Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menargetkan 85 lokasi infrastruktur militer AS utama di negara Teluk, termasuk di Bahrain dan Kuwait.

Dalam rudal yang diluncurkan untuk menyerang target tersebut, IRGC menuliskan, "Respons atas nama para pembela ekonomi, pelabuhan Iran, dan Pelabuhan Syahid Rajai di Bandar Abbas."

Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada Kamis waktu setempat.

Kementerian Kesehatan Iran mengungkap serangan AS itu menyebabkan sedikitnya 14 orang meninggal dan 78 orang terluka.

Rekaman video di media sosial menunjukkan ledakan, asap, dan kerusakan parah di Kota Chabahar, Iranshahr, serta beberapa lokasi di Provinsi Golestan yang terjadi dalam dua hari terakhir.

Ledakan juga terjadi di wilayah strategis Bandar Abbas dan Bushehr, lokasi situs pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.

Kita bahas dinamika Iran dan Amerika Serikat yang kembali saling serang di tengah pembicaraan damai yang akan kembali berjalan bersama pengamat geopolitik Mahfuz Sidik.

Baca Juga [FULL] Analisis Pakar Strategi PPAU soal Eskalasi Perang AS-Iran Usai Pemakaman Ali Khamenei di https://www.kompas.tv/internasional/679841/full-analisis-pakar-strategi-ppau-soal-eskalasi-perang-as-iran-usai-pemakaman-ali-khamenei

#iran #as #perang #timurtengah

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/679853/full-pengamat-geopolitik-mahfuz-sidik-ulas-prospek-perdamaian-iran-as-di-tengah-ketegangan-timteng
Transkrip
00:01Militer Kuwait dan Bahrain menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sebagian besar rudal dan juga drone Iran.
00:07Otoritas Kuwait melaporkan satu orang terluka akibat serpihan peluru kendali.
00:12Selain Kuwait dan juga Bahrain, serangan Iran juga dikabarkan meluas ke fasilitas penunjang militer AS lainnya yang berada di Qatar
00:20dan juga Jordania.
00:30Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah menargetkan 85 lokasi infrastruktur militer AS yang ada di negara Teluk termasuk di Bahrain
00:42dan juga Kuwait.
00:43Dalam rudal yang diluncurkan untuk menyerang target tersebut saudara, IRGC menuliskan respons atas nama para pembela ekonomi pelabuhan Iran dan
00:52juga pelabuhan Syahid Rajai di Bandar Abbas.
01:05Sementara itu saudara, Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada kamis waktu setempat.
01:10Kementerian Kesehatan Iran mengatakan serangan AS itu menyebabkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan 78 orang terluka.
01:19Rekaman video di media sosial ini saudara menunjukkan ledakan, asap dan juga kerusakan parah di kota Sabahar, Iranshar, serta beberapa
01:30lokasi di provinsi Golestan.
01:32Terjadi dalam dua hari terakhir, ledakan terjadi di wilayah strategis Bandar Abbas dan juga Bushher, lokasi situs pembangkit listrik tenaga
01:42nuklir milik Iran.
01:51Kita bahas saudara, dinamika Iran dan Amerika Serikat yang kembali saring serang di tengah pembicaraan damai akan kembali berjalan bersama
01:59dengan pengamat geopolitik Bang Mahfud Siddiq yang telah bergabung di Sapa Indonesia Malam.
02:04Selamat malam, Bang Mahfud.
02:07Terima kasih sudah mengundang saya.
02:09Ini kalau kita lihat saling serang antara Iran dan juga Amerika Serikat ini sering terjadi.
02:14Pertanyaannya apakah Anda melihat ada perbedaan ataupun tujuan tertentu dari kedua negara antara saling serang ini di tengah pemakaman yang
02:23kemarin masih berjalan?
02:25Ya, kalau kita lihat aksi tiga kali serangan yang dilakukan oleh militer Amerika di bawah komando USNKOM ini,
02:35ada pola yang lebih spesifik dibandingkan serangan-serangan yang dilakukan sebelum penandatanganan MOU.
02:41Di pola serangan yang dilakukan oleh militer Amerika sekarang nampaknya menyisir wilayah pesisir selatan Iran yang berbatasan langsung dengan Teluk
02:55Persia sampai wilayah yang kemudian berhadapan dengan Samudera Hindia.
03:00Dan kalau kita lihat hampir 170 titik serang yang sudah disasar oleh militer Amerika.
03:11Dan kalau kita lihat dari sisi kualifikasi titik serang di sepanjang pesisir selatan ini,
03:19ada dua, yang pertama adalah instalasi militer dan yang kedua adalah instalasi sipil yang berfungsi sebagai basis transportasi dan logistik
03:29Iran.
03:31Dan kalau ini terus berlangsung, saya menduga ada satu proyeksi dari operasi militer Amerika untuk melanjutkan ke operasi darat atau
03:41ground operation.
03:43Ini kalau kita lihat pola dari serangan selama beberapa hari ini.
03:48Karena kalau kita lihat ini juga sepertinya senada dengan yang disampaikan oleh Trump yang bilang bahwa akan lebih keras lagi
03:54melakukan serangan ke Iran bahkan 20 kali lipat.
03:58Jadi yang Anda lihat serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini bukan untuk menekan Iran menuju ke perundingan damai,
04:08tapi lebih kepada akan membuka perang baru di perang darat begitu.
04:13Kalau kita lihat pola serangan dalam 4 hari terakhir ini, nampaknya ada kecenderungan ke arah sana.
04:20Jadi Amerika sebenarnya sedang membuka jalan untuk melakukan operasi militer darat ke wilayah Iran.
04:27Karena sepanjang wilayah pesisir selatan Iran ini, ini menjadi sasaran utama dari serangan militer Iran,
04:34baik instalasi militernya ataupun instalasi sipil dengan transportasi dan logistik.
04:40Kan dua pelabuhan besar ini menjadi serangan utama dari militer Amerika.
04:46Jadi kita memang sangat khawatir bahwa eskalasi yang terjadi ini akan menuju perang terbuka sampai kepada operasi serangan darat.
04:57Tentu ini kekhawatiran yang jangan sampai terjadi begitu ya, tapi kalau kita lihat kekuatan militer Iran sendiri seperti apa?
05:04Karena kalau yang selalu disampaikan ke publik bahwa Iran ternyata punya militer darat yang tidak bisa dianggap sepele.
05:10Ya, dan kalau kita lihat cara Iran merespon, termasuk beberapa hari sebelum serangan balasan dari Iran ini dilakukan,
05:20kan ada pernyataan paling tidak dua hal.
05:23Yang pertama adalah pernyataan dari petinggi militer Iran bahwa mereka akan menggunakan persenjataan-persenjataan baru.
05:30Dan ini kan dibuktikan dalam serangan balasan yang sudah dilakukan dalam dua gelombang oleh Iran ya.
05:36Jadi ada rudal balistik jarak menengah baru yang digunakan,
05:41kemudian ada rudal permukaan untuk menyasar kapal-kapal dalam jarak yang cukup jauh ya, sampai seribu kilometer.
05:53Dan itu dikombinasikan dengan persenjataan asimetrik yang selama ini dipakai, yaitu drone dan rudal kamikaze.
06:04Jadi itu yang pertama.
06:05Yang kedua adalah pernyataan dari petinggi militer Iran yang mulai memobilisasi kesiapan tentara daratnya,
06:13termasuk masyarakat sipil yang juga mulai dimobilisasi untuk menuju angkatan perang keempat ya,
06:20yang menghadapi kemungkinan serangan darat ini.
06:23Tentu saja kita berharap tidak ada serangan darat,
06:26apapun saling serang militer Amerika Serikat dan Iran di darat ini tidak akan terjadi begitu ya,
06:32karena harapan kita negosiasi damai yang saat ini masih tengah berlangsung dapat realisasi begitu ya.
06:37Terima kasih pengamat geopolitik, Mas Mahfud Siddiq telah berbagi perspektifnya di Sapa Indonesia Malam.
06:43Salam sehat Mas Mahfud.
06:45Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan