00:01Militer Kuwait dan Bahrain menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sebagian besar rudal dan juga drone Iran.
00:07Otoritas Kuwait melaporkan satu orang terluka akibat serpihan peluru kendali.
00:12Selain Kuwait dan juga Bahrain, serangan Iran juga dikabarkan meluas ke fasilitas penunjang militer AS lainnya yang berada di Qatar
00:20dan juga Jordania.
00:30Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah menargetkan 85 lokasi infrastruktur militer AS yang ada di negara Teluk termasuk di Bahrain
00:42dan juga Kuwait.
00:43Dalam rudal yang diluncurkan untuk menyerang target tersebut saudara, IRGC menuliskan respons atas nama para pembela ekonomi pelabuhan Iran dan
00:52juga pelabuhan Syahid Rajai di Bandar Abbas.
01:05Sementara itu saudara, Amerika Serikat melancarkan serangan udara baru terhadap Iran pada kamis waktu setempat.
01:10Kementerian Kesehatan Iran mengatakan serangan AS itu menyebabkan sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan 78 orang terluka.
01:19Rekaman video di media sosial ini saudara menunjukkan ledakan, asap dan juga kerusakan parah di kota Sabahar, Iranshar, serta beberapa
01:30lokasi di provinsi Golestan.
01:32Terjadi dalam dua hari terakhir, ledakan terjadi di wilayah strategis Bandar Abbas dan juga Bushher, lokasi situs pembangkit listrik tenaga
01:42nuklir milik Iran.
01:51Kita bahas saudara, dinamika Iran dan Amerika Serikat yang kembali saring serang di tengah pembicaraan damai akan kembali berjalan bersama
01:59dengan pengamat geopolitik Bang Mahfud Siddiq yang telah bergabung di Sapa Indonesia Malam.
02:04Selamat malam, Bang Mahfud.
02:07Terima kasih sudah mengundang saya.
02:09Ini kalau kita lihat saling serang antara Iran dan juga Amerika Serikat ini sering terjadi.
02:14Pertanyaannya apakah Anda melihat ada perbedaan ataupun tujuan tertentu dari kedua negara antara saling serang ini di tengah pemakaman yang
02:23kemarin masih berjalan?
02:25Ya, kalau kita lihat aksi tiga kali serangan yang dilakukan oleh militer Amerika di bawah komando USNKOM ini,
02:35ada pola yang lebih spesifik dibandingkan serangan-serangan yang dilakukan sebelum penandatanganan MOU.
02:41Di pola serangan yang dilakukan oleh militer Amerika sekarang nampaknya menyisir wilayah pesisir selatan Iran yang berbatasan langsung dengan Teluk
02:55Persia sampai wilayah yang kemudian berhadapan dengan Samudera Hindia.
03:00Dan kalau kita lihat hampir 170 titik serang yang sudah disasar oleh militer Amerika.
03:11Dan kalau kita lihat dari sisi kualifikasi titik serang di sepanjang pesisir selatan ini,
03:19ada dua, yang pertama adalah instalasi militer dan yang kedua adalah instalasi sipil yang berfungsi sebagai basis transportasi dan logistik
03:29Iran.
03:31Dan kalau ini terus berlangsung, saya menduga ada satu proyeksi dari operasi militer Amerika untuk melanjutkan ke operasi darat atau
03:41ground operation.
03:43Ini kalau kita lihat pola dari serangan selama beberapa hari ini.
03:48Karena kalau kita lihat ini juga sepertinya senada dengan yang disampaikan oleh Trump yang bilang bahwa akan lebih keras lagi
03:54melakukan serangan ke Iran bahkan 20 kali lipat.
03:58Jadi yang Anda lihat serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini bukan untuk menekan Iran menuju ke perundingan damai,
04:08tapi lebih kepada akan membuka perang baru di perang darat begitu.
04:13Kalau kita lihat pola serangan dalam 4 hari terakhir ini, nampaknya ada kecenderungan ke arah sana.
04:20Jadi Amerika sebenarnya sedang membuka jalan untuk melakukan operasi militer darat ke wilayah Iran.
04:27Karena sepanjang wilayah pesisir selatan Iran ini, ini menjadi sasaran utama dari serangan militer Iran,
04:34baik instalasi militernya ataupun instalasi sipil dengan transportasi dan logistik.
04:40Kan dua pelabuhan besar ini menjadi serangan utama dari militer Amerika.
04:46Jadi kita memang sangat khawatir bahwa eskalasi yang terjadi ini akan menuju perang terbuka sampai kepada operasi serangan darat.
04:57Tentu ini kekhawatiran yang jangan sampai terjadi begitu ya, tapi kalau kita lihat kekuatan militer Iran sendiri seperti apa?
05:04Karena kalau yang selalu disampaikan ke publik bahwa Iran ternyata punya militer darat yang tidak bisa dianggap sepele.
05:10Ya, dan kalau kita lihat cara Iran merespon, termasuk beberapa hari sebelum serangan balasan dari Iran ini dilakukan,
05:20kan ada pernyataan paling tidak dua hal.
05:23Yang pertama adalah pernyataan dari petinggi militer Iran bahwa mereka akan menggunakan persenjataan-persenjataan baru.
05:30Dan ini kan dibuktikan dalam serangan balasan yang sudah dilakukan dalam dua gelombang oleh Iran ya.
05:36Jadi ada rudal balistik jarak menengah baru yang digunakan,
05:41kemudian ada rudal permukaan untuk menyasar kapal-kapal dalam jarak yang cukup jauh ya, sampai seribu kilometer.
05:53Dan itu dikombinasikan dengan persenjataan asimetrik yang selama ini dipakai, yaitu drone dan rudal kamikaze.
06:04Jadi itu yang pertama.
06:05Yang kedua adalah pernyataan dari petinggi militer Iran yang mulai memobilisasi kesiapan tentara daratnya,
06:13termasuk masyarakat sipil yang juga mulai dimobilisasi untuk menuju angkatan perang keempat ya,
06:20yang menghadapi kemungkinan serangan darat ini.
06:23Tentu saja kita berharap tidak ada serangan darat,
06:26apapun saling serang militer Amerika Serikat dan Iran di darat ini tidak akan terjadi begitu ya,
06:32karena harapan kita negosiasi damai yang saat ini masih tengah berlangsung dapat realisasi begitu ya.
06:37Terima kasih pengamat geopolitik, Mas Mahfud Siddiq telah berbagi perspektifnya di Sapa Indonesia Malam.
06:43Salam sehat Mas Mahfud.
06:45Terima kasih.
Komentar