Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS. TV - Sekretaris Kementerian BUMN periode 20052010, Said Didu, meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan agar polemik terkait penggeledahan yang menjadi perhatian publik segera dijelaskan secara terbuka.

Said Didu menilai, minimnya informasi mengenai perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum dapat memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Ia mengaitkan hal itu dengan cuitannya di media sosial yang menyebut adanya "serangan balik" terhadap Tim PKH.

Maka, Said Didu berharap Presiden ikut memastikan adanya kejelasan mengenai proses hukum yang sedang berlangsung.

Said Didu juga menilai publik membutuhkan penjelasan yang utuh agar tidak berkembang berbagai tafsir.

Namun, Said Didu kembali menegaskan bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan penggeledahan tersebut merupakan proses hukum yang berjalan sebagaimana mestinya.

Menurut Said Didu, hingga kini belum ada penjelasan mengenai pokok perkara, pihak yang menjadi tersangka, maupun tujuan dilakukannya penggeledahan.

Bagaimana menurut Anda? Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0gb78-Dv6Fo


#jampidsus #penggeledahan #korupsi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679913/said-didu-desak-presiden-prabowo-turun-tangan-penggeledahan-picu-spekulasi-publik-rosi
Transkrip
00:00Saya ngomong-ngomong soal ini, baca tuh.
00:02Apa yang Pak Said Dinu cuitkan di media sosial, kita akan lihat.
00:07Serangan balik geng SOP.
00:10Solo oligarki parcok ke pusat komando serangan ke oligarki sedang berlangsung.
00:15Itu saja. Ini maksudnya gimana?
00:17Ya, saya karena drama kemarin itu bahwa
00:21yang ini kan Pembri kan ketua tim PKH
00:25yang berkali-kali menunjukkan hasilnya
00:30menyita uang puluhan triliun
00:32dan disaksikan oleh Presiden Prabowo.
00:34Itu kan kerjanya tim PKH menetipkan oligarki.
00:39Nah, akhirnya orang kalau ini tidak diungkap kasusnya apa sebenarnya
00:44maka orang bisa mengarah kepada tweet saya ini
00:47bahwa oligarki melakukan serangan balik kepada PKH
00:51bukan kepada Pembri gitu kan.
00:53Nah, padahal bisa Pak Tau memang Murni penegakan hukum.
00:56Jadi saya memang hari ini saya berharap
00:58Presiden turun tangan langsung menyelesaikan ini.
01:00Jadi itu serangan balik dari siapa untuk siapa secara spesifiknya?
01:04Karena begini, serangan oligarki ke Prabowo itu tinggi banget.
01:10Dalam segala hal.
01:11Rupiah di anjlokan, harga saham di anjlokan, apa segala.
01:15Karena dia memang menyentuh.
01:16Dan komandan menetipkan oligarki di tambang dan perkebunan adalah Febri.
01:25Jampitsus.
01:26Ketua pelaksana tim PKH.
01:30Nah, ini jangan sampai orang membaca,
01:33kalau ini Pak Presiden penegak hukum tidak membuka kasus apa sebenarnya,
01:39maka bisa ditafsirkan seperti tweet saya ini.
01:43Bisa ditafsirkan itu.
01:44Bahwa ini serangan oligarki.
01:46Padahal mungkin juga ini adalah Murni penegakan hukum.
01:50Itulah pentingnya menurut saya.
01:52Ini kan sampai sekarang nggak ada.
01:54Apa kasusnya?
01:55Siapa tersangkanya?
01:57Terus dalam rangka apa sehingga dilakukan penggeledahan.
02:03Karena penggeledahan itu adalah kalau sudah biasanya pemahaman saya,
02:07kalau sudah jelas kasusnya,
02:09tersangkanya penggeledahan itu adalah pengambilan barang bukti.
02:11Kalau sampai hari ini yang Pak Said baca lebih besar mana?
02:15Murni penegakan hukum atau perlawanan hukum?
02:18Bisa campur.
02:19Bisa campur karena?
02:20Bisa campur.
02:22Pemahaman saya ini masih bercampur.
02:24Tapi jangan mengorbankan penegakan hukum.
02:27Saya setuju.
02:28Jangan menurut saya.
02:31Ini juga saatnya polisi harus menyatakan kalau ini,
02:35menyatakan kasusnya ini,
02:37tersangkanya ini,
02:38itu jangan ditutupi begini.
02:40Karena kalau begini terus maka orang bisa berpendangan
02:44siapa tahu menunggu negosiasi di balik layar.
02:48Itu yang paling baik.
02:48Ya transparansi harus berlanjut Mbak.
02:50Jadi oke orang melihat semua penggeledahannya.
02:53Tetapi kan harus diteruskan.
02:55Oke kalau ini penyidikan berarti sudah ada pidananya.
02:57Pidananya apa?
02:59Kemudian siapa tersangka ditapkan?
03:00Tersangkanya siapa dengan segera?
03:02Saksinya mana saja?
03:04Dan tentu pihak-pihak yang merugikan dalam konteks
03:06misalnya geledah tanpa sah,
03:08dia bisa gugat para peradilan.
03:09Maka pertanyaan besar kan penggeledah ini pasti izin dari pengadilan.
03:12Di mana izin pengadilannya?
03:14Jadi ini ranah yang menurut saya akan diuji di pengadilan nanti
03:17sejauh mana konstruksi.
03:18Apakah uang yang digeledah ini sekian sangat besar ini
03:21itu bersumber dari hal-hal yang tidak jelas?
03:24Karena misalnya kalau pakai tindak pidana pencucian uang
03:27kan harus dibuktikan tuh uangnya dari mana sumbernya.
03:29Dalam konteks dia sebagai misalnya pejabat PNS
03:32kan nggak realistis.
03:34Pejabat PNS misalnya ASN dikadang Pak Didu
03:36punya uang sekian 10 miliar itu dalam masuk akal kita nggak masuk akal.
03:40Kalau dia pakai ngandelin gaji gitu.
03:41Apalagi misalnya di KPK itu status atau laporan keuangan LHKPN.
03:49Itu kan ada jelas misalnya LHKPN-nya berapa.
03:52Misalnya kalau Pak Jampinsus itu 18 miliar gitu.
03:54Nah sekarang di rumahnya ada sekian 10 miliar.
03:56Berarti ada yang tidak sinkron antara LHKPN
03:58dengan jumlah apa yang ditapatkan di rumahnya.
04:01Artinya bukan semata-mata serangan balik oligarki dong.
04:03Tapi aparat penegak hukum yang bobrok juga memang.
04:05Kalau itu sih saya pikir pengetahuan publik lah.
04:09Artinya itu keresayaan kalau dari kasus ini.
04:11Ya udahlah kita lah tau lah semua.
04:13Nggak usah kita tutupi.
04:14Penegak hukum dari pusat sampai kabupaten tuh.
04:18Ah udahlah kita paham lah.
04:20Dan itu sesuai dengan data banyak.
04:23Jadi baik itu Transparency International,
04:26World Justice Project.
04:28Banyak sekali indikator, indeks yang menyebabkan bahwa
04:31salah satu dunia yang paling korup di Indonesia adalah lembaga penegak hukum.
04:35Dan yang paling salah satu yang paling berat adalah hukum pidana.
04:39Jadi aparat penegak hukum menjadi sarana bukan lagi menegakkan keadilan,
04:43tetapi menjadikan hukum sebagai komoditas.
04:46Terima kasih.
04:47Terima kasih.
04:48Terima kasih.
04:49Terima kasih.
04:49Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan