.
06:03Dibuat sejak awal.
06:04Seolah-olah dia legal.
06:06Tapi kemudian dia melahirkan korupsi yang dilegalkan.
06:10Kira-kira gitu.
06:10Dan dampaknya apa?
06:11Dampaknya publik.
06:13Kita mengalami pemadaman district blackout parah.
06:15Di Indonesia gitu.
06:17Di negara yang batu baranya kaya.
06:19Deeksploitasi habis-habisan.
06:20Tapi wilayahnya mati listrik gitu.
06:22Oke.
06:22Dan mampu kah akan ada tersangka dalam waktu dekat.
06:25Sampai tuntas.
06:26Atau hanya sebagai dramaturgi.
06:28Di awal yang panas sampai hari ini.
06:30Kita akan sama-sama awasi.
06:32Terima kasih Pak Said Didu.
06:33Terima kasih banyak.
06:34Terima kasih.
06:34Tidak ada di program Rossi.
06:38Terima kasih.
06:39Terima kasih.
06:39Terima kasih.
Komentar