Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kementerian BUMN periode 20052010, Said Didu, menilai polemik penggeledahan yang menjadi perhatian publik harus dijadikan momentum untuk membenahi institusi penegak hukum.

Menurut Said Didu, kepercayaan publik akan sulit dipertahankan apabila seorang pejabat memiliki berangkas di rumah.

Ia mengatakan, "Kalau pejabat sudah punya brankas di rumahnya, kepercayaan saya menjadi nol. Saya bekas pejabat, saya bekas pejabat, mikir punya brankas saja."

Karena itu, Said Didu meminta Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan situasi ini untuk melakukan pembenahan.

Ia menyatakan, "Saatnya Presiden Prabowo betul-betul membersihkan penegak hukum, itu momentum ini."

Said Didu juga menyinggung posisi Febrie sebagai Ketua Tim Penertiban Kawasan Hutan (PKH) yang menurutnya menjadi bagian penting dalam program pemerintah.

Ia mengatakan, "Momentum ini harus digunakan dan kita harus paham, Pak Pebri ini, ini kan tangan kanannya Pak Prabowo di tim PKH, Penerbit Kawasan Hutan, dia ketuanya, Pak Pebri ini ketuanya."

Meski demikian, Said Didu menilai belum adanya penjelasan resmi mengenai status hukum dalam perkara tersebut berpotensi memunculkan spekulasi di masyarakat.

Bagaimana menurut Anda? Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/0gb78-Dv6Fo


#jampidsus #penggeledahan #korupsi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/679918/temuan-74-kg-emas-jampidsus-said-didu-pejabat-punya-brankas-kepercayaan-saya-jadi-nol-rosi
Transkrip
00:00Kalau menurut Mas Istru juga apa sama?
00:01Ada persaingan antara kejaksaan dan polisi yang sebenarnya nuansanya?
00:06Hukum itu akan dibuktikan seluruhnya prosesnya di pengadilan.
00:09Ini dalam proses penyidikan.
00:11Tetapi dalam penyelidikan hukum bagi masyarakat,
00:15proses seperti ini proses yang kita harapkan sebenarnya.
00:17Kenapa?
00:17Karena bongkar-bongkar, kemudian menangkap para pejabat tinggi
00:22apalagi penuh hukum itu sangat jarang terjadi.
00:25Kita sebenarnya sudah sedih banget hancur lebur lihat negara ini
00:29para pejabat tingginya, penuh hukumnya itu terlibat korupsi.
00:32Kan bukan hanya di kejaksaan, Pak.
00:35Dulu di MK, di MA, pernah di kepolisian juga, Joko Susilo.
00:40Sekarang di kejaksaan.
00:41Sebenarnya ini satu sisi kami bersyukur, kami senang bahwa
00:45Kortas Tipikor dibentuk sekarang mulai ada keberaniannya mengungkapkan.
00:49Tapi juga sedih.
00:50Ternyata dugaan kita bahwa penuh hukum ya di level tinggi
00:54itu menyimpan uang sangat banyak, aset sangat banyak
00:58tanpa kejelasan dari mana sumbernya, itu semakin terbukti.
01:01Waktu Zoro Precors 1 triliun.
01:03Ini hampir setengah triliun.
01:05Kita gak masuk akal dari mana uang sedemikian rupa
01:08bisa ada di sebuah tempat yang dimiliki dan berkorelasi
01:11dengan pejabat tinggi pendang hukum.
01:13Banyak warga juga bilang, itu 74 kilogram,
01:17emas lapisan yang monas aja 72 kilogram.
01:19Dapat dari mana?
01:20Dapat dari mana sebanyak itu 74 kilogram?
01:22Karena kan ada proses pengambilan atau proses suap-menyuap,
01:26proses yang tidak halal selama ini terjadi dan menurut saya tidak sebentar itu.
01:31Prosesnya cukup lama.
01:32Dan kenapa baru dibongkar sekarang?
01:34Nah itu Pak Said, kenapa?
01:36Dari mana itu sebanyak-banyak itu barang buktinya?
01:39Saya begini, kalau pejabat sudah punya berangkas di rumahnya,
01:43kepercayaan saya menjadi nol.
01:44Itu-itu.
01:44Jadi, saya bekas pejabat.
01:48Saya bekas pejabat, mikir punya berangkas saja.
01:51Saatnya Presiden Prabowo betul-betul membersihkan penegak hukum.
01:56Itu momentum ini.
01:57Momentum ini harus digunakan.
02:00Kita harus paham, Pak Pebri ini,
02:03ini kan tangan kanannya Pak Prabowo di tim PKH,
02:07penerbit ngawasan hutan.
02:08Dia ketuanya.
02:10Pak Pebri ini ketuanya.
02:13Meskipun sampai sekarang belum disebut juga resmi ya nama ini.
02:16Nah, yang digelidahkan.
02:18Itu yang saya bilang.
02:19Ini kan dramanya, jangan sampai drama ini,
02:22kalau tersangkanya tidak dibuka,
02:25maka orang bisa menafsirkan bahwa
02:29ada oligarki yang menyerang tim PKH.
02:35Gaji saja masuk dompet pas-pasan,
02:38kok punya berangkas.
02:39Bura-bura masukin ke berangkas.
02:40Beli berangkas saja tidak punya.
02:42Apalagi mengisi berangkas.
02:43Nah.
02:43beli berangkas.
02:46Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan